Monday, 25 July 2016 09:44

Mahasiswa STT NF Selesai Kuliah Lebih Cepat

Written by  Hendri Nurdiansyah
Rate this item
(4 votes)

Terlahir dengan nama Sani Zulviah, dara kelahiran Sukabumi tahun 1993, biasa disapa Sani oleh kawan-kawannya. Sebagai anak dari keluarga petani yang sederhana tidak membuatnya berkecil hati untuk meraih prestasi dan memiliki impian mengenyam pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Sani kecil dikenal sebagai anak yang semangat dan aktif dalam belajar, sehingga banyak prestasi sudah ia raih sejak kecil. Sejak Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Kejuruan, namanya selalu masuk dalam deretan peringkat 3 terbaik.

Prestasi dan semangatnya terus membara hingga ia beranjak dewasa, meski di tengah keterbatasan ekonomi keluarga rasanya sulit untuk mewujudkan cita-citanya mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi mulai terbuka kala datang kesempatan untuk mengikuti program Beastudi Dhuafa Berprestasi di kampus STT NF. Program beastudi yang diberikan secara penuh untuk keluarga dhuafa ini memberi kesempatan bagi Sani mewujudkan impiannya menjadi seorang sarjana. Anak ketiga dari empat bersaudara ini memiliki harapan menjadi cahaya dalam keluarganya. Berbekal ilmu yang didapatkan dari kampus STT NF serta gelar sarjana yang dimilikinya, insya Allah dapat membantu upayanya meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan mendapatkan pekerjaan layak.

Kuliah di STT NF notabene jauh dari rumah keluarga, tidak membuat ia takut untuk menjalani kehidupan di kota. Jauh dari keluarga dan bersaing dengan mahasiswa lain membuat ia sadar, butuh kerja keras untuk mengarungi kehidupan demi meraih cita-cita. Semua itu ia lalui demi mewujudkan mimpi besar dalam hidupnya, yaitu belajar dan mengasah diri agar menjadi insan bermanfaat.

Saat menjadi mahasiswa, ia aktif dalam berbagai organisai kemahasiswaan ataupun organisasi sosial di luar kampus. Puncaknya, ia terpilih sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa di tahun 2015 dan berhasil membawa perubahan signifikan di tubuh BEM STT NF dengan berbagai terobosan. Ia juga memiliki kelompok yang diberi nama D’Big, yaitu proyek penyadaran publik untuk mengelola sampah, hingga akhirnya menjadi juara 1 dalam kegiatan kepemimpinan LAMPP di kampus. Karena prestasi itu, ia sempat beberapa kali mendapat kesempatan diundang sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi pelestarian lingkungan.

Aktivitas padat sebagai aktivis organisasi tidak membuat ia lupa akan tanggungjawab utama sebagai mahasiswa. Sesulit apapun keadaan yang sedang dihadapi, ia berusaha untuk memprioritaskan kewajiban kuliah. Berkat kegigihan dan manajemen waktu yang luar biasa, Sani dapat menyelesaikan pendidikan di STT NF hanya dalam waktu 3,5 tahun (7 semester).

Di sela kesibukannya menyelesaikan skripsi, ia masih aktif menjalani aktivitas sebagai Wakil Presiden BEM, bahkan dalam kurun dua pekan setelah sidang akhir skripsi, ia bisa menyelesaikan laporan pertanggungjawaban BEM STT NF 2015 di hadapan mahasiswa. Selain itu, ia aktif mengajar pada sebuah Taman Pendidikan Al Quran (TPA). Kesibukan yang ia jalani sejak kuliah tingkat awal untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan mengisi waktu luang.

Dengan segala kepadatan aktivitasnya, prestasi Sani di bidang akademik sangat memuaskan. Sejak semester awal hingga akhir perkuliahan selalu meraih IPK diatas 3.0 dan menuntaskan studi dengan predikat cumlaude. Beberapa hari pasca sidang yudisium, ia diterima bekerja di perpustakaan Universitas Muhammadiyah, Sukabumi. Sebagaimana cita-cita besar dalam hidupnya, ingin mengabdi dan bermanfaat dalam bidang pendidikan.

"Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari program Beastudi Dhuafa Berprestasi STT NF. Di STT NF saya ditempa berbagai ilmu dan keterampilan sebagai bekal masa depan. Harapan saya melalui program Beastudi, semoga akan terus lahir insan-insan berguna dan memiliki pondasi diri nan kuat, sehingga lebih siap dan mampu menjadikan Indonesia lebih baik," ujar Sani. (Hendri Nurdiansyah)

Read 4398 times