Thursday, 16 February 2017 02:35

Hamilul Qur’an Penghafal Quran Kampus NF

Pada tahun 2025 mendatang, STT Terpadu Nurul Fikri atau STT NF bercita-cita ingin menjadikannya, kampus yang unggul di Indonesia, berbudaya inovasi, berjiwa technopreneur serta berkarakter religius.

Pencapaian visi tersebut tidak serta merta terlaksana tanpa adanya dukungan dari kampus, serta tersedianya wadah bagi mahasiswa untuk mengaspirasikan ide dan mengapresiasikan kreatifitas mereka. Terlihat dari beberapa tahun terakhir ini, banyak prestasi diraih oleh mahasiswa, baik dari segi akademis maupun non-akademis. Artinya, kampus dengan sangat baik memfasilitasi dan memberikan dukungan penuh kepada mahasiswanya untuk terus meraih prestasi sesuai minat mereka.

Organisasi serta IT Club yang ada di STT NF ini, merupakan salah satu cara mahasiswa untuk menyuarakan ide-ide yang nantinya akan terealisasi dalam berbagai event kampus, mahasiswa juga dapat mengkaji hal-hal bermanfaat yang tidak diajarkan dalam mata kuliah, serta memberi ruang kepada mahasiswa untuk dapat mengasah skill melalui club-club IT tersebut.

Tahun 2017 ini, telah lahir sebuah komunitas baru, yang mana berbeda dari club-club IT sebelumnya, dikarenakan komunitas tersebut tidak mempelajari tentang teknologi, melainkan mewadahi mahasiswa untuk berkesempatan menjadi penghafal Al-Qur’an. Komunitas ini pertama kali digagas pada tanggal 22 Oktober 2016 lalu, namun baru dapat terealisasi pada tahun ini. Diantara penggagasnya merupakan seorang hafidz qur’an, yakni Nendi Ilham Munanda Tampubolon (TI 2016), Fahmi Muhammad Husaini (TI 2016), serta Abdul Aziz Anwar (SI 2016). Komunitas yang diberi nama “Hamilul Qur’an” itu, telah launching pada Sabtu, 11 Februari 2017 bersamaan dengan kuliah umum yang diadakan di auditorium STT NF lalu.

Quran

Adapun Visi Hamilul Qur’an ialah terwujudnya mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri sebagai ahlul qur’an. Sedangkan Misi Hamilul Qur’an, diantaranya :

  1. Menjadikan ayat Al-Qur’an sebagai bacaan sehari-hari
  2. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an
  3. Menjaga semangat mahasiswa dalam menghafal Al-Qur’an

Hamilul Qur’an memiliki program harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Diantara program harian ada kegiatan Tahsin serta Tahfidz. Tahsin sendiri memiliki mentor yang kualitas bacaannya bagus, dimana mentor tersebut diambil dari mahasiswa STT NF yang tergabung dalam Komunitas Hamilul Qur’an ini. Sedangkan sistem pada tahsin akan dilakukan hal-hal seperti berikut ini :

  1. Membaca Al-Qur’an minimal 2 halaman perhari secara individu
  2. Melanjutkan bacaan Al-Qur’an harian di depan mentor sebanyak ½ halaman
  3. Melakukan tahsin kepada mentor minimal 3x seminggu
  4. Mutobaah per-orang

Adapun sitem pada tahfidz, diantaranya sebagai berikut :

  1. 1 huffadz untuk 1 teman merojaah
  2. Merojaah minimal ½ halaman perhari
  3. Teknis setoran merojaah :

    Senin s/d kamis, ½ halaman

    Jumat, menyetorkan setoran pada senin s/d kamis sebelumnya

    Iqob bagi yang tidak menyetorkan hafalan, yaitu menambah 2 baris pada point ke-5

  1. Pasangan disesuaikan dengan kualitas bacaan dan kuantitas hafalan
  2. Menyetorkan hafalan baru minimal 1 baris perhari*
  3. 2 Mutobaah**

Keterangan :

* Akan ditambah menyesuaikan pribadi

** 1 Mutobaah untuk ketua divisi dan 1 untuk pasangan tahfidz

Selain program harian, ada juga program EMOT (Evaluasi, Motivasi, belajar Tajwid), yang mana akan dilakukan setiap pekan secara bergantian agar mahasiswa tidak bosan. Dan supaya tidak terasa monoton, Hamilul Qur’an ini akan diselingi dengan nobar, serta merojaah on Rest Area. Bahkan Hamilul Qur’an juga memiliki program talkshow, yang mana di dalam event tersebut, mahasiswa akan diberikan motivasi menghafal Al-Qur’an. Namun, karena baru akan berlangsung, tidak menuntup kemungkinan jika sistem tersebut akan mengalami perubahan, seperti penambahan ataupun perbaikan pada sistem yang telah dibuat ini.          

Dalam pelaksanaannya, Hamilul Qur’an telah mimiliki struktur kepengurusan, yang ditugaskan kepada mahasiswa STT NF itu sendiri, yakni sebagai berikut :

  1. Ketua : Nendi Ilham Munanda Tampubolon (TI 2016)
  2. Wakil Ketua 1 : Abdul Aziz Anwar (SI 2016)
  3. Wakil Ketua 2 : Rizka Amalia Apriliani (SI 2016)
  4. Sekretaris : Chairin Nashrillah (SI 2016)
  5. Bendahara : Fahmi Muhammad Husaini (TI 2016)           

Dengan adanya Komunitas “Hamilul Qur’an” diharapkan dapat memberi kemudahan kepada mahasiswa dalam menghafal Al-Qur’an. Selain itu, dengan tercapainya visi dan misi Hamilul Qur’an tersebut, maka salah satu misi STT NF, yang mana ingin menjadikan kampusnya berjiwa religius pun otomatis akan tercapai juga.

Lihat video Hamilul Qur’an di link berikut ini https://youtu.be/LPa8cWXP9tc

Published in Pojok Mahasiswa
Friday, 10 February 2017 02:35

Kuliah Umum Semester Genap 2016-2017 STT NF

KULIAH UMUM SEMESTER GENAP 2016 - 2017 STT NF

"Teknologi Informasi Untuk Kemajuan Bangsa"

Bersama :
Dr. Yan Rianto M.Eng.
Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI

Waktu & Tempat :
Hari : Sabtu, 11 Februari 2017
Pkl :  09.00 - 12.00 Wib
Tempat : Auditorium Kampus B2 STT-NF,  Jl. Lenteng Agung Raya No. 20 Jakarta Selatan bit.ly/KampusBSTTNF

Call Center :
Telp : (021)7863191
HP : 085716243174

Published in Kegiatan Kampus
Tuesday, 24 January 2017 06:31

BEASTUDI DHUAFA BERPRESTASI NUSANTARA 2017

STT Terpadu Nurul Fikri sebagai lembaga pendidikan tingkat S-1 dengan Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika. Menyediakan Program Beastudi bagi seluruh siswa/i SMA/SMK/MA/Sederajat yang ingin kuliah namun terkendala keterbatasan ekonomi (tidak mampu).

Download Formulir Pendaftaran di  bit.ly/FormBeastudiSTTNF2017

FASILITAS BEASISWA STT NF :

1. Asrama* (selama 2 tahun)
2. Bantuan Biaya Pendidikan Selama 8 Semester
3. Uang Saku*
4. Pembinaan selama 4 tahun (Tahun ke 4 pembinaan persiapan pasca kampus)
5. Pelatihan IT Bersertifikat Nasional dan Internasioanal
6. Pelatihan Kepemimpinan dan Technopreneur

TAHAP SELEKSI :

1. Penerimaan berkas 16 Januari – 30 April 2017
2. Seleksi Berkas 1 - 12 Mei 2017 
3. Pengumuman Lolos Berkas 15 - 16 Mei 2017 
4. Tes Tulis dan Wawancara 22 - 29 Mei 2017 
5. Pengumuman Tes Tulis dan Wawancara 9 Juni 2017
6. Penandatanganan Akad dan Komitmen 14 - 15 Juni 2017

PERSYARATAN :

1. Lulus SMA/SMK/MA/Sederajat Tahun 2015-2017
2. Berkelakuan baik dan tidak pernah terlibat masalah hukum (kriminalitas dan narkoba)
3. Aktif dalam organisasi sekolah, masyarakat, dan sosial (lampirkan bukti bila ada)
4. Lulus seleksi wawancara
5. Mengisi dan melengkapi dokumen sesuai form pendaftaran yang dapat di unduh di bit.ly/FormBeastudiSTTNF2017

PERSYARATAN KHUSUS :

1. Menyerahkan Formulir Biodata silahkan unduh di bit.ly/FormBeastudiSTTNF2017
2. Pas Foto terbaru berwarna (2 lembar)
3. otokopi rekening listrik bulan terakhir (1 lembar)
4. Fotokopi Kartu Keluarga (1 lembar)
5. Fotokopi Kartu Pelajar Bila Belum mencapai 17 Tahun/KTP/kartu identitas lain (1 lembar)
6. Melampirkan bukti-bukti penghargaan dan sertifikat untuk prestasi khusus (akademis/non akademis) seperti kompetisi sains, seni, olahraga, bahasa dsb.
7. Fotokopi Raport Semester (1-6) dengan rata-rata nilai 7.5, ijasah dan SKHUN dengan nilai rata-rata 8.0 yang dilegalisir (masing2 1 berkas) 
8. Fotokopi Ijazah SMA dengan rata-rata nilai 7.5 (bagi yang sudah lulus SMA/sederajat) yang dilegalisir (1 lembar)
9. Menyerahkan surat keterangan tidak mampu dari RT dan RW setempat (1 Hal)
10. Foto Rumah (tampak keseluruhan, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi dan dapur)
11. Foto kopi slip gaji/surat keterangan penghasilan orang tua (1 Lembar)

Semua berkas paling lambat 30 April 2017

Silahkan kirimkan berkas ke alamat :

Kampus B STT Terpadu Nurul Fikri Jl. Lenteng Agung Raya No.20 Jakarta Selatan 12640

Info lebih lanjut : 
Telp : (021)7863191
HP : 085716243174, 085714141089

Join Us :
Facebook : STTTerpaduNF
Twitter : @STTTerpaduNF
Instagram : sttterpadunf
Youtube : youtube.com/STTNF
Line id : sttterpadunf
website : http://beastudi.nurulfikri.ac.id/

Published in Kegiatan Kampus
Monday, 23 January 2017 03:46

Tren Teknologi Internet of Things (IoT)

Pernahkah kita mendengar istilah IoT? Mungkin kita pernah mendengarnya dari teman-teman atau dosen kita sebelumnya.

IoT itu kepanjangan dari Internet of Things, yakni sebuah konsep dimana suatu objek memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan Internet.

Dengan teknologi tersebut, setiap barang yang kita miliki nantinya bisa terhubung dengan internet, sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh dengan smartphone atau bahkan dengan hanya menggunakan perintah suara. Pada tahun 2017 ini, diperkirakan akan ada 1,5 miliar perangkat baru yang terhubung dengan internet. Jumlah tersebut bahkan disebut-sebut akan meningkat hingga mencapai dua puluh miliar perangkat di tahun 2020.

Di Indonesia sendiri, telah ada beberapa perusahaan yang mencoba masuk ke bisnis IoT, seperti Dattabot dan Dycode. Selain itu, pemerintah kota seperti Jakarta dan Bandung pun turut serta mengembangkan teknologi IoT, yang mana mereka fokus kepadapemberian dukungan mengenai penerapan konsep Smart City.

internet of think

Sebenarnya kehadiran teknologi IoT sudah diprediksi sejak beberapa tahun lalu. Namun, mengapa sampai saat ini perkembangan teknologi tersebut belum mencapai puncaknya?

Salah satu yang menjadi alasan adalah kehadiran teknologi pendukung belum memadai. Selain itu, beberapa perusahaan masih belum menghadirkan solusi terintegrasi dan masih melakukannya secara terpisah.

Namun, tidak sedikit pula yang merasa gelisah dengan kehadiran teknologi IoT ini, salah satunya adalah seorang pembaca dari suatu blog, kemudian beliau menuliskan kegelisahannya tersebut dikolom komentar seperti berikut, “Hal yang saya takutkan adalah jika teknologi IoT ini dimanfaatkan oleh korporat besar untuk melihat privasi dan mengendalikan kebiasaan kita mengingat semua perangkat terhubung dengan internet, dan kemudian memanfaatkannya untuk kepentingan bisnis mereka.”

Pembaca lain bernama Agus Afif Riyadi, pun turut serta membalas komentar tersebut diatas, “Pertanyaan yang sama terlintas di benak saya. Menurut pendapat saya, hal tersebut bisa saja terjadi. Untuk itu diperlukan regulasi ataupun T&C yang jelas mengenai kebijakan privasi pengguna dari produsen IoT untuk barang-barang yang mereka ciptakan. IoT harus dipandang bukan hanya sebagai ‘barang-barang canggih dari masa depan, tapi juga perlu dipandang sebagai industri yang perlu diberi aturan-aturan tertentu untuk melindungi konsumen.”

Jelas terlihat, bahwasanya kemajuan teknologi yang semakin pesat ini tidak hanya mengundang apresiasi masyarakat, namun tidak sedikit pula yang melihatnya dari segi akibat yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi ini. Untuk itu, manfaatkan dengan sebijak mungkin teknologi yang telah ada dan berkembang saat ini.

Dapatkan Potongan Biaya Kuliah s.d 1,5 Juta di Gel 1 ( s.d 31 januari 2017)
Daftar Sekarang klik http://pmb.nurulfikri.ac.id/

Published in Artikel

Kecepatan berselancar menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengguna internet di seluruh dunia, Indonesia khususnya. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pengguna telah dimanjakan dengan kecepatan berselancar yang lebih baik dengan ditemukannya koneksi 4G tahun lalu. Inovasi-inovasi barupun gencar dilakukan untuk memunculkan teknologi baru terkait layanan koneksi internet ini.

Pemerintah bahkan menargetkan Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Tidak tanggung-tanggung, menurut data Kemenkominfo, nilai e-commerce di Tanah Air diprediksi mampu menembus angka USD 130 miliar atau IDR1.726 triliun di tahun 2020. Untuk mendukung hal tersebut dibutuhkan lebih dari 1.000 technopreneur dengan nilai bisnis sebesar USD 10 miliar atau setara dengan IDR132 triliun di tahun tersebut. Oleh karena itu, Huawei sebagai penyedia solusi teknologi, telah menyiapkan solusi berupa teknologi 4.5G untuk mendukung perkembangan Ekonomi Digital Indonesia.

“Di masa depan, teknologi 4.5G akan membantu terciptanya Indonesia yang lebih aman melalui Smart City, masyarakat yang lebih kreatif di bidang digital, serta mempercepat implementasi teknologi pita lebar (broadband) di Indonesia,” ungkapnya.

Sebagai tahap awal, pada Oktober 2016, Huawei Indonesia telah bekerja sama dengan Telkomsel untuk meluncurkan uji jaringan teknologi 4.5G Huawei dalam ruangan tercepat di Jakarta, yang dilanjutkan dengan Bandung dan Surabaya pada Desember 2016 lalu.

telkomsel

Namun sangat disayangkan, untuk saat ini teknologi 4.5G hanya bisa dinikmati di beberapa tempat saja, karena seperti yang kita ketahui, penyebaran 4G saja hingga saat ini belum merata, bahkan untuk sinyal 3Gpun di beberapa tempat masih sulit didapatkan. Tetapi hal tersebut wajar adanya, karena untuk 4.5G ini memang masih berada ditahap Beta atau uji coba dari pihak telkomsel itu sendiri.

Dengan kecepatan 4.5G ini, kita dapat mendownload file dengan sangat cepat, bahkan dikatakan bisa tembus hingga 1 Gbps. Diibaratkan kita sedang mendownload file sebesar 1GB dari internet, maka tidak sampai 10 menit menunggu, kemungkinan file tersebut sudah selesai didownload.

Karena secara logika, 1 Gbps = 100 Mbps, bila kita menggunakan aplikasi download, misalnya IDM, berarti download 100 Mb seharusnya tidak lebih dari 1 menit. Dan hal ini tentu saja membantu mempercepat proses download tersebut.

Apresiasi dari teknologi 4,5G ini sangat patut diberikan, karena dengan kehadirannya ini, memungkinkan koneksi internet yang lebih cepat dan sekaligus menjadi titik terang bagi Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 mendatang.

Dapatkan Potongan Biaya Kuliah s.d 1,5 Juta di Gel 1 ( s.d 31 januari 2017)
Daftar Sekarang klik http://pmb.nurulfikri.ac.id/

Published in Artikel
Wednesday, 04 January 2017 02:10

Hafidzoh Kembar di Kampus Nurul Fikri

Afifa Diniputri dan Latifa Diniputri, putri ke- 4 dari pasangan Bapak Sutadi dan Ibu Tri Wahyuni ini sudah menjadi bagian STT Terpadu Nurul Fikri sejak tahun 2016. Jurusan Sistem Informasi menjadi pilihan hafidzoh kembar ini.

Jauh sebelum memiliki status sebagai mahasiswi, Afi dan Tifa, begitu akrab mereka disapa, sudah memulai menghafal Al-Qur’an. Sejak TK sudah mulai menghafal surat-surat pendek, seperti Surat An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan sebagainya. Terus tumbuh dan memasuki tingkat SD, si kembar ini melanjutkan hafalannya hingga berhasil menghafal hampir satu juz (juz 3)0 sampai lulus dari SDIT Baiturrahman Jakarta

Melanjutkan hafalan dari Juz terakhir hingga berhasil menghafal 5 Juz (Juz 26 – juz 30) semasa di SMPIT YAPIDH. Tak puas dengan hafalan yang sudah dimilikinya, Afi dan Tifa melanjutkannya dengan menghafal dari Juz awal sampai berhasil menuntaskan targetnya di SMAIT YAPIDH, yaitu 5 juz pertama (Juz 1 – Juz 5).

Untuk sampai pada titik ini tentu ada perjuangan yang harus di bayarnya, Afi dan Tifa harus menyisihkan waktunya untuk menghafal dan murajaah (mengulang), guna menjaga hafalan sebelumnya. Biasanya setelah maghrib, mereka murajaah hafalan masing-masing, lalu membaca ayat yang akan dihafalnya untuk di setorkan keesokannya. Di sepertiga malam, waktu yang dipilih mereka untuk menghafal. Setiap harinya Afi dan Tifa di targetkan menghafal 3 baris, dan disetorkan setiap sore kepada ustadzah-nya. Begitu terus hingga setiap semester diadakan ujian. Uniknya, ketentuan disana mengharuskan orangtua hadir, duduk disamping putra/i-nya yang akan ujian, begitupun Afi dan Tifa tentunya. Walaupun hadir rasa “dag dig dug” tapi inilah salah satu bukti dukungan moral dari orangtua peserta didik.

Dilanjutkan kuliah di STT NF, Afi dan Tifa berharap dapat menuntaskan hafalannya, yaitu 30 Juz sebelum lulus dengan mengikuti program tahsin dan tahfidz.

Published in Pojok Mahasiswa

STT Terpadu Nurul Fikri kembali meraih juara dalam HEXION 2016 Mobile Apps Competition yang berlangsung pada tanggal 15 Desember 2016 kemarin. HEXION merupakan kompetisi pengembangan aplikasi mobile berbasis Android yang diselenggarakan oleh Binus University. Dalam kompetisi ini seluruh peserta berkompetisi untuk menghasilkan aplikasimobile. Poin inti dari penilaian aplikasi terletak pada ide serta kreativitas dari aplikasi yang dikembangkan tersebut dan tentu saja harus memiliki nilai guna.

presentasi

Foto: Team Andara Tech sedang mempresentasikan "YuClean"

Tahapan lomba dimulai dari seleksi awal yang berupa seleksi proposal disertai seleksiprototypedari aplikasi. Dari seluruh peserta yang mengajukan proposal selanjutnya dipilih sepuluh tim finalis untuk selanjutnya melakukan presentasi aplikasi untuk proses penjurian untuk menentukan pemenang dari kompetisi ini.

Sedangkan aplikasi yang diusung oleh tim dari STT Terpadu Nurul FIkri yaitu “YuClean” merupakan aplikasi yang membantu masyarakat dalam sistem mengelola sampah dengan baik atau biasa disebut bank sampah. Dengan aplikasi ini masyarakat juga dapat menjual hasil karya tangan mereka yang terbuat dari barang-barang bekas menjadi barang yang berguna. Dan pastinya aplikasi ini sangat menguntungkan, tak lain sampah yang mereka kumpulkan akan menghasilkan uang.

bersama

Foto : Tim Andara Tech dengan Panitia HEXION 2016

Dengan mengusung aplikasi ini, tim Andara Tech (Irfan Prasetyo (TI-2013), Izzati Nida (TI-2013) serta Chairin Nashrillah (SI-2016) berhasil meraih juara 1 Nasional Aplikasi Mobile Android.

team

Foto : Tim Andara tech yaitu Chairin Nashrillah (kiri), Izzati NIda (tengah), dan Irfan Prasetyo (kanan)

Published in Pojok Mahasiswa

Pada bulan September dan Oktober, Oracle meminta pengguna Java untuk peringkat tambahan Java EE masa depan dengan pentingnya. Survei 1700 peserta menempatkan layanan REST dan HTTP / 2 sebagai prioritas utama, diikuti oleh Oauth dan OpenID, eventing, dan JSON-B (API Java untuk JSON Binding).

Java EE, atau Java Enterprise Edition. Paket ini merupakan paket terlengkap dari Java yaitu bisa memeiliki library yang sangat lengkap, biasanya paket ini digunakkan untuk membuat program dengan tingkat enterprise. Seperti Java Beans, Servlets, JSP dan lain - lain. Tapi di dalam paket ini tetap memasukkan pustaka standard yang ada dalam paket Java SE.

REST pada dasarnya setiap URL unik adalah representasi dari beberapa objek. Kita dapat memperoleh konten-konten objek tersebut menggunakan HTTP GET, untuk menghapusnya, kita dapat menggunakan POST, PUT, atau DELETE untuk memodifikasi objek (dalam praktiknya, kebanyakan service menggunakan POST untuk ini).

"SISA (JAX-RS 2.1) dan HTTP / 2 (Servlet 4.0) telah dipilih sebagai sebagai dua teknologi yang paling penting yang disurvei, dan bersama-sama dengan JSON-B merupakan tiga dari enam teknologi," laporan survei menyimpulkan. "Banyak karya API baru dalam teknologi ini untuk Java EE 8 sudah selesai. Ada nilai yang signifikan dalam memberikan Java EE 8 dengan teknologi ini, dan terkait JSON-P (JSON dengan Padding) update, sesegera mungkin."

Oracle mengejar Java EE 8 sebagai versi retooled dari platform diarahkan ke awan dan microservices penyebaran. Itu karena pada akhir-2017, dan rilis tindak lanjut, Java EE 9, diatur untuk muncul setahun kemudian

Berdasarkan survei, Oracle dianggap mempercepat standar Java EE untuk OAuth dan OpenID Connect. "Hal ini tidak dapat dicapai dalam Java EE 8 jangka waktu, tapi kami akan terus mengejar Security 1.0 untuk Java EE 8," kata perusahaan itu. Tapi dua teknologi lain yang peringkat tinggi dalam survei, konfigurasi dan kesehatan pengecekan, akan ditunda. "Kami telah menyimpulkan yang terbaik adalah untuk menunda masuknya teknologi ini di Java EE untuk menyelesaikan Java EE 8 sesegera mungkin."

Manajemen, JMS (Java Message Service), dan MVC peringkat rendah, sehingga mendukung rencana Oracle untuk menarik API baru untuk daerah-daerah dari Java EE 8. Sementara, CDI (Konteks dan Dependency Injection) 2.0, Bean Validation 2.0, dan JSF (JavaServer Faces ) 2.3 tidak langsung disurvei, Oracle telah membuat kemajuan yang signifikan pada mereka dan akan memasukkan mereka dalam Java EE 8.

JAX-RS (Java API untuk tenang Web Services) menarik banyak dukungan untuk digunakan dengan awan dan microservices aplikasi, dengan 1.171 responden rating sebagai sangat penting. "Praktek saat ini pembangunan awan di Jawa sebagian besar didasarkan pada REST dan asynchrony," kata laporan itu. "Untuk pengembang Java, yang berarti menggunakan standar JAX-RS API tambahan Disarankan datang ke versi berikutnya dari JAX-RS meliputi: a. Reaktif klien API,-blocking non I / O dukungan, event server-mengirim dan integrasi CDI yang lebih baik. " HTTP / 2, sebuah protokol untuk lebih efisien penggunaan sumber daya jaringan dan mengurangi latency, dinilai sangat penting oleh 1.037 responden ketika datang ke awan dan aplikasi microservices.

Responden juga mendukung gaya reaktif pemrograman untuk generasi berikutnya dari awan dan microservices, dengan 647 menyebutnya sangat penting, dan eventing, untuk awan dan microservices aplikasi, disukai oleh 769 responden. "Banyak aplikasi awan bergerak dari model doa sinkron untuk model-event asynchronous," kata Oracle. "Key Java EE API dapat mendukung model ini untuk berinteraksi dengan layanan awan. Sebuah sistem eventing umum akan menyederhanakan pelaksanaan layanan tersebut."

Dalam temuan lainnya, konsistensi akhirnya untuk awan dan microservices aplikasi disukai oleh 514 responden yang menganggapnya sangat penting dan 468 yang ditemukan penting. Multi-tenancy, penting untuk penyebaran awan, dinilai sangat penting oleh 377 responden dan penting oleh 390 pengambil survei. JSON-P dinilai sebagai sangat penting oleh 576 responden, sedangkan 781 memberi rating ini sama untuk JSON-B. Standardisasi NoSQL database dukungan untuk awan dan microservices aplikasi dinilai sangat penting oleh 489 responden dan penting oleh 373 dari mereka yang disurvei, dan 582 responden pikir itu sangat penting bahwa Java EE 9 menyelidiki modularisasi kontainer EE.

Jumlah terbesar responden survei - lebih dari 700 - memiliki lebih dari delapan tahun 'pengalaman mengembangkan dengan Java EE, sedangkan 680 memiliki 2-8 tahun pengalaman.

Referensi : http://www.itworld.com/article/3153148/java/oracle-survey-java-ee-users-want-rest-http2.html

Published in Artikel

9 Desember, ditetapkan sebagai hari anti korupsi sedunia. Kampus Nurul Fikri ikut berpartisipasi memperingatinya, dengan mengadakan seminar anti korupsi yang diisi langsung oleh “Aktivis” dari KPK. Beliau bernama, Bapak Nurtjahyadi, sudah 10 tahun berkiprah di dunia KPK, kini mendapat amanah di Fungsional Direktorat PJKAKI KPK, atau singkatnya sebagai unit kerjasama internasional.

Sebelum seminar dimulai, Pak Bachtiar, salah satu dosen agama Kampus NF, menyampaikan beberapa hal terkait agama dan korupsi. Bagaimana hubungan agama dan korupsi? Bagaimana posisi ummat muslim yang menjadi agama mayoritas di Indonesia, tetapi tak menyurutkan angka korupsi sampai saat ini. Mengapa masih seperti ini?

Amar ma’ruf nahi munkar

Mengajak kepada kebaikan dan melarang kepada keburukan. Mudah mengajak kepada kebaikan, tapi tidak semudah melarang kepada keburukan. Maksudnya ketika korupsi dan keburukan lain terjadi di tengah-tengah kita, kita tak bersuara, bahkan untuk sekedar berkata “Jangan….”

Setiap tahunnya, 1.000 kasus korupsi lahir di Indonesia. Tak heran Indonesia masuk ke dalam top rank 100, dengan nilai 36 dari 1-100. Dengan berbagai kasus korupsi, diantaranya, penyuapan, pembelian, penyalah gunaan APBN, pungutan liar, lisensi, pencucian uang, dan obstruksi keadilan, kasus penyuapan menjadi kasus terbanyak dengan prsentase 52%.

Maka dengan kondisi ini, KPK memiliki tugas berat karena rasio jumlah kasus dan SDM yng tersedia sangatlah jauh. Untuk menyelesaikan satu kasus pun, melewati alur cukup panjang hingga nakhirnya kasus itu tuntas. Bapak Nur pun mengajak peserta seminar yang mayoritas mahasiswa untuk ikut andil memberantas korupsi dalam gerakan Indonesia Memanggil yang diadakan setiap tahunnya. Tahun lalu, 7.000 mahasiswa yang melamar, hanya 51 orang yang akhirnya diterima untuk bersama-sama memberantas korupsi.

Dimanapun dan kapan pun, Mahasiswa sebagai “tulang punggung” bangsa Indonesia wajib ikut aktif menyuarakan Anti Korupsi, Anti Kolusi dan Anti Nepotisme. Bukan hanya sebagai Mahasiwa, tetapi memang itu adalah salah satu kewajiban sebagai seorang muslim untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar.

Published in Kegiatan Kampus
Tuesday, 13 December 2016 03:53

Peran Mahasiswa Dalam Memberantasan Korupsi

Hari anti korupsi sedunia tercetus tatkala Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merativifikasi konvensi anti korupsi di Merida Mexico pada tanggal 9 Desember 2003. Kemudian pada tahun 2004 berikutnya Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 9 Desember diperingati sebagai hari anti korupsi nasional yang ditandai dengan dikeluarkannya Inpres No. 5 Tahun 2004 Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi pada tanggal 9 Desember 2004. 

Lalu apa upaya mahasiswa dalam memberantas korupsi???. Tidak hanya peringatan tentang korupsi tapi sebagai mahasiswa dituntun bagaimana membantu menyelesaikan masalah korupsi yang ada saat ini. Pemuda, khususnya mahasiswa adalah aset paling menentukan kondisi zaman tersebut dimasa depan. Mahasiswa salah satu bagian dari gerakan pemuda.

Belajar dari masa lalu, sejarah telah membuktikan bahwa perjalanan bangsa ini tidak lepas dari peran kaum muda yang menjadi bagian kekuatan perubahan. Tokoh-tokoh Sumpah Pemuda 1928 telah memberikan semangat nasionalisme bahasa, bangsa dan tanah air yang satu yaitu Indonesia.

Peristiwa Sumpah Pemuda memberikan inspirasi tanpa batas terhadap gerakan-gerakan perjuangan kemerdekaan di Indonesia. Peranan tokoh-tokoh pemuda lainnya adalah Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, lahirnya Orde Baru tahun 1966, dan Reformasi tahun 1998.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam peristiwa-peristiwa besar tersebut mahasiswa tampil di depan sebagai motor penggerak dengan berbagai gagasan, semangat dan idealisme yang mereka miliki dan jalankan.

Faktanya yang ada saat ini, fenomena korupsi selalu tidak berhenti menggrogoti negeri kita, korupsi merupakan kejahatan yang bukan hanya merugikan negara tetapi juga masyarakat. Artinya keadilan dan kesejahteraan masyarakat sudah mulai terancam. Maka saatnya mahasiswa sadar dan bertindak. Adapun upaya-upaya yang bisa dilakukan oleh mahasiswa adalah:

  1. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya melakukan korupsi. Upaya mahasiswa ini misalnya memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya melakukan tindakan korupsi karena pada nantinya akan mengancam dan merugikan kehidupan masyarakat sendiri. Serta menghimbau agar masyarakat ikut serta dalam menindaklanjuti (berperan aktif) dalam memberantas tindakan korupsi yang terjadi di sekitar lingkungan mereka. Selain itu, masyarakat dituntut lebih kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dirasa kurang relevan. Maka masyarakat sadar bahwa korupsi memang harus dilawan dan dimusnahkan dengan mengerahkan kekuatan secara massif, artinya bukan hanya pemerintah saja melainakan seluruh lapisan masyarakat.
  2. Menjadi alat pengontrol terhadap kebijakan pemerintah.

Mahasiswa selain sebagai agen perubahan juga bertindak sebagai agen pengontrol dalam pemerintahan. Kebijakan pemerintah sangat perlu untuk dikontrol dan dikritisi jika dirasa kebijakan tersebut tidak memberikan dampak positif pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat dan semakin memperburuk kondisi masyarakat. Misalnya dengan melakukan demo untuk menekan pemerintah atau melakukan jajak pendapat untuk memperoleh hasil negosiasi yang terbaik.

Published in Pojok Mahasiswa
Page 1 of 4