Wednesday, 05 April 2017 07:59

Mengenal Lebih Jauh Tentang Technopreneur

Pada era Globalisasi saat ini perkembangan teknologi infomasi berkembang sangat pesat dan juga dalam bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat pula menuntut para pengusaha untuk selalu mengupgrade usahanya untuk lebih baik dan bersaing secara ketat, baik dalam skala nasional maupun internasional. Kondisi ini pun mendorong industri menggunakan sumber daya manusia lulusan perguruan tinggi yang kompeten dan memiliki jiwa wirausaha. Technopreneur adalah gabungan dari dua kata yaitu Technology dan Entrepreneur. Technopreneur diartikan sebagai suatu peluang usaha yang memanfaatkan teknologi yang ada saat ini.


Indonesia sangat membutuhkan banyak technopreneur atau entrepreneur untuk bisa bersaing dengan negara-negara maju maupun berkembang di dunia. Namun kenyataannya hanya sebagian kecil lulusan perguruan tinggi yang memiliki jiwa kewirausahaan, maka lulusan perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya sebagai pencari kerja, namun juga harus mampu sebagai pencipta kerja. Begitupun Kampus STT NF tertulis pada salah satu misinya adalah Menyelenggarakan pendidikan tinggi berkualitas yang mengembangkan jiwa kepemimpinan dan teknopreneurship berlandaskan iman dan takwa. Berharap lulusan dari STT NF bisa menjadi Technopreneur.


Perkembangan technopreneur di Indonesia sejak tahun 2014 memang masih terbilang kecil. Tercatat bahwa baru ada 1.56% technopreneur dari total keseluruhan populasi masyarakat Indonesia. Hal ini tentu sangat jauh dengan jumlah entrepreneur Indonesia yang bisa mencapai angka 56.5 juta orang. Bakat-bakat muda yang penuh ketekunan dan kreativitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah technopreneur di Indonesia hingga mencapai 2% hingga 4% dari total populasi atau sekitar 4.8 hingga 9.6 juta technopreneur.


Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Jadi Technopreneur?
Entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
Secara sederhana, butuh 3R untuk bisa menjadi entrepreneur teknologi yang berhasil. 3R yang dimaksud adalah :
Rasio, yang mengedepankan hubungan antara intelektualitas, pengalaman dan keilmuan
Raga, yaitu jasmani dan rohani yang sehat supaya bisa mengembangkan ide-ide kreatif menjadi produk teknologi secara konkret
Rasa, atau bisa disebut dengan jiwa entrepreneur. Semangat entrepreneur tentu bisa membawa seseorang untuk mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan kreativitas dalam menjalankan bisnis berbasis teknologi.


Ini tiga Technopreneur muda Indonesia berpengaruh di Asia Tenggara :
1. Bukalapak
Pendiri dan CEO Bukalapak Achmad Zaky masuk ke dalam kelompok itu. Ini lantaran Bukalapak tercatat sebagai salah satu perusahaan e-commerce terkemuka di Asia Tenggara dengan nilai transaksi mencapai USD 80 juta pada tahun 2014.
"Tahun ini kami menargetkan bisnis Bukalapak bisa naik 8 kali lipat dibandingkan sebelumnya yang hanya naik 4 kali lipat," ujar Zaky kepada merdeka.com di Jakarta, Selasa (7/6).
2. Traveloka
Pengusaha muda asal Indonesia yang juga berpengaruh di Asia Tenggara adalah Ferry Unardi (27), co-founder dan CEO Traveloka. Platform pemesanan tiket pesawat dan voucher hotel ini dikunjungi 4 juta-7,5 juta pengunjung setiap bulan. Melampaui kompetitornya, Tiket yang mendapat kurang lebih 1,95 juta kunjungan per bulan. Traveloka bisa tumbuh besar berkat bisnis e-ticketing berkembang pesat di Indonesia. Keberadaan Traveloka mampu mengalihkan 90 persen calon penumpang untuk memesan tiket secara online.
3. Berrybenka
Selain itu, ada Jason Lamuda (29), CEO Berrybenka, situs yang fokus menjual busana wanita muslim. Situs yang berdiri pada 2012 kini telah dikunjungi 590 ribu pengunjung pada April 2015 dan mendapat dukungan dana lebih dari USD 5 juta dari Gree Ventures, Transcosmos, dan East Ventures.
Itulah beberapa contoh Technopreneur di Indonesia, apa Anda tertarik untuk menjadi seorang Technopreneur?

Published in Artikel

Pada hari minggu, 4 Desember 2016, Hendra Aditiyawijaya salah satu alumni STT Nurul Fikri angkatan pertama mendapat undangan untuk mengisi training di Griya Tahfidz yang dikelola oleh Zakat Center Kota Cirebon. Zakat Center merupakan lembaga pengelola dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh yang memiliki visi mengentaskan keterpurukan hidup kaum dhuafa melalui program peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi produktif. Dimana salah satunya adalah program beasiswa tahfidz bagi anak-anak dari kaum dhuafa.

Pada kesempatan tersebut, Hendra juga didampingi oleh tim trainer dari Ekacipta Teknologi Solutama, yaitu Hendri Mahesa dan Kiky Malik Ibrahim. Hendra dipercaya untuk membawakan materi tentang Literasi Media dan Motivasi Berwirausaha Sejak Dini Melalui Media Sosial. Sementara Hendri dan Kiky memberikan materi terkait dasar pemrograman web dan kostumisasi wordpress untuk membuat Online Shop. Acara training berlangsung sejak jam 9 pagi hingga jam 3 sore di Griya Tahfidz yang berlokasi di dalam komplek Pertamina EP Cirebon.

Hendra 1

Ustadz Anwar selaku pimpinan Zakat Center Cirebon sangat mengapresiasi adanya acara ini, “Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Saudara Hendra, Hendri, dan Kiky yang telah jauh datang dari Jakarta untuk memenuhi undangan kami. Saya berharap acara seperti ini akan berkelanjutan diadakan untuk menambah wawasan dan keterampilan para santri dalam menyongsong era teknologi ke depannya.”

Hendra, salah satu trainer dan alumni STT Nurul Fikri, mengakui bahwa, “Saya merasa bahagia dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman saya sebagai seorang system analyst kepada adik-adik santri di Griya Tahfidz, Zakat Center Cirebon. Saya pun ikut menularkan semangat entrepreneur kepada mereka sebagai mana nilai-nilai yang pernah ditularkan oleh almamater kampus semasa kuliah di STT Nurul Fikri. Saya berharap, kelak akan lahir para entrepreneur hebat yang hafal Qur’an untuk bersama membangun Indonesia.”

Published in Kisah dan Curhat

Selamat kepada ketiga mahasiswa STT Nurul Fikri yaitu Suranto, Jundi, dan Fikri yang secara resmi telah diwisuda para peserta Konkretpreneur Academy Angkatan I di Aula Gd. Rumah Kepemimpinan pada tanggal 04 November 2016 oleh Project Office KPA Fahmi Assidiq.

Konkretpreneur adalah seminar & Kompetisi Bisnis yg diselenggarakan oleh Rumah Kepemimpinan PPSDMS.

Selain dihadiri oleh Manager KF & PO Konkretpreneur, acara wisuda ini juga dihadiri oleh Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan Bachtiar Firdaus, " There is no short cut" Tidak ada jalan pintas untuk menjadi wirausaha sukses.

Semua perlu ada keringat & darah untuk itu dan semua itu harus kita lalui, ujar Bachtiar Firdaus. Beliau juga berpesan untuk tetap rendah hati & selalu bebagi kebaikan kepada sesama. Selamat menjadi sosok" entrepreneur yang konkret.

Konkretpreneur bertujuan untuk mengahasilakan sumber daya manusia yang yang mampu menjadi seorang Enterpreneur dan dapat bersaing didunia Enterpreneur dengan harapkan mampu memajukan perekonomian Indonesia.

Semoga prosesi wisuda ini menjadi langkah awal yang positif untuk menjadi entrepreneur yang konkret untuk Indonesia yang lebih baik & bermartabat.

Published in Kegiatan Kampus
Friday, 01 July 2016 14:06

Alasan untuk Menjadi WIrausaha

Banyak orang sukses menjadi wirausaha, tapi banyak pula calon wirausaha yang berguguran di tengah jalan. Mengapa ada yang gagal menjadi wirausahawan? Sebab utamanya, karena mereka tidak dapat mempertahankan bisnis atau usaha yang dijalani. Sebagian orang tidak mengerti esensi menjadi seorang wirausaha, yang mereka tahu hanya menjadi pebisnis agar kaya-raya.

Kita harus memahami lima alasan, mengapa perlu menjadi seorang wirausaha.

1. Financial Freedom

Menjadi wirausaha harus memiliki visi seorang yang bebas finansial. Maksudnya, kita tidak lagi mempermasalahkan besok ingin makan apa, atau bagaimana dengan biaya sekolah/kuliah dan lainnya. Fokus mengelola usaha untuk bertahan hidup. Maka, jangan malu apabila ditanya berapa omzet usaha sekarang. Kita juga harus bisa membuat usaha yang memberikan cashflow positif.

2. Time Freedom

Menjadi seorang pengusaha harus memiliki visi bebas dalam pengelolaan waktu. Menjadi pengusaha, kita harus bisa membuat berapa lama waktu kerja kita, atau mendelegasikan bisnis kepada pihak lain dan menghabiskan waktu untuk melakukan apa yang kita suka.

3. Kualitas dan Gaya Hidup Meningkat

Pengusaha yang konsisten akan dapat memiliki kualitas dan gaya hidup yang positif, hemat dan selalu bekerja keras.

4. Bermanfaat Bagi Orang Lain

Seorang pengusaha yang pemasukannya tidak pasti, memiliki sisi positif di mana sewaktu-waktu penghasilannya dapat menjadi puluhan bahkan ratusan kali lipat dalam dua tahun ke depan dibandingkan dengan saat ini. Karena itu, dampak yang bisa diberikan kepada orang lain pun meningkat.

5. Mengisi Misi di Dunia

Ini adalah alasan pamungkas. Steve Jobs sudah tiada, tetapi sampai saat ini Apple yang didirikan dan produknya sangat bermanfaat untuk manusia, maka namanya akan selalu terkenang. Mirip seperti itulah pengusaha. Seorang manusia, siapapun, ditentukan untuk hidup demi sebuah misi. Misi untuk mengabdi kepada Tuhan dan memimpin yang lain dalam kebaikan. Bagaimana cara melaksanakan misi tersebut? Salah satunya adalah menjadi pengusaha yang mampu meninggalkan warisan (legacy), sehingga nanti kita bisa siap untuk menjawab bahwa kita meninggalkan manfaat untuk orang banyak, saat ditanya oleh Sang Pencipta.

Memulai suatu usaha tidaklah sulit, yang sulit adalah mempertahankannya. Beberapa alasan di atas adalah sebuah visi saat kita menjadi pengusaha sukses. Salah satu yang harus dipegang adalah kita memiliki alasan kuat: mengapa memilih jalan menjadi pengusaha? Tentu saja, ada harga mahal yang harus dibayar. Perjuangan, kerja keras, dan pengorbanan karena setiap kesuksesan itu tidak ada yang dibayar instan. (Agung Prayoga)

Sumber:smallbusiness.chron.com/reasons-become-entrepreneur-2286.html

Published in Artikel
Tuesday, 07 June 2016 01:49

Keuntungan Almamater bagi Pengusaha Muda

Menjadi mahasiswa sambil menjadi pengusaha itu mudah. Ketika butuh nasihat, mereka meminta kepada profesornya dan akan mendapatkannya. Ketika membutuhkan sumber daya, mereka pergi ke kepala laboratorium komputer kampus atau fasilitas penelitian. Ketika membutuhkan materi pelajaran untuk ujian, mereka pergi ke teman sekelasnya.

Mungkin kita berpikir semua sumber itu menjadi kering setelah lulus. Kabar baiknya ialah almamater dapat mengulurkan tangan dan membantu para alumni. Karena banyak universitas mencari dan membutuhkan pengusaha berpengalaman yang sudah aktif di pasar dunia.

Berikut adalah daftar beberapa sumber di mana kita dapat menemukan bantuan, baik sebagai mahasiswa atau pengusaha independen:

1. Mengeksplorasi ide-ide yang cemerlang.

Perguruan tinggi merupakan tempat yang kaya akan sumber ide-ide baru dari mahasiswa dan profesor dari hasil penelitian mereka sendiri. Mereka juga menghargai pengusaha yang datang untuk memutuskan mana ide-ide yang layak dipasarkan. Mulailah dengan menghubungi universitas sebelumnya sebagai penghubung atau profesor di bidang yang kita butuhkan sesuai usaha. Tujuannya mendapatkan koneksi atau jaringan dalam dunia bisnis.

2. Produk penelitian dan pengembangan prototipe.

Mengambil keuntungan dari kelas teknologi, laboratorium, peralatan dan mahasiswa pascasarjana yang mencari suatu permasalahan untuk dijadikan bahan penelitian. Beberapa profesor tahu bagaimana cara mendapatkan hibah untuk mendanai pembangunan penelitian di area fokus strategis seperti biotek dan lainnya yang akan mendapatkan biaya ribuan dolar.

3. Bantuan rencana bisnis.

Banyak perguruan tinggi menawarkan program kewirausahaan atau kelas malam yang dapat memberikan bantuan untuk rencana awal bisnis Anda. Carilah program khusus untuk pengusaha.

4. Pendanaan tahap awal.

Jangan mencari institusi formal untuk modal usaha pendanaan, tapi pastikan tahap awal dengan sebuah hibah, inkubator dan insentif kewirausahaan yang tersedia dari wakaf dan dana negara. Upaya kolaboratif dengan perusahaan lokal akan membantu kita memulai usaha.

5. Bimbingan Hukum.

Sebagian besar universitas memiliki profesor hukum yang ramah atau klinik hukum kewirausahaan untuk mengatasi masalah seperti perlindungan kekayaan intelektual dan privasi. Mungkin tersedia secara online dan dapat dikelola oleh pengacara luar yang bekerja secara pro-bono dengan universitas. Mulailah dengan menghubungi universitas yang memiliki fakultas hukum untuk membantu Anda menyelesaikan administrasi yang berhubungan dengan aspek legalitas hukum.

6. Koneksi ke mentor.

Mirip dengan menemukan anggota tim yang berpengalaman, Anda dapat menggunakan link di universitas yang kemungkinan dapat berfungsi sebagai mentor. Sebagian besar sekolah juga membina hubungan dengan para eksekutif lokal dan alumni yang mereka gunakan untuk hadir sebagai dosen tamu untuk program MBA, rencana bisnis mahasiswa dan menetapkan sebagai mentor untuk spin-off universitas.

Jadi, jangan sungkan untuk kembali melihat almamater kita untuk membantu melancarkan usaha. (Nadya Yutrianti)

Sumber: Martin Zwilling, www.entrepreneur.com/article/224243

Published in Artikel

Lima belas tahun silam, jika memiliki impian untuk berwirausaha mungkin akan membuat kita ditertawakan dan orang akan menganggap gila. Namun, semua itu sudah berubah. Berwirausaha saat ini menjadi suatu profesi yang paling dihormati dan mereka yang memilih jalan ini dinilai cukup cerdas. Sikap itu akan mempengaruhi perekonomian dan budaya kita di masa depan.

Bermimpi memiliki “pekerjaan” yang cepat menghilang atau tidak bertahan lama, karena sewaktu-waktu dapat mengalami PHK dan resiko lainnya. Menciptakan kesempatan untuk berwirausaha adalah pilihan yang paling ideal dan normal. Namun, masih banyak orang yang terjun ke dunia wirausaha dengan perspektif yang salah. Mereka hanya berpikir yang dibutuhkan untuk berwirausaha adalah modal semangat dan etos kerja saja. Hal itu memang tidak salah, tetapi ada baiknya jika mengetahui dan memahami beberapa fakta sebelum terjun ke dunia wirausaha.

Kita dapat bermain aman atau menjadi sukses, tetapi kita tidak dapat melakukan keduanya tanpa mengalami hal-hal berikut ini:

1. Pasti akan menghadapi Kegagalan.

Michael Jordan mengatakan tentang keberhasilannya: "Saya telah gagal berulang-ulang, tapi itu sebabnya saya berhasil." Bagaimana kita menanggapi kegagalan akan menentukan keberhasilan. Pengusaha sukses dibayar untuk memiliki toleransi tinggi karena tekanan dan rasa sakit.

Orang-orang sukses melihat kegagalan yang berbeda dari mayoritas orang pada umumnya. Tetap setia kepada diri sendiri melalui kegagalan. Kegagalan pribadi akan mempertajam perspektif dan memperkuat komitmen untuk bergerak terus. Sebagian besar pengusaha baru mencambuk diri, tetapi, untuk mendapatkan keuntungan kompetitif, Anda harus memanfaatkan kegagalan untuk keberhasilan yang lebih besar.

Kegagalan menambah rasa lapar untuk belajar dan kelaparan yang sebenarnya berasal dari masa-masa sulit.

2. Hal yang menginspirasi.

Inspirasi diperlukan untuk membuat tindakan yang konsisten, namun kebiasaan kita pada akhirnya akan menentukan keberhasilan atau kegagalan.

Konon setelah seminar dan konferensi hanya lima persen orang yang benar-benar menggunakan apa yang telah mereka dapatkan untuk dipelajari atau diterapkan. Mengapa? Itu karena inspirasi merupakan memori jangka pendek, yang berarti saat seminar itu sangat melekat, tapi tidak akan bertahan lama setelah seminar itu selesai akan buyar.

Inspirasi terbesar dari semuanya adalah kemajuan dan hasil yang berasal dari kebiasaan baru. Ketika kita mulai pembentukan kebiasaan baru, dan melihat perubahan yang abadi ditemukan berada dalam kehidupan baru. Pengusaha sukses lebih fokus pada perilaku dan kebiasaan daripada pikiran. Berpikir penting, tetapi melakukan hal atau ilmu baru itu juga sangat penting.

3. Akal adalah sumber daya atau kekuatan utama.

Sebagian besar orang akan mengatakan mereka tidak memiliki sumber daya. Struktur keyakinan sumber daya ini membuat kebanyakan orang mampu membangun bisnis kelas dunia.

Para pengusaha besar menemukan cara untuk memaksimalkan sumber daya apapun yang mereka miliki. Tidak sedikit dari mereka yang mungkin tidak percaya pada sumber daya yang terbatas karena mereka memahami sumber utama ialah perasaan dan emosi yang membuat mereka memiliki akal. Tony Robbins, motivator terkenal mengatakan bahwa kata yang sempurna adalah "Akal adalah sumber daya utama." Memiliki tekad dan komitmen kuat dapat membuatnya bekerja dengan sedikit sumber daya. Kunci utamanya adalah pengendalian emosi.

Semua itu memang tidak mudah tapi cukup bernilai. Semakin besar tujuan, semakin besar tantangan. Semakin besar manfaat, semakin banyak tantangan dan rintangan selama perjalanan. Jika menjadi seorang pengusaha itu mudah, semua orang akan melakukannya dan itu tidak akan berarti banyak. Saat kita mengejar kewirausahaan, rintangan akan muncul. Memvisualisasikan bagaimana hal baik itu akan terasa menjadi bos sendiri, mengendalikan jadwal kita, menginspirasi orang lain dan menciptakan kebebasan finansial. Kesuksesan dijamin ketika kita berusaha untuk meraih keberhasilan usaha. Kita tidak akan pernah tahu seberapa kuat akan sampai pada titik menjadi kuat. ingin menjadi pengusaha? Pikirkan dan pertimbangkan hal–hal di atas. (Nadya Yutrianti)

Sumber: www.entrepreneur.com/article/236055

Published in Artikel
Saturday, 23 April 2016 17:47

Jadilah Pemuda Wirausaha

Tak dapat dipungkiri bahwa peran pemuda sangat strategis dalam perubahan masyarakat karena jumlah mereka yang besar dan rata-rata intelektualitasnya cukup tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015 menunjukkan jumlah pemuda mencapai 62,2 juta. Artinya, lebih kurang seperempat penduduk Indonesia adalah pemuda. Karena itu, dalam pembicaraan daya saing dan masa depan bangsa, pemuda adalah subyek utama.

Walau demikian, jumlah yang banyak dan potensi peran strategis tersebut akan sia-sia apabila pemuda tidak memahami urgensi kewirausahaan sebagai tulang punggung ekonomi bangsa. Fakta membuktikan sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah para wirausahawan. Tanpa mental kewirausahaan pada diri seseorang atau bangsa, maka segala potensi, sumber energi, komoditas dan mineral yang melimpah tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat.

Kewirausahaan dapat menumbuhkan atau mengubah karakter seseorang. Dengan kewirausahaan, seseorang dibantu menjadi pemimpin dalam mengelola dan mengendalikan keadaan dalam usahanya. Karakter seorang wirausahawan tercermin dari setiap sikap dan tindakannya, yakni berani mengambil resiko, kuat dan tidak mudah menyerah.

Semakin banyak pemuda yang berpartisipasi dalam sektor kewirausahaan, maka Indonesia mempunyai potensi pemuda yang memiliki keterampilan tinggi dan berdaya saing di pentas internasional.

Pemuda wirausaha dilatih untuk mandiri. Karakter mandiri merupakan sikap dan perilaku yang tidak tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugasnya. Sebuah karakter yang harus ditanamkan ketika mulai berwirausaha. Seseorang dikatakan mandiri apabila ia dapat mengetahui keinginan dengan baik dan mengambil keputusan atau bertindak tanpa menunggu arahan pihak lain.

Kewirausahaan juga memaksa pemuda yang ingin meraih kesuksesan untuk berpikir inovatif, yakni menghasilkan solusi dan gagasan di luar bingkai konservatif. Dengan inovasi, pemuda berwirausaha mendayagunakan pemikiran, kemampuan imajinasi, berbagai stimulan, dan peluang yang mengelilinginya demi menghasilkan produk baru, baik bagi dirinya sendiri ataupun lingkungan. Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki kreativitas yang tinggi. Kreativitas tersebut dilandasi cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru, berbeda dengan pemikiran yang ada selama ini. Gagasan-gagasan kreatif tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha pada awalnya dilandasi oleh gagasan-gagasan yang kelihatannya mustahil.

Seorang wirausahawan berperan secara personal dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan kepercayaan diri, serta meningkatkan daya jual. Secara eksternal, seorang wirausahawan berperan menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja melalui kesempatan yang disediakan seorang wirausahawan, maka tingkat pengangguran secara nasional akan berkurang.

Menurunnya tingkat pengangguran berdampak terhadap naiknya pendapatan per kapita dan daya beli masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian secara nasional. Selain itu, berdampak pula terhadap menurunnya tingkat kriminalitas yang biasanya ditimbulkan oleh karena tingginya pengangguran.

Peran wirausahawan dalam perekonomian suatu negara sangatlah penting, yaitu menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengombinasikan faktor–faktor produksi seperti alam, tenaga kerja, modal dan keahlian, serta meningkatkan produktivitas nasional.

Sebagai pemuda, kita harus menanamkan jiwa berwirausaha di dalam diri kita agar dapat meningkatkan kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesiaa. Itulah kontribusi besar pemuda wirausaha. (Agung Prasetio)

Sumber: http://jogjakartanews.com/baca/2015/02/27/2683/membangun-kewirausahaan-pemuda-menuju-kemandirian-bangsa

Published in Artikel