Wednesday, 06 September 2017 07:00

First Time

Written by  Rizka Amalia Apriliani Mahasiswi STTNF
Rate this item
(1 Vote)

Untuk pertama kalinya Aku dapat mengunjungi dan menikmati keindahan Kota Malang. Di kota yang terkenal dengan Apel Malangnya ini Aku diberikan kesempatan untuk berjuang membawa nama baik Kampus dalam Lomba MTQMN. MTQMN yaitu kepanjangan dari “Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional” adalah Lomba Tingkat Nasional yang diadakan setiap dua tahun sekali dan dikhususkan untuk seluruh Mahasiswa Jenjang S1 seluruh Indonesia. Lomba ini diadakan oleh KEMENRISTEKDIKTI. Pada tahun ini MTQMN ke 15 dilselenggarakan di Kota Malang yaitu di Universitas Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (Unibraw). MTQMN XV 2017 memiliki Jargon yaitu “Salam Pemuda Qurani.”

Setelah diadakannya Seleksi Calon Kafilah dari pihak Kampus, akhirnya terpilihlah Kafilah MTQMN XV yang mewakili Kampus Nurul Fikri. Kami para Kafilah MTQMN XV Kampus Nurul Fikri pergi ke Kota Malang dengan menggunakan Kereta Api Indonesia (KAI). Untuk transport Jakarta - Malang dari pihak Kampus sudah menanggungnya. Karna tempat duduk kami saling berdekatan, untuk mengisi keboringan yang ada karna lamanya perjalanan Jakarta - Malang yaitu selama 16 jam, kami bermain tebak-tebakan yang menyebabkan tawa kami pecah dan membuat heboh satu gerbong kereta. Ada penumpang lain yang merasa keberisikan dan ada juga yang memikirkan jawaban dari teka-teki yang kami mainkan.

Setelah 16 jam didalam kereta, akhirnya kami sampai di Stasiun Malang. Saat kaki ini menginjak Kota Malang, Kota yang baru pertama kali Aku injak, Aku mengucapkan Syukur Alhamdulillah karna diberikan keselamatan dan diberikan kesempatan sampai di Kota Malang. Ternyata kami sudah dijemput oleh Panitia MTQMN XV yang juga menjadi LO dari Kampus Nurul Fikri. Para Kafilah MTQMN XV dari seluruh Indonesia diberikan fasilitas menetap di Asrama Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Disini semua hal tercukupi, makan diberikan selalu 3 kali sehari plus buah dan puding, transportasi yang mengangkut para Kafilah untuk pergi ke Universitas Brawijaya atau Universitas Malang sangat memadai dan cukup banyak, untuk para Akhwat disediakan mobil dari Asrama Akhwat ke Masjid tempat berkumpul, jadi tidak terlalu capek berjalan jauh, bahkan jika malam hari di Asrama UIN ini dibuka kantin yang menjual snack dan minuman hangat yang cocok untuk ngemil dengan harga murah.

Bukan hanya lomba saja, tapi di MTQMN XV 2017 ini ada berbagai macam acara yang tak kalah seru, yaitu Kajian yang dibawakan oleh ustadz-ustadz luar biasa contohnya Taqy Malik, Syekh Ali Jaber dan lainnya, Parenting dengan pembicara-pembicara yang sangat ahli dibidang Parenting, dan juga Bazzar yang menyediakan banyak barang-barang yang berbau MTQMN dan oleh-oleh khas Malang. Dan juga disediakan sepedah gratis yang dapat digunakan hanya di lingkungan Universitas Brawijaya.

Pada malam harinya setelah kami tiba di Kota Malang diadakanlah pembukaan MTQMN XV 2017. Saat tiba di Panggung Utama kami semua terkagum karna panggung utamanya sangatlah besar dan dekorasi dari panggungnya sangatlah indah. Kafilah dari cabang lomba lain sangatlah terkagum kagum, tapi bagi tim MSQ panggung sebesar ini menambah ke khawatiran kami, karna Lomba MSQ ditampilkan di Panggung Utama.

Serangkaian acara ditampilkan pada Pembukaan MTQMN XV 2017. Penampilan-penampilan yang luar biasa membuat kami kagum sampai bengong melihatnya. Karna waktu sudah cukup malam, kami pun memutuskan untuk pulang ke Asrama UIN, tetapi ada satu hal yang membuat kami ingin kembali ke panggung utama yaitu penampilan dari Opick. Dia menyanyikan sebuah lagu yang membuat kami ragu dan bimbang antara pulang atau kembali ke panggung, tetapi kami memilih pulang. Jika saat ini tidak bisa melihat Opick, saat penutupan nanti kami bisa melihat Fatin Sidqia Lubis.

Pada MTQMN XV 2017 ada 13 cabang lomba, dan cabang lomba yang Aku pilih adalah Musabaqah Syarhil Quran (MSQ). MSQ ini berbentuk sebuah tim yang terdiri dari Pensyahr (pidato), Tilawah, dan Puitisasi, dan aku pada bagian Puitisasi. Sebelum lomba MTQMN ini dimulai, tim MSQ sudah berlatih selama kurang lebih 2 bulan dan kami tim MSQ disuruh memilih 5 tema dari 10 tema yang diberikan oleh panitia dan harus membuat 5 naskah dari 5 tema yang sudah dipilih.

Tim MSQ mendapatkan urutan tampil pada hari Ahad dan masih ada satu hari untuk latihan kembali. Saatnya pun tiba, tema baju tim MSQ kami adalah coklat susu. Aku yang ditugaskan untuk mengambil nomor urut tampil, “Bismillahirrahmanirrahim”, yeay Alhamdulillah nomor urut “035” itu yang artinya nomor urut 2 dari terakhir dan kami bisa berlatih dan mempedalam kembali tema yang akan kami bawakan.

Tibalah waktu tampil kami dengan rasa gugup karna tampil di atas Panggung Utama yang sangatlah besar, tapi kami akan menampilkannya dengan sebaik mungkin. Dan akhirnya Alhamdulillah, semuanya lancar walaupun ada beberapa kesalahan tapi menurut yang lainnya itu sudah sangatlah bagus. Selain MSQ, Tartilil dan Tilawatil dari Kafilah Kampus Nurul Fikri tampil pada hari Ahad.

Ada 122 tim yang mendaftar pada Lomba MSQ, dan yang masuk Final hanyalah 6 tim. Setelah semua peserta MSQ tampil, pengumuman pun tiba, dan Takdir Allah berkata bahwa untuk tahun ini tim MSQ kami belum masuk Final tapi Insya Allah masuk Final pada MTQMN XVI 2019. Aamiin. Walaupun sedih, tapi yang namanya perlombaan pasti ada yang menang dan ada yang kalah, apalagi saingannya Kafilah dari seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia, walaupun nilainya beda tipis itu sangatlah berpengaruh. Perlombaan ini Aku jadikan pengalaman dan pembelajaran untuk kedepannya.

Sebelum para Kafilah pulang ke daerahnya masing-masing, Panitia MTQMN XV mengadakan agenda wisata yaitu pergi ke Pantai Balekambang dan Pantai Goa Cina. Dan ini untuk pertama kalinya juga Aku pergi ke pantai dengan pemandangan yang sangat indah. Aku sangat suka dengan pemandangan di pantai ini, Masya Allah apalagi Pantai Goa Cina yang menyajikan pemandangan ombak yang tinggi dan kencang. Selama di pantai Aku sangat senang bermain basah-basah dan menyeburkan diri ke pantai. Pengalaman dan Kenangan di Kota Malang ini sangatlah indah dan menyenangkan, terlebih lagi Aku menemukan keluarga baru yang mensupport satu sama lain, merasakan senang dan sedihnya bersama-sama selama satu minggu di Kota Apel ini.

Read 332 times