Thursday, 18 August 2016 09:20

Open House STT NF "CEO Success Stories"

Written by  Muhammad Abdul Karim, Mahasiswa STT NF
Rate this item
(0 votes)

Demi mewujudkan program pemerintah yang mencanangkan 1000 startup di Indonesia, STT NF yang memiliki slogan “Tecnopreneur Campus” tergerak untuk memberikan kontribusi nyata, dengan membuat Open House dan menghadirkan para CEO muda di bidang Startup untuk membuka cakrawala berfikir generasi muda tentang bagaimana memulai dan membangun sebuah startup dari para pembicara yang sudah berpengalaman, sehingga nantinya akan menimbulkan gairah untuk membuat startup. Acara Yang di gelar pada Sabtu, (13/8) di Auditorium kampus B STT NF Jalan Lenteng Agung Raya No.20. Open House kali ini mengusung tema “Young Success CEO” dengan menghadirkan Diajeng Lestari (CEO HijUp.com), Muhammad Ihsan Akhirulsyah (CFO eFishery), dan Muhammad Isfahani Ghiyath (CEO Daeng Apps) dan Muhammad Lingga Nashiruddin (Direktur Techopreneur Center STT NF) sebagai moderator.

Acara Open House STT NF ini berbentuk Talkshow dan dimulai dari Diajeng Lestari yang membagikan kisahnya merintis HijUp.com dari awal merupakan sebuah startup yang bergerak dibidang busana Muslimah yang didirikannya pada tahun 2011. Diawal sesinya ia menceritakan tentang perjalanannya beberapa waktu lalu yang mengikuti Google Launchpad Accelerator di Sillicon Valley, Amerika Serikat. Disana ia mendapatkan banyak pelajaran baru, Banyak startup terbaik dari seluruh dunia datang ke sana membawa berbagai macam masalah dan persoalan mereka masing-masing. Karena sejatinya kelahiran sebuah startup adalah berawal dari sebuah masalah yang menjadi solusi melalui teknologi yang dihasilkan dari startup. Ide HijUp.com juga berawal dari masalah yang ada di Indonesia, dimana banyak orang yang mengangap produk luar negeri lebih berkualitas dibanding produk dalam negeri. Hal yang ingin dibuktikan Diajeng bahwa sebenarnya bangsa Indonesia mampu untuk memproduksi barang-barang dengan kualitas baik yang tak kalah dengan negara negara lain dan bisa mengusai pasar.

Lalu Ia menceritakan bagaimana sulitnya menjadi seorang enterpreneur, diawal karirnya sebagai CEO HijUp.com ia langsung mendapatkan ujian, dimulai setelah launching perdana HIjUp.com. berjalan lancar sampai banyak pesanan yang datang. Disaat yang sama salah satu dari dua pegawainya memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan dengan alasan tidak mampu mengerjakan pesanan yang sangat banyak. Hal tersebut tentunya membuat Diajeng pusing, tapi itu tak membuatnya patah semangat, justru ia bangkit, dan dengan kegigihannya akhirnya ia bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang ini.

Kisah inspiratif selanjutnya datang dari mahasiswa Teknik Informatika STT NF semester 2, Muh. Isfahani Ghiyat. Bagaimana tidak, di usianya yang kini terbilang muda ia sudah mendirikan sebuah Startup yang mungkin sulit di lakukan oleh anak muda seusianya. Ia bercerita bagaimana suka dukanya dulu sebelum mendirikan Daeng Apps (sekarang Daeng Indonesia). Kisahnya berawal saat ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar, ia sangat suka dengan komputer, akan tetapi ayahnya tidak pernah memperbolehkannya berinteraksi dengan komputer. Untuk melampiaskan rasa sukanya terhadap komputer, akhirnya ia pergi ke warnet secara diam-diam. Berbeda dengan anak seusianya pada saat itu yang hanya bermain game di warnet, ia justru belajar dari internet dan mendapatkan banyak ilmu terutama tentang dunia pemrograman. Pada akhirnya ia berhasil membuat sebuah antivirus sendiri yang diberi nama spensav, yang sudah menjadi jawara di berbagai ajang kejuaraan IT tingkat nasional bahkan internasional.

Karyanya tak hanya sampai disitu. Bersama 6 rekannya yang sama-sama Mahasiswa STT NF, akhirnya ia memberanikan diri membuat sebuah starup yang bergerak dibidang software house. Meskipun startup ini bisa dibilang baru tetapi sudah menghasilkan beberapa produk, dan menurutnya produk unggulan Daeng Apps adalah Web locker yang merupakan aplikasi parental control situs porno yang sudah menjadi penyakit dikalangan pemuda Indonesia.

Kisah sukses terakhir datang dari CFO eFishery Muhammad Ihsan Akhirulsyah. Diawal sesinya ia menceritakan kehidupannya saat kecil. Bagaimana ia hidup ditengah kesulitan ekonomi dimasa krisis moneter yang membuat usaha keluarganya bangkrut, Sampai ia harus berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki dari sekolah kerumahnya yang jaraknya sangat jauh. Demi membantu beban orang tua ia sampai rela harus menjadi pengamen di bus dan ia juga mulai berjualan, Meskipun ditempa cobaan ia tetap memiliki semangat belajar yang tinggi hingga perguruan tinggi.

Ada banyak hal yang bisa diambil dari co-founder eFishery ini, salah satunya adalah dalam memulai sebuah bisnis. “kita tidak bisa sendiri, karena kita tidak mampu memecahkan semua persoalan yang ada dihadapan sendiri dengan ilmu yang kita punya, jadi kita harus memiliki rekan yang saling melengkapi agar bisnis itu dapat berkembang baik” tutur ikhsan. Ia juga menjelaskan mengenai indikator suksesnya seorang enterpreneur bukan dari kekayaannya, melainkan seberapa bergunanya dia bagi orang lainn dan apa yang ia kerjakan, karena menurutnya menjadi kaya itu mudah, yang susah adalah menjadi orang yang bermanfaat. (Muhammad Abdul Karim)

Read 3050 times Last modified on Thursday, 18 August 2016 10:13