Thursday, 02 November 2017 12:44

Mahasiswi STT Nurul Fikri di Tokyo, Jepang

Siapa yang tak kenal dengan Negeri Sakura itu?

 

         Ketika diumumkan bahwa kegiatan openSUSE.Asia Summit 2017 di Jepang, saya langsung berfikir “Kesempatan untuk bertemu dengan para pengguna, pengembang serta komunitas openSUSE dari berbagai macam negara dan berkunjung ke Tokyo, Jepang.”

           Pendaftaran Call of Paperuntuk menjadi salah pembicara pada acara tersebut dibuka pada Tanggal 7 Juli dan batas pengumpulan terakhir pada 14 Agustus 2017. Selama masa pendaftaran tersebut, rasanya ingin mengumpulkan (submit) ide, namun ada rasa bimbang dalam hati “Apakah ide tersebut akan lolos seleksi?” dan “Apakah ide ini perlu dan menarik untuk disampaikan?”.

          Seminggu sebelum pendaftaran ditutup, terus mengecek dan membuka website pendaftaran, tapi dengan hasil kosong. Akhirnya bertanya-tanya dengan teman yang lain, namun masih satu komunitas dengan saya yaitu GliB. Mendapat dorongan untuk mendaftar dan beberapa teman sebelumnya sudah mengumpulkan idenya.

            Akhirnya saya memutuskan mengumpulkan ide pada tanggal 14 Agustus 2017, tepat pada hari terakhir pendaftaran “Call of Paper” tersebut. Saya memilih untuk membawakan materi tentang LibreOffice”, dengan judul Write Your Story with OpenSource”.

              Rasanya tak sabar, menunggu kabar pengumuman melalui e-mail. Pengumuman diumumkan pada tanggal 4 September 2017. Pada malam pengumuman beberapa teman bercerita telah mendapat pesan konfirmasi bahwa idenya lolos. Dalam hati “Kok saya belum ada e-mail masuk ya, apa tidak lolos?”, dan selang beberapa puluh menit kemudiansaya mendapatkan pesan masuk baru pada e-mail. Allhamdulillah, pesannya berupa konfirmasi dari Fominobu Takeyama bahwa ide saya lolos dan akan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE.Asia Summit 2017 di Tokyo, Jepang.

            Sejak pemberitahuan itu saya dapatkan, saatnya mulai urus surat-surat untuk keberangkatan. Dibantu dengan Om Edwin Zakaria dan beberapa teman lainnya. Dimulai dari Passport (maklum belum punya) dan kemudian pesan tiket pesawat, penginapan dan terakhir mengurus Visa kunjungan ke negera Jepang. Setelah semuanya terurus, saatnya menyelesaikan presentasi yang akan saya bawakan pada acara tersebut.

          Bahagia rasanya bisa mengunjungi Jepang dan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE. Asia Sumiit 2017. Jepang sejak dulu menjadi salah satu negara yang ingin saya kunjungi, dan akhirnya saya bisa merasakannya.

          Finally, pokoknya banyak banget pengalaman yang didapat dari acara tersebut. Kenangan-kenangan yang terjadi disana akan sulit untuk dilupakan.

Terima kasih semua untuk semuanya, terutama panitia lokal yang telah bekerja keras untuk berlangsungnya acara keren tersebut.

 

 

          Udah telat belum ya?. Pasti banyak yang bertanya-tanya, “Apa itu openSUSE. Asia Summit?”. Oh iya, sebelumnya saya ingin menjelaskan tentang openSUSE. Asia Summit. openSUSE Asia Summit adalah acara yang mempertemukan kontributor dan pengguna openSUSE. Acara yang diadakan setiap tahun ini dilaksanakan pada tiap tempat yang berbeda dimulai dan dilaksanakan selama dua hari.

                Di sini mereka bisa saling berbagi pengalaman, belajar teknologi perangkat lunak bebas dan open source, hingga bincang-bincang bebas terutama mempromosikan openSUSE di seluruh dunia dan di Indonesia khususnya, supaya semakin banyak orang yang tertarik dengan openSUSE dan berusaha jadi pengguna maupun kontributor, menyatukan pengguna openSUSE di Indonesia dan Asia untuk meningkatkan kualitas jaringan dan kolaborasi, memperluas penetrasi openSUSE di sektor bisnis dan pemerintahan, serta menginspirasi orang-orang mengenai kebebasan di dunia FLOSS.

               openSUSE.Asia Summit sudah tiga kali dilaksanakan, dan pada tahun ini akan segera terlaksana kembali. Sebelumnya, tahun 2014 di Beijing/Tiongkok kemudian tahun 2015 di Taipei, tahun 2016 dilaksanakan di Yogyakarta Indonesia tepatnya di UIN Sunan Kalijaga dan pada tahun 2017 ini dilaksanakan di Tokyo Jepang tepatnya di Universitas Komunikasi Elektro. Pada tahun 2017, kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21-22 Oktober 2017.

 

 

Sampai jumpa di tahun depan.

Senang bisa berjumpa dengan kalian!

Published in Kegiatan Kampus
Thursday, 23 March 2017 06:41

Sekolah Mapres Perdana

Masih dalam satu rangkaian dengan Sekolah Mapres, STT Terpadu Nurul Fikri memulai agenda Sekolah Mapres pada hari Senin pukul 14.00 sd/ selesai. Acara ini dilaksanakan Kampus STT Terpadu Nurul Fikri Gedung B2 dengan peserta yang cukup banyak, Sekolah Mapres perdana ini dilaksanakan untuk melatih para calon Mahasiswa dan mahasiswi berprestasi dalam membuat Curriculum Vitae Mahasiswa Berprestasi.


Agar peserta lebih memahami materi penulisan CV ini, STT Terpadu Nurul Fikri mendatangkan langsung narasumber yang merupakan Alumni Mapres Universitas Indonesia Fakultas FMIFA angkatan 2011, Beliau adalah Andika Rizky Sulyat. Andika mengawali materinya dengan memperkenalkan diri dan menceritakan beberapa pengalaman luar biasa yang bisa didapatkan dari mengikuti Sekolah Mapres, “Dengan kita ikut serta dalam Mapres ini, akan banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan, salah satunya adalah kita bisa mendapatkan banyak teman sehingga dapat memperluas jaringan dan kita juga bisa dengan mudah mendapatkan informasi mengenai beasiswa untuk S2 dalam negeri maupun luar negeri” Ungkap Andika dengan semangat untuk memberikan motivasi kepada peserta sekolah mapres ini.


Sebenarnya semua mahasiswa bisa menjadi mapres asalkan memiliki niat dan kemauan karena syarat utama menjadi mapres adalah Prestasi akademik, kreatif dan memiliki attitude yang baik, seiring waktu berjalan semua itu bisa kita lakukan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemilihan mahasiswa berprestasi dewan juri akan menilai dari prestasi yang dimiliki, berbahasa inggris, mengumpulkan karya tulis originalnya, CV dan mempresentasikan karya tulisnya dengan baik.


Oleh karena itu penulisan CV menjadi salah satu penilaian utama dalam pemilihan mapres ini. CV sendiri memiliki tipe yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan utama dibuatnya CV, seperti CV untuk magang, CV untuk bekerja dan CV untuk mahasiswa berprestasi. Untuk format penulisan CV mahasiswa berprestasi sedikit berbeda karena CV untuk mahasiswa berprestasi menitik beratkan ada prestasi yang dimiliki atau yang pernah didapatkan seperti penghargaan dan prestasi internasional.


CV mapres pada paragraph pertama akan membahas biograpi diri serta pengalaman-pengalaman prestasi yang dimiliki, dilanjutkan dengan pengalaman organisasi, prestasi internasional dan prestasi-prestasi lainnya. Konten yang muat dalam CV mapres akan lebih banyak menampilkan prestasi, selain itu menulis CV dalam Bahasa inggris akan menjadi nilai tambah untuk calon mahasiswa berprestasi dibandingkan dengan format tulisan berbahasa Indonesia, dan yang tidak boleh dilupakan adalah format penulisan tanggal atau tahun prestasi harus disamakan.


Semoga dengan awal materi sekolah mapres ini Calon Mahasiswa Berprestasi STT Terpadu Nurul Fikri memiliki semangat yang semakin membara dan selalu berdoa kepada Allah SWT.

Published in Pojok Mahasiswa