Friday, 10 November 2017 00:30

Kemudahan Berpendapat dengan Teknologi

Written by  Laila Nafila
Rate this item
(1 Vote)

Sudah banyak hal yang biasa kita lakukan dengan menggunakan bantuan teknologi, dengan teknologi ini membuat kita menjadi mudah dalam melakukan apapun. Sekarang, dengan teknologi kita dapat menyampaikan gagasan kita ke publik secara efektif untuk mendorong perubahan publik. Dan ada suatu kejadian di Amerika yang memperlihatkan fenomena pertarungan pendapat. Pemuda Amerika melakukan gerakan mengungkapkan pendapat di akun media sosial dengan penggunaan hastag #MakeLibertyWin dan #MakeDiscourseCivilAgain, gerakan ini berhasil.

 

Para pemuda ini menyebarkan pendapat mereka untuk menuntut kampus mereka dengan menggunakan foto dan video di media sosial. Foto dan video yang mereka sebarkan membuat banyak orang mengambil tindakan di kampus mereka, sehingga tuntutan mereka tersampaikan. Hastag yang di sebarkan mereka bukan hanya sekedar karakter di media sosial, melainkan hastag merupakan bagian dari sistem advokasi yang inovatif.

 

Setiap orang di seluruh dunia banyak menemukan orang yang sependapat dengan mereka dengan saling berbagi melalui akun media sosial, mereka terlibat dalam percakapan virtual tentang ideologi mereka dan saling memberi inspirasi untuk mewujudkan gagasan, walaupun mereka belum pernah bertemu.

 

Teknologi telah memperluas sararana untuk mengemukakan pendapat, selain itu dengan teknologi juga kita dapat membuat pengumpulan dana, mendistribusikan petisi dan teknologi memberikan kecepatan dan kekuatan baru untuk advokat. Jika sebuah pesan yang di sebarkan itu benar, mungkin pesan itu akan menjadi ‘virus’ dan menjadi katalisator perubahan ideologis di seluruh komunitas.

 

Kini, untuk menyebarkan gagasan dan mencari dukungan ada dua cara, yaitu denga cara online dan offline. Para aktivis memanfaatkan kedua cara tersebut untuk memaksimalkan penyebaran gagasan ideologis mereka di dunia. Selain untuk menyebarkan gagasan ideologis, media sosial juga bisa menjadi sarana permusuhan terhadap gagasan tertentu yang tidak di setujui oleh beberapa orang.

 

Facebook, Twitter dan Instagram memberi kenyamanan dengan memudahkan kita dalam penyaringan pesan yang ingin kita ketahui. Jika kita tidak menyukainya, kita bisa menghapusnya. Sekarang sudah banyak media sosial yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan siapa saja yang bisa terhubung dengan kita dan memilih gagasan yang kita inginkan saja. Pada akhirnya, ini mengarah pada momen keputusan, seruan untuk bertindak di mana kita memutuskan apakah kita ingin tinggal di ruang gema virtual atau terlibat dalam wacana sehat dengan orang-orang yang dapat menantang dan memperluas gagasan kita.

 

-Semoga Bermanfaat-

Editor : Naf/Uml

Read 101 times Last modified on Friday, 10 November 2017 00:36