Alfian Rahmatulloh atau biasa disapa Alfian merupakan salah satu mahasiswa di STT Terpadu Nurul Fikri jurusan Teknik Informatika semester 5. Alfian Berdarah suku jawa, lahir di Lamongan pada tanggal 12 September 1997. Alfian menceritakan kisah mengapa bisa mengenal dan menjadi keluarga di STT Terpadu Nurul Fikri dalam menempuh pendidikan. Semua itu bermula disaat seorang dosen yaitu Pak Henry Mgs (Almarhum ) yang memberikan rekomendasi STT Terpadu Nurul Fikri sebagai tempat kuliah yang tidak hanya bagus dalam teknologi namun juga memiliki visi character building campus, melalui Dosen tersebut alfian tertarik dan mendaftar di STT Terpadu Nurul Fikri hingga akhirnya melanjutkan jenjang pendidikan di STT Terpadu Nurul Fikri.

Mendapatkan pengalaman dan teman baru merupakan hal berkesan yang didapatkan selama berkuliah di STT NF sendiri. Pengalamannya bertambah ketika mengikuti organiasasi di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) sehingga membuat dirinya dapat mengerti dan memahami bagaimana karakter teman – temannya, membangun dan menyelesaikan tugas dan acara, mengambil keputusan, dan melatih kepemimpinan.

Tidak hanya aktif di BEM STT-NF, Alfian juga seorang aktifis IT Club Desain Mudeng dan Editing Video STT-NF. Sosok Alfian sendiri merupakan mahasiswa yang pantang menyerah dalam membangun dan melakukan suatu kegiatan, dan memiliki keinginan kuat untuk mencapai perubahan yang diterapkanya. Melalui IT Club sendiri Alfian telah menciptakan berbagai pelatihan yang cukup sangat bermanfaat bagi banyak orang, adanya IT Club Design di kampus, membuat mahasiswa merasa terbantu dengan pelatihan yang sudah diselenggarakannya.

Saat ini, kesibukan Alfian menjadi Programmer di Startup Daeng. Daeng merupakan Stratup baru yang masih terus berkembang dan bergerak pada bidang teknologi. Alfian memiliki kemampuan Programming dengan mengikuti berbagai pelatihan mulai dari junior web developer yang diadakan di bpptik, android kejar selama 3 kali, dan web standar yang diadakan di STT NF. Menurutnya pelatihan tersebut menjadikan dirinya telah cukup handal dan profesioanal dalam menerima berbagai job seperti mengajar, membuat video bahkan membuat aplikasi yang sangat cukup sulit dalam pengerjaannya.

Alfian pernah mengikuti Perlombaan Google Firabase Hackaton. Firebase adalah Teknologi Google yang digunakan untuk mengupdate data secara realtime. Alfian mendapatkan kesempatan dan pengalaman yang pengalaman berharga ketika mengikuti kompetisi tersebut, mulai dari mendapatkan fasilitas yang memadai, materi dan wawasan yang berharga, rasa berkompetisi yang tinggi antar tim serta menambah wawasan tentang teknologi Firebase yang langsung dijelaskan oleh pihak Google.

Published in Kisah dan Curhat

Rabu 27 Desember 2017, Beasiswa Jakarta telah melakukan peresmian penerimaan Beasiswa Jakarta kepada seluruh Mahasiswa di Jakarta di Balai Kota Jl Merdeka Jakarta. Acara tersebut diresmikan oleh gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Pada acara tersebut Gubernur Jakarta menyampaikan bahwasannya beasiswa tersebut dibiayayai dari uang masyarakat dan kembali untuk membiayai masyarakat lagi, diharapkan para mahasiswa yang ikut hadir dalam peresmian tersebut setelah menjadi sarjana dan sudah cukup mampu dalam dunia pekerjaan, dapat memberikan beasiswa serupa kepada generasi penuntut ilmu selanjutnya. Pidato singkat yang diberikan oleh gubernur DKI sendiri memberikan kesan yang cukup mendalam.

Beasiswa Jakarta merupakan salah satu program pendidikan di Provinsi Jakarta. Dibentuk dan diperkenalkan sejak tahun 1952 dan terus berkembang hingga saat ini. Beasiswa Jakarta sendiri membantu membiayai program pendidikan para pelajar dan mahasiswa yang ada diseluruh provinsi Jakarta. Program beasiswa yang ditawarkan sendiri meliputi beasiswa reguler, beasiswa Skripsi, Beasiswa Tesis dan Beasiswa Disertasi.

STT Terpadu Nurul Fikri merupakan salah satu penerima Beasiswa Jakarta, dengan delapan peserta yang mendaftar dan lulus pendftaran seleksi. Didampingi oleh kemahasiswaan Bapak David menghadiri acara peresmian tersebut. Pada kesempatan tersebut Pak David mengharapkan pendaftar beasiswa Jakarta untuk pendafataran selanjutnya akan terus bertambah dan antusias dalam mengikuti program beasiswa Jakarta selanjutnya.

Published in Pojok Mahasiswa

Namanya Izzati Nida, perempuan kelahiran April 1995 merupakan mahasiswi jurusan Teknik Informatika angkatan 2013. Mahasiswa tingkat akhir ini merupakan mahasiswa yang cukup kreatif dalam mengembangkan usaha kuliner kecil-kecilannya. Bagaimana tidak, Izzati yang saat ini sibuk dengan magang dan tugas akhirnya namun masih bisa menyisihkan waktu di pagi hari untuk membuat dagangan kentang melted, tidak sampai disitu saja mahasiswa bertubuh mungil ini juga dikenal sebagai wanita yang menyukai hobi hiking dan traveling ke daerah-daerah di Indonesia.

Menurutnya, hiking bisa melepaskan penat karena aktivitas yang sangat padat serta dapat melatih kebugaran tubuh, terlebih lagi di daerah gunung tidak membuatnya cepat gerah karena hawanya yang cukup nyaman dan adem. Ia memulai hobi hiking sejak masih duduk di bangku SMP, berbagai gunung pun telah didaki, mulai dari Gunung Gede, Salak, Cikuray dan Papandayan. Sayangnya, di suatu perjalanan mendaki gunung, Izzati mengalami cidera pada kakinya yang mengakibatkan dirinya harus vakum beberapa saat untuk kembali hiking, namun itu tidak menyurutkan niatnya untuk kembali melakukan hiking dan traveling.

Tidak hanya gemar mendaki, Izzati juga memiliki keahlian design menggunakan AI (Adobe Ilustrator) dan photoshop. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya meraih juara 1 di kompetisi mobile App Hexion Binus University dan kompetisi Web App IT festival UHAMKA sebagai Chief Management Officer (CMO). Menurutnya, kerja sama tim dan konsisten dalam berkarya sangat diperlukan untuk mencapai suatu keberhasilan.

Published in Kisah dan Curhat

Lizza Noor Azizah merupakan Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri yang meraih kejuaraan Pencak Silat, saat ini Lizza masih duduk di semester 3 jurusan Sistem Informasi, Lizza memiliki bakat dan minat pencak silat sejak kecil sehingga Lizza mulai menyalurkan hobinya di berbagai ajang perlombaan, salah satu ajang perlombaan yang diikuti adalah kompetisi pencak silat yang diselenggarakan oleh Baladhika Karya, walaupun seorang perempuan namun Lizza tidak membatasi dirinya untuk menyukai bidang olahraga terutama pencak silat yang biasanya identik dengan kaum pria.

Lomba ini diselenggarakan oleh Baladhika Karya di Sport Center GOR Purnawarman Purwakarta di jalan Purnawarman timur kelurahan Sindang Kasih Purwakarta pada tanggal 14 – 16 Oktober 2017. Lizza melakukan pertandingan dua kali sampai pada akhirya Lizza dapat memenangkan Juara Umum II. Bagi Lizza, kuliah bukanlah menjadi penghalang untuk berprestasi di bidang non-akademik, serta bagi seorang muslimah seperti Lizza jilbab dan pakaian menutup aurat bukan menjadi hambatan untuk tetap berkecimpung di dalam dunia pencak silat. 

Prestasi bukanlah hanya di bidang akademik saja, prestasi juga dapat berasal dari non akademik seperti mengikuti perlombaan, mengikuti orgaisasi, menjadi volunteer, dll. Sebuah hobi jika dilakukan dan dirutinkan secara terus menerus maka akan menjadi sebuah passion bagi diri kita, sama halnya yang dialami dengan Lizza, dia mengetahui minat dan bakatnya kemudian diikuti dengan latihan yang tekun sehingga bisa berprestasi pada bidang non-akademik.

Published in Pojok Mahasiswa
Thursday, 02 November 2017 12:44

Mahasiswi STT Nurul Fikri di Tokyo, Jepang

Siapa yang tak kenal dengan Negeri Sakura itu?

 

         Ketika diumumkan bahwa kegiatan openSUSE.Asia Summit 2017 di Jepang, saya langsung berfikir “Kesempatan untuk bertemu dengan para pengguna, pengembang serta komunitas openSUSE dari berbagai macam negara dan berkunjung ke Tokyo, Jepang.”

           Pendaftaran Call of Paperuntuk menjadi salah pembicara pada acara tersebut dibuka pada Tanggal 7 Juli dan batas pengumpulan terakhir pada 14 Agustus 2017. Selama masa pendaftaran tersebut, rasanya ingin mengumpulkan (submit) ide, namun ada rasa bimbang dalam hati “Apakah ide tersebut akan lolos seleksi?” dan “Apakah ide ini perlu dan menarik untuk disampaikan?”.

          Seminggu sebelum pendaftaran ditutup, terus mengecek dan membuka website pendaftaran, tapi dengan hasil kosong. Akhirnya bertanya-tanya dengan teman yang lain, namun masih satu komunitas dengan saya yaitu GliB. Mendapat dorongan untuk mendaftar dan beberapa teman sebelumnya sudah mengumpulkan idenya.

            Akhirnya saya memutuskan mengumpulkan ide pada tanggal 14 Agustus 2017, tepat pada hari terakhir pendaftaran “Call of Paper” tersebut. Saya memilih untuk membawakan materi tentang LibreOffice”, dengan judul Write Your Story with OpenSource”.

              Rasanya tak sabar, menunggu kabar pengumuman melalui e-mail. Pengumuman diumumkan pada tanggal 4 September 2017. Pada malam pengumuman beberapa teman bercerita telah mendapat pesan konfirmasi bahwa idenya lolos. Dalam hati “Kok saya belum ada e-mail masuk ya, apa tidak lolos?”, dan selang beberapa puluh menit kemudiansaya mendapatkan pesan masuk baru pada e-mail. Allhamdulillah, pesannya berupa konfirmasi dari Fominobu Takeyama bahwa ide saya lolos dan akan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE.Asia Summit 2017 di Tokyo, Jepang.

            Sejak pemberitahuan itu saya dapatkan, saatnya mulai urus surat-surat untuk keberangkatan. Dibantu dengan Om Edwin Zakaria dan beberapa teman lainnya. Dimulai dari Passport (maklum belum punya) dan kemudian pesan tiket pesawat, penginapan dan terakhir mengurus Visa kunjungan ke negera Jepang. Setelah semuanya terurus, saatnya menyelesaikan presentasi yang akan saya bawakan pada acara tersebut.

          Bahagia rasanya bisa mengunjungi Jepang dan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE. Asia Sumiit 2017. Jepang sejak dulu menjadi salah satu negara yang ingin saya kunjungi, dan akhirnya saya bisa merasakannya.

          Finally, pokoknya banyak banget pengalaman yang didapat dari acara tersebut. Kenangan-kenangan yang terjadi disana akan sulit untuk dilupakan.

Terima kasih semua untuk semuanya, terutama panitia lokal yang telah bekerja keras untuk berlangsungnya acara keren tersebut.

 

 

          Udah telat belum ya?. Pasti banyak yang bertanya-tanya, “Apa itu openSUSE. Asia Summit?”. Oh iya, sebelumnya saya ingin menjelaskan tentang openSUSE. Asia Summit. openSUSE Asia Summit adalah acara yang mempertemukan kontributor dan pengguna openSUSE. Acara yang diadakan setiap tahun ini dilaksanakan pada tiap tempat yang berbeda dimulai dan dilaksanakan selama dua hari.

                Di sini mereka bisa saling berbagi pengalaman, belajar teknologi perangkat lunak bebas dan open source, hingga bincang-bincang bebas terutama mempromosikan openSUSE di seluruh dunia dan di Indonesia khususnya, supaya semakin banyak orang yang tertarik dengan openSUSE dan berusaha jadi pengguna maupun kontributor, menyatukan pengguna openSUSE di Indonesia dan Asia untuk meningkatkan kualitas jaringan dan kolaborasi, memperluas penetrasi openSUSE di sektor bisnis dan pemerintahan, serta menginspirasi orang-orang mengenai kebebasan di dunia FLOSS.

               openSUSE.Asia Summit sudah tiga kali dilaksanakan, dan pada tahun ini akan segera terlaksana kembali. Sebelumnya, tahun 2014 di Beijing/Tiongkok kemudian tahun 2015 di Taipei, tahun 2016 dilaksanakan di Yogyakarta Indonesia tepatnya di UIN Sunan Kalijaga dan pada tahun 2017 ini dilaksanakan di Tokyo Jepang tepatnya di Universitas Komunikasi Elektro. Pada tahun 2017, kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21-22 Oktober 2017.

 

 

Sampai jumpa di tahun depan.

Senang bisa berjumpa dengan kalian!

Published in Kegiatan Kampus

Pada hari Selasa, 19 September 2017 di Ruang Auditorium STT Terpadu Nurul Fikri diadakan Kuliah Umum yang berjudul “Design Thinking”. Kuliah umum ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa angkatan 2015-2017. Kuliah umum tersebut berbentuk workshop yang dipandu oleh pembicara dan dibantu oleh beberapa fasilitator yang merupakan mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri juga. Fasilitator hanya mendampingi setiap kelompok untuk mengerjakan worksheet yang dipandu oleh pembicara.  Sebelum masuk ke workshop, terdapat sambutan yang dibawakan oleh Ketua STT Terpadu Nurul Fikri yaitu Pak Ahadiyat,S.Sos,M.M.  Setelah sambutan, maka dimulai sesi workshop oleh Pembicara.

Sesi workshop dilakukan selama kurang lebih 3 jam. Pembicara menjelaskan tentang Design Thinking. Desighn thinking merupakan suatu pemikiran yang telah dipakai oleh banyak orang yang telah sukses. Mereka berusaha melawan asumi dari pemikiran yang dibuat oleh mereka sendiri. Misalnya contoh pendiri Teh Botol Sosro sekitar 40 tahun yang lalu Pak Sosrodjojo berpikir bagaimana jika membuat Teh dalam botol lalu dijualnya. Pada saat itu banyak orang menertawakan idenya. Tetapi berdasarkan keyakinannya dan Pak Sosrodjojo telah berhasil mengalahkan asumsi-asumsi yang ada di pikirannya dan lingkungannya, maka ternyata saat ini Teh Botol Sosro sangat digemari oleh banyak kalangan di Indonesia.

Setiap kelompok diberikan beberapa tema untuk nantinya dipilih sebagai tema yang diangkat untuk melakukan brainstorming. Setelah setiap kelompok memilih tema, kemudian mulai melakukan brainstorming dan mengisi lembar kerja yang diberikan oleh pihak CIMB X dengan dipandu oleh fasilitator masing – masing.

Di akhir sesi workshop, terdapat pitching (presentasi terkait hasil brainstorming) yang dilakukan oleh ketua masing- masing kelompok. Setelah sesi pitching, pengumuman mahasiswa berprestasi yang diraih oleh Muhammad Syaiful Romadhon SI 2015 dan Muhammad Isfahani Ghiyat TI 2015. Kuliah selesai kurang lebih pukul 12.15 WIB. Dan setelah kuliah umum, mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri kembali kuliah dengan mata kuliahnya masing – masing.

Published in Kegiatan Kampus

Saat ini Etnis Rohingya kembali menjadi sorotan dunia, masih dalam masalah yang sama yaitu terjadinya krisis kemanusiaan dan diskriminasi terhadap minoritas di Negara Myanmar tepatnya Myanmar bagian Rakhine. Konflik ini terjadi akibat adanya diskriminasi kewarganegaraan, dikutip dari laman rappler.com menurut ahli sejarah dan warga setempat kaum rohingya merupakan kaum atau etnis asli Negara bagian Rakhine sejak abad ke-19 ketika Myanmar masih dijajah oleh Inggris. Namun pemerintah Myanmar tidak mengakui kaum Rohingya sebagai warga negara atau kelompok etnis mereka. Hanya sekitar 40.000 yang diakui oleh pemerintah Myanmar dan diberikan hak kewarganegaraan.

Melihat keadaan darurat ini, Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri ambil sikap dengan menggelar Aksi Kemanusiaan Galang Dana Untuk Rohingya dengan tema “ WE CARE ABOUT ROHINGYA ” di Pos Polisi Simpang Perbatasan Depok pada hari Senin (10/09/2017) pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Aksi ini merupakan kegiatan kolaborasi antara LDK Senada, BEM dan DPM STT Terpadu Nurul Fikri yang dikoordinatori oleh Miftah Amarullah mahasiswa SI/2015.

Aksi Galang Dana ini akan dilakukan selama satu pekan di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri, dimulai dari hari Senin hingga Sabtu dan Galang Dana di Jalan pada hari Senin di Pos Polisi Simpang Perbatasan Depok dan Rabu di Lampu Merah Juanda-Margonda Depok. Aksi ini diikuti oleh sebagian besar mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri dengan tujuan untuk sedikit membantu meringankan penderitaan saudara di Rohingya dalam bentuk materi.

Tak hanya Galang Dana, dalam Aksi ini Mahasiswa juga melakukan Orasi, Pembacaan Puisi dan ditutup oleh pernyataan sikap dari Ketua LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri yaitu Dhani Fitriansyah. Dana terkumpul nantinya akan dikirimkan melalui Lembaga Sosial Nasional yaitu PKNU. Semoga konflik ini segera berakhir baik di Rohingya maupun di negara manapun dan donasi kami dapat meringankan dan membantu memenuhi kebutuhan mereka. Silahkan kirimkan donasi terbaikmu ke BNI Syariah 0558429116 an LDK Senada STT NF.

Published in Pojok Mahasiswa
Monday, 04 September 2017 03:17

MTQ MN XV 2017

Semua berawal ketika ada info MTQMN (Musabaqoh Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional) XV 2017, saya pun mencoba mendaftarkan diri untuk diseleksi dari kampus. Pada hari yang telah ditentukan seleksi pun dimulai, kami diminta untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Banyak dari kami yang mendapatkan koreksi dari penguji termasuk saya guna kembali memperbaiki bacaan kami karna sangat penting mengingat apa yang akan kita baca adalah mukjizat terbesar Rasulullah SAW dan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Alhamdulillah saya terpilih untuk mewakili STT Terpadu Nurul Fikri dengan kategori tartilil Qur’an. Karena masih memiliki waktu sampai hari berlangsungnya MTQ MN di Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang maka kami pun melakukan pelatihan baik itu yang sudah disediakan oleh kampus maupun latihan individu masing-masing, baik itu dengan guru kami maupun tilawah setiap harinya agar lidah kami selalu terbiasa dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Telah tiba waktu untuk pergi ke kota Malang dimana MTQMN digelar, saya pun berangkat dengan ojek online menuju st. Tanjung barat karena telah ditunggu oleh mahasiswa/i STT NF yang menjadi peserta MTQ MN juga untuk berangkat ke st. Pasar senen karena keberangkatan kami dari sana. Setiba di st. Pasar senen kami pun menunggu kereta kami yang akan berangkat pukul 17.30 dan akan tiba di Malang pukul 10.00. Waktu perjalanan selama 16 jam tidak terasa di kereta karena diisi dengan canda tawa dari kami untuk menenangkan hati agar tidak gugup saat sampai di Kota Malang. Sesampainya di Malang kami pun disambut oleh LO (Liason Officer) kami yang bernama mas Musleh Kadafy dengan ramah untuk mengantarkan kami ke asrama kami di UIN Maliki (Maulana Malik Ibrahim). Setelah sampai di asrama kami pun bersiap untuk sholat jum’at, setelah itu kami di briefing oleh official kami yaitu bang yudo dan kak nina tentang situasi perlombaan besoknya. Malam hari tiba kami pun pergi ke Universitas Brawijaya untuk menyaksikan pembukaan MTQ MN XV 2017, sebuah pembukaan yang spektakuler yang masih terbayang di ingatan saya. Bagaimana pesembahannya, pencahayaannya, dan penampilan qori yang menggetarkan hati kami semua.

Hari telah berganti, setelah selesai sholat shubuh berjama’ah di Masjid UIN Maliki kami pun bersiap untuk menuju Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) menggunakan bus yang telah disediakan oleh panitia MTQMN untuk mengikuti babak penyisihan. Karena kategori yang berbeda kami pun berpisah untuk menuju tempat seleksi masing-masing. Untuk Kategori Tartilil Qur’an yang mewakili STTNF ada 2 mahasiswa yaitu saya dan Afifah Sausan yang juga menjadi teman sekelas saya di Kampus STTNF, kami pun didampingi oleh kak nina selaku official kami. Setiba di tempat penyisihan kami pun diminta untuk registrasi ulang dan mengambil nomor urut tampil kami dan dipersilakan duduk untuk menunggu giliran pengambilan maqro bacaan kami.

Sambil menunggu dimulainya babak penyisihan saya pun mencoba menenangkan hati dengan membaca Al-Qur’an. Pada pukul 08.00 babak penyisihan pun dimulai oleh MC di kategori tartilil qur’an, setelah pembukaan selesai MC pun memanggil peserta pertama untuk mengambil maqro bacaan dan bersiap untuk naik ke panggung. Waktu terus berlalu dan peserta mulai bergantian melantunkan ayat suci Al-Qur’an sesuai maqro bacaan yang mereka ambil. Sesaat sebelum saya maju untuk mengambil maqro ternyata ada break selama 15 menit, saya menggunakan waktu tersebut untuk berwudhu lagi untuk menenangkan hati saya. Pada pukul 10.10 penyisihan pun dimulai kembali dan nama saya pun dipanggil untuk mengambil maqro bacaan, dan saya pun mendapat maqro QS. Al-Hajj ayat 1-5.

Saya pun dipersilakan untuk naik ke panggung dan masuk kedalam ruangan kaca yang kedap suara. Gugup yang saya rasakan sesaat sebelum tampil membuat saya kurang percaya diri saat akan memulai bacaan. Lampu hijau telah menyala pertanda diizinkannya memulai bacaan. Saya pun mulai membaca dengan hati-hati agar tidak ada kesalahan dalam bacaan saya, pada ayat terakhir saya melakukan kesalahan kecil yang menyebabkan pengurangan terhadap nilai saya. Lampu merah telah menyala menandakan akhir dari bacaan, saya pun mengakhiri bacaan saya. Alhamdulillah tidak ada kesalahan fatal terhadap bacaan saya, walaupun sempat terpeleset di ayat terakhir dikarenakan kurang menarik nafas saat akan memluai bacaan kembali, tapi saya tidak menyesal karena telah berani tampil dan sudah memberikan yang terbaik untuk STT NF. Saat selesai di kategori tartilil kami pun melihat seleksi kategori yang lain dan disana kami bertemu dengan LO kami lainnya yaitu mba Ulyl. Setelah kami semua selesai melaksanakan seleksi di hari itu kami pun kembali ke asrama masing-masing.

Hari pun terus berganti, Tak lupa kami pun diberikan penawaran untuk sekadar jalan-jalan dibeberapa objek wisata di Kota Malang oleh panitia MTQMN, kami pun setuju untuk memilih Pantai Balekambang dan Pantai Goa Cina. Tiba hari dimana kami akan pergi jalan-jalan di Kota ngalam (Malang) begitu sebutan orang sana, mereka sering membalik perkataan mereka seperti “arek malang” menjadi “kera ngalam”, “singo edan” menjadi “ongis nade” dan banyak lagi. Kami diminta untuk berkumpul di depan masjid UIN Maliki untuk menunggu bus keberangkatan menuju destinasi tujuan kami bersama dengan peserta MTQMN lainnya oleh panitia Seharian penuh kami bermain pasir dan air di kedua pantai tersebut, tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 16.00 yang menandakan kami harus kembali ke bus kami untuk perjalanan pulang menuju asrama kami di UIN Maliki.

Hari kembali berganti, jam menunjukkan pukul 04.30 kami pun disambut dengan lantunan adzan shubuh dan udara dingin kota Malang dan kami pun bersiap untuk sholat shubuh. Setelah sarapan pagi kami pun kembali menuju Universitas Brawijaya untuk melihat pengumuman seleksi dan berjalan-jalan di bazaar MTQMN untuk membeli buah tangan. Kabar hasil pengumuman kami sudah kami terima dan Alhamdulillah Allah belum mengizinkan kami untuk melaju ke babak final, mungkin ini adalah teguran dari Allah agar kami terus belajar dan berjuang lagi dikemudian harinya. Kekalahan tersebut tidak membuat kami berkecil hati, karena seperti kata official kami “ngga usah sedih dan nyesel mungkin Allah belum mengizinkan kalian masuk ke babak final tapi Allah sudah mengizinkan kalian untuk mendapatkan pengalaman berharga ini yang ngga bisa di dapetin sama mahasiswa Nurul Fikri lainnya, tetep semangat belajar Al-Qur’an nya semoga MTQMN selanjutnya Allah mengizinkan kalian lagi untuk kembali ikut serta dan bisa masuk final”. Pengalaman yang sudah kami dapat dari Malang tersebut In Syaa Allah menjadi modal kami dan mahasiswa Nurul Fikri lainnya untuk MTQMN XVI 2019.

Tidak terasa sepekan sudah kami di Kota Malang, kami pun harus kembali ke Kota Depok untuk kembali melakukan aktivitas kami disana. Saat akan pulang kami pun berpamitan dengan LO kami disana, sayangnya kami hanya dapat bertemu dengan mas musleh karena mba ulyl masih ada urusan di Universitas Brawijaya. Sebelum naik ke mobil yang akan mengantarkan kami ke st. Malang Kota baru saya dan nendi sempat berfoto dengan mas musleh untuk mengabadikan momen terakhir kami di MTQMN XV 2017 tersebut.

Demikian sedikit kisah saya saat berada di Malang dalam Kompetisi Musabaqoh Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional ke-15 Tahun 2017 (MTQ MN XV 2017), Semoga kisah singkat tersebut dapat menginspirasi siapa saja yang membacanya.

Published in Kisah dan Curhat
Thursday, 23 March 2017 06:41

Sekolah Mapres Perdana

Masih dalam satu rangkaian dengan Sekolah Mapres, STT Terpadu Nurul Fikri memulai agenda Sekolah Mapres pada hari Senin pukul 14.00 sd/ selesai. Acara ini dilaksanakan Kampus STT Terpadu Nurul Fikri Gedung B2 dengan peserta yang cukup banyak, Sekolah Mapres perdana ini dilaksanakan untuk melatih para calon Mahasiswa dan mahasiswi berprestasi dalam membuat Curriculum Vitae Mahasiswa Berprestasi.


Agar peserta lebih memahami materi penulisan CV ini, STT Terpadu Nurul Fikri mendatangkan langsung narasumber yang merupakan Alumni Mapres Universitas Indonesia Fakultas FMIFA angkatan 2011, Beliau adalah Andika Rizky Sulyat. Andika mengawali materinya dengan memperkenalkan diri dan menceritakan beberapa pengalaman luar biasa yang bisa didapatkan dari mengikuti Sekolah Mapres, “Dengan kita ikut serta dalam Mapres ini, akan banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan, salah satunya adalah kita bisa mendapatkan banyak teman sehingga dapat memperluas jaringan dan kita juga bisa dengan mudah mendapatkan informasi mengenai beasiswa untuk S2 dalam negeri maupun luar negeri” Ungkap Andika dengan semangat untuk memberikan motivasi kepada peserta sekolah mapres ini.


Sebenarnya semua mahasiswa bisa menjadi mapres asalkan memiliki niat dan kemauan karena syarat utama menjadi mapres adalah Prestasi akademik, kreatif dan memiliki attitude yang baik, seiring waktu berjalan semua itu bisa kita lakukan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemilihan mahasiswa berprestasi dewan juri akan menilai dari prestasi yang dimiliki, berbahasa inggris, mengumpulkan karya tulis originalnya, CV dan mempresentasikan karya tulisnya dengan baik.


Oleh karena itu penulisan CV menjadi salah satu penilaian utama dalam pemilihan mapres ini. CV sendiri memiliki tipe yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan utama dibuatnya CV, seperti CV untuk magang, CV untuk bekerja dan CV untuk mahasiswa berprestasi. Untuk format penulisan CV mahasiswa berprestasi sedikit berbeda karena CV untuk mahasiswa berprestasi menitik beratkan ada prestasi yang dimiliki atau yang pernah didapatkan seperti penghargaan dan prestasi internasional.


CV mapres pada paragraph pertama akan membahas biograpi diri serta pengalaman-pengalaman prestasi yang dimiliki, dilanjutkan dengan pengalaman organisasi, prestasi internasional dan prestasi-prestasi lainnya. Konten yang muat dalam CV mapres akan lebih banyak menampilkan prestasi, selain itu menulis CV dalam Bahasa inggris akan menjadi nilai tambah untuk calon mahasiswa berprestasi dibandingkan dengan format tulisan berbahasa Indonesia, dan yang tidak boleh dilupakan adalah format penulisan tanggal atau tahun prestasi harus disamakan.


Semoga dengan awal materi sekolah mapres ini Calon Mahasiswa Berprestasi STT Terpadu Nurul Fikri memiliki semangat yang semakin membara dan selalu berdoa kepada Allah SWT.

Published in Pojok Mahasiswa
Friday, 10 February 2017 02:35

Kuliah Umum Semester Genap 2016-2017 STT NF

KULIAH UMUM SEMESTER GENAP 2016 - 2017 STT NF

"Teknologi Informasi Untuk Kemajuan Bangsa"

Bersama :
Dr. Yan Rianto M.Eng.
Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI

Waktu & Tempat :
Hari : Sabtu, 11 Februari 2017
Pkl :  09.00 - 12.00 Wib
Tempat : Auditorium Kampus B2 STT-NF,  Jl. Lenteng Agung Raya No. 20 Jakarta Selatan bit.ly/KampusBSTTNF

Call Center :
Telp : (021)7863191
HP : 085716243174

Published in Kegiatan Kampus
Page 1 of 16