Tuesday, 17 October 2017 23:00

Mentoring Gabungan Kemuslimahan Senada

Written by  Tika Ayati Mahasiswi STTNF
Rate this item
(0 votes)

LDK (Lembaga Dakwah Kampus) Senada STT Terpadu Nurul Fikri baru saja mengadakan kegiatan mentoring gabungan khusus untuk perempuan atau akhwat. Acara ini diselenggarakan oleh Divisi Kemuslimahan sebagai panitia penyelenggara acara kali ini. Tepatnya jumat 12 Oktober 2017 telah diselenggarakannya sebuah materi yang sangat inspiratif dan solutif yang diberikan oleh narasumber Misriyanti, S.Hum. Sebelum acara dimulai Ketua Kemuslimahan yaitu Nurul Azizah dari Jurusan Teknik Informatika 2015 memberikan sedikit sambutan untuk semua peserta dan berharap materi yang singkat ini dapat memberikan sedikit ilmu dan jawaban yang selama ini mahasiswi atau akhwat cari.

Setelah sambutan, pembawa acara yang dipandu oleh Naila dari Jurusan Sistem Informasi 2016 mempersilahkan narasumber memberikan materinya. “Mendekap Muslimah dalam ukhuwah” merupakan topik pembahahasan yang disampaikan. Ka Misri yang akrab disapa oleh mahasiswa menyampaikan betapa pentingnya seorang perempuana atau akhwat dapat menjaga dirinya terutama mengetahui batasan dirinya untuk berinterkasi dengan lawan jenis. Selain itu Ka Misri menyampaikan kebiasaan yang baik dimulai dengan lingkungan yang baik dan sosial yang mendukung, karena tidak semua tempat seperti kampus khusunya memiliki tempat atau lingkungan yang baik untuk menjaga ukhuwah tali persaudaraan diantara sesama mukmin sendiri.

Ukhuwah merupakan “persaudaraan”, secara islami ukhuwah merupakan jalinan persaudaraan yang berdasarkan iman terhadap Allah. Perbedaan lingkungan mempengaruhi ukhuwah yang ada salah satunya ukhuwah pada kampus. Keadaan lingkungan kampus mempengaruhi keadaan sosial bagi mereka yang berada didalamnya. Selain itu pentingnya wanita menjaga izzah dan ihfah, izzah sendiri memiliki arti kesucian diri sedangkan ihfah yaitu bagaimana kita menjaga memelihara kesucian diri kita. Oleh karena itu perempuan atau akhwat dan laki-laki dan ikhwan ketika mengadakan forum ataupun berbicara santai seperti biasa diharuskan memiliki jarak dan menggunakan pembatas untuk menjaga diri dan tidak berbuat zina seperti zina mata, zina tangan, zina hati, dll.

Menjaga diri dengan menjaga jarak dengan lawan jenis bukanlah salah satu solusi yang benar – benar dapat menjaga kita untuk memberikan penyempurnaan. Puasa Sunnah adalah salah satu bentuk unuk menjaga badan kita agar tebiasa tidak melakukan hal yang tidak diinginkan oleh Allah Swt. Begitulah materi yang disampaikan Ka Misri untuk menjaga ukhuwah sesama muslim dan bagaimana cara kita menjaga diri kita. Selain itu masa remaja merupakan salah satu hal yang rentan akan terkena penyakit merah jambu (cinta)  karena usia remaja merupakan usia rentan terjerumus perzinaan apabila tidak diberi pembekalan yang baik bagaimana cara mengatasi cinta itu sendiri. Perlunya menjaga jarak baik berupa lisan, penglihatan dan pendengaran untuk menghindari terjerumus kepada kemaksiatan. Kalimat terakhir yang disampaikan Ka Misri sebelum mengakhiri materinya beliau berpesan untuk menjaga diri dari segi apapun dan tetap memelihara ukhuwah dalam dunia perkuliahan.

Setelah materi selesai acara dilanjutkan oleh sesi tanya jawab. Salah satu peserta bertanya bagaimana cara mengatasi pandangan laki laki terhadap wanita karena hal tersebut membuat kita risih ketika dipandang. Jawaban yang diberikan oleh Ka Misri adalah apabila kita risih cukup hindari dan pergi. Apabila masih memandangi terus menerus dipersilahkan menggunkan niqab untuk memnutup wajah kita untuk menghindari hal tersebut. Setelah sesi materi dan sesi tanya jawab berakhir, dilanjutkan dengan acara ice breaking yang membuat suasana menjadi rileks dan kembali ceria setelah serius mendengarkan meteri yang sangat menarik. Acara ditutup dengan foto bersama dengan seluruh peserta dan penyerahan piagam kepada pembicara.

Read 154 times Last modified on Tuesday, 17 October 2017 23:49