Friday, 28 April 2017 05:51

Fedora

Fedora menampilkan Gnome 3.22.2 menunjukkan overview.png Fedora 25 Workstation dengan GNOME 3.22.2 Pengembang Fedora Project (disponsori oleh Red Hat) Keluarga OS mirip Unix. Keadaan kerja saat ini Sumber model Open Source Rilis awal 6 November 2003; 13 tahun yang lalu Rilis terbaru 25 / 22 November 2016; 4 bulan lalu Target pemasaran Desktop, Workstation, Server, Cloud Update metode DNF (PackageKit).


Paket pengelola RPM Platform i686, x86-64, ARM-hfp, ARM AArch64, PPC64, PPC64le, IBM Z, MIPS-64el, MIPS-el, RISC-V Kernel type Monolithic (Linux) Userland GNU. Antarmuka pengguna default GNOME Lisensi Berbagai lisensi perangkat lunak bebas, ditambah file firmware proprietary didahului oleh Red Hat Linux Situs resmi getfedora.org. Fedora (sebelumnya Fedora Core) adalah sebuah sistem operasi yang berbasis pada kernel Linux, yang dikembangkan oleh Proyek Fedora yang didukung oleh masyarakat dan disponsori oleh Red Hat. Fedora berisi perangkat lunak yang didistribusikan di bawah lisensi sumber terbuka dan gratis dan bertujuan untuk berada di ujung tombak teknologi tersebut.


Pada Februari 2016, Fedora memiliki sekitar 1,2 juta pengguna, termasuk Linus Torvalds, pencipta kernel Linux. Fedora memiliki reputasi untuk berfokus pada inovasi, mengintegrasikan teknologi baru sejak dini dan bekerja sama dengan komunitas Linux hulu. Membuat perubahan di hulu dan bukan secara khusus di Fedora memastikan bahwa perubahan tersebut tersedia untuk semua distribusi Linux.

Fedora memiliki siklus hidup yang relatif singkat versi X hanya didukung sampai 1 bulan setelah versi X + 2 dilepaskan dan dengan sekitar 6 bulan antara kebanyakan versi, yang berarti versi Fedora biasanya didukung setidaknya selama 13 bulan, mungkin lebih lama. Pengguna Fedora dapat meng-upgrade dari versi ke versi tanpa menginstal ulang.

Lingkungan desktop default di Fedora adalah GNOME dan antarmuka pengguna default adalah GNOME Shell. Lingkungan desktop lainnya, termasuk KDE Plasma, Xfce, LXDE, MATE dan Cinnamon, tersedia dan dapat diinstal.

Manajemen paket
Fedora menggunakan sistem manajemen paket RPM. Flatpak juga didukung secara default, dan dukungan untuk boot Ubuntu juga bisa ditambahkan. Fedora menggunakan RPM Delta saat mengupdate paket yang terinstal. RPM Delta berisi perbedaan antara versi lama dan baru dari sebuah paket. Ini berarti bahwa hanya perubahan antara paket yang terinstal dan yang baru didownload mengurangi lalu lintas jaringan dan konsumsi bandwidth.

Keamanan
Keamanan sangat penting di Fedora dengan satu fitur keamanan khusus yaitu Security-Enhanced Linux, yang menerapkan berbagai kebijakan keamanan, termasuk kontrol akses wajib, yang diadopsi oleh Fedora sejak awal. Fedora menyediakan pembungkus pengerasan, dan melakukan pengerasan untuk semua paketnya dengan menggunakan fitur kompilator seperti executable posisi-independen (PIE).

Perangkat lunak
Fedora hadir dengan beragam perangkat lunak seperti LibreOffice dan Firefox. Perangkat lunak tambahan tersedia dari repositori perangkat lunak dan dapat diinstal menggunakan manajer paket DNF atau Perangkat Lunak GNOME.

Software GNOME, manajer paket default Fedora front-end
Selain itu, repositori ekstra dapat ditambahkan ke sistem, sehingga perangkat lunak yang tidak tersedia di Fedora dapat diinstal dengan lebih mudah. Perangkat lunak yang tidak tersedia melalui repositori Fedora resmi, entah karena tidak memenuhi definisi perangkat lunak bebas Fedora atau karena distribusinya mungkin melanggar hukum AS, dapat diinstal menggunakan repositori pihak ketiga. Repositori pihak ketiga yang populer mencakup penyimpanan gratis dan non-bebas RPM Fusion. Fedora juga menyediakan pengguna sistem build yang mudah digunakan untuk membuat repositori mereka sendiri yang disebut Copr.

Proyek Fedora mengelola repositori Paket Ekstra untuk Enterprise Linux (EPEL).

Published in Artikel
Monday, 10 April 2017 01:21

Red Hat (Open Source)

Red Hat, Inc adalah perusahaan perangkat lunak multinasional Amerika yang menyediakan produk perangkat lunak Open Source untuk komunitas perusahaan. Didirikan pada tahun 1993, Red Hat memiliki kantor pusat perusahaan di Raleigh, North Carolina, dengan kantor satelit di seluruh dunia. Red Hat telah menjadi terkait untuk sebagian besar dengan sistem operasi enterprise Red Hat Enterprise Linux dan dengan akuisisi open source penjual perusahaan middleware JBoss. Red Hat juga menawarkan Red Hat Virtualisasi (RHV), sebuah produk perusahaan virtualisasi. Red Hat menyediakan penyimpanan, platform sistem operasi, middleware, aplikasi, produk manajemen, dukungan, pelatihan, dan layanan konsultasi.

 

Red Hat menciptakan, memelihara, dan memberikan kontribusi untuk banyak proyek perangkat lunak open source. Telah mengakuisisi beberapa codebases software produk eksklusif melalui merger dan akuisisi perusahaan dan telah merilis perangkat lunak tersebut di bawah lisensi open source. Pada tahun 1993, Bob Young dimasukkan bisnis katalog yang menjual Linux dan Unix aksesoris perangkat lunak ACC Corporation. Pada tahun 1994, Marc Ewing membuat distribusi sendiri Linux, yang bernama Red Hat Linux. Ewing telah mengenakan Cornell University lacrosse topi merah, yang diberikan kepadanya oleh kakeknya, saat menghadiri Carnegie Mellon University Ewing merilis perangkat lunak pada bulan Oktober, dan dikenal sebagai rilis Halloween. Bob Young membeli bisnis Ewing pada tahun 1995,  dan keduanya bergabung menjadi Red Hat Software, dengan Young menjabat sebagai chief executive officer (CEO).

 

Red Hat go public pada 11 Agustus 1999, mencapai terbesar kedelapan dari hari pertama dalam sejarah Wall Street. Matthew Szulik menggantikan Bob Young sebagai CEO pada bulan Desember tahun itu. Bob Young melanjutkan untuk menemukan cetak secara online pada permintaan dan perusahaan penerbitan diri, Lulu pada tahun 2002. Sebelum IPO, Red Hat telah menerima sejumlah dana dari Joyce Young, bibi dari pendiri Bob Young. Ketika Red Hat go public, dia menguangkan saham cukup untuk menutup investasi awal, kemudian meninggalkan saham yang tersisa untuk berlama-lama, "untuk bersenang-senang". Laba atas investasi begitu besar sehingga, dengan Januari 2000 dia adalah seorang jutawan, yang memungkinkan dirinya untuk menyumbangkan US $ 29 juta kepada Yayasan Hamilton Komunitas di Juni 2000.

Pada tanggal 15 November 1999, Red Hat mengakuisisi Cygnus Solutions. Cygnus memberikan dukungan komersial untuk perangkat lunak bebas dan pengelola bertempat produk perangkat lunak GNU seperti GNU Debugger dan GNU Binutils. Salah satu pendiri Cygnus, Michael Tiemann, menjadi petugas teknis kepala Red Hat dan pada tahun 2008 wakil presiden urusan open source. Kemudian Red Hat mengakuisisi WireSpeed, C2Net dan neraka Kitchen Systems. Pada bulan Februari 2000, InfoWorld diberikan Red Hat keempat berturut-turut "Sistem Operasi Produk of the Year" penghargaan untuk Red Hat Linux 6.1. Red Hat mengakuisisi Perencanaan Technologies, Inc pada tahun 2001 dan AOL iPlanet direktori dan sertifikat-server software pada tahun 2004.

Red Hat memindahkan kantor pusatnya dari Durham ke North Carolina State University Centennial Campus di Raleigh, North Carolina pada Februari 2002. Pada bulan berikutnya Red Hat memperkenalkan Red Hat Linux Advanced Server, kemudian berganti nama menjadi Red Hat Enterprise Linux (RHEL ). Dell, IBM, HP dan Oracle Corporation mengumumkan dukungan mereka atas platform tersebut.
Pada bulan Desember 2005, CIO Insight majalah dilakukan tahunan "Penjual Nilai Survey", di mana Red Hat peringkat # 1 dalam nilai untuk tahun kedua berturut-turut. Saham Red Hat menjadi bagian dari NASDAQ-100 pada tanggal 19 Desember 2005.

Red Hat mengakuisisi penyedia middleware open source JBoss pada tanggal 5 Juni 2006, dan JBoss menjadi sebuah divisi dari Red Hat. Pada tanggal 18 September 2006, Red Hat merilis Red Hat Application Stack, yang terintegrasi teknologi JBoss dan yang disertifikasi oleh vendor perangkat lunak lainnya yang terkenal. Pada tanggal 12 Desember 2006, saham Red Hat pindah dari perdagangan di NASDAQ ke Bursa Efek New York (RHT). Pada tahun 2007 Red Hat mengakuisisi MetaMatrix dan membuat kesepakatan dengan Exadel untuk mendistribusikan perangkat lunak.

Pada tanggal 15 Maret 2007, Red Hat merilis Red Hat Enterprise Linux 5, dan pada bulan Juni diperoleh Mobicents. Pada tanggal 13 Maret 2008, Red Hat mengakuisisi Amentra, penyedia layanan integrasi sistem untuk arsitektur berorientasi layanan, manajemen proses bisnis, pengembangan sistem dan layanan data perusahaan. Pada tanggal 27 Juli 2009, Red Hat digantikan CIT Group dalam indeks 500 saham Standard dan Poor, indeks diversifikasi dari 500 perusahaan terkemuka dari ekonomi AS. Hal ini dilaporkan sebagai tonggak utama untuk Linux.

Pada tanggal 15 Desember 2009, dilaporkan bahwa Red Hat akan membayar US $ 8,8 juta untuk menyelesaikan gugatan class action terkait dengan penyajian kembali hasil keuangan dari Juli 2004. Gugatan telah tertunda di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur North Carolina. Red Hat mencapai kesepakatan penyelesaian yang diusulkan dan mencatat biaya satu kali dari US $ 8,8 juta untuk kuartal yang berakhir 30 November.

Pada tanggal 10 Januari 2011, Red Hat mengumumkan bahwa mereka akan memperluas kantor pusat di dua fase, menambahkan 540 karyawan untuk operasi Raleigh, dan investasi lebih dari US $ 109 juta. Negara bagian North Carolina menawarkan hingga US $ 15 juta di insentif. Tahap kedua melibatkan "ekspansi ke teknologi baru seperti perangkat lunak visualisasi dan cloud teknologi korban".

Pada tanggal 25 Agustus 2011 Red Hat mengumumkan akan memindahkan sekitar 600 karyawan dari N.C. Negara Centennial Campus ke Dua Progress Plaza di pusat kota. Sebuah upacara pemotongan pita diadakan 24 Juni 2013, di re-branded Red Hat Headquarters.

Pada tahun 2012, Red Hat menjadi 1 miliar dolar perusahaan open source pertama, mencapai US $ 1,13 miliar dalam pendapatan tahunan selama tahun fiskal.

Pada tanggal 16 Oktober 2015, Red Hat mengumumkan akuisisi otomatisasi IT startup Ansible, dikabarkan untuk sekitar US $ 100 juta.

Demikian Pengenalan Red Hat, Semoga bermanfaat.

Published in Artikel
Friday, 07 April 2017 02:41

Pengenalan Open Source (OS Linux)

Open Source merupakan suatu istilah yang tidak asing lagi dimata dan telinga para pelaksana teknologi informasi masa kini. Dimana ini digunakan untuk melakukan berbagai macam kegiatan sehari- hari dengan mengembangkan teknologi era millenium. Namun demikian, masih banyak diantara masyarakat kita yang belum mengenal dan mengetahui tentang Open Source. Tak bisa disangkal bahwa Open Source telah semakin berkembang dan maju dengan sangat pesat dari tahun ketahun. Hal ini terbukti, makin banyak kalangan yang menggunakan software ini untuk melakukan kegiatan sehari- hari. Namun diantara sekian banyak Open Source yang ada saat ini, ternyata masih ada juga Open Source yang tidak Full Freeware sehingga masyarakat harus membayar licensenya agar dapat menggunakan software tersebut.


Free Open Source software adalah suatu istilah yang digunakan untuk software yang membebaskan source kodenya dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja serta dapat merepair berbagai macam kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut. Yang menjadi ciri khas dari Open Source Software ini adalah kita dapat memperolehnya secara gratis dengan cara mendownload di Internet tanpa harus membayar Licensenya, atau bisa juga didapatkan di lembaga-lembaga teknologi informasi resmi baik di Pemerintahan maupun Swasta seperti : LEMBAGA PUSAT TEKNOLOGI DAN INFORMASI UGM atau lebih dikenal dengan sebutan PPTIK UGM.


Manfaat open source :
• Open source membebaskan kita dari biaya lisensi karena ia bersifat GNU/GPL (General Public License) yang justru membolehkan kita untuk menggunakan, mempelajari dan memodifikasi serta menyebarluaskan untuk umum. Apalagi untuk sebuah perusahaan besar yang juga menggunakan resource besar. Penggunaan software yang terlalu banyak pasti juga akan menambah biaya/cost yang besar hanya untuk membeli software
• Dengan menggunakan open source kita dapat mengurangi tingkat pembajakan software berlisensi yang bisa merugikan vendor software dan merupakan beban moral bagi para pengguna software bajakan (crack).
• Open source yang bersifat terbuka dan dapat kita pelajari source codenya bisa kita jadikan referensi, khususnya bagi seseorang yang bergelut dengan dunia IT.


Adapun keuntungan dari penggunaan Open Source, antara lain :
1. Lisensi Gratis, sehingga tidak memerlukan biaya tambahan untuk pembelian lisensi Software.
2. Keberadaan Bug/Error dapat segera terdeteksi dan diperbaiki karena Software tersebut dikembangkan oleh banyak orang ataupun pemakai.
3. Banyaknya tenaga (SDM) untuk mengerjakan & mengembakan proyek Open Source, karena biasanya proyek Open Source menarik banyak developer.
4. Pengguna dapat langsung ikut serta dalam pengembangan Program, karena pengguna memiliki source code.
5. Software dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dari pengguna tanpa menyalahi EULA.
6. Cross Platform dan Kompatible.
7. Legal, dan tidak melanggar undang-undang hak cipta serta aman dari razia penggunaan dan pembajakan Software illegal.
Dan kekurangan dari Open Source ini, antara lain :
1. Memunculkan celah awal ketika sumbe code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.
2. Masalah yang berhubungan dengan intelektual property.
3. Kurangnya Sumber Daya Manusia yang dapat menggunakan dan memanfaatkan Open Source.
4. Tidak adanya perlindungan terhadap HAKI.
5. Perkembangan Software tergantug dari sekumpulam manusia itu sendiri.
6. Tidak ada garansi dari pengembangan, sumber code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.
7. Kesulitan dalam mengetahui status project : Tidak banyak iklan bagi Open Source Software, biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.

OS LINUX
OS LINUX ( Operating System LINUX ) merupakan salah satu program Open Source yang bisa didapatkan secara gratis di Internet dengan cara mendownload. OS LINUX adalah salah satu Operating System yang ada di muka bumi ini selain WINDOWS dan OS MAX.
OS LINUX merupakan OS yang tahan banting dan bukan pecundang ataupun kacangan, dimana semuanya sudah dirancang sedemikian rupa oleh para penggemarnya sehingga akan dapat memaksimalkan kinerjanya. LINUX merupakan Operating System yang tidak mengenal VIRUS atau berbagai program semacamnya yang dapat merugikan orang lain dengan merusak data usernya. Beda halnya dengan Windows yang dapat dengan mudah ditembus oleh virus sehingga harus menggunakan Anti Virus yang selalu di Update agar dapat menjaga dirinya.
LINUX senantiasa hidup mandiri tanpa adanya ketergantungan dengan Anti Virus apapun sehingga kinerja LINUX cukup cepat karena Operating Systemnya tidak dibebani dengan berbagai macam program berat yang dapat memperlambat kinerjanya.

Dengan penjelasan diatas maka tidak salah lagi jika kita menaruh harapan yang sangat besar pada Open Source Software sebagai platform alternatif yang bisa kita fungsikan pada semua komputer kita. Penggunaan Open Source di Indonesia juga akan dapat meminimalisir pemakaian software berlicense secara ilegal sehingga bangsa kita ini akan dikenal sebagai negara bebas sofware bajakan yaitu dengan ikut serta mengembangkan Open Source.

Published in Artikel
Wednesday, 29 March 2017 02:13

Distro Linux Terbaik Untuk Para Programmer

Seorang programmer memerlukan platform yang baik untuk mengerjakan project project mereka. Salah satu platform yang terbaik bagi para programmer ialah GNU/Linux. GNU/Linux sendiri merupakan sistem operasi yang open source yang dapat diterima di berbagai kalangan, namun permasalahnya sangat banyak distribusi linux. Khususnya bagi para programmer masih bimbang dalam menentukan distro linux yang akan digunakan. Ada beberapa distro yang terbaik bagi para programmer, kita akan lihat dan bahas satu per satu.
1. UBUNTU
Ubuntu memberikan 3 alasan tersendiri bagi para programmer mengapa harus menggunakan Ubuntu. Pertama Ubuntu telah berkembang sejak lama dan sudah menjadi distro linux yang populer, dan Ubuntu mendapatkan dukungan yang maksimal dari berbagai vendor. Kedua Ubuntu memberikan dukungan selama 5 Tahun kedepan atau istilahnya LTS (Long Term Support), ubuntu akan memfasilitasi stabilitas selama masa LTS, sehingga Ubuntu dapat diandalkan dan memberikan konsistensi yang baik. Ketiga Ubuntu memiliki desktop environtment yang sangat nyaman yaitu Unity. Unity memiliki antarmuka yang sederhana serta unity memiliki dashbord yang sangat mudah dijangkau dan diakses.
2. OPENSUSE
OPENSUSE adalah salah satu distro yang paling canggih dan memiliki komunitas yang besar dan kuat, serta memiliki komunitas yang profesional. OPENSUSE sangat cocok bagi seorang programmer atau developer karena stabilitas dan repositori yang besar terpelihara sangat baik. Bahkan banyak perusahaan menggunakan OPENSUSE sebagai server mereka.
3. FEDORA
Linux torvalds sendiri menggunakan Fedora. Apakah butuh alasan yang lain? Fedora adalah sistem operasi yang ringan, dan ini merupakan hal yang sangat cocok dan nyaman bagi para programmer. Alasan utama menggunakan Fedora karena ada hal yang lebih dari sekedar packet manager atau desktop environtment yaitu Fedora Orthodox Advocate Open Source, jadi semua yang ada didalam sistem operasi Fedora adalah open source sehingga tidak ada proprietary software. Jika anda seorang penggemar open source, fedora sangat cocok bagi anda untuk menjadikan Fedora sebagai sistem operasi untuk programming.
4. Arch Linux
Arch Linux adalah salah satu sistem operasi yang mengutamakan kesabaran dalam menset-upnya, tapi itu bukan menjadi masalah. Arch Linux hanya membawa kernel dan packet manager saja bahkan tidak ada grafis. Ada harus membangun dari awal seluruh seluruh komponen yang anda dan mengatur setting sendiri. Ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi para programmer bagaimana caranya mengelola suatu sistem operasi dari awal. Arch Linux dikenal karena Repository yang selalu update walaupun harus mensetting sendiri. Kemudian kelebihan dari Arch Linux adalah info debugging dan instruksi yang selalu didokumentasikan, jadi setiap masalah yang didapatkan akan mudah diperbaiki dengan petunjuk yang sudah ada. Mungkin para programmer pemula masih kesulitan dalam menggunakan Arch Linux, tapi ini akan sangat berguna nantinya bagaimana membangun suatu aplikasi dari awal, dan di Arch Linux lah tempat yang tepat untuk mempelajarinya.

Published in Artikel
Tuesday, 10 January 2017 02:55

iOS Vs Android

Android dan iOS adalah dua sistem operasi mobile yang berbeda yang diperlukan untuk menjalankan smartphone. Tujuan utama dari keduanya adalah sama, untuk bekerja sebagai sistem operasi untuk smartphone, namun, keduanya bekerja dengan gaya yang berbeda. Perbedaan utama antara Android dan iOS adalah bahwa Android dikembangkan oleh Google dan merupakan sistem operasi open source sementara iOS dikembangkan oleh Apple Inc dan merupakan sistem operasi tertutup dengan beberapa komponen open source

Android adalah sistem operasi mobile yang dikembangkan oleh Google dan didasarkan pada kernel Linux. Ini ditulis dalam C (inti), C ++ dan java dan awalnya dirilis pada 23 September 2008. Hal ini dirancang untuk perangkat mobile touchscreen seperti smartphone, komputer tablet, TV, mobil dan perangkat dpt dipakai.

Android menggunakan sentuhan yang berhubungan dengan tindakan yata seperti menggesekkan dunia, menekan, mencubit, dan reverse mencubit untuk memanipulasi objek di layar, dan keyboard virtual. Meskipun itu terutama dirancang untuk input touchscreen tapi sekarang sedang digunakan dalam game konsol, kamera digital, PC biasa, dan banyak perangkat elektronik lainnya.

Sekarang, ia memiliki dasar terinstal terbesar dari semua sistem operasi. Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2013 mengungkapkan bahwa 71% dari aplikasi pengembang mobile membuat aplikasi untuk Android sementara survei terbaru yang dilakukan pada tahun 2015 mengungkapkan bahwa 40% dari full-time pengembang profesional melihat Android sebagai ‘prioritas’ platform target.

iOS atau iPhone OS adalah sistem operasi mobile yang dikembangkan oleh Apple hanya untuk hardware Apple. Ini adalah sistem operasi utama yang digunakan di perangkat Apple termasuk iPhone, iPad, dan iPod Touch. Hal ini dirilis pada 29 Juni 2007 untuk iPhone saja dan kemudian telah diperpanjang untuk iPod Touch, iPad, iPad Mini, Apple TV, dll Saat ini ada lebih dari 1,4 juta aplikasi iOS di Apple App Store setengah dari yang untuk iPad .

Kontribusi iOS di unit sistem operasi mobile smartphone di 21%. Antarmuka pengguna iOS didasarkan pada konsep manipulasi langsung, menggunakan multi-touch gestures.Elemen kontrol antarmuka iOS mengandung slider, switch, dan tombol. Interaksi termasuk gerakan seperti menggesek, tekan, mencubit, dan mencubit balik, semuanya memiliki definisi khusus dalam konteks iOS dan antarmuka multi-sentuh.

Sistem operasi Android yang dikembangkan oleh Google sedangkan sistem operasi iOS dikembangkan oleh Apple. Android merupakan sistem operasi open source sementara iOS adalah sistem operasi tertutup dengan beberapa komponen open source.Sistem operasi Android dapat dinyatakan sebagai sistem operasi yang universal seperti itu untuk sebagian besar semua jenis smartphone kecuali hardware Apple. Sementara iOS dibatasi untuk perangkat Apple saja. Android lebih disesuaikan dan dapat mengubah hampir semua hal, sementara iOS terbatas kecuali Jailbroken.Android ditulis dalam C (inti), C ++ dan java (UI). iOS ditulis dalam C, C ++, Objective-C, dan Swift.Keluarga OS Android adalah Unix-seperti sementara keluarga iOS OS Unix-seperti, berdasarkan Darwin (BSD) dan OS X.Pangsa pasar smartphone Android adalah 82% sedangkan iOS itu adalah 15%.

Pendaftaran mahasiswa baru STT NF klik pmb.nurulfikri.ac.id

Published in Artikel
Thursday, 29 December 2016 01:50

Biografi Linus Benedict Torvalds

Linus Benedict Torvalds atau yang lebih dikenal Linus Torvalds lahir di Helsinki, Finlandia pada 28 Desember 1969. Ia merupakan perintis pengembangan Linux. Linux sendiri merupakan sistem operasi yang kini banyak digunakan masyarakat dunia bahkan kode sumber untuk Linux saat ini sudah mencapai 9 Milyar baris. Awal keberhasilan Linus berawal saat ia membagikan kode sumber dari sistem operasi yang diciptakannya, hal ini ia lakukan ketika masih duduk di bangku kuliah, kode sumber tersebut ia bagikan pada teman-temannya hingga tak disangka yang dilakukannya mendatangkan keberhasilan dan manfaat bagi dunia IT saat ini.

Saat ini Linux banyak digunakan sebagai sistem operasi yang ditanam pada kernel PC, hand phone, gadget, robot, hingga pesawat ulang alik buatan NASA. Karyanya kini telah merubah dunia, bahkan sebagai salah satu media pembelajaran bagi masyarakat dunia, media pencerdas bangsa di seluruh dunia dan sarana untuk berbagi. Inilah yang menarik dari Linus Torvalds, ia tak pernah mengkampanyekan karyanya namun yang ia lakukan hanyalah berbagi. Kesederhanaan Linus inilah yang menjadi motivasi kuat bagi para pecinta Linux atau yang lebih dikenal sebagai Linuxer hingga setiap kata yang diucapkannya bagaikan “sabda” dalam dunia komputer khususnya pecinta open source.

Linus termasuk sosok yang sederhana dibalik kebesaran karyanya, ia bahkan hanya mengenakan T-Shirt dan sandal sepatu kesayangannya ketika mengahadiri suatu konferensi IT. Tak hanya itu, ia sering kali menyempatkan diri untuk bersepeda menuruni bukit tempat tinggalnya dan menikmati secangkir minuman di pedesaan.

Tak hanya sederhana, kebesaran dan ketulusan hati Linus sungguh luar biasa, hal ini dapat dilihat dari sikapnya ketika mengahadapi programmer BSD yang menyerukan bahwa BSD lebih baik dibandingkan Linux. Bahkan Linus tak segan mengenakan baju bertuliskan BSD yang disodorkan programmer BSD pada saat Linus sedang berpidato dalam konferensi IT. Linus merupakan sosok yang memberi contoh positif bagi dunia, ia menjadi inspirasi bagi BSD, Solaris,Suse, Java hingga Adobe membebaskan kode sumber mereka. Sekali lagi, Linux tak pernah peduli apakah karyanya akan disatukan dengan produk proprietary atau free namun yang ia lakukan hanyalah untuk berbagi.

Published in Artikel

Tak disangka microsoft yang selama ini yang bertentangan dengan Linux dari sistem operasinya ternyata telah bergabung dengan Linux Foundation sebagai anggota platinum dalam upaya unruk berkolaborasi dengan komunitas open source.

Waktu pun telah berlalu, sekarang usia Linux sudah dua puluh lima tahun. Padahal ketika awal tahun 2000 – an ketika Linux mengalami populeritas, CEO Microsoft, Steve Ballmer mengalami “Kanker Linux”.

Setelah tiga belas tahun berlalu, CEO baru Microsoft, Satya Nadella mulai menunjukkan ketertarikannya terhadap Linux dan Open Source. Microsoft menyatakan secara terbuka bahwa Microsoft menyukai Linux dan sejak itu produk Microsoft bersifat open source. Microsoft juga menjadi penyumbang terbesar pada proyek open source di GitHub.

Awalnya produk Microsoft yang dibawa ke Linux hanya windows saja. Kode visual studio itu hanya awal saja. Realitanya adalah terdapat versi beta untuk linux yaitu SQL Server. Selain itu Microsoft juga telah mendapatkan semacam Linux open source sendiri.

Semua ini dilakukan demi platform cloud Azure Microsoft. Usaha tersebut tidak sia-sia karena usaha tersebut menunjjukan hasil, yaitu satu dari tiga server yang berjalan pada Azure adalah server Linux.

Direktur Eksekutif Linux Foundation, Jim Zemlin mengatakan kepada ZDNet tentang pemikirannya terhadap Microsoft yang bergabung dengan Linux Foundation.

“ Filosofi kami adalah bahwa open source harus menjadi tenda besar di mana setiap orang bisa berkontribusi. Ada waktunya ketika proprietary lebih unggul dari open source, namun itu dulu. Sekarang open source lebih unggul dari proprietary karena sekarang open source telah menjadi kekuautan utama dalam pengembangan perangkat lunak, industri menjadi lebih baik dan membuat orang lain menjadi lebih baik dengan ikut berkontribusi dalam waktu yang sama.

Microsoft telah semakin merangkul open source menjadi leih baik dalam satu dekade, termasuk menyumbang dan mendukung banyak proyek Linux Foundation, sehingga keputusan mereka untuk mengambil langkah berikutnya dan menjadi anggota Linux Foundation tidak mengejutkan bagi kami.

Microsoft telah terbiasa dalam penggunaan dan kontribusi untuk membuka sumber teknologi. Perusaan ini telah antusias menjadi pendukung Linux dan open source dan anggotanya yang sangat aktif di banyak proyek penting.

Keanggotaan merupakan langkah penting bagi Microsoft, tetapi juga untuk komunitas open source pada umumnya, yang berdiri untuk mendapatkan keuntungan dari berbagai perluasan perusahaan dari kontribusi.”

Sumber : https://itsfoss.com/microsoft-linux-foundation/

Published in Artikel
Wednesday, 24 August 2016 09:38

Microsoft Menggratiskan PowerShell

Microsoft baru saja membuat para pengguna sistem operasi seperti Linux, Windows, atau Mac OS amat terkejut. Ketika Microsoft pertama kali mengumumkan akan menjadikan domain .NET sebagai open source, maka perubahan besar bergulir. Tak hanya .NET yang menjadi sumber terbuka, namun juga Visual Studio, Browser Edge, dan SQL Server.

Beberapa waktu yang lalu Microsoft juga mengumumkan program terkini, yaitu Shell BASH dalam sistem operasinya, tepatnya di Windows 10. Itu merupakan kejutan besar dan mengagumkan. Sekarang Linux Bash Shell sudah tersedia di Windows 10. Anda bisa menggunakan Shell Bash tanpa harus menggunakan Linux. Itu semua berkat Ubuntu. Tanpa Ubuntu, mungkin Windows tidak akan menambahkan fitur Shell Bash dalam sistem operasinya.

Saat ini, Microsoft melakukan terobosan lebih besar lagi. Jika sebelumnya Shell BASH di Ubuntu bisa dimainkan di Windows, kini Microsoft membawa perubahan pada PowerShell andalan Windows. PowerShell akan bisa digunakan di Linux. PowerShell akan dijadikan sumber terbuka oleh Microsft sendiri, dan akan tersedia di Linux, Mac OS, namun masih versi Alpha. PowerShell merupakan shell yang ada dalam sistem operasi Windows. Layaknya Bash, PowerShell ini mendukung perintah shell dan bahasa scripting yang kaya. Bedanya, bahasa scripting PowerShell dibuat berdasarkan .NET. (Aufabillah)

Sumber :itsfoss.com/microsoft-open-sources-powershell/

Published in Artikel

Bulgaria memiliki kebijakan baru terkait Open Source. Perubahan baru yang disahkan parlemen beberapa waktu lalu mengharuskan semua perangkat lunak yang dibuat untuk pemerintah harus bersifat open source. Bozhidar Bozhanov, penasihat Wakil Perdana Menteri Bulgaria mengumumkan kebijakan baru pada blognya. Bozhanov memainkan peran penting dalam kebijakan open source dan mengucapkan terima kasih kepada rekannya, Wakil PM Bulgaria untuk membuat perubahan ini ke UU Elektronik.

Kita dapat menemukan seluruh amandemen pokok utama dari undang-undang dalam artikel 58a yang berisi: “Program komputer harus memenuhi kriteria untuk perangkat lunak open source, semua hak cipta dan hak terkait di program komputer yang relevan, kode sumber, desain interface dan database harus tunduk para perintah secara penuh, tanpa batasan dalam penggunaan, modifikasi dan distribusi, Pengembangan harus dilakukan dalam repositori yang dikelola instansi.”

Meskipun hal itu tidak berarti bahwa seluruhnya akan meninggalkan Microsoft dan mulai menggunakan Linux dan Open Source. Ada software propietary yang tidak akan terpengaruh oleh undang-undang baru. Bozhanov percaya bahwa “Setiap perangkat lunak yang diperoleh pemerintah bisa terlihat dan dapat diakses oleh semua orang.” Secepatnya, sebuah badan pemerintah baru akan dibentuk untuk menegakkan hukum dan akan mengatur repositori umum untuk perangkat lunak. (Aufabillah)

Sumber: itsfoss.com/bulgaria-open-source/

Published in Artikel

Ketika mempelajari open source, kebanyakan orang menyamakan istilah Free Software dan Open Source. Padahal jika dilihat sekilas dari defenisi saja sudah berbeda. Akan tetapi kebanyakan orang, termasuk sebagian mahasiswa teknik informatika sendiri, salah kaprah dalam mendefinisikan Free Software dan Open Source. Keduanya memiliki pengertian berbeda dan juga memiliki batas defenisi.

Free Software adalah Perangkat Lunak Bebas, bukan Perangkat Lunak Gratis. Bebas yang dimaksudkan ialah kebebasan untuk menjalankan suatu program dengan tujuan apa saja. Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan program tersebut sehingga dapat membantu sesama pengguna. Dan terakhir, adalah kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya ke khalayak sehingga semua menikmati keuntungannya. Untuk mewujudkan semua itu, setiap perangkat lunak yang dinyatakan sebagai perangkat lunak bebas wajib disebarluaskan dibawah lisensi General Public License (GPL).

Free Software tidak sama dengan Freeware. Isitilah Freeware ialah Perangkat Lunak Gratis. Para pembuat freeware memang menggratiskan program buatannya, tapi mereka rata-rata tidak menyediakan source code, yang berarti mereka tidak menyediakan akses bagi penggunanya untuk melakukan modifikasi terhadap program untuk menyesuaikan dengan kebutuhannya. Ini jelas bertentangan dengan prinsip perangkat lunak yang sudah disinggung di atas.

Adapun mengenai Open Source ialah Open bermakna terbuka/tersedia atau tidak dirahasiakan. Source bermakna sumber, dari kata source code yaitu sumber kode yang dapat dipahami oleh manusia. Jadi Open Source ialah Perangkat Lunak (Software) yang tersedia kode sumbernya baik di dalam file itu sendiri maupun dalam keadaan terpisah. Perbedaan Open Source dan Free Software ialah pada penekanan source code untuk Open Source, dan penekanan untuk kebebasan user untuk Free Software.

Open Source menekankan pada ketebukaan kode sumber suatu program (software) agar dapat dikembangkan bersama. Free Software menekankan pada kebebabasan atau kemerdekaan pengguna dalam menggunakan, memodifikasi, dan menyebarluaskan hasil modifikasi. Inilah batasan dari Open Source dan Free Software, yaitu penekanan fungsinya. Open Source penekanan pada Kode Sumber, Free Software penekanan pada kebebasan pengguna. (Aufabillah)

Sumber: www.gnu.org/philosophy/free-software-for-freedom.html

Published in Artikel
Page 1 of 9