Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) senantiasa bergerak dinamis dari waktu ke waktu. Bangsa Indonesia pun setidaknya telah memiliki andil serta kontribusi nyata, dalam perkembangan IPTEK dan telah digunakan oleh masyarakat dunia. Walaupun masih terhitung sedikit, sebenarnya sejak era 60an telah ada teknologi temuan Indonesia yang mendunia dan digunakan secara luas. Langsung saja berikut diantaranya :

1. Pondasi Cakar Ayam (1961)
Teknologi ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo ketika ia sebagai pejabat PLN diminta mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta. Pondasi yang dibuatnya ternyata mampu mengurangi hingga 75% tekanan pada permukaan tanah di bawahnya dibandingkan dengan pondasi biasa. Pondasi cakar ayam ini kemudian digunakan di Bandara Juanda, Surabaya yang memungkinkan landasan menahan beban hingga 2.000 ton atau seberat pesawat super jumbo jet. Selain di Indonesia teknologi yang sudah dipatenkan ini juga digunakan di 9 negara lain, seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, AS, Belanda.

2. Teori 23 Kromosom (1955)
Seorang ahli Cytogenetics Indonesia yaitu Dr. Jow Hin Tjio menemukan fakta bahwa jumlah kromosom manusia adalah 23 buah. Penemuan ini berhasil mematahkan keyakinan para ahli genetika bahwa jumlah kromosom adalah 24 buah. Ia berhasil menghitung jumlah kromosom dengan tepat setelah menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr. T.C. Hsu di Texas University, AS.

3. Ketela Pemadam Api (1979)
Ketika sedang melakukan uji coba menggunakan cairan pelumas berbahan kulit ketela pohon di Queen Marry College-London University, Inggris, Randall Hartolaksono menemukan teknologi untuk memadamkan api secara efektif dan ramah lingkungan. Ketika itu, cairan buatannya tidak sengaja tumpah dan memadamkan api yang sedang menyala. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata diketahui bahwa cairan tersebut jika terkena panas akan mengeluarkan uap yang dapat menyerang api. Kini temuannya digunakan di berbagai perusahaan pertambangan di penjuru dunia sebagai solusi untuk mengatasi kebakaran.

4. Pemindai 4 Dimensi ECVT (2006)
ECVT (Electrical Capacitance Volume Tomography) adalah hasil temuan Dr. Warsito Purwo Taruno. Penemuan ini telah dipatenkan secara internasional. ECVT adalah teknologi yang menggunakan sensor medan listrik statis yang dapt menampilkan gambar 4 dimensi dari tingkah laku gas dan partikel di dalam reaktor tertutup. Teknologi ECVT ini diperkirakan dapat mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di berbagai bidang, mulai dari energi, proses kimia, kedokteran, hingga nano-teknologi.

5. Persamaan Matematika Helmholtz (2005)
Persamaan matematika ini berhasil dipecahkan oleh Yogi Ahmad Erlangga, dosen ITB asal Tasikmalaya. Ketika memecahkan rumus ini, Yogi sedang menempuh program Ph.D di Delft University of Technology, Belanda. Persamaan Helmholtz yang berhasil dipecahkannya, membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Dengan rumus temuan tersebut mereka dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumusnya juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam.

6. Kromatografi Tercepat (1998)
Di bawah bimbingan Profesor Toyohide Takeuchi di Universitas Gipu, Jepang, pada tahun 1998, Prof. Dr. Rahmiana Zein, yang saat itu sedang melakukan penelitian untuk disertasi doktor bidang kimia menemukan teknik kromatografi tercepat di dunia. Jika sebelum ini peneliti membutuhkan waktu antara 1.000 dan 100 menit untuk membedah senyawa kimia, teknik yang digunakan Rahmiana Zein mampu mendiagnosis senyawa kimia dalam waktu kurang dari 10 menit.

7. Teknik Pengeringan Sperma (2000)
Teknik pengeringan yang disebut sebagai evaporative drying serta penyimpanan sperma dalam ruangan bertemperatur kamar ditemukan oleh Mulyoto Pangestu, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil gelar Ph.D di Monash University, Australia. Uniknya, Mulyoto berhasil melakukannya menggunakan perlengkapan yang dapat ditemukan dengan mudah dan murah. Sayangnya penemuannya ini dipatenkan di Australia dan menjadi milik Monash University. Akan tetapi, Mulyoto tetap tercatat sebagai penemunya.

8. Teori Crack Progression (1968)
Teori ini ditemukan oleh mantan Presiden RI Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie. Habibie lah yang kemudian menemukan bagaimana rambatan titik crack itu bekerja. Perhitungannya sungguh rinci, sampai pada hitungan atomnya. Oleh dunia penerbangan, teori Habibie ini lantas dinamakan crack progression. Dari sinilah Habibie mendapat julukan sebagai Mr. Crack. Tentunya teori ini membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah

9. Two Man Cockpit (1969)
Wiweko Soepono yang dikenal sebagai penemu pesawat komersil two-man cockpit yang diterapkan pabrik Airbus Industrie. Pesawat pertama kokpit dua awak (crew) adalah Airbus A300-B4 FFCC (Forward Facing Crew Cockpit), cikal bakal pesawat glass cockpit berawak dua yang digunakan hingga sekarang.Wiweko bersama staf Airbus Industrie, eksekutif perusahaan Roger Beteille, pilot uji Pierre Baud, serta staf lainnya membuat konsep penerbangan dengan dua awak pesawat. Dengan mengeliminir flight engineer dan mengubah setting layout cockpit pesawat, maka diperoleh konsep FFCC (Forward Facing Crew Cockpit) yang memungkinkan pesawat kelas jumbo hanya diterbangkan oleh dua awak pesawat. Konsep FFCC sangat ditentang pada saat itu, baik di dalam maupun di luar negeri. Namun kini konsep itu disempurnakan menjadi glass cockpit yang menjadi standar untuk pesawat sipil. Boeing yang semula menentang akhirnya menggunakan teknologi ini pada pesawat Boeing 747 400 dan Boeing 777. Nama glass cockpit juga dikenal sebagai Garuda cockpit yang sebelumnya dinamakan Wiweko cockpit.

10. Sistem Telekomunikasi 4G berbasis OFDM (2010)
Era informasi dengan ditunjang jaringan sistem telekomunikasi memacu para peneliti di bidang ini. Seorang ilmuwan alumni ITB, Khoirul Anwar bersama koleganya berhasil merombak efisiensi pakem alat komunikasi. Penemuan teknologi 4G berbasis OFDM diawalinya dengan ide mengurangi daya transmisi untuk meningkatkan kecepatan transmisi data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari teknologi sebelumnya) dan hasilnya kecepatan transmisi meningkat. Pada paten keduanya, Khoirul Anwar kembali membuat dunia kagum, kali ini adalah menghapus sama sekali guard interval/GI, tentu saja ini malah membuat frekuensi yang berbeda akan bertabrakan, alih-alih menambah kecepatan.

Tentunya selain penemuan diatas masih banyak temuan temuan orang Indonesia lainnya. Sayang, kurangnya – hampir tidak adanya – dukungan nyata dari pemerintah terkadang malah menjadi penghalang tersendiri yang memadamkan semangat para akademisi di Indonesia. Tidak heran banyak ilmuwan-ilmuwan yang lebih memilih mengabdikan ilmunya di negara lain.

Published in Artikel
Monday, 12 June 2017 06:59

Game Juragan Wayang

Melihat dari judulnya, pasti Anda mengira jika game ini memiliki gameplay yang sangat konyol, namun memang itulah hal yang sengaja dihadirkan oleh BinaryStudio 54. Studio game asal Jakarta ini baru saja merilis game Android bergenre strategi dengan nuansa yang kental dengan Indonesia. Lalu bagaimana dengan gameplay dari game ini?

Apa jadinya ketika berbagai macam karakter yang terdiri dari wayang, jagoan legendaris, selebriti, dan lapisan masyarakat lainnya membentuk kelompok kemudian bertarung dalam satu arena untuk sebuah kekuasaan? Tentu saja Anda akan menjumpai keberingasan dan kekonyolan bersatu dalam arena pertempuran dan akhirnya ide nyeleneh itu dihadirkan dalam game Juragan Wayang: Mobile RPG.

Game Android yang dapat diunduh secara gratis ini menuntut Anda piawai dalam menyusun strategi untuk memenangkan pertempuran yang terdiri dari berbagai macam pasukan. BinaryStudio 54 menghadirkan berbagai macam karakter, yang terbagi menjadi 6 kelompok, dimana kelompok-kelompok tersebut terbagi lagi dalam kelas yang berbeda, yakni Normal, Rare, dan Epic. Karakter pada game ini terdiri dari:


1. Wayang: Gareng, Petruk, Bagong, Semar
2. Jagoan legendaris: Gundala, Pitung, Wiro Sableng, Si Buta dari Gua Hantu
3. Orang kampung: Emak emak, Kang Ojek, Preman, Anak STM

4. Hantu: Pocong, Tuyul, Kuntilanak, Buto Ijo
5. Selebriti: Bang Rhomi, Mister Tukal, Ormas, Dedi Kobundar
6. Sihir: Api, Air, Tanah, Petir

Beberapa karakter dari game ini juga ada yang keluar dari karakter aslinya. Sebagi contoh, pocong yang biasanya terbungkus dan hanya bisa melompat-lompat, pada game ini pocong terlihat memiliki sarung tinju untuk menyerang musuhnya. Bahkan, Wiro Sableng yang terkenal dengan kapak saktinya, kini hadir dengan senjata spatula dan bola tenis.

Game ini juga menawarkan mode PvP atau player versus player, dimana Anda bisa menyerang pasukan pemain lain. Grafis yang disuguhkan memang masih 2D, namun terlihat cukup apik. Game ini juga terbilang sederhana, namun tetap menghadirkan keseruan. Cara bermainnya, Anda hanya perlu tap pada kartu karakter. Jika Anda pernah memainkan game Clash Royal, pasti sudah tidak asing dengan gameplay semacam ini.

Published in Artikel

Senin (5/6/2017), STT Terpadu Nurul Fikri (STT NF) menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) di Auditorium Kampus B II STT Terpadu Nurul Fikri di Jl. Lenteng Agung Raya No. 20 Jakarta Selatan. Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Ketua STT Terpadu Nurul Fikri, AHADIYAT, M.M dan Executive General Manager Divisi Digital Service PT Telkom, ARIEF MUSTA’IN.

Dalam perjanjian tersebut kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan kerjasama penyelenggaraan program Internship bagi Mahasiswa/Mahasiswi STT NF di TELKOM. Perjanjian ini dimaksudkan sebagai dasar pelaksanaan kerjasama diantara Para Pihak dalam penyelenggaraan program Internship. Kerjasama dimaksud Perjanjian ini bertujuan untuk menjalin kerjasama diantara Para Pihak untuk saling mendukung program dan mengoptimalkan resource yang dimiliki masing-masing Pihak diantaranya sebagai berikut :
• Memberikan kesempatan bagi Mahasisa/Mahasiswi STT NF untuk Magang di TELKOM;
• Pemenuhan SDM bagi TELKOM dalam rangka mendukung pelaksanaan pekerjaan oleh Mahasiswa/ Mahasiswi STT NF yang Magang.

Program Internship atau Magang merupakan bagian dari pelatihan kerja bagi mahasiswa atau Mahasiswi STT NF tingkat akhir sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan proses pendidikan. Pada kesempatan yang sama Bpk. ARIEF MUSTA’IN juga memberikan Kuliah Umum untuk Mahasiswa dan Mahasiswi STT NF dengan bertemakan “Penguatan Skill dan Pengalaman lewat Program Internship Telkom".

photo6174716104996399037

Dalam materinya disini Bpk. ARIEF MUSTA’IN menyampaikan tentang Program 3+1 : Koalisi Industri dan Akademisi dalam Membangun Kompetensi Digital. Adapun pokok-pokok dari materi yang disampaikan yaitu tentang Program Divisi Digital Service, How Divisi Digital Service Works, Coalition Programs, Benchmark : Program 3+1 BINUS, Resource Planning. Setelah materi selesai disampaikan diberikan untuk sesi tanya jawab dari Mahasiswa/i kepada Bpk. ARIEF MUSTA’IN.

photo6174716104996399038

Pada akhir acara STT NF beserta Mahasiswa/I dan juga dari pihak Telkom melakukan foto bersama tak lupa untuk menjadikan momentum Bpk. ARIEF MUSTA’IN pun memberikan testimoni “ Kerjasama antara STT NF dengan Telkom ini sangat strategic dimana misi kita sama yaitu Bagaimana kita ingin membangun Technopreneur di Indonesia. Saya fikir ini adalah bagian dari masa depan yang harus dipersiapkan karena dengan sejalan dengan berkembangnya teknologi digital yang selalu menjadi bagian dari kehidupan setiap orang maka Technopreneur ini menjadi hal yang sangat penting untuk perkembangan teknologi digital Indonesia. Saya sangat mendukung atas pelaksanaan dari kerjasama ini atas penyelenggaraan program Internship maupun kerjasama lainnya”. ujar Bpk. ARIEF MUSTA’IN.

Published in Kegiatan Kampus

Pekerja rumah tangga Indonesia yang berada diluar negeri atau biasa disebut TKW, memiliki kesempatan untuk mendapatkan keterampilan coding, berkat kursus baru yang diselenggarakan di negara tempat mereka bekerja. Kursus pengkodean selama dua bulan ini, dijalankan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Pemerintah Indonesia, dan serupa dengan yang sudah mulai dijalankannya di Indonesia untuk ibu rumah tangga, yang disebut "Coding Mum."
Sekitar dua juta orang Indonesia berada di luar negeri sebagai pekerja rumah tangga di seluruh dunia. Sekitar 125.000 orang Indonesia dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga DiSingapura, Dan 151.000 di Hong Kong. Bekraf, yang memulai kelas di Singapura pada awal Januari, juga sudah memulai kelas coding di Hong Kong pada akhir pekan bulan April kemarin.

22222222

Badan tersebut berencana untuk menawarkan kursus di Malaysia, Taiwan dan Arab Saudi, namun tidak belum menyatakan kapan kelas-kelas dinegara-negara tersebut akan dimulai. Kursus ini sangat populer di Singapura dan Hong Kong lebih dari 160 orang telah mendaftarkan diri mereka untuk kursus di kedua kota tersebut. Saat ini, 10 pekerja rumah tangga telah lulus dari program studi di Singapura, dengan 10 kelas lainnya di Singapura, kata Setia Darma, seorang sukarelawan dari Coding Mum, yang merupakan koordinator kursus di Singapura. 40 lainnya sudah memulai kursus di Hong Kong pada pekan terakhir bulan April kemarin.

Belajar coding tidak mudah bagi pekerja rumah tangga ini mereka harus meluangkan waktu sebanyak tiga jam di sana pada hari libur mereka, dan tidak lupa mengerjakan pekerjaan rumah mereka di malam harinya, setelah pekerjaan rumah tangga mereka selesai. "Sebagian besar hanya bisa [ngoding] begitu tugas rumah tangga selesai dan anak-anak yang dirawat sudah tertidur," kata Darma melalui email ke Mashable .

Mereka juga harus membeli laptop mereka sendiri untuk mengikuti kelas ini, yang berasal dari gaji mereka. PRT Indonesia direkomendasikan memiliki gaji $ 550 ($ 394) per bulan di Singapura, menurut Kedutaan Besar Indonesia, sementara pekerja rumah tangga di Hong Kong mendapatkan upah minimum HKD $ 4.310 ($ 554) per bulan. Kedua Negara ini mengizinkan hari libur untuk pekerja rumah tangga.

Codingan yang mereka pelajari
Tim Coding Mum mengatakan bahwa mereka mengadaptasi kursus untuk pekerja rumah tangga, yang setara dengan anak SMA, dibandingkan dengan rata-rata pendidikan pra-universitas dan perguruan tinggi untuk ibu-ibu yang rumahan di Indonesia. Kursus Coding Mum yang asli menampilkan pengelolaan database HTML, CSS, Javascript dan SQL, namun kursus baru yang ditawarkan kepada pekerja rumah tangga telah dibagi menjadi tiga tingkat, berdasarkan pada tingkat kesulitan yang mereka hadapi.

33333333

Kelas juga lebih kecil karena intensitasnya benar-benar kursus, di mana setiap mentor masing-masing mendapat sekitar 2-4 siswa.
"Kami ingin mereka semua menjadi sukses kelasnya tidak hanya satu arah, ada banyak metode pembelajaran, dan kami benar-benar duduk bersama mereka," Darma menambahkan. "Mentor [membimbing] mereka agar mereka bisa lebih memahami konsep dan praktik pemrograman web."

Coding Mum berencana untuk merekrut lebih banyak mentor sehingga bisa memperluas setiap ukuran kelas, kata Darma. "Saya harus mengatakan ini bukan tugas yang mudah," tambahnya. "Kita perlu menemukan individu yang memiliki latar belakang TI yang relevan dan yang paling penting bersedia menjadi sukarelawan untuk membantu."

Coder yang diminati di Indonesia perusahaan lokal Go-Jek mengakuisisi dua startup India tahun lalu dalam upaya merekrut pemrogram yang berbakat di negara tersebut, sementara Uber berusaha membawa coders terampil Indonesia di AS untuk pulang ke Indonesia, menurut Wall Street Journal. Pemerintah memperkirakan bahwa jumlah lulusan Coding Mum hampir 200, dan banyak lagi pengusaha IT lainnya, sementara yang lain telah menemukan pekerjaan sebagai pengembang atau penguji beta di perusahaan teknologi Indonesia. Indonesia bertujuan untuk menambah sekitar satu juta lebih orang untuk tenaga kerja kreatifnya, yang diharapkan akan berjumlah 13 juta orang pada tahun 2019.

Published in Artikel

Berani, ambillah semangat kepercayaan diri, Fuadilah memberi tahu para pengusaha untuk bercita-cita di Konferensi Wirausaha Internasional Startup Grind Muscatine yang pertama di Lowa. Selama konferensi, Fuadilah berbicara dengan pengusaha melalui Skype, tentang perjalanan wirausaha itu sendiri di Indonesia. Fuadilah memulai sebagai Analis Proses Bisnis, dalam perjalanannya yang berawal dengan memulai bisnis bersama istrinya, Cempaka, yaitu "Bagaimana menciptakan dan menjual tas pribadi dan ramah lingkungan di media sosial?" Yakni ketika dia berada di Community College Initiative. Bertemu wirausahawan lainnya, selama program tersebut memacu Fuadilah untuk memulai usahanya, Ning Fabric Works, bersama istrinya. "Pengalaman memberi saya dorongan kepercayaan untuk memulai bisnis" kata Fuadilah.

Menuju Sebuah Kompetisi
Ketika Fuadilah dan Cempaka meluncurkan Ning Fabric Works pada bulan Juni 2015, mereka tahu bahwa mereka harus melakukan sesuatu yang istimewa untuk lebih menonjol dari kompetisi. Jadi, mereka merancang bisnis mereka untuk memanfaatkan kekuatan fashion, media sosial, dan narasi pribadi. Ning Fabric Works membuat tas dari kain daur ulang yang memiliki kesan tersendiri bagi pelanggan. "Ketika pelanggan memberi kami kain, mereka menceritakan kisah di balik pakaian," Fuadilah menjelaskan. "Cempaka mewawancarai mereka, dan menempatkan atau mentisipkan cerita di situs web dan di dalam kantong. Jadi saat kita membuat tas baru dari swatch itu, kita bisa membicarakan cerita dibalik pembuatannya". Konsep pemasaran yang canggih seperti ini perlu terlihat di pasar kerajinan Indonesia yang ramai. Fuadilah mengaitkan banyak keterampilan dan gagasan bisnisnya sampai di Eastern Iowa Community College - Muscatine .

Mendapatkan Keterampilan Bisnis Dan Kewirausahaan Yang Berharga
Melalui program tersebut, Fuadilah memperoleh tiga sertifikat dalam manajemen usaha kecil, pengawasan, dan kewirausahaan yang membantunya membuat rencana bisnis dan membawa produk ke pasaran. Sementara di Muscatine, Fuadilah juga membentuk ikatan yang kuat dengan instruktur kewiraswastaannya, yang menggunakan metode pengajaran langsung yang baru dikenal Fuadilah. "Dia tidak hanya menunjukkan teori saja, tapi juga prakteknya," kata Fuadilah. "Dia menyuruh kami bekerja dengan bisnis nyata dan memecahkan masalah yang sebenarnya di lapangan".

Selain berpengalaman di kelasnya, Fuadilah mengkredit perjalanannya ke bisnis dan asosiasi, seperti Kamar Dagang Muscatine, dengan membantunya mendapatkan wawasan tentang apa yang perlu dan tidak dikerjakan dengan baik di berbagai industri.
Fuadilah dan Cempaka memiliki rencana besar untuk Ning Fabric Works. Mereka baru saja mempekerjakan karyawan pertama mereka dalam sebuah langkah besar untuk usaha kecil dan mereka mewawancarai kandidat untuk posisi kedua. "Kami menetapkan target dan kami berjalan ke arah itu," Fuadilah mengatakan. "Kami tidak takut dengan tantangan itu".

Published in Artikel

Bicara soal brand Xiaomi, merek yang satu ini memang terkenal dengan produk smartphone murah meriah miliknya, terutama seri Redmi. Namun Xiaomi menjual banyak produk selain smartphone dan tablet, termasuk timbangan badan, rice coocker, hingga air purifier. Namun hingga saat ini, Xiaomi baru menjual produk mobile miliknya di Indonesia. Tampaknya, perusahaan asal Tiongkok itu bakal segera menjual produk lain ke Indonesia.

Selain smartphone seri Redmi dan Mi yang beken, Xiaomi juga menjual produk-produk lain mulai dari penanak nasi pintar hingga air purifier. Rencana tersebut diungkapkan oleh pihak Xiaomi bersama Erajaya dalam paket bundling bersama dengan Telkomsel di Jakarta, Rabu (26/4/2017). Menurut keterangan Hasan Aulia selaku CEO Erajaya Group, mereka akan menjual produk lain buatan Xiaomi. Produk yang akan mereka jual merupakan produk dalam kategori Internet of Things (IoT) atau setiap perangkat yang terhubung ke internet. Cukup sukses menjual produk mobile, kini mereka mencoba untuk memasarkan produk yang masuk ke dalam kategori smarthome.

"Kami akan memasarkan produk seperti wearable device, air purifier, dan perangkat-perangkat smarthome. Semua yang menyangkut internet product," ujar Hasan ketika dijumpai oleh KompasTekno seusai acara. Hasan mengaku belum bisa memastikan kapan produk-produk Xiaomi itu akan mulai dijual di Indonesia karena pihaknya masih mengurus sertifikasi yang diperlukan agar produk smarthome Xiaomi dapat dijual secara legal di Indonesia. Namun, dia memberi perkiraan waktu pemasaran perdana dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Belum dipastikan juga perangkat apa saja yang akan dijual.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager Xiaomi for South East Asia and South Pacific Steven Shi menjelaskan bahwa Xiaomi memiliki tiga pilar produk, yakni smartphone, produk-produk ekosistem, dan layanan internet. "Kalau Mi Roaming yang baru-baru ini meluncur, masuk kategori internet services. Sementara, produk, seperti air purifier dan TV pintar tergolong dalam perangkat ekosistem, " kata Shi.

aa

Shi mengaku optimis aneka produk IoT Xiaomi akan diminati konsumen Indonesia. Soal infrastruktur internet, menurut dia, bukan kendala karena perangkat-perangkat itu hanya menggunakan bandwidth kecil. "Jadi, yang dibutuhkan hanya konektivitas saja. Apalagi, 50 persen populasi Indonesia sudah terhubung ke internet. Mereka ini memiliki keinginan untuk memakai inovasi-inovasi digital terbaru," pungkasnya.

Published in Artikel
Tuesday, 18 April 2017 08:05

Startup Indonesia Yang Mengguncang Dunia

Startup adalah sebuah perusahaan rintisan, umumnya disebut startup (atau ejaan lain yaitu start-up), merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Sudah banyak sekali startup yang berasal dari Indonesia yang sukses dan sudah menghaslkan keuntungan yang sangat besar, selain mendapatkan keuntungan yang besar, startup karya anak bangsa ini juga sudah mendunia. Ini dia 5 startup anak bangsa yang saat ini sudah mendunia .

1. Kaskus
Kaskus alias kasak kusuk merupakan situs komunitas yang didirikan oleh tiga sekawan, yaitu Andre Darwis, Ronald dan Budi. Forum yang didirikan sejak 6 Nopember 1999 ini kini telah menjadi forum komunitas terbesar di Indonesia. Dalam perkembangannya, kaskus telah mendapatkan berbagai penghargaan seperti The Best Marketing Driving Company, The Best Innovation in Marketing yang diberikan oleh Marketing Magazine serta The Greatest Brand of the Decade tahun 2009-2010 oleh Mark Plus Inc.

2. Tokopedia
Tokopedia merupakan salah situs jual beli atau marketplace terbesar di Indonesia yang berhasil menghilangkan sekat antara konsumen dengan produsen. Dalam kiprahnya, Tokopedia berhasil meraih penghargaan Marketeers of the year pada acara Markplus Conference 2015 yang digelar oleh Markplus Inc. Pada 2016 lalu, tokopedia terpilih sebagai Best Company in Consumer Industry Digital Economy Award 2016. Tidak hanya penghargaan, tokopedia juga berhasil mendapatkan pendanaan dari berbagai perusahaan multinasional.

3. Go-Jek
Siapa yang tidak mengenal Go-Jek? Startup bidang transportasi dengan memanfaatkan aplikasi secara online ini merupakan karya anak bangsa, Nadiem Makarim. Dengan berbagai fitur tambahan yang ada, Go-Jek berhasil menjadi salah satu startup yang diboyong presiden ke Silicon Valley. Selain itu, Go Jek juga berhasil menerima penghargaan “Asean of The Year” dari The Strait Times.

4. Kakatu
Fakta bahwa pengguna internet di Indonesia didominasi oleh anak usia 10-19 tahun membuat Roby Tanzil Ganepi tergerak untuk menciptakan kakatu. Kakatu merupakan aplikasi yang berfungsi untuk menyeleksi, membatasi dan mengawasi aplikasi apa saja yang boleh diakses oleh anak. Saat ini, kakatu telah berhasil bekerjasama dengan Samsung Galaxy Tab 3V dan berhasil memenangkan penghargaan Bubu Awards v.09 sebagai startup terbaik.

5. Cubeacon
Cubeacon merupakan perusahaan startup asal Indonesia yang memanfaatkan jaringan nirkabel bluetooth untuk mempromosikan suatu barang kepada pelanggan. Dengan menggunakan cubeacon, pemilik pusat belanja dapat mengirim promosi dan penawaran kepada customer yang sedang melintas di depan toko melalui sinyal bluetooth. Dikancah Internasional, Cubeacon telah berhasil meraih juara pertama dalam ASEAN ICT Awards 2016 serta telah memproduksi 2500 unit box Cubeacon untuk pangsa pasar global.

Published in Artikel

Di era digital seperti sekarang ini, kebutuhan akan tenaga kerja yang mumpuni di bidang TI (Teknologi Informasi) semakin tinggi. Namun pada kenyataannya, meski jumlah lulusan perguruan tinggi di bidang TI semakin banyak, persaingan antar perusahaan dalam memperebutkan tenaga kerja yang berkualitas justru semakin ketat. Hal ini juga mendorong banyak perusahaan rela memberikan gaji yang lebih tinggi untuk beberapa pegawai teknologi informasi termasuk developer aplikasi dan game.

Berdasarkan analisis Jobplanet terhadap informasi gaji dari 6.500 responden yang bekerja di bidang TI, Jobplanet menemukan beberapa profesi TI yang diganjar gaji rata-rata yang lebih tinggi, antara lain project coordinator, software architect, dan konsultan enterprise resource planning (ERP).

Gaji rata-rata staf di bidang TI di Indonesia pada level staf, profesi-profesi TI yang diganjar gaji rata-rata paling tinggi adalah project coordinator dengan gaji rata-rata IDR 5.6 juta, diikuti dengan staf software architecture, UI/UX developer, staf ERP dan system engineer rata-rata sebesar IDR 5 jutaan.

Sementara itu, pada level manajer, profesi-profesi dengan gaji rata-rata tertinggi adalah project manager dan ERP manager sebesar IDR 10 jutaan dan gaji rata-rata software architecture manager, IT quality assurance manager dan information system manager berkisar antara IDR 9 jutaan.

Upah rata-rata developer aplikasi dan game

Meskipun developer aplikasi dan game tidak termasuk dalam profesi TI yang menawarkan gaji tertinggi, namun seiring dengan bertumbuhnya industri mobile dan digital, semakin banyak lulusan TI yang melirik kedua profesi tersebut. Di antara 6.500 responden dalam riset Jobplanet, terdapat 517 orang pengembang aplikasi dan 32 orang pengembang game.

Dari analisisnya, Jobplanet menemukan bahwa gaji rata-rata developer aplikasi di level staf adalah IDR 4.5jutaan dan di level manajemen adalah IDR 9 jutaan. Sementara, gaji rata-rata developer game di level staf adalah IDR 3jutaan dan di level manajer IDR 6.5 jutaan.

Kemas Antonius, Chief Product Officer Jobplanet di Indonesia mengungkapkan bahwa melalui analisis ini, Jobplanet berharap informasi tentang gaji rata-rata profesi IT di Indonesia inidapat memberikan wawasan bagi para karyawan di bidang TI serta membantu para pencari kerja, terutama dalam mengukur nilai profesionalisme mereka di mata perusahaan.

“Tentunya setiap perusahaan memiliki standar gaji karyawan yang berbeda-beda, tergantung pada kemampuan perusahaan serta kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki oleh SDM (Sumber Daya Manusia) untuk pegawai teknologi informasi dan developer aplikasi dan game,” pungkas Kemas.

Published in Artikel