Tuesday, 10 January 2017 02:55

iOS Vs Android

Android dan iOS adalah dua sistem operasi mobile yang berbeda yang diperlukan untuk menjalankan smartphone. Tujuan utama dari keduanya adalah sama, untuk bekerja sebagai sistem operasi untuk smartphone, namun, keduanya bekerja dengan gaya yang berbeda. Perbedaan utama antara Android dan iOS adalah bahwa Android dikembangkan oleh Google dan merupakan sistem operasi open source sementara iOS dikembangkan oleh Apple Inc dan merupakan sistem operasi tertutup dengan beberapa komponen open source

Android adalah sistem operasi mobile yang dikembangkan oleh Google dan didasarkan pada kernel Linux. Ini ditulis dalam C (inti), C ++ dan java dan awalnya dirilis pada 23 September 2008. Hal ini dirancang untuk perangkat mobile touchscreen seperti smartphone, komputer tablet, TV, mobil dan perangkat dpt dipakai.

Android menggunakan sentuhan yang berhubungan dengan tindakan yata seperti menggesekkan dunia, menekan, mencubit, dan reverse mencubit untuk memanipulasi objek di layar, dan keyboard virtual. Meskipun itu terutama dirancang untuk input touchscreen tapi sekarang sedang digunakan dalam game konsol, kamera digital, PC biasa, dan banyak perangkat elektronik lainnya.

Sekarang, ia memiliki dasar terinstal terbesar dari semua sistem operasi. Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2013 mengungkapkan bahwa 71% dari aplikasi pengembang mobile membuat aplikasi untuk Android sementara survei terbaru yang dilakukan pada tahun 2015 mengungkapkan bahwa 40% dari full-time pengembang profesional melihat Android sebagai ‘prioritas’ platform target.

iOS atau iPhone OS adalah sistem operasi mobile yang dikembangkan oleh Apple hanya untuk hardware Apple. Ini adalah sistem operasi utama yang digunakan di perangkat Apple termasuk iPhone, iPad, dan iPod Touch. Hal ini dirilis pada 29 Juni 2007 untuk iPhone saja dan kemudian telah diperpanjang untuk iPod Touch, iPad, iPad Mini, Apple TV, dll Saat ini ada lebih dari 1,4 juta aplikasi iOS di Apple App Store setengah dari yang untuk iPad .

Kontribusi iOS di unit sistem operasi mobile smartphone di 21%. Antarmuka pengguna iOS didasarkan pada konsep manipulasi langsung, menggunakan multi-touch gestures.Elemen kontrol antarmuka iOS mengandung slider, switch, dan tombol. Interaksi termasuk gerakan seperti menggesek, tekan, mencubit, dan mencubit balik, semuanya memiliki definisi khusus dalam konteks iOS dan antarmuka multi-sentuh.

Sistem operasi Android yang dikembangkan oleh Google sedangkan sistem operasi iOS dikembangkan oleh Apple. Android merupakan sistem operasi open source sementara iOS adalah sistem operasi tertutup dengan beberapa komponen open source.Sistem operasi Android dapat dinyatakan sebagai sistem operasi yang universal seperti itu untuk sebagian besar semua jenis smartphone kecuali hardware Apple. Sementara iOS dibatasi untuk perangkat Apple saja. Android lebih disesuaikan dan dapat mengubah hampir semua hal, sementara iOS terbatas kecuali Jailbroken.Android ditulis dalam C (inti), C ++ dan java (UI). iOS ditulis dalam C, C ++, Objective-C, dan Swift.Keluarga OS Android adalah Unix-seperti sementara keluarga iOS OS Unix-seperti, berdasarkan Darwin (BSD) dan OS X.Pangsa pasar smartphone Android adalah 82% sedangkan iOS itu adalah 15%.

Pendaftaran mahasiswa baru STT NF klik pmb.nurulfikri.ac.id

Published in Artikel

STT NF kembali mengirimkan perwakilan untuk mengikuti ajang GEMASTIK 9. Pagelaran bergengsi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dalam memajukan TIK dan pemanfaatannya di Indonesia ini terbagi dalam sembilan kategori.

GEMASTIK 9 yang pada tahun ini mengambil tema "Enabling smart society through ICT", rencana akan digelar di Universitas Indonesia pada akhir September. Seperti tahun sebelumnya, STT NF kembali mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba berskala nasional itu.

Delegasi STT NF yang dikirim berjumlah lima tim, terbagi dalam empat kategori dari sembilan kategori yang diperlombakan. Untuk mempersiapkan diri, mahasiswa diberi pembekalan terkait hal teknis ketika mengikuti lomba tersebut.

Pada hari Senin (1/8) diadakan workshop Andorid Developer (Fundamental Discussion). Workshop yang akan berlangsung selama empat hari itu diperuntukan bagi seluruh Mahasiswa STT NF. Acara berlangsung di ruang laboratorium komputer, Kampus B STT NF.

Muh. Isfahani Ghiyath didaulat sebagai pemateri dalam workshop kali ini. Mahasiswa STT NF semester II dan CEO Daeng Apps itu membawakan materi Andorid Studio dengan penuh semangat. Paparannya jelas dan diskusi berlangsung penuh keakraban. Materi workshop sebagai berikut:

H1 : Pengenalan Android, Pengenalan Android Studio, membuat Hello World
H2 : Manifest Permission
H3 : Membuat Layout v1
H4 : Membuat Layout v2, Integrasi Layout
H5 : Pengenalan Dasar JSON dan Web Services
H6 : Parsing JSON

Indra Hermawan, selaku pembimbing tim GEMASTIK STT NF, mengatakan: “Workshop ini sengaja diadakan sebagai persiapan menghadapi lomba GEMASTIK 9. Mahasiswa STT NF pasti bisa berprestasi dalam perlombaan kali ini, karena ide yang dibawakan sangat bagus dan sesuai dengan tema Gemastik.” Namun, perlu kerja keras dan semangat dalam mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dipersiapkan panitia, jelas Indra.

Semoga para mahasiswa STT NF bisa meraih prestasi membanggakan dalam ajang GEMASTIK tingkat nasional. (Ismail Fakhri)

Published in Pojok Mahasiswa
Thursday, 14 July 2016 16:58

APK Pokemon Go, Aplikasi Game Terfavorit

Bagi anak-anak yang lahir di era 1980-an dan 1990-an tentu tak asing dengan serial anime asal Jepang, Pocket Monster atau yang biasa dikenal dengan Pockemon. Serial itu menceritakan tentang perjalanan seorang pemuda bernama Ash Ketchum yang bercita-cita ingin menjadi Pockemon Master (Trainer Pockemon) terhebat di dunia dengan ditemani Pockemon kesayangannya yang menjadi Icon anime, yaitu Pikachu. Ash tidak sendiri, ia bersama teman-teman lain juga berburu Pockemon ke penjuru dunia. Anime ini punya banyak penggemar khususnya di Indonesia, sejak kemunculannya banyak bertebaran pernak-pernik berbau pockemon.

Setelah sekian lama nama Pockemon di Indonesia tenggelam, kini ia kembali muncul dan menggebrak dunia lewat game yang sangat hot akhir-akhir ini: “Pockemon Go”.

Apa itu Pockemon Go? Game hasil kerjasama Nintendo dan Niantic Lab dan perusahaan pockemon merupakan game berbasis mobile yang dimainkan lewat smartphone Android dan iOS. Game ini mendukung konsep augmented reality dengan memanfaatkan kamera dan GPS di smartphone pemainnya. Dalam game ini pemain diajak menjadi Trainer Monster layaknya karakter Ash Ketchum dan kawan-kawan dalam serial anime Pockemon. Pemain bisa berburu menangkap pockemon, melatih, mempertandingkan pockemon peliharaan, dan bahkan saling menukar koleksi pockemon.

Para gamers sebenarnya sudah menunggu kehadiran game ini sejak tahun lalu, namun rilis resmi Game populer ini baru tersedia di Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Dalam keterangan resmi perilisan game tersebut, Pokemon Company dan pengembang game Niantic Labs baru menyebutkan rencana perilisan berikutnya di Kanada, Eropa, dan Amerika Selatan. Bagaimana dengan kehadiran Pockemon Go di Indonesia? Belum ada kabar resmi kapan Pockemon Go akan rilis secara resmi di Indonesia, namun sudah banyak bermunculan Pockemon Go 0.29.2 untuk diunduh melaui link penyedia APK.

Setelah mengunduh dan menginstall Apk, lalu bagaimana cara main pockemon go? Pemain akan diberitahukan posisi keberadaan pockemon di layar ponsel, dengan mengklik lokasi terdekat, maka akan muncul gambar lokasi serta nama tempat dimana pockemon berada. Kesulitannya adalah ketika berada di lokasi yang sudah dituju keberadaan pockemon tidak bisa terdeteksi secara langsung, oleh karena itu dibutuhkan kesiagaan untuk melihat lokasi sekitar dengan kamera smartphone. Ketika kamera menangkap gambar pockemon maka pemain hanya tinggal melempar Pockeball ke arah pockemon dengan cara menggeser bola yang ada di layar bagian bawah ke arah atas.

Tanggapan dari netizen tentang kemunculan game Pockemon Go beragam, ada yang menyambut positif dan ada juga memandangnya membawa hal-hal negatif. Sisi positif dari game ini adalah Pockemon GO mengajak para pemainnya bergerak ke suatu tempat sambil berjalan kaki guna mencari pockemon, berbeda dengan game-game lain yang hanya membuat pemainnya terkesan malas berada di depan gadget. Selain itu menurut pengakuan seorang netizen asal Amerika mengatakan bahwa game ini bisa menjadi solusi bagi masalah obesitas karena dengan berjalan akan membakar kalori pemainnya.

Dampak negatif yang ditimbulkan oleh game ini adalah dapat menimbulkan candu atau adiktif, seperti diketahui game ini memang sedang menjadi fenomena di dunia bahkan ada seorang pemuda di turki yang berpakaian layaknya Ash Ketchum sambil berjalan-jalan mencari pockemon dengan smartphone di tangan. Bagi anak-anak yang memainkan game ini hendaknya di dampingi orangtua karena game ini akan membawa ke lokasi yang bisa jadi berada jauh dari lingkungan rumah. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Artikel
Wednesday, 13 July 2016 16:49

Pilih Mana, Android atau iOS?

Saat ini, ada dua sistem operasi yang cukup berpengaruh di dunia seluler, yaitu iOS dan Android. Masing-masing sistem memiliki penggemarnya tersendiri, bahkan ada banyak pengguna handphone yang fanatik untuk tidak berganti pilihan ke sistem operasi lain.

Predikat OS terbaik memang sulit untuk diberikan ke salah satunya. Apalagi masing-masing OS ini memiliki keunggulan dan kualitas tersendiri. iOS adalah sistem operasi besutan Apple yang disematkan dalam berbagai gadget produksi vendor raksasa itu, mulai dari iPhone, iPad, serta iMac. Semuanya disemati dengan iOS yang dapat di-update setiap ada pembaruan sistem perangkt lunaknya.

Android adalah sistem operasi ciptaan pabrik raksasa, Google. OS Android tergolong pemain baru dibandingkan dengan iO, namun dengan perkembangan yang begitu pesat, saat ini Android mampu bersaing sejajar dengan gadget milik Apple. Apalagi OS ini sifatnya open source, jadi memungkinkan developer-developer aplikasi untuk mengembangkan software ciptaan mereka.

Saat awal kemunculan Android, banyak pengguna smartphone yang masih mengunggulkan iOS. Namun lambat laun, platform Android yang senantiasa diperbarui dapat mengalahkan penjualan Apple berkat banyaknya aplikasi yang dapat diunduh. Ditambah lagi banyak vendor smartphone yang merangkul Android sebagai sistem operasinya. Sebut saja Oppo, Samsung, Sony bahkan Nokia dikabarkan siap membalut ponselnya dengan sistem operasi “Robot Hijau” ini. Sedangkan iOS cukup bertahan dengan ekslusifitasnya yang hanya dikhususkan bagi gadget Apple.

Apabila kamu masih belum menentukan kubu mana, mungkin beberapa poin tentang kedua OS berikut dapat meyakinkan pilihan kamu!

1. Untuk para gamer sejati

Tak dapat dipungkiri, ada banyak dari kita yang hobi sekali bermain game. Entah itu game mudah seperti Angry Birds atau yang membutuhkan perangkat berat seperti game RPG animasi. Bila Anda membeli smartphone untuk bermain game, kita perlu mempertimbangkan daya tahan dari kedua platform tersebut. Dari segi ketersediaan game, App Store milik iOS masih mengungguli Play Store milik Android.

Ada banyak game papan atas seperti Walking Dead dan Infinity Blade yang awalnya hanya tersedia bagi pengguna iOs. Selain itu, App Store memiliki banyak game berkualitas yang tidak dipunyai oleh Android. Tentu saja, bila anda adalah seorang fanatik game, kemampuan untuk menjadi yang pertama mengunduh, adalah sebuah kepuasan tersendiri.

Memang pada akhirnya, game-game tersebut akan tersedia di Android namun para pengguna platform ini harus bersabar sambil gigit jari, sementara pengguna iPhone dan iPad sudah bermain dengan seru.

2. Kemudahan berbagi data

Tak jarang kita mendengar para pengguna Android mengatakan bahwa iPhone adalah gadget yang sombong. Hal ini dikarenakan sulitnya berbagai file cross platform antara iOs ke Android. Bagi para pengguna iOs, tampaknya Apple tidak mengijinkan Anda mentransfer foto lewat Bluetooth ke ponsel platform Android. Inilah yang membuat iPhone terasa ekslusif. Lain halnya dengan Android. Banyaknya gadget yang ber-platform Android mempermudah pengiriman gambar, music, serta file-file lain via Bluetooth. Bahkan, ada banyak file sharing apps yang bisa diunduh lewat Play Store.

3. Memori eksternal

Bila kita menggunakan iPhone, jangan harap untuk mengekspansi kapasitas memorinya. Anda diwajibkan memilih kapasitas memori saat Anda membelinya. Entah itu 8 GB, 16 GB atau 32 GB. Tentu saja, Anda harus benar-benar berpikir secara matang sebelum melakukan pembelian. Bisa jadi smartphone tersebut tidak mampu memuat aplikasi-aplikasi hasil unduhan kita!

Lain halnya dengan Android, ada banyak pilihan kapasitas memori yang dapat dipilih dan diekspansi hingga 32 GB. Hal ini akan mempermudah para penggunanya dalam mengatur file-file yang ada.

4. Kamera

Bila kita hobi fotografi atau hobi difoto, kamera menjadi fitur penting yang menjadi pertimbangan saat membeli handphone. Pernahkah Anda membandingkan hasil jepretan kamera iPhone dan kamera Android dengan kekuatan lensa yang sama? Hasilnya pasti jepretan iPhone terlihat lebih tajam dan bagus. Apple tidak pernah main-main dalam membenamkan fitur kameranya. Setiap ponsel iPhone hadir dengan kamera beresolusi tinggi serta ukuran sensor yang besar pula. Sensor ini bertugas untuk menangkap cahaya yang nantinya berpengaruh pada kualitas gambar yang dihasilkan.

Pada kamera iPhone 5S contohnya, besaran aperture diperlebar menjadi f2.2 sehingga sensitivitas cahaya pun semakin meningkat. Selain itu, Apple juga membekali ponsel ini dengan Digital Signal Processor yang dapat mengatur koreksi warna, white balance serta tone mapping agar gambar dapat fokus dan cahayanya bagus. Bahkan teknologi ini umum ditemukan di kamera DSLR.

5. Fitur widget

Widget merupakan andalan dari platform Android. Para pengguna smartphone dapat menikmati kebebasan melakukan personalisasi pada menu home mereka. Anda dapat menaruh apps apa saja pada layar misalnya, music player, email, BBM atau kamera. Jadi, smartphone Android memiliki tampilan yang berbeda dan tiada duanya. Para pengguna iOs tidak dapat mengubah tampilan home atau mengubah font-font apabila tidak dilakukan Jail Break.

6. Harga

Harga menjadi sebuah pertimbangan penting saat membeli handphone. Saat ini, menjamurnya gadget berbasis Android dapat mencakup semua kalangan. Mencari smartphone Android kisaran harga Rp 1.000.000-an sama mudahnya dengan mencari smartphone yang berkisar Rp 6.000.000-an. Lain halnya dengan platform iOs, Harganya sudah ditentukan oleh Apple dan tidak banyak pilihan gadget yang tersedia karena iPhone maupun iPad memiliki seri yang urut dan setiap tahunnya hanya merilis satu hingga dua model anyar saja. Harga dari iPhone terbaru pun cukup fantastis sehingga menambah ekslusifitas dari gadget buatan Apple. Anda pun harus menunggu hingga seri terbarunya dirilis, maka Anda dapat memperoleh seri lama dengan harga murah. Itupun bila gadget masih belum ditarik dari pasaran!

7. Kualitas aplikasi

Karena Android lebih memiliki development yang bebas, maka kualitas aplikasinya cenderung tidak terkontrol. Aplikasi yang jelek sekalipun dapat terdaftar di Play Store dan bila Anda kurang beruntung, Anda bisa merasa jengkel saat mengunduh sesuatu yang tidak sesuai harapan. Lain halnya dengan iOs – karena terbatasnya ruang gerak developer, maka hanya kualitas yang terbaik yang ada pada App store.

8. Ragam gadget

Saat ini, konsumen tidak ingin dibatasi dengan hanya satu atau dua pilihan saja. Oleh karena itulah, Android masih menjadi platform terfavorit di pasar gadget dunia. Hal ini dikarenakan lini Android tidak terpaku pada satu merk ponsel saja. Ada banyak pilihan gadget dengan berbagai desain yang dapat menarik minat kalangan lebih luas dibandingkan dengan produk Apple yang terbatas. Selain itu, handphone besutan Apple memang kurang kompatibel dengan sistem di luar iOs.

Setelah mengetahui beberapa poin di atas, maka platform iOs dan Android memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. kita cukup memilih poin yang menjadi pertimbangan dan menemukan mana yang lebih unggul. (Agung Prayoga)

Sumber: money.cnn.com/interactive/technology/iphone-android-comparison/

Published in Artikel
Wednesday, 13 July 2016 16:33

Andy Rubin, Sang Bapak Android

Di era teknologi terbuka saat ini, siapa yang tidak mengenal Android? Sebuah sistem operasi yang paling banyak digunakan untuk perangkat hampir semua merk smartphone karena bersifat open source.

Penemu Android adalah Andy Rubin, asal New Bedford, Amerika Serikat. Sejak kecil ia merupakan anak cerdas dan memiliki keingintahuan tinggi. Penemuannya berawal dari minat terhadap dunia teknologi. Setelah lulus kuliah, ia secara tidak sengaja bertemu dengan Bill Caswell yang merupakan karyawan Apple. Andy diajak bergabung ke Apple untuk mengembangkan program WebTV, yakni kolaborasi antara layanan televisi dengan internet.

Tak lama kemudian, Andy pindah ke Microsoft yang telah mengakuisisi program WebTV. Pada 1999, Andy memutuskan keluar dari Artemis Research (artinya, keluar juga dari Microsoft), lalu ia membuka toko di Palo Alto, California. Andy menyebut toko miliknya sebagai laboratorium, dan di situ dia memiliki ide untuk membangun perusahaan bernama Danger Inc. Andy mendapat kesuksesan dengan sebuah perangkat yang diberi nama Sidekick. Pada mulanya perangkat itu diberi nama Danger HipTop. Namun kesuksesan itu tidak berlangsung lama dan tahun 2004 Andy memutuskan untuk meninggalkan Danger Inc. Tahun 2008, Danger Inc. dibeli Microsoft dengan harga yang sangat besar, menurut informasi, senilai USD 500 juta.

Alkisah, tahun 2002 Andy memberikan kuliah yang turut dihadiri oleh Larry Page dan Sergei Brin, dua orang pendiri Google. Setelah kuliah Andy yang berkesan, Larry menemuinya untuk melihat lebih dekat perangkat sidekick.

Andy mendapat ide sederhana dan mendirikan Android Inc yang berfokus pada penyediaan platform mobile handal dan open source, sehingga bisa mendorong inovasi lebih cepat demi keuntungan pelanggan. Pada Juli 2005, perusahaan Andorid Inc dibeli oleh raksasa Google dan Andy ikut bergabung ke Google. Bersama Google, Android diberikan kekuatan ekstra hingga saat ini sistem operasi Android memiliki berbagai inovasi yang membuat Android menjadi sistem operasi yang berjaya mengalahkan Apple. Kini Android merupakan OS paling mendominasi dan paling banyak digunakan di berbagai perangkat smartphone di seluruh dunia. (Agung Prayoga)

Sumber: www.ib-article.com/2012/08/biography-of-andy-rubin-inventor-of.html

Published in Artikel

Setelah Google menyelenggarakan pelatihan Indonesia Android Kejar selama enam pekan, maka acara penutupan dilakukan pada Kamis (26/5) lalu di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta. STT NF ikut dalam rangkaian pelatihan dan turut menghadiri acara penutupan.

Rangkaian acara penutupan diisi Career Aspiration Day, Awarding Indonesia Android Kejar, dan pengumuman pemenang Hackaton Indonesia Android Kejar. Selain itu, juga digelar pameran StartUp lokal seperti Go-Jek, eFishery, HijUp, Ruang Guru, BukaLapak, Setipe, Pasienia, dan lain-lain.

Acara dimulai dengan diskusi pengembangan karir, sesi pertama bertema “Life as a Startup Founder” bersama pembicara Razi Thaplib (CEO Setipe.com) dan Fadli Wilihandarwo (CEO Pasienia.com). Mereka menjelaskan metoda mengelola segala aktivitas, mulai dari kuliah, kegiatan keluarga hingga merintis StartUpikan. Sesi kedua bertema “How StartUp Change the World” .30 Wib dengan narasumber Rian Bastian (Product Manager, Go-Jek) dan Chrisna Aditya (Co-founder dan CTO, eFishery). Dijelaskan panjang lebr, bagaimana dunia berubah lebih baik dengan kontribusi StartUp Indonesia.

Setelah istirahat dilakukan Awarding Indonesia Android Kejar dalam dua babak. Babak pertama talkshow bersama tiga fasilitator dan tiga peserta terpilih selama pelatihan Indonesia Android Kejar. Babak kedua penyerahan merchandise kepada 80 peserta terbaik. Peserta terbaik itu terbagi atas dua level,dasar dan menengah. Dari dua kategori itu, STT NF mencatatkan Toto Harjendro sebagai perserta terbaik kategori pertama dan Isfahani serta Admam pada kategori kedua. Itu membuktikan kompetensi karyawan dan mahasiswa STT NF.

Puncak acara adalah pengumuman pemenang Hackaton Indonesia Android Kejar. Terdapat lima juara dengan aplikasi yang inovatif.

1. The Alphabet, merupakan aplikasi interaktif berbasis Augmented Reality yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran huruf. Aplikasi tersebut dibuat oleh kelompok Migthy Morphin asal Yogyakarta.

2. Teras, aplikasi pemantauan perkembangan anak di sekolah yang dapat menghubungkan komunikasi antara orangtua, sekolah dan guru. Aplikasi tersebut dibuat kelompok C#11 asal Surabaya.

3. Bisindo, aplikasi belajar bahasa isyarat Indonesia secara mandiri yang dibuat oleh kelompok Bisindo asal Surabaya.

4. TeachAsk, aplikasi yang memfasilitasi pengajar dan pelajar untuk belajar apapun, di manapun dan kapanpun. Aplikasi ini dibuat oleh kelompok Invent asal Jakarta.

5. Guruku, aplikasi pencarian les umum di sekitar pengguna dengan memberdayakan para guru yang sudah mengajar. Aplikasi ini dibuat oleh kelompok Guruku asal Surabaya.

Lima startup tersebut berhak mendapatkan paket hadiah menarik dari Bukalapak dan Google Indonesia. Masing-masing pemenang mendapatkan Rp 5 juta untuk juara kelima dan keempat, Rp 15 juta untuk juara ketiga, Rp 22,5 juta untuk juara kedua dan Rp 30 juta untuk juara pertama.

Pada hari kedua, setiap kelompok mempresentasikan hasil produknya kepada dewan juri, yang terdiri dari Ir. Ananto Kusuma Seta, M.Sc., Ph.D, (Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk Inovasi dan Daya Saing), Andrew Kurniadi (Google Developer Expert, Android), Sanny Gaddafi (Google Developer Expert, Product Strategy), Sigit Adinugroho (Freelance UX Designer), dan Hasanul Hakim (Kepala Aplikasi Mobile Bukalapak).

Hackathon Indonesia Android Kejar adalah sebuah kegiatan yang ditujukan terutama bagi para pengembang aplikasi Indonesia dengan dukungan Google Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, serta didukung oleh Bukalapak.

Tema yang diangkat adalah pendidikan. Para pengembang ditantang menciptakan sebuah aplikasi yang dapat memberikan solusi digital untuk memenuhi kebutuhan pendidikan Indonesia melalui teknologi yang melibatkan sekolah, guru, murid dan juga orang tua.

Dalam keterangan resmi, Shinto Nugroho, Head of Public Policy and Government Relations Google Indonesia memaparkan, "Indonesia Android Kejar Hackathon merupakan bagian dari komitmen Google untuk melatih 100.000 pengembang aplikasi di Indonesia hingga tahun 2020 mendatang."

Google secara khusus mengangkat tema pendidikan pada Hackathon untuk turut serta merayakan Hari Pendidikan Nasional di Indonesia yang jatuh pada 2 Mei. Tak hanya itu, selama kegiatan Hackathon berlangsung, partisipan mendapatkan pengajaran dan bimbingan serta dapat berkonsultasi dengan para ahli di industri digital.

Para partisipan sebelumnya telah mengikuti pelatihan Indonesia Android Kejar, sebuah program kelompok belajar intensif dan dipimpin fasilitator yang juga menyediakan bimbingan bagi pengembang pada semua tingkatan. Kelompok ini didirikan di lima kota besar yaitu Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta untuk menjangkau masyarakat seluas mungkin. Pada tahun ini sudah tercatat lebih dari 2.500 partisipan. (Choniyu Azwan)

Published in Kegiatan Kampus
Tuesday, 19 April 2016 22:05

Sejarah Perkembangan Android

Android merupakan Sistem Operasi berbagai jenis perangkat yang berbasis kernel Linux. Kita lebih sering mengenal Android sebagai sistem operasi mobile yang biasa terdapat pada Smartphone. Sejak diakuisisi oleh Google, Android semakin melesat bersaing dengan kompetitor beratnya seperti iOS, Blackbarry, Windows Phone, Symbian dll.

Hingga saat ini yang masih mampu bersaing dengan Android hanya tinggal iOS dan Windows Phone. Sementara Symbian dan Blackbarry sudah tidak mampu bersaing lagi karena mereka tidak melakukan inovasi produk. Tahukah Anda, siapa dalang di balik kemunculan Android?

Andorid pertama kali didirikan oleh Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears dan Chris White di Palo Alto California pada bulan Oktober 2003. Mereka membuat perusahaan dengan nama Android, Inc,. Dari keempat tokoh tersebut, yang paling dikenal sebagai pencipta adalah Andy Rubin.

Pada tahun 2008 Google membeli perusahaan Android, Inc, dan merilis secara resmi Android versi 1 yang kemudian menjadikan Android sebagai produk Open Source yang didukung oleh banyak perusahaan tergabung dalam Open Handset Alliance (OHA).

Google juga telah mengembangkan Android TV untuk televisi, Android Auto untuk mobil, dan Android Wear untuk jam tangan, masing-masingnya memiliki tampilan yang berbeda. Varian Android juga digunakan pada komputer portable (laptop), konsol permainan, kamera digital, dan peralatan elektronik lainnya dengan versi terbaru Android, yaitu Android 6.0 Marshmallow.

Pada tahun 2014 Android telah menjadi sistem operasi dan aplikasi terbesar di dunia yang terpasang pada sekitar 2 milyar handphone, tablet, laptop, jam tangan, kaca mata, teve, audio mobil, mesin cuci, dan alat-alat modern lainnya. (Choniyu Azwan)

Sumber: http://www.capuraca.com/2015/01/sejarah-perkembangan-sistem-operasi-android.html

Published in Artikel

Sabtu (2/4) bertempat di Kampus B Sekolah Tinggi Terpadu Nurul Fikri Jalan Lenteng Agung Raya No.20, di selenggarakan program Indonesia Android Kejar pertemuan pertama dari tiga kali pertemuan yang direncanakan. Kurang lebih 40 orang peserta mengikuti program yang terbagi dalam dua kelas level Beginner dan Intermediate ini. Selain dari mahasiswa dan staff STT NF terdapat juga peserta dari luar.

Dari data yang ada Pada tahun 2014 jumlah orang Indonesia yang memiliki Ponsel berjumlah sekitar 180 juta orang dan di ramalkan akan meningkat mencapai angka 195 juta di tahun 2017. Dari jumlah tersebut hampir 60% pemilik ponsel di Indonesia menggunakan Sistem Operasi Android. Melihat potensi akan besarnya pengguna ponsel khususnya Android di Indonesia para developer Android di Indonesia dituntut untuk berinovasi dan mengambil kesempatan untuk mengakses pasar Aplikasi Mobile di Indonesia dengan menyediakan konten yang bermutu.

Indonesia Android Kejar merupakan sebuah program yang diinisasikan oleh Google Developers untuk mendukung developer Indonesia dalam mengembangkan aplikasi mobile melalui pembelajaran online di Udacity dan pertemuan offline (study group) dengan komunitas lokal. Misi dari program ini adalah membantu para developer Indonesia untuk tumbuh dan terus menciptakan Aplikasi tidak hanya untuk lokal melainkan juga untuk Global. Program ini menyediakan pengalaman pembelajaran online melalui Udacity dan pembelajaran offline bersama anggota komunitas sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam di ekosistem yang menyenangkan dan kolaboratif. Indonesia Android Kejar akan memfasilitasi pembahasan materi di level Beginner, Intermediate, dan Advance.

Sebagai salah satu kampus yang berbasis IT dan memiliki misi untuk menciptakan Technopreneur handal di bidang IT STT NF mengambil peran sebagai Fasilitator dari program Indonesia Android Kejar yang diisiasi oleh Google Developer ini. Fasilitator adalah pihak yang akan menjadi pengajar & pembimbing dalam sesi pembelajaran offline. Fasilitator akan bertugas mengadakan study group dan memonitor perkembangan anggotanya. Dalam hal ini STT NF memberikan fasilitas berupa lab komputer sebagai tempat untuk pelatihan dan tenaga pengajar bagi para peserta.

Toto Harjendro Kepala UPT Komputer STT NF mengatakan "STT NF Sebagai kampus Technopreneur siap memfasilitasi kegiatan ini sebagai bentuk dari peranan STT NF menciptakan Technopreneur dan mengembangkan IT di Indonesia. Lab komputer kami sudah siapkan selama kegiatan berlangsung mulai dari pertemuan pertama hingga pertemuan terakhir nanti. Semoga tidak ada kendala teknis yang bisa menghambat kelancaran pelatihan ini." (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
Thursday, 07 April 2016 09:11

Kuliah Umum STT NF di Awal Semester

STT NF kembali meyelenggarakan Kuliah Umum pada Sabtu (13/2) di kampus A, jalan Margonda Raya, Depok. Kuliah umum merupakan agenda rutin yang dilaksanakan tiap semester ganjil dan genap. Kuliah umum biasanya diisi pakar atau praktisi teknologi informasi di tingkat nasional maupun internasional.

Kuliah umum kali ini mengusung tema "Web Security Testing dan Android Developer", menampilkan praktisi jaringan sekaligus Dosen tetap STT NF Henry Saptono, S.SI, M.Kom dan Drs. Rusmanto, MM. sebagai pelopor Linux di Indonesia.

Henry Saptono menjelaskan pengenalan jaringan, keamanan jaringan hingga penerapannya dalam kegiatan kantor atau bisnis. Respon dari mahasiswa sangat baik, banyak mahasiswa STT NF yang tertarik penataan jaringan computer. Bahkan, STT NF membentuk IT Club Hacking Security untuk mengakomodir minat mahasiswa di bidang jaringan. Kemajuan teknologi saat ini membuat kebutuhan SDM di bidang teknologi semakin meningkat. STT NF sebagai Technopreneur Campus berusaha mencetak lulusan terbaik di bidang IT dengan dosen yang kompeten.

"Sebenarnya keamanan dari jaringan komputer berasal dari kerentanan atau kekuatan dari system yang dibangun tiap lembaga. Karena itu, kita mendorong agar diproduksi sistem yang bersifat nasional/lokal, tidak tergantung pihak lain," ujar Henry, saat menjelaskan cara menjaga sistem agar tetap aman.

Rusmanto membahas Android Developing, tentang membuat aplikasi android dengan menggunakan inventor. "Kemampuan membuat coding dan kekuatan logika sangat penting. Dalam pembuatan aplikasi android, sebaiknya dilakukan riset terlebih dahulu sebelum membuataplikasi yang dibutuhkan oleh masyarakat," jelas Rusmanto. Sehingga aplikasi tersebut dapat berguna bagi publik luas. (Ratih Septia Giri)

Published in Kegiatan Kampus

963fc4db-5347-4b9a-b749-077199a47a8c 169

Jakarta - Pandangan software berbasis open source sulit kian luntur. Kini makin banyak pihak yang menggunakan software tersebut untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.

Hal tersebut terungkap dalam seminar Tren Teknologi untuk Koperasi yang diselenggarakan Pengurus Pusat Koperasi Kredit Bali, Sabtu (23/1/2016). Seminar yang berlangsung di Denpasar ini menghadirkan Rusmanto, Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri sebagai pembicaranya.

Dikatakan Rusmanto, saat ini banyak kalangan perusahaan (termasuk koperasi) beralih dari software proprietary (tertutup) ke open source untuk menjalankan bisnisnya. Menurutnya ini dikarenakan software open source tersedia bebas di internet dan dapat digunakan tanpa biaya royalti.

Di hadapan para pengurus koperasi, Rusmanto turut menjelaskan sistem operasi Linux kini semakin populer dan banyak digunakan di dunia. Hal tersebut tidak terlepas dari popularitas Android serta banyaknya software open source yang digunakan untuk komputasi awan.

Untuk itu Rusmanto mengajak kalangan Koperasi di Pulau Dewata untuk migrasi ke software open source. Terlebih semakin banyak anggota koperasi yang menggunakan tablet atau handphone.

"Para pengelola koperasi dituntut mengikuti perubahan dan tren ini jika tidak ingin ditinggalkan anggotanya. Anggota koperasi yang memiliki komputer tablet atau smartphone tentu ingin dimudahkan dalam berurusan dengan koperasi menggunakan gadget-nya," kata Rusmanto seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima detikINET.

"Sistem informasi koperasi harus berbasis web atau mobile, sehingga pengguna koperasi dapat melihat simpanan, menyetor iuran, dan mengajukan pinjaman cukup dengan menyentuh layar hp atau tabletnya," sambungnya.

Lebih lanjut dikatakannya, biaya layanan atau sewa sistem informasi koperasi berbasis web dan cloud tidak mahal. Salah satu penyedia layanan cloud mengenakan biaya per bulan hanya sekitar Rp 150 ribu untuk sebuah koperasi.

"Pengurus koperasi tidak perlu memiliki sendiri ahli teknologi informasi. Sebab software koperasinya ada di internet dan dikelola pihak lain yang dipercaya," pungkasnya. (afr/afr)

Sumber: Adi Fida Rahman – detikinet, Sabtu, 23/01/2016, m.detik.com/inet/read/2016/01/23/153359/3125436/398/koperasi-kian-minati-ltigtsoftware-open-sourceltigt

Published in Kegiatan Kampus
Page 1 of 6