Friday, 01 December 2017 02:42

Teknologi membuat anak jadi sulit bersosialisasi ?

Written by  Muhamad Habib
Rate this item
(0 votes)

 

Kemajuan teknologi saat ini tidak dapat dibendung lagi arus nya, semakin banyaknya kebutuan manusia semakin cepat pula teknologi itu berkembang. Teknologi membawa banyak sekali dampak positif akan tetapi juga membawa dampak negatif, terlebih bagi anak – anak.

Salah satunya ialah sang anak jadi sulit untuk bersosialisasi. Menurut penulis buku Wimpy Kid, Jeff Kinney, anak – anak yang menguasai teknologi merupakan hal yang luar biasa akan tetapi kondisi tersebut secara mendasar mengubah cara anak – anak berkomunikasi.

"Ketika saya di mobil bersama dengan anak-anak, mereka lebih sering menghabiskan waktu di smartphone. Janggal rasanya untuk berkendara dengan orang yang selalu memainkan smartphone," ujarnya seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (15/11/2017).

Seperti halnya orang tua Kinney ingin anaknya berkomonikasi dengan sebagaimana mestinya akan tetapi berkomunikasi secara normal sudah jarang di lakukan saat ini.

"Saya rasa (komunikasi dengan orang lain) itu sudah hilang, tak hanya sedikit. Dan, saya rasa kita sebagai orangtua ikut terlibat dalam hal ini. Hal tersebut yang ada dalam pikiran saya sepanjang waktu," katanya.

Ia juga menyebut teknologi telah sangat lekat dengan kehidupan anak-anak sekarang ini. Karena itu, sangat sulit baginya untuk menceritakan kisah anak-anak tanpa menyebut Gadget atau SMS.

Sejumlah kajian ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang penggunaan teknologi Gadget atau SmartPhone khususnya untuk anak – anak di San Diego state University – AS, oleh seorang profesor psikologi San Diego State University, Jean M. Twenge, iGen lebih rentan terkena gangguan mental. iGen itu sebutan bagi seorang anak yang lahir tahun 1995 hingga 2012 dan diasumsikan tak pernah lepas dari internet.

Jika dibandingkan dengan generasi milinial (yang lahir tahun 1982 hingga 1995), Igen mudah sekali untuk depresi dan berkeinginan untuk bunuh diri.

"Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa iGen berada di ambang krisis mental terburuk dalam beberapa tahun terakhir," katanya.

Walaupun seperti itu keseruan anak bermain Gadget masih pada tahap di permukaan. Artinya, hal ini bisa dicegah dengan membatasi waktu bermain sang anak, sehingga anak-anak tak terlalu larut dalam memakai Gadgetnya.

 

Editor : Hbb/Uml

 

Read 85 times Last modified on Friday, 01 December 2017 02:50