Tuesday, 10 January 2017 02:55

iOS Vs Android

Android dan iOS adalah dua sistem operasi mobile yang berbeda yang diperlukan untuk menjalankan smartphone. Tujuan utama dari keduanya adalah sama, untuk bekerja sebagai sistem operasi untuk smartphone, namun, keduanya bekerja dengan gaya yang berbeda. Perbedaan utama antara Android dan iOS adalah bahwa Android dikembangkan oleh Google dan merupakan sistem operasi open source sementara iOS dikembangkan oleh Apple Inc dan merupakan sistem operasi tertutup dengan beberapa komponen open source

Android adalah sistem operasi mobile yang dikembangkan oleh Google dan didasarkan pada kernel Linux. Ini ditulis dalam C (inti), C ++ dan java dan awalnya dirilis pada 23 September 2008. Hal ini dirancang untuk perangkat mobile touchscreen seperti smartphone, komputer tablet, TV, mobil dan perangkat dpt dipakai.

Android menggunakan sentuhan yang berhubungan dengan tindakan yata seperti menggesekkan dunia, menekan, mencubit, dan reverse mencubit untuk memanipulasi objek di layar, dan keyboard virtual. Meskipun itu terutama dirancang untuk input touchscreen tapi sekarang sedang digunakan dalam game konsol, kamera digital, PC biasa, dan banyak perangkat elektronik lainnya.

Sekarang, ia memiliki dasar terinstal terbesar dari semua sistem operasi. Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2013 mengungkapkan bahwa 71% dari aplikasi pengembang mobile membuat aplikasi untuk Android sementara survei terbaru yang dilakukan pada tahun 2015 mengungkapkan bahwa 40% dari full-time pengembang profesional melihat Android sebagai ‘prioritas’ platform target.

iOS atau iPhone OS adalah sistem operasi mobile yang dikembangkan oleh Apple hanya untuk hardware Apple. Ini adalah sistem operasi utama yang digunakan di perangkat Apple termasuk iPhone, iPad, dan iPod Touch. Hal ini dirilis pada 29 Juni 2007 untuk iPhone saja dan kemudian telah diperpanjang untuk iPod Touch, iPad, iPad Mini, Apple TV, dll Saat ini ada lebih dari 1,4 juta aplikasi iOS di Apple App Store setengah dari yang untuk iPad .

Kontribusi iOS di unit sistem operasi mobile smartphone di 21%. Antarmuka pengguna iOS didasarkan pada konsep manipulasi langsung, menggunakan multi-touch gestures.Elemen kontrol antarmuka iOS mengandung slider, switch, dan tombol. Interaksi termasuk gerakan seperti menggesek, tekan, mencubit, dan mencubit balik, semuanya memiliki definisi khusus dalam konteks iOS dan antarmuka multi-sentuh.

Sistem operasi Android yang dikembangkan oleh Google sedangkan sistem operasi iOS dikembangkan oleh Apple. Android merupakan sistem operasi open source sementara iOS adalah sistem operasi tertutup dengan beberapa komponen open source.Sistem operasi Android dapat dinyatakan sebagai sistem operasi yang universal seperti itu untuk sebagian besar semua jenis smartphone kecuali hardware Apple. Sementara iOS dibatasi untuk perangkat Apple saja. Android lebih disesuaikan dan dapat mengubah hampir semua hal, sementara iOS terbatas kecuali Jailbroken.Android ditulis dalam C (inti), C ++ dan java (UI). iOS ditulis dalam C, C ++, Objective-C, dan Swift.Keluarga OS Android adalah Unix-seperti sementara keluarga iOS OS Unix-seperti, berdasarkan Darwin (BSD) dan OS X.Pangsa pasar smartphone Android adalah 82% sedangkan iOS itu adalah 15%.

Pendaftaran mahasiswa baru STT NF klik pmb.nurulfikri.ac.id

Published in Artikel
Thursday, 29 December 2016 01:50

Biografi Linus Benedict Torvalds

Linus Benedict Torvalds atau yang lebih dikenal Linus Torvalds lahir di Helsinki, Finlandia pada 28 Desember 1969. Ia merupakan perintis pengembangan Linux. Linux sendiri merupakan sistem operasi yang kini banyak digunakan masyarakat dunia bahkan kode sumber untuk Linux saat ini sudah mencapai 9 Milyar baris. Awal keberhasilan Linus berawal saat ia membagikan kode sumber dari sistem operasi yang diciptakannya, hal ini ia lakukan ketika masih duduk di bangku kuliah, kode sumber tersebut ia bagikan pada teman-temannya hingga tak disangka yang dilakukannya mendatangkan keberhasilan dan manfaat bagi dunia IT saat ini.

Saat ini Linux banyak digunakan sebagai sistem operasi yang ditanam pada kernel PC, hand phone, gadget, robot, hingga pesawat ulang alik buatan NASA. Karyanya kini telah merubah dunia, bahkan sebagai salah satu media pembelajaran bagi masyarakat dunia, media pencerdas bangsa di seluruh dunia dan sarana untuk berbagi. Inilah yang menarik dari Linus Torvalds, ia tak pernah mengkampanyekan karyanya namun yang ia lakukan hanyalah berbagi. Kesederhanaan Linus inilah yang menjadi motivasi kuat bagi para pecinta Linux atau yang lebih dikenal sebagai Linuxer hingga setiap kata yang diucapkannya bagaikan “sabda” dalam dunia komputer khususnya pecinta open source.

Linus termasuk sosok yang sederhana dibalik kebesaran karyanya, ia bahkan hanya mengenakan T-Shirt dan sandal sepatu kesayangannya ketika mengahadiri suatu konferensi IT. Tak hanya itu, ia sering kali menyempatkan diri untuk bersepeda menuruni bukit tempat tinggalnya dan menikmati secangkir minuman di pedesaan.

Tak hanya sederhana, kebesaran dan ketulusan hati Linus sungguh luar biasa, hal ini dapat dilihat dari sikapnya ketika mengahadapi programmer BSD yang menyerukan bahwa BSD lebih baik dibandingkan Linux. Bahkan Linus tak segan mengenakan baju bertuliskan BSD yang disodorkan programmer BSD pada saat Linus sedang berpidato dalam konferensi IT. Linus merupakan sosok yang memberi contoh positif bagi dunia, ia menjadi inspirasi bagi BSD, Solaris,Suse, Java hingga Adobe membebaskan kode sumber mereka. Sekali lagi, Linux tak pernah peduli apakah karyanya akan disatukan dengan produk proprietary atau free namun yang ia lakukan hanyalah untuk berbagi.

Published in Artikel

Tak disangka microsoft yang selama ini yang bertentangan dengan Linux dari sistem operasinya ternyata telah bergabung dengan Linux Foundation sebagai anggota platinum dalam upaya unruk berkolaborasi dengan komunitas open source.

Waktu pun telah berlalu, sekarang usia Linux sudah dua puluh lima tahun. Padahal ketika awal tahun 2000 – an ketika Linux mengalami populeritas, CEO Microsoft, Steve Ballmer mengalami “Kanker Linux”.

Setelah tiga belas tahun berlalu, CEO baru Microsoft, Satya Nadella mulai menunjukkan ketertarikannya terhadap Linux dan Open Source. Microsoft menyatakan secara terbuka bahwa Microsoft menyukai Linux dan sejak itu produk Microsoft bersifat open source. Microsoft juga menjadi penyumbang terbesar pada proyek open source di GitHub.

Awalnya produk Microsoft yang dibawa ke Linux hanya windows saja. Kode visual studio itu hanya awal saja. Realitanya adalah terdapat versi beta untuk linux yaitu SQL Server. Selain itu Microsoft juga telah mendapatkan semacam Linux open source sendiri.

Semua ini dilakukan demi platform cloud Azure Microsoft. Usaha tersebut tidak sia-sia karena usaha tersebut menunjjukan hasil, yaitu satu dari tiga server yang berjalan pada Azure adalah server Linux.

Direktur Eksekutif Linux Foundation, Jim Zemlin mengatakan kepada ZDNet tentang pemikirannya terhadap Microsoft yang bergabung dengan Linux Foundation.

“ Filosofi kami adalah bahwa open source harus menjadi tenda besar di mana setiap orang bisa berkontribusi. Ada waktunya ketika proprietary lebih unggul dari open source, namun itu dulu. Sekarang open source lebih unggul dari proprietary karena sekarang open source telah menjadi kekuautan utama dalam pengembangan perangkat lunak, industri menjadi lebih baik dan membuat orang lain menjadi lebih baik dengan ikut berkontribusi dalam waktu yang sama.

Microsoft telah semakin merangkul open source menjadi leih baik dalam satu dekade, termasuk menyumbang dan mendukung banyak proyek Linux Foundation, sehingga keputusan mereka untuk mengambil langkah berikutnya dan menjadi anggota Linux Foundation tidak mengejutkan bagi kami.

Microsoft telah terbiasa dalam penggunaan dan kontribusi untuk membuka sumber teknologi. Perusaan ini telah antusias menjadi pendukung Linux dan open source dan anggotanya yang sangat aktif di banyak proyek penting.

Keanggotaan merupakan langkah penting bagi Microsoft, tetapi juga untuk komunitas open source pada umumnya, yang berdiri untuk mendapatkan keuntungan dari berbagai perluasan perusahaan dari kontribusi.”

Sumber : https://itsfoss.com/microsoft-linux-foundation/

Published in Artikel
Wednesday, 24 August 2016 09:38

Microsoft Menggratiskan PowerShell

Microsoft baru saja membuat para pengguna sistem operasi seperti Linux, Windows, atau Mac OS amat terkejut. Ketika Microsoft pertama kali mengumumkan akan menjadikan domain .NET sebagai open source, maka perubahan besar bergulir. Tak hanya .NET yang menjadi sumber terbuka, namun juga Visual Studio, Browser Edge, dan SQL Server.

Beberapa waktu yang lalu Microsoft juga mengumumkan program terkini, yaitu Shell BASH dalam sistem operasinya, tepatnya di Windows 10. Itu merupakan kejutan besar dan mengagumkan. Sekarang Linux Bash Shell sudah tersedia di Windows 10. Anda bisa menggunakan Shell Bash tanpa harus menggunakan Linux. Itu semua berkat Ubuntu. Tanpa Ubuntu, mungkin Windows tidak akan menambahkan fitur Shell Bash dalam sistem operasinya.

Saat ini, Microsoft melakukan terobosan lebih besar lagi. Jika sebelumnya Shell BASH di Ubuntu bisa dimainkan di Windows, kini Microsoft membawa perubahan pada PowerShell andalan Windows. PowerShell akan bisa digunakan di Linux. PowerShell akan dijadikan sumber terbuka oleh Microsft sendiri, dan akan tersedia di Linux, Mac OS, namun masih versi Alpha. PowerShell merupakan shell yang ada dalam sistem operasi Windows. Layaknya Bash, PowerShell ini mendukung perintah shell dan bahasa scripting yang kaya. Bedanya, bahasa scripting PowerShell dibuat berdasarkan .NET. (Aufabillah)

Sumber :itsfoss.com/microsoft-open-sources-powershell/

Published in Artikel

Bulgaria memiliki kebijakan baru terkait Open Source. Perubahan baru yang disahkan parlemen beberapa waktu lalu mengharuskan semua perangkat lunak yang dibuat untuk pemerintah harus bersifat open source. Bozhidar Bozhanov, penasihat Wakil Perdana Menteri Bulgaria mengumumkan kebijakan baru pada blognya. Bozhanov memainkan peran penting dalam kebijakan open source dan mengucapkan terima kasih kepada rekannya, Wakil PM Bulgaria untuk membuat perubahan ini ke UU Elektronik.

Kita dapat menemukan seluruh amandemen pokok utama dari undang-undang dalam artikel 58a yang berisi: “Program komputer harus memenuhi kriteria untuk perangkat lunak open source, semua hak cipta dan hak terkait di program komputer yang relevan, kode sumber, desain interface dan database harus tunduk para perintah secara penuh, tanpa batasan dalam penggunaan, modifikasi dan distribusi, Pengembangan harus dilakukan dalam repositori yang dikelola instansi.”

Meskipun hal itu tidak berarti bahwa seluruhnya akan meninggalkan Microsoft dan mulai menggunakan Linux dan Open Source. Ada software propietary yang tidak akan terpengaruh oleh undang-undang baru. Bozhanov percaya bahwa “Setiap perangkat lunak yang diperoleh pemerintah bisa terlihat dan dapat diakses oleh semua orang.” Secepatnya, sebuah badan pemerintah baru akan dibentuk untuk menegakkan hukum dan akan mengatur repositori umum untuk perangkat lunak. (Aufabillah)

Sumber: itsfoss.com/bulgaria-open-source/

Published in Artikel

Ketika mempelajari open source, kebanyakan orang menyamakan istilah Free Software dan Open Source. Padahal jika dilihat sekilas dari defenisi saja sudah berbeda. Akan tetapi kebanyakan orang, termasuk sebagian mahasiswa teknik informatika sendiri, salah kaprah dalam mendefinisikan Free Software dan Open Source. Keduanya memiliki pengertian berbeda dan juga memiliki batas defenisi.

Free Software adalah Perangkat Lunak Bebas, bukan Perangkat Lunak Gratis. Bebas yang dimaksudkan ialah kebebasan untuk menjalankan suatu program dengan tujuan apa saja. Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan program tersebut sehingga dapat membantu sesama pengguna. Dan terakhir, adalah kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya ke khalayak sehingga semua menikmati keuntungannya. Untuk mewujudkan semua itu, setiap perangkat lunak yang dinyatakan sebagai perangkat lunak bebas wajib disebarluaskan dibawah lisensi General Public License (GPL).

Free Software tidak sama dengan Freeware. Isitilah Freeware ialah Perangkat Lunak Gratis. Para pembuat freeware memang menggratiskan program buatannya, tapi mereka rata-rata tidak menyediakan source code, yang berarti mereka tidak menyediakan akses bagi penggunanya untuk melakukan modifikasi terhadap program untuk menyesuaikan dengan kebutuhannya. Ini jelas bertentangan dengan prinsip perangkat lunak yang sudah disinggung di atas.

Adapun mengenai Open Source ialah Open bermakna terbuka/tersedia atau tidak dirahasiakan. Source bermakna sumber, dari kata source code yaitu sumber kode yang dapat dipahami oleh manusia. Jadi Open Source ialah Perangkat Lunak (Software) yang tersedia kode sumbernya baik di dalam file itu sendiri maupun dalam keadaan terpisah. Perbedaan Open Source dan Free Software ialah pada penekanan source code untuk Open Source, dan penekanan untuk kebebasan user untuk Free Software.

Open Source menekankan pada ketebukaan kode sumber suatu program (software) agar dapat dikembangkan bersama. Free Software menekankan pada kebebabasan atau kemerdekaan pengguna dalam menggunakan, memodifikasi, dan menyebarluaskan hasil modifikasi. Inilah batasan dari Open Source dan Free Software, yaitu penekanan fungsinya. Open Source penekanan pada Kode Sumber, Free Software penekanan pada kebebasan pengguna. (Aufabillah)

Sumber: www.gnu.org/philosophy/free-software-for-freedom.html

Published in Artikel

Oleh: Muhammad Abdul Karim

Membangun kemandirian bangsa adalah suatu proses dimana seluruh komponen massyarakat berusaha dan mampu menyelesaikan setiap permasalahan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan keadilan secara mandiri.

Sementara Open Source adalah istilah program komputer yang bebas digunakan untuk apa saja, dipelajari dan dimodifikasi (karena kode sumber tidak dirahasiakan), dicopy atau dibagikan ke orang lain, dan hasil modifikasinya disebarluaskan.

Lantas, apa hubungan kedua hal tersebut? Jika kita lihat secara sekilas mungkin tidak ada hubungan sama sekali. Konsep yang satu membahas tentang pemahaman kebangsaan, sedangkan yang lain menyangkut masalah teknologi. Lalu apa hubungannya?

Bila kita renungkan lebih dalam, maka pengembangan Open Source dapat mendorong kemandirian bangsa. Kok bisa? mungkin itu yang terlintas di pikiran kita. Kita dapat melihat beberapa aspek, kelebihan Open Source dalam upaya membangun kemandirian bangsa.

Pertama, meningkatkan kemampuan SDM lokal. Dari aspek ini, tentu sudah sangat jelas ciri Open Source yang bisa dipelajari semua orang membuat SDM lokal kita dapat terlatih merancang program. Semua program tersebut bisa dipelajari dengan bebas, sehingga kita dapat menghasilkan produk sendiri tanpa harus merekrut sumber daya asing.

Kedua, mengurangi impor sehingga menghemat devisa. Di Indonesia terutama di instansi pemerintah kebanyakan aplikasi diimpor dari luar negeri yang menyebabkan anggaran negara masuk ke kantong para pembuat software di luar negeri. Dengan Open Source, kita dapat dengan mudah membuat aplikasi sendiri tanpa impor dari luar negeri.

Ketiga, meningkatkan kemampuan berkompetisi, karena Open Source bersifat terbuka dan boleh dimodifikasi sehingga membuat kita menjadi bersemangat. Kita mudah belajar apa saja karena telah banyak kode sumber yang tersedia Internet dan kita diperbolehkan memodifikasi software yang sudah ada agar target yang diinginkan. Kemampuan progammer Indonesia tidak dapat diremehkan dalam hal membuat software dibanding dengan programmer asing

Yang terakhir adalah memudahkan penggunaan bahasa dan budaya lokal (localization). Hal ini dapat mendongkar potensi dan keunikan daerah, karena pelokalan di bidang software menghasilkan penguasaan suatu produk dan membuatnya sesuai dengan bahasa dan budaya masyarakat yang dijadikan sasaran pengguna software. Sehingga kita dapat memperkenalkan bahasa dan budaya lokal ke seluruh dunia melalui software.

Demi mencapai tujuan itu semua diperlukan peran dari berbagai pihak untuk mendorong penggunaan produk-produk open source. Salah satu pihak yang memiliki peranan tersebut adalah lembaga pendidikan yang bisa mengkampanyekan penggunaan open source di lingkungan pelajar dan mahasiswa, sehingga generasi berikutnya dapat memanfaatkan teknologi open source.

STT NF salah satu Perguruan Tinggi yang sejak awal memiliki tujuan untuk menggunakan produk open source menjadi salah satu yang terdepan dalam pengembangan teknologi. Lingkungan belajar di STT NF, bisa dikatakan seluruhnya menggunakan produk open source, terutama sistem operasi Linux. Semua itu untuk menciptakan generasi IT yang inovatif dan kreatif dalam memanfaatkan keunggulan open source. Semoga nantinya akan muncul kreasi-kreasi anak bangsa yang mengubah wajah dunia lewat produk open source.

Sumber gambar: www.icidigital.com/blog/icidigital-contributes-to-the-adobe-experience-manager-open-source-community/

Published in Pojok Mahasiswa
Thursday, 12 May 2016 03:42

Tokoh yang Berjasa untuk Open Source

Linux merupakan sistem operasi terbesar dan populer di dunia. Dibalik populeritas Linux terdapat tokoh yang bertalenta istimewa. Tak aneh, Linux digunakan untuk berbagai kebutuhan, baik untuk sistem operasi biasa atau Desktop, maupun keperluan yang lebih besar seperti server. Linux menjadi salah satu bukti inovasi dalam bidang teknologi.

Siapakah orang-orang yang berjasa membawa inovasi Linux ke pentas dunia? Mereka bisa dibilang pahlawan-pahlawan Linux, sehingga patut diberikan penghargaan atas kerja keras dan kreativitasnya. Orang-orang tersebut melakukan banyak hal, ada yang menulis skrip, membuat kernel, mengelola yayasan, dan menjaga ekosistem Linux.

Linus Torvalds tidak diragukan lagi adalah orang yang paling penting untuk Linux. Dialah penulis kernel Linux. Dia merupakan orang yang menjadi kunci di balik teknologi open source. Visinya menyebarkan jangkauan Linux untuk semua perangkat komputasi di seluruh dunia dan itu tentu sangat membantu Linux. Terlepas dari Linux, Torvalds juga orang menjadi kunci di balik software pengontrol revisi Git. Torvalds menulis sistem revisi nomor satu di dunia, ketika dia merasa muak dengan pilihan yang ada saat itu.

Greg Kroah-Hartman adalah orang nomor dua paling penting dalam pengembangan Linux. Dia memelihara cabang stabil dari kernel Linux. Dia memelihara kernel utama, sysfs kernel subsistem, USB, driver core, kref, kboject, debugfs dan berbagai komponen penting Linux lainnya. Dia memastikan bahwa semua produsen perangkat keras membuat driver mereka bisa tersedia untuk Linux. Dia adalah orang yang sangat membantu dalam komunitas Linux.

Jim Zemlin, Jim adalah pendiri Linux Foundation. Meskipun dia bukan seorang koder, karyanya telah banyak membantu dalam pengembangan ekosistem Linux. Yayasan ini dibentuk setelah penggabungan Free Standard Group dan Open Source Development Labs. Yayasan ini menjadi tokoh sentris antara dua dunia open source dan developers. Yayasan ini mensponsori pengembang utama seperti Torvalds dan Kroah-Hartman. (Aufabillah)

Sumber: http://www.biografipedia.com/2015/08/biografi-linus-torvalds-pendiri-linux.html

Published in Artikel

963fc4db-5347-4b9a-b749-077199a47a8c 169

Jakarta - Pandangan software berbasis open source sulit kian luntur. Kini makin banyak pihak yang menggunakan software tersebut untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.

Hal tersebut terungkap dalam seminar Tren Teknologi untuk Koperasi yang diselenggarakan Pengurus Pusat Koperasi Kredit Bali, Sabtu (23/1/2016). Seminar yang berlangsung di Denpasar ini menghadirkan Rusmanto, Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri sebagai pembicaranya.

Dikatakan Rusmanto, saat ini banyak kalangan perusahaan (termasuk koperasi) beralih dari software proprietary (tertutup) ke open source untuk menjalankan bisnisnya. Menurutnya ini dikarenakan software open source tersedia bebas di internet dan dapat digunakan tanpa biaya royalti.

Di hadapan para pengurus koperasi, Rusmanto turut menjelaskan sistem operasi Linux kini semakin populer dan banyak digunakan di dunia. Hal tersebut tidak terlepas dari popularitas Android serta banyaknya software open source yang digunakan untuk komputasi awan.

Untuk itu Rusmanto mengajak kalangan Koperasi di Pulau Dewata untuk migrasi ke software open source. Terlebih semakin banyak anggota koperasi yang menggunakan tablet atau handphone.

"Para pengelola koperasi dituntut mengikuti perubahan dan tren ini jika tidak ingin ditinggalkan anggotanya. Anggota koperasi yang memiliki komputer tablet atau smartphone tentu ingin dimudahkan dalam berurusan dengan koperasi menggunakan gadget-nya," kata Rusmanto seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima detikINET.

"Sistem informasi koperasi harus berbasis web atau mobile, sehingga pengguna koperasi dapat melihat simpanan, menyetor iuran, dan mengajukan pinjaman cukup dengan menyentuh layar hp atau tabletnya," sambungnya.

Lebih lanjut dikatakannya, biaya layanan atau sewa sistem informasi koperasi berbasis web dan cloud tidak mahal. Salah satu penyedia layanan cloud mengenakan biaya per bulan hanya sekitar Rp 150 ribu untuk sebuah koperasi.

"Pengurus koperasi tidak perlu memiliki sendiri ahli teknologi informasi. Sebab software koperasinya ada di internet dan dikelola pihak lain yang dipercaya," pungkasnya. (afr/afr)

Sumber: Adi Fida Rahman – detikinet, Sabtu, 23/01/2016, m.detik.com/inet/read/2016/01/23/153359/3125436/398/koperasi-kian-minati-ltigtsoftware-open-sourceltigt

Published in Kegiatan Kampus
Wednesday, 06 January 2016 00:00

FIREBIRD

Firebird disebut juga dengan FirebirdSQL adalah sistem manajemen basis data relasional yang menawarkan fitur-fitur dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. Firebird diarahkan dan dikeluarkan oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland. Namun dalam perkembangannya, Interbase yang komersial dibundel oleh Borland menjadi Phoenix. Sedangkan Firebird adalah interbase yang dikembangkan oleh komunitas Open Source, sehingga menjadikannya sebagai produk Database Server yang FREE.

Open source ini dimotori oleh para developer Interbase 6.x open-source. Jika pernah menggunakan produk-produk RDBMS, seperti Ms-SQL Server, Oracle, DB2, Informix, dan lain-lain, kita tidak akan kesulitan dalam mengenal Firebird. Mengapa Firebird? Banyak orang menggunakan produk RDBMS yang sudah populer, dan harganya pun sangat mahal, sehingga banyak yang ingin belajar harus mencari versi 'bajakan' dari produk tersebut untuk bisa belajar. Alasannya sederhana, ingin belajar RDBMS berkelas enterprise, tetapi tidak perlu membayar.

Kalangan-seperti inilah yang seringkali memanfaatkan Firebird. Produk ini gratis dan berkelas enterprise. Selain itu Firebird juga digunakan para pelaku bisnis, mereka ingin solusi sistem informasi berskala besar, namun mereka juga ingin menghindari harga yang sangat mahal dan biaya maintenance yang juga sangat mahal. Produk ini mampu bersaing dengan produk-produk berkelas seperti Ms-SQL Server atau Oracle sekalipun, dalam segala hal fitur, kecepatan, performa, apapun anda menamakannya, Firebird benar-benar bisa dibandingkan, dan yang lebih penting Firebird sepenuhnya bebas.

Banyak sekali fasilitas menarik yang ditawarkan oleh Firebird, bisa dibandingkan dengan fasilitas yang ditawarkan oleh MySQL. Firebird memiliki rata-rata fasilitas yang dimiliki oleh sebuah komersial database misalnya seperti stored procedure, trigger, sistem backup, replikasi dan tools sql yang lengkap. Firebird juga didukung ANSI SQL yang berarti akan semakin memudahkan Anda dalam proses migrasi antar database platform.

Beberapa kemampuan dari open source Firebird antara lain:

(1) Firebird support dengan transaksi layaknya pada database komersial lainnya. Sebuah transaksi bisa di-commit atau di-rollback dengan mudah. Bahkan Firebird support dengan savepoint pada suatu transaksi dan kita bisa melakukan rollback kembali ke savepoint yang kita tentukan tadi. Ini mirip seperti fasilitas pada Oracle.

(2) Firebird menggunakan sintaks standar untuk menciptakan suatu foreign key.

(3) Firebird support row level locks, secara default Firebird menggunakan apa yang disebut dengan multi-version concurrency system. Ini artinya bahwa semua session pada database akan melihat data yang lama sampai data yang baru sudah di-commit ke dalam database. Sebagai alternatif untuk locking juga bisa digunakan perintah select.

(4) Firebird support stored procedure dan triggers dengan bahasa yang standar, sehingga tidak akan membingungkan bagi Anda yang ingin belajar. Triggers pada Firebird mirip seperti yang dijumpai dalam Oracle yaitu menggunakan before atau after insert, update atau delete. Ini berbeda dengan sistem trigger pada Sybase atau MS SQL Server yang menggunakan tabel virtual inserted dan deleted.

(5) Firebird bisa melakukan replikasi, solusi untuk replikasi kebanyakan dibuat oleh pihak ketiga, tetapi sebenarnya teknik replikasi ini seperti konsep trigger yang selalu memonitor adanya operasi insert, update atau delete ke dalam database.

(6) Firebird support dengan multiple data file, ya, Firebird bisa menggunakan lebih dari satu file sebagai single logic database. Ini sangat berguna bagi para DBA (Database Administrator) untuk mengadministrasi database.

(7) Software untuk mengadministrasi mudah didapat karena banyak sekali software untuk mengadministrasi database Firebird, misalnya saja EMS IB Manager, IBConsole, isql, FBManager, Marathon dan banyak lagi yang lainnya. Aplikasi tersebut ada yang komersial atau bahkan ada yang open source.

(8) Library connection untuk Firebird yang sudah tersedia ada banyak, ada driver untuk ODBC, JDBC bahkan .NET database provider. Bahkan dari PHP juga sudah disediakan library untuk koneksi ke database Firebird ini.

(9) Banyaknya fasilitas support dan maintenance karena banyaknya komunitas Firebird. Di Indonesia sendiri komunitas yang sering menggunakan Firebird biasanya adalah programmer Delphi. Kalau di luar negeri sudah sangat banyak sekali komunitasnya, mulai dari komunitas developer, Firebird architect, Firebird test dan lain sebagainya.

Fitur pada Firebird

1. Firebird dapat beroperasi dalam dua modus

Secara default Firebird beroperasi sebagai C/S Database Server dengan menawarkan semua fitur/fasilitias yang dimilikinya. Firebird dapat pula digunakan sebagai Database Engine Library/Embeded server yang terintegrasi secara penuh pada aplikasi anda.

2. Protokol Network yang Didukung

Sebagai C/S Database Server, Firebird mendukung protokol network yang umum anda gunakan, baik NetBEUI, IPX/SPX, ataupun TCP/IP. Protokol mana yang digunakan bergantung pada cara anda menspesifikasikan connection string untuk mengakses database.

3. Multiple Database Connection

Firebird dapat diakses oleh lebih dari satu koneksi. Untuk memungkinkan Firebird diakses oleh lebih dari satu koneksi, firebird harus dijalankan dalam mode c/s database server. Jika tidak maka firebird akan beroperasi dalam modus single user/connection dan mengakses database secara ekslusif dengan mengunci database tersebut singga tidak memungkinkan bagi user lain untuk mengakses database yang sama.

Di balik instalasi standar Firebird yang miskin akan tool administration yang mudah digunakan, ada beberapa tool yang disediakan oleh vendor pihak ketiga yang menawarkan banyak kemudahan-kemudahan dan bisa anda dapatkan secara gratis ataupun membelinya.

4. Interbase Console (IBConsole)

Interbase Console, dari namanya sebenarnya merupakan tool administratif standar dalam paket interbase server versi komersil. Namun dalam hal ini tool tersebut dapat pula digunakan untuk mengadministrasikan Firebird server. Tool ini barangkali akan lebih menyenangkan untuk anda yang sudah berpengalaman dalam menggunakan SQL dan lebih mempercayai kemampuan tangan anda untuk melakukan task-task ke dalam bahasa SQL.

5. Marathon
Tool ini barangkali sudah cukup dikenal bagi para pengguna Interbase kawakan, dan bisa digunakan untuk mengadministrasikan Firebird secara mudah.

6. IBExpert Personal Edition
Bagi anda yang baru beralih belajar mengunakan c/s database, atau terbiasa dengan kemudahan tool administratif pada database kesayangan anda, tool ini barangkali adalah yang paling sesuai untuk anda. Kendati gratis, fitur/fasilitas yang ditawarkannya cukup kaya untuk melakukan task-task administratif umum secara mudah. (Agung Prayoga)

Published in Artikel
Page 1 of 8