Kisah dan Curhat

Kisah dan Curhat (37)

Pada hari minggu, 4 Desember 2016, Hendra Aditiyawijaya salah satu alumni STT Nurul Fikri angkatan pertama mendapat undangan untuk mengisi training di Griya Tahfidz yang dikelola oleh Zakat Center Kota Cirebon. Zakat Center merupakan lembaga pengelola dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh yang memiliki visi mengentaskan keterpurukan hidup kaum dhuafa melalui program peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi produktif. Dimana salah satunya adalah program beasiswa tahfidz bagi anak-anak dari kaum dhuafa.

Pada kesempatan tersebut, Hendra juga didampingi oleh tim trainer dari Ekacipta Teknologi Solutama, yaitu Hendri Mahesa dan Kiky Malik Ibrahim. Hendra dipercaya untuk membawakan materi tentang Literasi Media dan Motivasi Berwirausaha Sejak Dini Melalui Media Sosial. Sementara Hendri dan Kiky memberikan materi terkait dasar pemrograman web dan kostumisasi wordpress untuk membuat Online Shop. Acara training berlangsung sejak jam 9 pagi hingga jam 3 sore di Griya Tahfidz yang berlokasi di dalam komplek Pertamina EP Cirebon.

Hendra 1

Ustadz Anwar selaku pimpinan Zakat Center Cirebon sangat mengapresiasi adanya acara ini, “Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Saudara Hendra, Hendri, dan Kiky yang telah jauh datang dari Jakarta untuk memenuhi undangan kami. Saya berharap acara seperti ini akan berkelanjutan diadakan untuk menambah wawasan dan keterampilan para santri dalam menyongsong era teknologi ke depannya.”

Hendra, salah satu trainer dan alumni STT Nurul Fikri, mengakui bahwa, “Saya merasa bahagia dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman saya sebagai seorang system analyst kepada adik-adik santri di Griya Tahfidz, Zakat Center Cirebon. Saya pun ikut menularkan semangat entrepreneur kepada mereka sebagai mana nilai-nilai yang pernah ditularkan oleh almamater kampus semasa kuliah di STT Nurul Fikri. Saya berharap, kelak akan lahir para entrepreneur hebat yang hafal Qur’an untuk bersama membangun Indonesia.”

Seorang remaja Saudi yang tinggal di Jerman telah mengusulkan dan merancang emoji jilbab.

Rayouf Alhumedhi, 15 tahun, telah mengirimkan proposal untuk The Unicode konsorsium, sebuah lembaga nirlaba yang mengembangkan berbagai emoji baru.

Gagasan tersebut memperoleh dukungan dari pendiri forum diskusi online Reddit, Alexis Ohanian. Jika disetujui, emoji nya akan release di tahun 2017.

Proposal datang dari negara-negara diseluruh Eropa yang bergulat dengan masalah jilbab - dalam segala bentuknya.
Perdebatan yang berisi kebebasan beragama, kesetaraan perempuan, tradisi - tradisi sekuler dan bahkan ketakutan akan terorisme.

Edisi kerudung ini menjadi bagian dari perdebatan yang lebih luas tentang multikulturalisme di Eropa, karena banyak politisi berpendapat bahwa perlu ada upaya yang lebih besar untuk mengasimilasi minoritas etnis dan agama.

Jilbab dan Islam di seluruh Eropa, 'Emoji ada di mana-mana' Rayouf Alhumedhi mengatakan kepada BBC bahwa ketika berada di grup chat bersama teman – temannya di media sosial, dia telah menyadari tidak ada emoji yang mewakili dirinya, seorang wanita yang mengenakan jilbab.

Setelah membaca artikel tentang desain emoji, ia menulis email yang berisi tentang sebuah ide kepada Unicode.
Penasaran, anggota subkomite Unicode menjawab dan menawarkan untuk membantu menyusun lamaran resmi. “Saat ini, usia ialah representasi yang sangat penting” katanya yang merupakan alasan dibalik proyek ini.

“orang-orang ingin diakui, terutama di era teknologi. Kesempatan besar emoji ini tersebar secara luas”.
“Ada begitu banyak wanita muslim di dunia ini yang mengenakan jilbab. Mungkin hal ini terlihat sepele, namun dapat menjadi perubahan yang besar.

Yang berada di keyboard di seluruh dunia, hal itu benar-benar hebat.”
Untuk meningkatkan dukungan, Mr. Ohanian, Host Reddit berinisiatif mengadakan diskusi online secara live pada hari Selasa, dimana pengguna Reddit bisa berdialog langsung dengan Rayouf Ahumedhi tentang gagasannya itu.

Dan beberapa orang yang ikut bisa terlibat dan mendukung, dimana orang lain masih saja sibuk dan mempertanyakan kebutuhan akan jilbab, yang berasumsi bahwa jilbab merupakan alat yang mengunci kreatifitas seorang perempuan. Panitia yang dibentuk berharap agar proposal yang diajukan kepada Unicode bisa sampai final pada bulan November.

Sumber : http://www.bbc.com/news/world-middle-east-37358719

Hal utama yang di inginkan setiap manusia yakni menjadi orang yang sukses, baik di medan apapun setiap kita pasti menginginkan kesuksesan. Yang sering di kenal dengan manusia hero adalah manusia yang sukses atau dikenal dengan manusia super hero dengan arti manusia super sukses. Berikut penjelasan makna dari Hero itu sendiri mari di simak dengan baik.

Hero merupakan kepanjangan dari Hope, Efficacy, Resiliency dan Optimism. Berikut akan di jelaskan satu-persatu makna dari hal diatas, Hope dengan arti harapan. Yang berisi tentang harapan seseorang, harapan masa depan untuk menjadi lebih baik, harapan positif dalam hidup, pokoknya semua harapan yang ingin di capai di masa depan.

Jika harapan itu tumbuh dengan niat yang baik, maka harapan itu akan memberikan semangat untuk menjadi manusia yang lebih baik. Dengan harapan itu pula kita masih bisa merasakan nikmatnya kebahagiaan, karna tanpa harapan yang jelas, maka hidup ini terasa membosankan dan akan terlihat hidup tanpa tujuan, oleh karena itu ciptakan harapan dan tujuan yang baik dalam meraih masa depan yang lebih baik untuk menjadi manusai super.

Efficacy adalah rasa percaya diri pada kemampuan dan skill yang dimiliki. Sudah jelas bukan, tanpa rasa percaya diri maka kita tidak akan maju dan berkembang, apalagi tidak mempunyai skill yang baik, maka mustahil kita bisa maju dan berkemabang saat ini. dengan keyakinan percaya diri yang tumbuh dengan baik serta di imbangi dengan skill dan kempuan yang dimiliki, maka kita sudah melangkah untuk menjadi manusai super Hero.

Resiliency adalah kegigihan untuk terus bergerak dan tidak mudah menyerah di tengah jalan. Banyak orang menyebutkan resiliency adalah pilar paling krusial untuk sukses. Hal ini merupakan daya yang paling mantap untuk terus action dan bergerak sesuai dengan visi dan misa serta tjuan yang sudah di rencanakan sebelumnya. Dengan terus bergerak dan jangan putus menyerah, maka kesukesan untuk menjadi seorang super Hero akan segera tercapai.

Optimism adalah sikap optimis yang tumbuh dalam diri, bagaimana sikap optimis tersebut terus tumbuh sehingga apa yang di inginkan yakin akan terwujud dengan jalan yang baik. Maka sikap ini harus tertanam dengan baik untuk menjadi manusia super Hero.

Menjadi manusia super hero ternyata tidak susah bukan, kalau dapat di rangkum dengan singkat, langkah awal apa yang harus di kerjakan yakni buatlah visi dan misi hidup anda dengan jelas, lalu asahlah kemampuan diri dengan kondisi yang terjadi, lalu jangan pantang menyerah sebelum semuanya tercapai dan terakhir anda harus yakin dengan semua yang sudah di rencanakan sebelumnya dan teruslah kejar sampai harapan dan cita-cita tersebut tercapai.

Dengan begitu kita sudah menjadi manusia super yang siap memberikan kemakmuran bagi lingkunganmasyarakat sekitar dan siap berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Terlahir dengan nama Sani Zulviah, dara kelahiran Sukabumi tahun 1993, biasa disapa Sani oleh kawan-kawannya. Sebagai anak dari keluarga petani yang sederhana tidak membuatnya berkecil hati untuk meraih prestasi dan memiliki impian mengenyam pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Sani kecil dikenal sebagai anak yang semangat dan aktif dalam belajar, sehingga banyak prestasi sudah ia raih sejak kecil. Sejak Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Kejuruan, namanya selalu masuk dalam deretan peringkat 3 terbaik.

Prestasi dan semangatnya terus membara hingga ia beranjak dewasa, meski di tengah keterbatasan ekonomi keluarga rasanya sulit untuk mewujudkan cita-citanya mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi mulai terbuka kala datang kesempatan untuk mengikuti program Beastudi Dhuafa Berprestasi di kampus STT NF. Program beastudi yang diberikan secara penuh untuk keluarga dhuafa ini memberi kesempatan bagi Sani mewujudkan impiannya menjadi seorang sarjana. Anak ketiga dari empat bersaudara ini memiliki harapan menjadi cahaya dalam keluarganya. Berbekal ilmu yang didapatkan dari kampus STT NF serta gelar sarjana yang dimilikinya, insya Allah dapat membantu upayanya meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan mendapatkan pekerjaan layak.

Kuliah di STT NF notabene jauh dari rumah keluarga, tidak membuat ia takut untuk menjalani kehidupan di kota. Jauh dari keluarga dan bersaing dengan mahasiswa lain membuat ia sadar, butuh kerja keras untuk mengarungi kehidupan demi meraih cita-cita. Semua itu ia lalui demi mewujudkan mimpi besar dalam hidupnya, yaitu belajar dan mengasah diri agar menjadi insan bermanfaat.

Saat menjadi mahasiswa, ia aktif dalam berbagai organisai kemahasiswaan ataupun organisasi sosial di luar kampus. Puncaknya, ia terpilih sebagai Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa di tahun 2015 dan berhasil membawa perubahan signifikan di tubuh BEM STT NF dengan berbagai terobosan. Ia juga memiliki kelompok yang diberi nama D’Big, yaitu proyek penyadaran publik untuk mengelola sampah, hingga akhirnya menjadi juara 1 dalam kegiatan kepemimpinan LAMPP di kampus. Karena prestasi itu, ia sempat beberapa kali mendapat kesempatan diundang sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi pelestarian lingkungan.

Aktivitas padat sebagai aktivis organisasi tidak membuat ia lupa akan tanggungjawab utama sebagai mahasiswa. Sesulit apapun keadaan yang sedang dihadapi, ia berusaha untuk memprioritaskan kewajiban kuliah. Berkat kegigihan dan manajemen waktu yang luar biasa, Sani dapat menyelesaikan pendidikan di STT NF hanya dalam waktu 3,5 tahun (7 semester).

Di sela kesibukannya menyelesaikan skripsi, ia masih aktif menjalani aktivitas sebagai Wakil Presiden BEM, bahkan dalam kurun dua pekan setelah sidang akhir skripsi, ia bisa menyelesaikan laporan pertanggungjawaban BEM STT NF 2015 di hadapan mahasiswa. Selain itu, ia aktif mengajar pada sebuah Taman Pendidikan Al Quran (TPA). Kesibukan yang ia jalani sejak kuliah tingkat awal untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan mengisi waktu luang.

Dengan segala kepadatan aktivitasnya, prestasi Sani di bidang akademik sangat memuaskan. Sejak semester awal hingga akhir perkuliahan selalu meraih IPK diatas 3.0 dan menuntaskan studi dengan predikat cumlaude. Beberapa hari pasca sidang yudisium, ia diterima bekerja di perpustakaan Universitas Muhammadiyah, Sukabumi. Sebagaimana cita-cita besar dalam hidupnya, ingin mengabdi dan bermanfaat dalam bidang pendidikan.

"Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari program Beastudi Dhuafa Berprestasi STT NF. Di STT NF saya ditempa berbagai ilmu dan keterampilan sebagai bekal masa depan. Harapan saya melalui program Beastudi, semoga akan terus lahir insan-insan berguna dan memiliki pondasi diri nan kuat, sehingga lebih siap dan mampu menjadikan Indonesia lebih baik," ujar Sani. (Hendri Nurdiansyah)

Muhammad Agus Arianto atau biasa disapa Agus, begitulah sapaan akrab baik oleh keluarga maupun oleh rekan-rekan mahasiswa, dosen dan seluruh kalangan civitas akademik di STT Terpadu Nurul Fikri. Anak ke dua dari tiga bersaudara ini terlahir dari keluarga yang cukup sederhana. Ayahnya sebagai pensiunan wiraswasta dan ibu yang hanya seorang ibu rumah tangga biasa membuat ia setelah lulus sekolah tingkat atas hanya mampu bekerja sebagai buruh kasar di salah satu SPBU milik asing sebagai pelayan pelanggan hampir satu tahun. Ia merasa bekerja sebagai pegawai SPBU tidak lantas membuatnya patah semangat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ke jenjang perguruan tinggi. Atas dasar semangat untuk meningkatkan taraf hidup dan menaikkan derajat pendidikan inilah yang menjadi motivasi utamanya untuk berjuang menampuh pendidikan.

Perjalanan terjal dan berliku pun ditempuh untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi, dari mulai mencoba kuliah malam setelah pulang dari kerja hingga mencari informasi ke kampus-kampus untuk sekedar mengetahui informasi bagaimana bisa berkuliah layaknya orang yang dapat menjadi mahasiswa seutuhnya tanpa harus berletih-letih menghirup harum bensin yang mulai mengisi ruang paru-paru dalam tubuhnya. Demi bisa mewujudkan impiannya tersebut ia rela menjajaki ratusan bahkan ribuan kilometer, panas dan , hujan bahkan badai pun ia terjang dengan kendaraan sepeda besi tua nya hingga pada akhirnya berlabuhlah pada sebuah takdir yang mengantarkan ia pada sebuah kampus yang menjadi titik tolak dalam hidupnya. Diterima salah satu kampus sebagai penerima beastudi mungkin merupakan jawaban atas doa dan kerja kerasnya di sebuah perguruan tinggi yang baru seumur bijih jagung namun sangat berarti besar dalam titik ledak perubahan hidupnya kampus tersebut adalah STT Terpadu Nurul Fikri.

Beda dulu beda sekarang, seiring bergulirnya waktu , kini pria yang memiliki perawakan kecil mungil ini dalam terus proses bermetamorfosis. , sSaat ini ia sedang menyelami dunia baru yang jauh berbeda dari kesibukan yang pernah dilaluinya terdahulu sebelum menerima Beastudi STT Terpadu Nurul Fikri. Kini ia disibukan dalam penitian karier di salah satu IT Konsultan di kota Depok sebagai profesional programmer. dan tTidak hanya sampai disana,itu ia pun mulai menjajaki ketertarikan dan minatnya sebagai seorang internet marketer pada bisnis yang sedang dijalaninya yakni owner sebuah bisnis online yang bergerak di bidang penjualan barang automotive & modification.

Sosok alumni yang menyelesaikan pendidikan S-1 di STT NF dalam kurun waktu 3,5 tahun ini dalam masa perkuliahannya tidak seperti kebanyakan mahasiswa yang hanya berfokus pada akademik saja, pria kelahiran 23 Februari 1993 ini berusaha menyeimbangkan antara menjadi sosok mahasiswa yang tidak hanya sibuk berorientasi dengan kegiatan akademik yang cenderung kebanyakan mahasiswanya tertutup, kurang pergaulan serta jarang bersosialisasi dan sosok mahasiswa aktivis di lingkungan organisasi kampus. Ia adalah sosok mahasiswa yang dikenal memiliki prestasi cukup baik dibidang akademik dan organisasi kampus. Di bidang akademik ia meraih hasil yang cukup baik, dengan tidak adanya satupun matakuliah yang mengulang dari awal perkuliahan hingga semester 7., iIa pun pernah menjadi kandidat mahasiswa berprestasi pada tahun 2013, dan menjadi asisten dosen untuk salah satu matakuliah selama satu semester. Hingga pada masa akhir perkuliahan, ia memperoleh hasil IPK yang cukup memuaskan dan tergolong sebagai lulusan mahasiswa yang mendapatkan predikat cummlaude di kampus.

Selain dari sekelebat perjalanan singkat (red:prestasi) yang telah ia catatkan di akademik kampus STT NF, tidak berhenti hanya sampai disitu , ia pun dikampus dikenal sosok mahasiswa yang berjiwa sosial dan gemar berorganisasi. Hampir seluruh masa kuliahnya ia habiskan sebagai seorang aktivis baik organisasi tingkat kampus maupun organisasi non kampus. Saat baru memasuki perkuliahan tingkat 2 tepatnya di semester 3 ia mengemban amanah menjadi Presiden Mahasiswa pertama pada organisasi internal yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa STT NF selama 1,5 tahun. Selanjutnya masuk pada tingkat 3 ia juga tercatat aktif menjabat sebagai ketua komisi I Dewan Perwakilan Mahasiswa ST NF(DPM). Jiwa sosial dan kepeduliaannya tidak hanya berhenti sampai pada organisasi internal kampus saja, namun ia tularkan kepada organisasi luar kampus. Ia menginisasi pembentukan sebuah wadah kepemudaan di lingkungan desa tempat ia tinggal dan pada momentum yang bersamaan ia pun menjabat sebagai ketua karang taruna tingkat RW pada tahun 2014.

“Tidak ada kata yang pantas terucap dari lisan saya selain rasa syukur yang sangat amat mendalam bisa menjadi bagian dari anugerah terbesar Allah S.W.T yaitu sebagai alumni pertama penerima beastudi. dimana akan senantiasa menjadi dorongan semangat dan motivasi saya dalam menapaki masa depan. sebuah kampus yang membekali saya dengan segudang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebuah kampus yang membimbing lahirnya generasi islami dengan karakter-karakter kepemimpinan yang berjiwa teknopreneur. Sebuah kampus yang mengajarkan arti dan makna kehidupan agar bisa hidup dalam kebermanfaatan demi menggapai masa depan yang lebih baik untuk Agama, Bangsa dan Negara tercinta yang lebih baik, itu semua ialah STT TERPADU NURULFIKRI.” Tutup Agus

Wednesday, 15 June 2016 09:27

Pemuda sebagai Tonggak Kemandirian Bangsa

Written by

Oleh: Agung Prayoga

“Indonesia memang negara kaya, tapi orang-orangnya pemalas dan suka melalaikan tanggung jawab yang diberikan”. Mungkin itulah sepatah kalimat yang diberikan oleh orang Jepang atau bangsa lain yang dikenal pekerja keras, jika ditanya tentang Indonesia. Wajar saja jika ‘penghinaan’ itu dilontarkan kepada masyarakat Indonesia, karena memang kenyataannya kita harus mengakui sebagian fenomena itu.

Bagaimana tidak, bangsa indonesia yang ‘katanya’ negara subur makmur tetapi untuk memenuhi sandang dan pangan saja harus impor dari negara lain? Katanya, Indonesia punya beribu-ribu hektar lahan tebu, tapi mengapa untuk minum teh saja harus mengimpor gula dari luar negeri? Yang lebih ironis lagi, adalah Indonesia mengimpor garam dari luar negeri. Padahal dalam peta terpampang jelas, wilayah kita kepulauan dan lautan yang membentang dari Sabang hingga Merauke yang mempunyai lebih dari tujuh belas ribu pulau.

Sering kita baca juga indeks kekayaan wilayah NKRI, yang menyebutkan Indonesia adalah negara maritim yang sebagian besar wilayahnya berupa lautan. Tapi untuk memenuhi kebutuhan dapur saja harus bergantung pada orag lain. Lantas dimana kekayaan yang sering dibanggakan selama ini?

Itu hanya sebagian kecil fakta yang memperlihatkan, betapa tragisnya stabilitas ekonomi negeri ini. Krisis dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa pun tidak dapat terelakkan lagi. Indonesia sudah sangat kompleks menghadapi segala permasalahanya, tidak hanya pada krisis moral dan kepercayaan para pemimpinnya, akan tetapi juga krisis ekonomi yang sangat mempengaruhi perut rakyat. Kemandirian bangsa tinggal cita-cita yang kembang kempis dimakan arus globalisasi yang berkembang pesat.

Tidak bisa dipungkiri Indonesia memang punya sumber daya alam yang berlimpah. Namun, kenyataanya banyaknya SDA tidak bisa menjadikan negara ini lebih unggul. Bahkan, untuk bisa sejajar dengan bangsa lain pun masih sulit. Bisa dibilang Indonesia sudah tertinggal jauh, jika berkaca pada negara -negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Seharusnya kita bisa mengatakan “kita bisa”, bahkan kita seharusnya “lebih bisa” dari mereka, bila dilihat dari sudut sumber daya alam yang kita miliki. Kita punya berbagai macam flora dan fauna yang tersebar di seluruh Nusantara. Akan tetapi, yang jadi pertanyaan adalah mengapa kita “tidak bisa” seperti mereka, bahkan lebih dari mereka? Nah, mungkin jawabannya adalah karena minimnya sumber daya manusia yang mampu mengelola dan meningkatkan pembangunan ekonomi. Semua harus didukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Siapa yang menjadi penopang utama SDM tersebut? Tentu saja para pemuda sebagi penerus dan pemangku cita-cita bangsa. Saat ini, pemuda mempunyai kesempatan. Sebuah kesempatan untuk memperbaiki anjloknya berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam bidang ekonomi.

Sebagai pemuda sudah selayaknya kita mengambil peran kita dalam kehidupan berbangsa. Kita harus bisa menjalankan tugas dan kewajiban sebagai generasi penerus bangsa yaitu mampu melakukan perubahan. Sebagai tulang punggung perekonomian yang memikul tanggung jawab demi memajukan bangsa, pemuda harus bisa melanjutkan dan mengisi perannya untuk pembangunan dan perbaikan bangsa, termasuk dalam bidang ekonomi. dengan menggali kembali eksistensi dalam cita-cita kemandirian bangsa di bidang perekonomian.

Apa yang harus kita lakukan sebagai pemuda untuk mewujudkan kemandiria bangsa?

Pertama, meningkatkan produktivitas dan kualitas dalam proses industri. Tanpa peningkatan tersebut kita tidak akan mampu besaing, karena kenyataanya masyarakat kita lebih percaya pada produk luar. Sebuah kalimat “kemandirian” akan terealisasi, jika sebagai penggerak pembangunan pemudanya mampu meciptakan konsep kreatifitas dan daya saing guna memenuhi kebutuhan bangsanya sendiri, baik dalam kebutuhan sandang, pangan maupun papan.

Kedua adalah membiasakan untuk menjadi pencipta sesuatu yang selalu muncul dengan gebrakan-gebrakan kreatifitasnya, sehingga kita sebagai pemuda tidak hanya menjadi penikmat konsumsi. Muncul ini ikutan ini, muncul itu ikutan itu. Harus kita akui arus globalisasi yang berkembang dewasa ini meyebabkan kaburnya batasan antar negara. Tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Dalam keadaan seperti itu pemuda dituntut untuk lebih kreatif dalam mengeluarkan ide-idenya.

Untuk menghadapi globalisasi dan perubahan yang semakin pesat dibutuhkan peranan pemuda dalam perencanaan menjadi kelompok inovatif, kreatif, kompetitif, mandiri serta mempunyai ketangguhan untuk tetap bertahan pada persaingan dengan dunia luar. Sebenarnya perlu dibangun oleh bangsa Indonesia adalah kualitas SDM, dimana kekuatan terbesar SDM terletak pada generasi muda

Ketiga, mewujudkan kemandirian dan kemajuan bangsa perlu didukung oleh kemampuan mengembangkan potensi diri dan konsep yang terarah. Konsep kemandirian itu sendiri bisa diartikan sebagai upaya pemenuhan dan pengerjaan segala sesuatu untuk diri sendiri dengan kekuatan dan kemampuan sendiri. Sebisa mungkin tidak bergantung pada orang lain sesuai dengan semangat yang dicita-citakan oleh Bung Karno: berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).

Peranan pemuda dalam pembangunan bangsa, terutama dalam pembangunan perekonomian, sangat dibutuhkan. Pada hakikatnya, pembangunan yang dilakukan adala pembangunan insan-insannya, agar bisa menjadi SDM berkualitas, karena SDA yang melimpah saja tidak cukup jika tidak didukung oleh SDM berkompeten dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kita harus percaya bahwa para pemuda Indonesia lahir dan hidup saat ini bisa membangun perekonomian demi kemajuan dan kemandirian bangsa, serta mampu membwa Indonesia menuju developed country( negara maju) sehingga tidak hanya berada pada status quo sebagai negara berkembang. Karena dengan kemandirian dan eksistensi dalam pembangunan itulah kita akan diakui dan bermartabat dalam pergaulan dunia, dan itu menjadi tugas kita sebagai generasi muda untuk mewujudkannya. Melalui semangat dan eksistensi kita menjadi seorang pemimpin dan penopang harapan di masa depan. []

Mari kita mengenal lebih dekat Alumni STT NF angkatan pertama (tahun 2012) dari jalur Beastudi. Ia adalah pria kelahiran Jakarta, 8 April 1988 yang pernah dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi (MaPres) STT NF selama 2 kali berturut-turut. Hendra Aditiyawijaya, demikian nama lengkapnya, di kampus ia dikenal sebagai sosok yang prestatif serta aktif, baik dalam penelitian akademis maupun kegiatan organisasi. Hendra adalah nama panggilan yang biasa dipanggil di lingkungan kampus, dan dipanggil Siwi di lingkungan tempat tinggalnya di daerah Cilodong Depok.

Ia terlahir dari keluarga sederhana, dari seorang Bapak yang berprofesi sebagai arsitek dan ibu yang sebagai pengelola rumah tangga. Ia merupakan anak pertama dari 3 bersaudara yang sejak kecil selalu ditanamkan nilai-nilai agama dan keilmuwan oleh kedua orang tuanya. Betapa tidak, sejak kecil ia dan adik-adiknya hanya diijinkan menonton televisi selama 3 jam saja dan lewat waktu maghrib adalah waktu untuk mengaji serta belajar. Melalui pola pendidikan yang baik, tanpa pernah ada omelan atau kekerasan dari orang tua, membuatnya secara inisiatif untuk banyak belajar dan dekat dengan orang tua.

Hendra merupakan salah satu mahasiswa berpresatasi selama menjalani perkuliahan di program Studi Sistem Informasi dari jalur Beastudi di STT NF. Setelah mengecap pendidikan selama kurang lebih 3,5 tahun atau 7 semester, ia berhasil lulus dengan mendapatkan predikat cumlaude dengan nilai IPK 3.80.

Ketika di bangku kuliah, selain mendapat kepercayaan sebagai MaPres, ia juga tercatat sebagai mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang penelitian. Beberapa hasil penelitiannya bersama salah satu dosen STT NF, Amalia Rahmah yaitu: Penerapan Knowledge Management Berbasis Open Source di STT NF; Cara, Gaya, dan Teknologi Pendukung Pembelajaran dan Peningkatan Knowledge Sharing Untuk Membentuk Jiwa Entrepreneur Pada Kegiatan Mentoring Mahasiswa STT NF Melalui Pengembangan Simentor.

Di kampus STT NF, mahasiswa memang dimotivasi untuk menghasilkan karya. Hal ini karena, dengan menghasilkan karya maka masyarakat akan mengetahui sampai sejauh mana kualitas mahasiswa yang berkuliah di STT NF. Ia merasa sangat beruntung bisa mendapatkan beasiswa dari STT NF, karena di kampus ini mahasiswa mendapatkan support dan bantuan untuk bisa terus menghasilkan karya.

Ketertarikan di bidang penelitian tidak menyurutkan tekadnya sebagai mahasiswa untuk aktif dalam organisasi kampus maupun sosial kemasyarakatan. Semasa kuliah, ia tercatat aktif dalam Ikatan Mahasiswa STT NF sebagai Kepala departemen Pendidikan dan keilmuwan BEM STT NF tahun 2014, ia juga pernah tercatat sebagai salah satu pendiri dan ketua umum Lembaga Dakwah Kampus, SENADA STT NF yang di dirikan pada tahun 2015. Selain itu, hobinya dalam menulis juga pernah mengantarkannya diundang dalam Seminar Nasional Sistem Informasi, di ITS Surabaya pada 2015 lalu, untuk mempresentasikan makalah ilmiah tentang knowledge sharing. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, Dimana ia juga pernah aktif sebagai volunteer di Dompet Dhuafa dan Pecinta Anak Yatim Jakarta. Semua akivitas ini ia lakukan demi mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ditanamkan di STT NF.

Sebagai seorang mahasiswa yang merasakan nikmatnya pendidikan di bangku kuliah, maka sudah menjadi kewajiban baginya untuk bisa menyebarkan kebermanfaatan atas ilmu yang didapat. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, masyarakat sekitar dan bangsa. Menurutnya, ”Sampai sejauh mana kontribusi seorang mahasiswa adalah cerminan motivasi untuk terus berprestasi. Dimana tingkat kebermanfaatan mahasiswa terlihat tidak hanya di kelas, juga melalui lembaga, komunitas atau bahkan gerakan sosial yang dilakukannya”.

Hobi yang dimiiki oleh pemuda ini adalah blogging, programming, membaca novel, bermain bulutangkis dan mengajar. Salah satu hobinya, yaitu mengajar, berhasil membuatnya mengenal salah satu bidang pekerjaan yang cukup mengasyikkan, itu adalah saat dimana ia dipercaya sebagai trainer Oracle Database di DitJen Pajak dan juga asisten trainer Database di Pusdiklat Keuangan Umum, Kemenkeu. Inilah salah satu jalan yang membuatnya dikenal sebagai mahasiswa dan alumni dari STT NF oleh masyarakat luas dan professional lainnya. Sebuah bekal ilmu yang ia dapatkan sejak kuliah hingga saatnya dipercaya sebagai trainer di lembaga pemerintah adalah nikmat dan peluang baginya untuk mengembangkan diri serta membawa nama kampus agar makin dikenal dengan prestasi. Hingga saat ini setelah ia lulus, ia dipercaya untuk bergabung bersama tim project sebagai Business intelligent Analyst di SKK Migas, bersama tim dari PT. LAPI ITB.

Satu kunci rahasianya selama ini ialah tidak pernah lepas meminta doa restu dari orangtua. Baginya, orang tua sangat berjasa, terutama Ibu. Bagaimanapun kondisinya, ia selalu bercerita dan memohon doa tentang apa yang ia akan kerjakan. Baginya, berikhtiar maksimal untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi orang banyak juga merupakan amal jariyah bagi orangtua.<>

Kegiatan lain yang harus dilakukan di bulan Ramadhan ialah:

8. I’tikaf

I’tikaf adalah tetap tinggal di masjid untuk taqqarrub kepada Allah Swt dan menjauhkan diri dari segala aktifitas keduniaan, sebagaimana hadist Nabi Saw: “Rasulullah saw ketika memasuki sepuluh hari terakhir menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya” (HR.Bukhari dan Muslim).

9. Umrah

Umrah pada bulan Ramadhan juga sangat baik dilakukan sebagaimana hadits Rasulullah Saw: “Agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah saw” (HR.Bukhari dan Muslim).

10. Motivasi Berpuasa karena Allah.

“Semua amal anak Adam adalah untuknya, satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Swt berfirman: kecuali puasa, ia adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya. Sesungguhnya ia telah meninggalkan syahwatnya, makanannya, dan minumannya demi Aku.” Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan, yakni pertama waktu berbuka dan kedua, waktu bertemu Robbnya. Sungguh bau tidak sedap mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah Swt daripada minyak misik.

11. Memberikan Makanan pada Orang yang Berbuka Puasa.

“Barangsiapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa dan yang berpuasa itu tidak dikurangi pahalanya sedikitpun” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

12. Mengakhirkan Sahur dan Menyegerakan Berbuka Puasa

“Bersahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu ada keberkahan” (HR Muslim). Dan makan sahur merupakan pembeda puasa orang Mukmin dengan orang kafir.

13. Menjaga Anggota Tubuh

Menjaga mata, telinga dan lidah serta anggota-anggota tubuh lainnya dari perbuatan yang tidak ada faedahnya, dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak menjauhkan kata-kata dan perbuatan bohong, maka Allah tidak menerima puasanya” (HR Bukhari).

14. Memberi Perhatian Lebih kepada Keluarga

Memberikan perhatian yang lebih besar, baik moral ataupun material kepada keluarga dan sanak famili serta memperbanyak sedekah kepada fakir miskin. Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, dan beliau saw lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan. Ketika bertemu Jibril ‘alaihis salam berkata, “Sungguh kedermawanan beliau saat itu lebih kuat daripada angin yang bertiup” (HR Muttafaqun ‘alaih).

15. Pandai Menentukan Skala Prioritas Amal

Dalam Ramadhan banyak sekali amal-amal sunah yang dapat kita lakukan. Oleh karena itu, kita harus pandai mengutamakan amal yang lebih penting, yang lebih banyak manfaatnya dan lebih cepat mengantarkan ke surga, baik berupa berjuang di jalan Allah dalam menegakkan kalimat-Nya ataupun berinfaq fi sabilillah, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dan sahabat-sahabatnya.

Ketika orang-orang minta dispensasi dari berinfaq dan berjihad, Rasulullah saw bersabda: “Tidak bershadaqah, dan tidak berjihad? Jadi, dengan apa kamu ingin masuk surga? “

Shalat tarawih adalah shalat sunnah, jangan sampai karena mengejar pahala sunnah hal-hal wajib yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya justru kita tinggalkan, misalnya tuma'ninah dalam shalat dan membaca Al Qur'an dalam shalat dengan tartil. (Choniyu Azwan)

1. Meningkatkan kesadaran Muraqabah

Kita harus selalu merasa diawasi (muraqabah) terus oleh Allah swt yang Maha Mengetahui, dan selalu menyadari bahwa diri kita tengah berpuasa. Kita tengah beribadah dalam rangka mencapai ketaqwaan. Allah SWT berfirman :

“Dan agar kamu mengagungkan Allah sesuai dengan apa yang ditunjukkan kepadamu.” (QS Al Baqarah: 185)

2. Berinteraksi dengan Al-Quran

Sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Quran (QS 2:185), Ramadhan adalah bulan saat diturunkannya Al-Quran, yang menjadi pedoman manusia hidup di dunia ini. Sebagai pedoman, sudah sepatutnya kita harus sering membaca dan memahami al-Qur’an. Imam Az Zuhri pernah berkata: “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita (selain shiyam) ialah membaca Al-Quran.” Membaca Al-Quran tentu harus memperhatikan tajwid dan esensi dasar dari diturunkannya Al-Quran untuk direnungkan (tadabbur), dipahami, dan diamalkan.

3. Menuntut Ilmu dan Menyampaikannya

Pada bulan Ramadhan, hati dan pikiran kita dalam keadaan bersih dan jernih, sehingga sangat siap untuk menerima ilmu yang diberikan Allah swt. Waktu-waktu seperti setelah subuh, setelah dzuhur dan menjelang berbuka sangat baik untuk menuntut ilmu.

4. Mencari Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan dan merupakan salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Islam. Malam ini memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan. Ketika kita beramal di malam itu berarti seperti beramal dalam seribu bulan. Akan tetapi, malam ini waktunya dirahasiakan Allah swt. Oleh karena itu, Rasulullah saw menganjurkan untuk mencarinya sebagaimana sabdanya: ”Carilah di sepuluh terakhir bulan Ramadhan, dan carilah pada hari kesembilan, ketujuh dan kelima.” Apa yang dimaksud dengan hari kesembilan, ketujuh dan kellima? Nabi Saw berkata: ”Jika sudah lewat 21 hari, maka yang kurang 9 hari, jika sudah 23 yang kurang 7, dan jika sudah lewat 5 hari yang kurang 5.” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Al Baihaqi)

5. Shalat Tarawih

Ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw di malam Ramadhan adalah Qiyamu Ramadhan, diisi dengan shalat malam atau yang kenal dengan nama shalat Tarawih. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw: “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan dengan penuh iman dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang telah lalu.”

6. Shadaqah, Infak dan Zakat

Sebagaimana tercantum dalam hadist Nabi Saw: “Sebaik-baiknya sedekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan” (HR Al Baihaqi, Al Khatib dan At Turmidzi). Salah satu bentuk shadaqah yang dianjurkan adalah memberikan santapan untuk berbuka puasa sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa yang memberi makanan kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

7. Memperbanyak Zikir, Doa dan Istighfar

Zikir, Doa dan Istighfar adalah aktifitas yang sangat penting dan berbobot tinggi, namun ringan untuk dilakukan oleh umat Islam. Kita harus memperbanyak berdoa di bulan Ramadhan karena doa orang yang sedang berpuasa sangat mustajab. Berikut waktu yang mustajab untuk berdoa dan melakukan zikir, termasuk untuk beristighfar:

  • Saat berbuka puasa
  • Sepertiga malam terakhir, yaitu ketika Allah swt turun ke langit dunia dan berkata: “Siapa yang bertaubat? Siapa yang meminta? Siapa yang memanggil? Sampai waktu subuh” (HR Muslim).
  • Waktu sahur
  • Pada hari Jum’at, yaitu di saat-saat terkahir pada sore hari.
  • Duduk untuk zikir, berdoa dan istighfar di masjid setelah menunaikan shalat shubuh sampai terbit matahari. (Choniyu Azwan)
Wednesday, 01 June 2016 02:47

Keutamaan Bulan Ramadhan

Written by

Ramadhan adalan bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan Islam). Bulan ini sangat istimewa bagi umat Islam karena terdapat banyak keutamaan di dalamnya. Ibarat petani, bulan Ramadhan adalah bulan saatnya panen raya. Diibaratkan panen raya karena bulan ini merupakan waktu dimana berbagai amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, jauh melebihi waktu-waktu di luar Ramadhan. Berikut beberapa firman Allah SWT dan Sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan:

1. Bulan Pendidikan untuk Mencapai Ketaqwaan

Allah SWT berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (QS. Al Baqarah 183)

2. Ramadhan adalah Bulan diturunkannya Al-Quran

Allah SWT berfirman :

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah 185)

3. Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan (Lailatul Qadar)

Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Sesungguhnya bulan (Ramadhan) telah datang kepada kalian, di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak mendapatinya, maka ia telah kehilangan banyak sekali kebaikan.“ (diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dihasankan oleh Al Mundziry )

4. Bulan Pernuh Keberkahan

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu- pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan- syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya." (HR Ahmad, An-Nasa’i, dan Baihaqi).

5. Ramadhan Bulan Pengampunan Dosa

Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)

Rasulullah juga bersabda :

“Shalat yang lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

6. Bulan Dilipatgandakanya Amal Shalih

Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa'ban:

“Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaungi. Bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamul lail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari-Muslim).

7. Dibuka Pintu Surga, Ditutup Pintu Neraka

Rasulullah SAW bersabda:

“Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim)

Keutamaan bulan Ramadhan sangat luar biasa. Sudah sepantasnya jika kita mempersiapkan diri menyambut bulan yang agung tersebut dengan persiapan yang cukup, baik fisik, rohani, maupun ilmu agar ibadah yang kita jalankan lebih sempurna dan mendapatkan semua yang dijanjikan Allah SWT. (Choniyu Azwan)

Page 1 of 3