Tuesday, 13 December 2016 07:06

Peringati Hari Anti Korupsi STT NF Adakan Seminar

Written by  Sri Rezeki Mahasiswi STT NF
Rate this item
(1 Vote)

9 Desember, ditetapkan sebagai hari anti korupsi sedunia. Kampus Nurul Fikri ikut berpartisipasi memperingatinya, dengan mengadakan seminar anti korupsi yang diisi langsung oleh “Aktivis” dari KPK. Beliau bernama, Bapak Nurtjahyadi, sudah 10 tahun berkiprah di dunia KPK, kini mendapat amanah di Fungsional Direktorat PJKAKI KPK, atau singkatnya sebagai unit kerjasama internasional.

Sebelum seminar dimulai, Pak Bachtiar, salah satu dosen agama Kampus NF, menyampaikan beberapa hal terkait agama dan korupsi. Bagaimana hubungan agama dan korupsi? Bagaimana posisi ummat muslim yang menjadi agama mayoritas di Indonesia, tetapi tak menyurutkan angka korupsi sampai saat ini. Mengapa masih seperti ini?

Amar ma’ruf nahi munkar

Mengajak kepada kebaikan dan melarang kepada keburukan. Mudah mengajak kepada kebaikan, tapi tidak semudah melarang kepada keburukan. Maksudnya ketika korupsi dan keburukan lain terjadi di tengah-tengah kita, kita tak bersuara, bahkan untuk sekedar berkata “Jangan….”

Setiap tahunnya, 1.000 kasus korupsi lahir di Indonesia. Tak heran Indonesia masuk ke dalam top rank 100, dengan nilai 36 dari 1-100. Dengan berbagai kasus korupsi, diantaranya, penyuapan, pembelian, penyalah gunaan APBN, pungutan liar, lisensi, pencucian uang, dan obstruksi keadilan, kasus penyuapan menjadi kasus terbanyak dengan prsentase 52%.

Maka dengan kondisi ini, KPK memiliki tugas berat karena rasio jumlah kasus dan SDM yng tersedia sangatlah jauh. Untuk menyelesaikan satu kasus pun, melewati alur cukup panjang hingga nakhirnya kasus itu tuntas. Bapak Nur pun mengajak peserta seminar yang mayoritas mahasiswa untuk ikut andil memberantas korupsi dalam gerakan Indonesia Memanggil yang diadakan setiap tahunnya. Tahun lalu, 7.000 mahasiswa yang melamar, hanya 51 orang yang akhirnya diterima untuk bersama-sama memberantas korupsi.

Dimanapun dan kapan pun, Mahasiswa sebagai “tulang punggung” bangsa Indonesia wajib ikut aktif menyuarakan Anti Korupsi, Anti Kolusi dan Anti Nepotisme. Bukan hanya sebagai Mahasiwa, tetapi memang itu adalah salah satu kewajiban sebagai seorang muslim untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar.

Read 513 times