Sunday, 14 January 2018 23:11

Kerjasama LDK Senada dan LDK STIE

Senin 8 Januari 2018 bertempat di STT-NF, Senada bekerjasama dengan STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Kelapa Dua Depok. Lembaga Dakwah Kampus Senada STT Terpadu Nurul Fikri mengadakan kerjasama pengembangan dakwah dan berbagi cerita tentang bagaimana membangun dan mengembangkan sebuah lembaga dakwah di kampus saat pertama kali dibentuk.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan empat orang dari STIE sendiri dan enam orang dari LDK Senada. Pada kesempatan kali ini Kak Hendra selaku pendiri dan pemimpin LDK Senada yang pertama menjadi Narasumber untuk membantu menjawab persoalan yang dimiliki antara LDK STIE dan LDK Senada.

Permasalahan dan kiat-kiat yang diusung yaitu bagaimana mendirikan sebuah LDK baru pada kampus yang belum memiliki LDK sendiri. STIE  dipimpin oleh Hamid memberikan pemaparan bagaimana keadaan Lembaga Dakwah mereka saat ini dan urgensi dakwah di kampusnya. Dengan adanya kerjasama yang telah dilakukan, diharapakan perkembangan dan aktifitas Dakwah di STEI mennjadi lebih maju dan terus berkembang lagi.

Published in Kegiatan Kampus

Alfian Rahmatulloh atau biasa disapa Alfian merupakan salah satu mahasiswa di STT Terpadu Nurul Fikri jurusan Teknik Informatika semester 5. Alfian Berdarah suku jawa, lahir di Lamongan pada tanggal 12 September 1997. Alfian menceritakan kisah mengapa bisa mengenal dan menjadi keluarga di STT Terpadu Nurul Fikri dalam menempuh pendidikan. Semua itu bermula disaat seorang dosen yaitu Pak Henry Mgs (Almarhum ) yang memberikan rekomendasi STT Terpadu Nurul Fikri sebagai tempat kuliah yang tidak hanya bagus dalam teknologi namun juga memiliki visi character building campus, melalui Dosen tersebut alfian tertarik dan mendaftar di STT Terpadu Nurul Fikri hingga akhirnya melanjutkan jenjang pendidikan di STT Terpadu Nurul Fikri.

Mendapatkan pengalaman dan teman baru merupakan hal berkesan yang didapatkan selama berkuliah di STT NF sendiri. Pengalamannya bertambah ketika mengikuti organiasasi di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) sehingga membuat dirinya dapat mengerti dan memahami bagaimana karakter teman – temannya, membangun dan menyelesaikan tugas dan acara, mengambil keputusan, dan melatih kepemimpinan.

Tidak hanya aktif di BEM STT-NF, Alfian juga seorang aktifis IT Club Desain Mudeng dan Editing Video STT-NF. Sosok Alfian sendiri merupakan mahasiswa yang pantang menyerah dalam membangun dan melakukan suatu kegiatan, dan memiliki keinginan kuat untuk mencapai perubahan yang diterapkanya. Melalui IT Club sendiri Alfian telah menciptakan berbagai pelatihan yang cukup sangat bermanfaat bagi banyak orang, adanya IT Club Design di kampus, membuat mahasiswa merasa terbantu dengan pelatihan yang sudah diselenggarakannya.

Saat ini, kesibukan Alfian menjadi Programmer di Startup Daeng. Daeng merupakan Stratup baru yang masih terus berkembang dan bergerak pada bidang teknologi. Alfian memiliki kemampuan Programming dengan mengikuti berbagai pelatihan mulai dari junior web developer yang diadakan di bpptik, android kejar selama 3 kali, dan web standar yang diadakan di STT NF. Menurutnya pelatihan tersebut menjadikan dirinya telah cukup handal dan profesioanal dalam menerima berbagai job seperti mengajar, membuat video bahkan membuat aplikasi yang sangat cukup sulit dalam pengerjaannya.

Alfian pernah mengikuti Perlombaan Google Firabase Hackaton. Firebase adalah Teknologi Google yang digunakan untuk mengupdate data secara realtime. Alfian mendapatkan kesempatan dan pengalaman yang pengalaman berharga ketika mengikuti kompetisi tersebut, mulai dari mendapatkan fasilitas yang memadai, materi dan wawasan yang berharga, rasa berkompetisi yang tinggi antar tim serta menambah wawasan tentang teknologi Firebase yang langsung dijelaskan oleh pihak Google.

Published in Kisah dan Curhat

Rabu 27 Desember 2017, Beasiswa Jakarta telah melakukan peresmian penerimaan Beasiswa Jakarta kepada seluruh Mahasiswa di Jakarta di Balai Kota Jl Merdeka Jakarta. Acara tersebut diresmikan oleh gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Pada acara tersebut Gubernur Jakarta menyampaikan bahwasannya beasiswa tersebut dibiayayai dari uang masyarakat dan kembali untuk membiayai masyarakat lagi, diharapkan para mahasiswa yang ikut hadir dalam peresmian tersebut setelah menjadi sarjana dan sudah cukup mampu dalam dunia pekerjaan, dapat memberikan beasiswa serupa kepada generasi penuntut ilmu selanjutnya. Pidato singkat yang diberikan oleh gubernur DKI sendiri memberikan kesan yang cukup mendalam.

Beasiswa Jakarta merupakan salah satu program pendidikan di Provinsi Jakarta. Dibentuk dan diperkenalkan sejak tahun 1952 dan terus berkembang hingga saat ini. Beasiswa Jakarta sendiri membantu membiayai program pendidikan para pelajar dan mahasiswa yang ada diseluruh provinsi Jakarta. Program beasiswa yang ditawarkan sendiri meliputi beasiswa reguler, beasiswa Skripsi, Beasiswa Tesis dan Beasiswa Disertasi.

STT Terpadu Nurul Fikri merupakan salah satu penerima Beasiswa Jakarta, dengan delapan peserta yang mendaftar dan lulus pendftaran seleksi. Didampingi oleh kemahasiswaan Bapak David menghadiri acara peresmian tersebut. Pada kesempatan tersebut Pak David mengharapkan pendaftar beasiswa Jakarta untuk pendafataran selanjutnya akan terus bertambah dan antusias dalam mengikuti program beasiswa Jakarta selanjutnya.

Published in Pojok Mahasiswa

Namanya Izzati Nida, perempuan kelahiran April 1995 merupakan mahasiswi jurusan Teknik Informatika angkatan 2013. Mahasiswa tingkat akhir ini merupakan mahasiswa yang cukup kreatif dalam mengembangkan usaha kuliner kecil-kecilannya. Bagaimana tidak, Izzati yang saat ini sibuk dengan magang dan tugas akhirnya namun masih bisa menyisihkan waktu di pagi hari untuk membuat dagangan kentang melted, tidak sampai disitu saja mahasiswa bertubuh mungil ini juga dikenal sebagai wanita yang menyukai hobi hiking dan traveling ke daerah-daerah di Indonesia.

Menurutnya, hiking bisa melepaskan penat karena aktivitas yang sangat padat serta dapat melatih kebugaran tubuh, terlebih lagi di daerah gunung tidak membuatnya cepat gerah karena hawanya yang cukup nyaman dan adem. Ia memulai hobi hiking sejak masih duduk di bangku SMP, berbagai gunung pun telah didaki, mulai dari Gunung Gede, Salak, Cikuray dan Papandayan. Sayangnya, di suatu perjalanan mendaki gunung, Izzati mengalami cidera pada kakinya yang mengakibatkan dirinya harus vakum beberapa saat untuk kembali hiking, namun itu tidak menyurutkan niatnya untuk kembali melakukan hiking dan traveling.

Tidak hanya gemar mendaki, Izzati juga memiliki keahlian design menggunakan AI (Adobe Ilustrator) dan photoshop. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya meraih juara 1 di kompetisi mobile App Hexion Binus University dan kompetisi Web App IT festival UHAMKA sebagai Chief Management Officer (CMO). Menurutnya, kerja sama tim dan konsisten dalam berkarya sangat diperlukan untuk mencapai suatu keberhasilan.

Published in Kisah dan Curhat
Friday, 15 December 2017 03:11

Pemilihan Raya STT Terpadu Nurul Fikri 2017

Dewan Perwakilan Mahasiswa atau biasa disebut DPM merupakan salah satu organisasi kampus yang memberikan sebuah pengaruh dalam hal pengawasan pada ruang lingkup kampus. Karena pada dasarnya DPM dibentuk oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa. DPM di Perguruan Tinggi STT Terpadu Nurul Fikri sendiri perannya itu mengawasi kebijakan kampus dan menampung aspirasi dari mahasiswa.

DPM STT Terpadu Nurul Fikri dibentuk pada tahun 2012. Saat ini DPM sudah masuk ke generasi ke-3 dan akan membuka pendaftaran anggota baru untuk kepengurusan tahun 2018 melalui Pemilihan Raya atau biasa disingkat dengan PEMIRA. Tujuan diadakan PEMIRA sendiri untuk mencari dan memilih PRESMA-WAPRESMA BEM dan Anggota DPM. Sistem pemilihan untuk PRESMA-WAPRESMA menggunakan pemungutan suara melalui e-vote, sedangkan Anggota DPM sendiri dipilih berdasarkan musyum (musyawarah umum).

PEMIRA sendiri berlangsung dari tanggal 4 Desember 2017 – 14 Januari 2018, mulai dari proses seleksi sampai pengumuman terpilihnya PRESMA-WAPRESMA BEM dan Anggota DPM IM STT-NF 2018. Acara PEMIRA tahun ini diketuai oleh Umul Sidikoh. Wanita yang akrab disapa Umul merupakan mahasiswa tingkat akhir semester tujuh dan mengambil jurusan Sistem Informasi. Dirinya menyampaikan bahwasannya persiapan PEMIRA sudah disiapkan dari awal tahun 2017 oleh Ketua dan Anggota DPM, serta Ketua BEM untuk mendapatkan hasil yang maksimal. KPR (Komisi Pemiliharan Raya) yang menyelenggarakan acara pemira sendiri sudah dibentuk sejak pertengahan November.

Dalam Pelaksanaan PEMIRA sendiri pastinya tidak luput dari berbagai kendala yang sering dihadapi, mulai dari kendala komunikasi, menggabungkan pemikiran dan pendapat untuk mendapatkan hasil yang baik, serta keterbatasan waktu yang membuat pelaksanaa menjadi sedikit terlambat. Namun kendala tersebut memberikan pembelajaran bagi KPR (Komisi Pemilihan Raya) untuk mempersiapkan lebih baik lagi pelaksanaan PEMIRA saat ini.

Pada akhir wawancara, ketua Pelaksana PEMIRA memberikan sebuah harapan dan penyemangat untuk proses pelaksanaan PEMIRA yang akan berjalan sampai 14 Januari nanti. Dia berharap bahwa PEMIRA tahun ini dapat berjalan lancar dan sukses dari tahun sebelumnya, bagi mahasiswa diharapkan ikut andil dalam pendaftaran PRESMA-WAPRESMA atau Anggota DPM, serta jangan lupa gunakan hak suara untuk memilih PRESMA-WAPRESMA dan mengikuti musyum (musyawarah umum) anggota DPM”.

Semoga organiasasi tahun depan menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan bagi pemimpin yang terpilih menjadi pemimpin yang amanah dan bijaksana dalam mengambil setiap keputusan, ujarnya.

Published in Kegiatan Kampus

Fasyikhatun Maidah adalah mahasiswa beastudi STT Terpadu Nurul Fikri jurusan Sistem Informasi semester 5. Perempuan yang akrab disapa Ika mulai mengikuti organisasi kampus sejak tahun 2016, dia mengikuti organisasi LDK Senada STT NF dan BEM STTNF, kemudian di tahun 2017 Ika hanya melanjutkan organisasi di BEM STT NF. Jabatan Fasyikhatun Maidah di BEM STT NF 2017 sebagai staff SPSDM (Satuan Pengendalian Sumber Daya Manusia), Ika memiliki beberapa Program Kerja di SPSDM mulai dari Evaluasi, Gathering, Upgrading, dan Hall of fame.

Tidak hanya mengikuti organisasi saja, ika juga mengikuti beberapa kepanitiaan di Kampus STT NF diantaranya adalah Dies Natalis STT NF, Panitia Gathering, Panitia Upgrading, Panitia ORMIK 2106, Panitia ORMIK 2017. Dies Natalis STT NF merupakan acara memperingati milad atau ulang tahun Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Fikri yang ke-5, sedangkn ORMIK (Orientasi Akademik) adalah acara untuk mahasiswa baru STT NF agar mengenal lingkungan kampus dll.

Menurutnya organisasi dapat dijadikan sebagai salah satu wadah pengembangan diri mahasiswa, karena banyak organisasi di STT Terpadu Nuruk Fikri  yang bisa diikuti oleh mahasiswa sendiri, mulai dari DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), LDK Senada, IT Club (gamedev, abraincode, mudeng dll). Ika mendapatkan banyak manfaat ketika mengikuti organisasi, mulai dari mendapatkan pengalaman bersosialisasi dengan banyak orang, melatih jiwa kepemipinan, dan tanggung jawab.

Published in Kisah dan Curhat

Hard skill merupakan keahlian utama yang harus dimiliki oleh mahasiswa, hard skill bisa didapatkan melalui pendidikan formal atau mengikuti pelatihan. Kebutuhan hard skill memang sangat diperlukan bagi mahasiswa, namun itu bukan satu satunya faktor penentu kesuksesan. Skill tambahan yang harus dimiliki oleh mahasiswa selain hard skill adalah soft skill. Soft skill sendiri merupakan atribut atau ciri kepribadian yang dimiliki oleh mahasiswa, soft skill sama pentingya dengan hard skill, dua faktor ini yang menentukan kesuksesan karir mahasiswa di masa depan. Soft skill tidak dapat dipelajari dengan hafalan dan diukur dengan angka, kemampuan ini melibatkan kecerdasan emosional dan empati. 

Kampus STT Terpadu Nurul Fikri tidak hanya mengajarkan mata kuliah hard skill atau mata kuliah wajib, tetapi juga mata kuliah soft skill sebagai mata kuliah tambahan agar membentuk karakter mahasiswa sesusai visi STT Terpadu Nurul Fikri. Di era sekarang, mayoritas mahasiswa lulus dalam keadaan siap kerja namun hanya mengandalkan kemampuan hard skill semata tanpa mementingkan kemampuan soft skill, sehingga belum dikatakan siap kerja secara menyeluruh karena belum mampu dalam mengatur emosional, menjadi pemimpin, dan hal yang berkaitan dengan emosional dan empati lainya. Oleh karena itu, Kampus STT Terpadu Nurul Fikri berupaya mengembangkan nilai soft skill mahasiswa agar siap bersaing dalam dunia kerja.

Bapak Adi Wahyu Adji adalah salah satu dosen soft skill di STT Terpadu Nurul Fikri yang mengajar mata kuliah Keterampilan Kepemimpinan. Mata kuliah ini diberikan kepada mahasiswa Semester 5 setiap hari rabu yang berlangsung kurang lebih selama 2 jam. Salah satu materi Keterampilan Kepemimpinan yang dibahas adalah tentang Kepemimpinan Organisasi dan Publik, materi Keterampilan Kepemimpinan kali ini sangat menarik karena dikorelasikan dengan kehidupan nyata, materi ini dikupas tuntas tentang bagaimana kepemimpinan di sebuah organisasi dan publik sehingga mahasiswa dapat menerapkan materi tersebut dalam kehidupan nyata.

Pada akhirnya hard skill dan soft skill sama sama penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa, karena kedua skill tersebut akan dibutuhkan dan diterapkan di pekerjaan sehingga dapat melakukan pekerjaan dengan lebih baik.

Published in Kegiatan Kampus

Telah terlaksana kerjasama antara Kampus STT-NF dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dan Kementrian BUMN pada Tanggal 9-10 November 2017 kemarin. Dari diawali Kampus STT-NF diundang untuk menghadiri Acara The 2nd Indonesia Human Capital Summit 2017 di Ballroom II, The Ritz Carlton, Pacific Place, Sudirman. Pada acara tersebut merupakan sebuah acara yang bergengsi di kancah Nasional, Indonesia Human Capital Summit (IHCS) sebuah konferensi dan pameran tahunan yang diselenggarakan oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI), sebuah forum untuk para praktisi Human Capital Management yang didorong oleh Badan Usaha Milik Negara untuk Berinteraksi, melakukan pembelajaran dan sinergi dengan anggotanya untuk mengembangkan Human Capital Manajemen di Indonesia. Acara ini didukung penuh oleh Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia dalam mewujudkan visi "BUMN Hadir Untuk Negeri".

Setelah tahun lalu berhasil menggelar 1st Human Capital Summit 2016 yang dihadiri oleh 1000 peserta dan Program Kepemimpinan Eksekutif yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia dan menghadirkan pembicara dari kementerian dan internasional, maka tahun ini akan diadakan The 2nd Indonesia Human Capital Summit 2017 dengan tema "Membina Pahlawan Indonesia: Masa Depan Kompetisi Great Talent", untuk mendorong dan mengilhami bakat Indonesia untuk membawa Indonesia menjadi global. Konferensi ini secara eksklusif dihadiri oleh sekitar 1000 peserta dari CEO, Direktur HCM dan aktivis modal manusia untuk memberikan wawasan dan solusi baru untuk menempa masa depan bangsa melalui pengelolaan bakat profesional dan daya saing global.

Kurang lebih 10 Universitas yang hadir melakukan kerja sama termasuk Kampus STT-NF. Penandatanganan Piagam Kerjasama Certified Internship Program STT-NF ditandatangani oleh Bpk. Ahadiyat, S.sos., M.M. selaku Ketua STT-NF. Konteks kerjasama ini didasari oleh keinginan untuk saling menunjang dalam melaksanakan pembangunan Bangsa dan negara Repulik Indonesia.

photo 2017 11 13 13 26 17

Published in Kegiatan Kampus

Kita tahu bahwa terdapat banyak sekali bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi. Bahkan setiap negara memiliki bahasa nasionalnya tersendiri. Di samping bahasa nasional, beragam pula bahasa daerah di dalamnya negara tersebut. Dengan berkembangnya teknologi, memungkinkan seseorang untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain walaupun menggunakan bahasa yang berbeda. Dan baru-baru ini Google menghadirkan sebuah produk teknologi yang dapat merealisasikan hal tersebut.

 

Di tengah presentasi terkait teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelegence (AI),Augmented Reality (AR), kamera canggih, serta miniatur asisten cerdas Home. Google kemudian mengumumkan produk terbarunya, yaitu Pixel Buds dengan fitur penerjemah. Pixel Buds ini merupakan earphone nirkabel, yang memiliki fungsi serupa dengan Apple AirPods dan Samsung Gear IconX. Selain itu, Google Pixel Buds diketahui dapat dihubungkan dengan smartphone Pixel. Teknologi ini juga menggunakan mesin penerjemah dari Google, yang tujuannya tidak lain untuk memberikan terjemahan secara langsung terhadap 40 macam bahasa yang berbeda.

 

Pihak dari Phone Arena memberi penjelasan terkait cara kerja perangkat baru ini, dimana produk ini memungkinkan dua pihak saling berbicara dengan menggunakan bahasa mereka masing-masing. Untuk sistemnya, pembicara yang satunya menggunakan teknologi Pixel Buds tersebut, sementara lawan bicaranya mendengarkan via Ponsel Pixel. Selanjutnya, masing-masing pihak mengucapkan kalimat yang ingin disampaikan dalam bahasa mereka kepada perangkat, sehingga terjemahan kalimat tersebut akan diterima langsung oleh telinga si pendengar.

 

Adapun penjelasan dan demontrasi terkait cara kerja dari fitur-fitur yang ada pada earphone ini dinilai begitu mengagumkan. Namun, perangkat ini diperkirakan tidak dapat berfungsi dengan mulus layaknya seperti pada demontrasi yang telah ditayangkan itu. Hal ini dikarenakan mesin dari penerjemah Google masih memiliki kendala dalam menangani kalimat yang tergolong sulit, walaupun disisi lain telah mampu menangani kalimat yang sederhana.

 

Fitur Pixel Buds ini merupakan awal yang baik bagi Google Translate, dan sekaligus mengingatkan masyarakat tentang mitos Tower of Babel, yakni sebuah mitos yang menjelaskan alasan masyarakat di dunia terkait keinginannya melakukan komunikasi dalam bahasa yang berbeda.

 

-Semoga Bermanfaat-

Editor : Sep/Uml

Published in Artikel

Lizza Noor Azizah merupakan Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri yang meraih kejuaraan Pencak Silat, saat ini Lizza masih duduk di semester 3 jurusan Sistem Informasi, Lizza memiliki bakat dan minat pencak silat sejak kecil sehingga Lizza mulai menyalurkan hobinya di berbagai ajang perlombaan, salah satu ajang perlombaan yang diikuti adalah kompetisi pencak silat yang diselenggarakan oleh Baladhika Karya, walaupun seorang perempuan namun Lizza tidak membatasi dirinya untuk menyukai bidang olahraga terutama pencak silat yang biasanya identik dengan kaum pria.

Lomba ini diselenggarakan oleh Baladhika Karya di Sport Center GOR Purnawarman Purwakarta di jalan Purnawarman timur kelurahan Sindang Kasih Purwakarta pada tanggal 14 – 16 Oktober 2017. Lizza melakukan pertandingan dua kali sampai pada akhirya Lizza dapat memenangkan Juara Umum II. Bagi Lizza, kuliah bukanlah menjadi penghalang untuk berprestasi di bidang non-akademik, serta bagi seorang muslimah seperti Lizza jilbab dan pakaian menutup aurat bukan menjadi hambatan untuk tetap berkecimpung di dalam dunia pencak silat. 

Prestasi bukanlah hanya di bidang akademik saja, prestasi juga dapat berasal dari non akademik seperti mengikuti perlombaan, mengikuti orgaisasi, menjadi volunteer, dll. Sebuah hobi jika dilakukan dan dirutinkan secara terus menerus maka akan menjadi sebuah passion bagi diri kita, sama halnya yang dialami dengan Lizza, dia mengetahui minat dan bakatnya kemudian diikuti dengan latihan yang tekun sehingga bisa berprestasi pada bidang non-akademik.

Published in Pojok Mahasiswa
Page 1 of 25