Wednesday, 03 August 2016 09:20

Mahasiswa STT NF Menjadi Teknopreneur

Written by  Ady Mulyono, Mahasiswa STT NF
Rate this item
(0 votes)

Dalam era persaingan saat ini mahasiswa STT NF harus melengkapi diri dengan kemampuan berbisnis. Dengan begitu, hasil inovasi dapat berkembang luas dan bermanfaat bagi orang banyak. Kombinasi antara kemampuan di bidang teknologi dan wirausaha kerap disebut sebagai technopreneurship.

Di lingkungan kampus STT NF, ada beberapa mahasiswa yang sudah memulai langkah menjadi seorang technopreneur dengan membuat startup, jasa pembuatan dan maintenance website, membuka toko online, menjadi internet marketer. Ada pula yang membuka warung internet dengan sistem koperasi, sehingga labanya pun nanti dibagi-bagi secara merata.

Saat ini konsumen memang membutuhkan banyak industri jasa teknologi. Hal itu menjadi peluang mahasiwa teknologi informasi. Namun, menjadi teknopreneur juga harus berani menghadapi kendala modal, tempat, dan dukungan dari pemerintah

Banyak orang takut menjadi teknopreneur karena takut gagal. Memang untuk menjadi seorang teknopreneur tidak mudah dan tidak bisa diraih secara instan. Butuh proses, usaha dan kerja keras. Untuk itu, terdapat tiga hal dasar yang harus diperhatikan dalam memupuk jiwa technopreneurship.

1. Creative, masyarakat zaman ini sangat tertarik pada hal baru. Kreativitas dapat mempengaruhi pelanggan dengan produk atraktif.

2. Smart, seorang teknopreneur harus pintar memanfaatkan kesempatan yang ada. Kesempatan tidak datang dua kali, dan karena itu tidak boleh disia-siakan.

3. Never Give Up, seorang teknopreneur harus memiliki semangat pantang menyerah, karena kegagalan merupakan hal yang lumrah dalam bisnis. Tetapi, jangan menjadikan kegagalan sebagai kebiasaan, sehingga harus mampu memperbaiki kesalahan dan belajar dari pengalaman. Banyak orang sukses, sebelumnya pasti pernah merasakan kegagalan. Mereka belajar dari kegagalan tersebut dan tetap mencoba bangkit hingga sukses seperti sekarang.

Kunci technopreneurship adalah kreativitas. Dengan kreativitas tinggi, maka mental lama yang cenderung konvensional bagi wirausahawan akan berubah. Kreativitas bermain dengan imajinasi dan kemungkinan-kemungkinan, memimpin perubahan dengan ide-ide baru dan memberikan arti pada hubungan antara ide, orang dan lingkungan. Itu alasan STT NF menetapkan visi dan misi menjadi Technopreneur Campus. (Ady Mulyono)

Read 2200 times