Keberadaan perangkat Android yang saat ini sudah hampir dimiliki semua kalangan masyarakat, membuat berbagai penunjang dan fitur pendukung lainnya juga turut berkembang. Salah satu yang terus tumbuh adalah pasar game yang kian hari pertumbuhannya terus naik. Hal ini tentu cukup menggembirakan, namun yang patut disayangkan adalah meskipun pasarnya terus tumbuh, namun rupanya game-game buatan pengembang lokal Tanah Air belum bisa menjadi raja di Negerinya sendiri dan masih kalah saing dengan game-game besutan pengembang luar yang sangat banyak.

Industri game ini merupakan salah satu industri yang termasuk pada industri kreatif, tak mengherankan jika pasar game ini memang cukup mendapat perhatian dari pemerintah. Hari Sungkari, Deputy Chairman of Infrastructure Badan Ekonomi Kreatif menilai, pasar game di Indonesia ini kian hari memang kian naik khususnya dalam tiga tahun terakhir. “Pada 2014, nilai pasar game Indonesia mencapai USD 181 juta. Sementara pada tahun 2015, USD 321 juta, dan 2016 mencapai USD 580 juta. Tahun ini diperkirakan USD 700 jutaan,” kata Hari Sungkari.

Besarnya nilai pasar game di Indonesia ini sayangnya masih kurang dapat di kuasai oleh game-game lokal di mana game lokal hanya mendapat 1,7 % dari nilai tersebut. Hal ini tentu cukup disayangkan, pasalnya game di Indonesia ini memiliki pertumbuhan yang cukup besar jika dibandingkan dengan industri game negara tetangga. “Bila dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara, pendapatan dari game yang diraih Indonesia mencapai 21% dari total nilai USD 2,2 miliar. Persentase ini meningkat dari tahun 2013,” papar Hari.

Tak hanya itu saja, bahkan Indonesia menempati urutan pertama di Asia Tenggara untuk pasar game mobile. Di mana dengan USD 331 juta membuat Indonesia menempati urutan nomor satu pendapatan tertinggi game mobile. Hal ini terpaut jauh dari beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand yang hanya berkisar 275 juta USD atau Malaysia dengan USD 238 juta, Singapura di USD 143 juta, Filipina di USD 143 juta, dan Vietnam di USD 136 juta.

Published in Artikel

Akhir pekan ini kabar versi web Telegram diblokir di Indonesia menjadi pembicaraan hangat. Bahkan, kabar ini telah sampai ke telinga CEO sekaligus pendiri Telegram Pavel Durov. Ia mengakui ada miskomunikasi antara pihaknya dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait pemblokiran Telegram. Ia pun bergegas menyiapkan solusi guna meyakinkan pemerintah Indonesia bahwa Telegram berkomitmen memberantas konten negatif dan terorisme.

Adapun langkah pertama yang ditawarkan Telegram adalah memblokir semua saluran di Telegram yang berkaitan dengan terorisme. "Sebelumnya konten-konten ini sudah dilaporkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia kepada pihak Telegram," kata Durov.

Langkah kedua, Durov telah mengirim e-mail balasan kepada Menkominfo agar proses komunikasi bisa berjalan langsung antarkedua pihak. "E-mail tersebut seharusnya memungkinkan kami bekerja lebih efisien dalam mengidentifikasi dan menghalangi propaganda terorisme di masa depan," ujar pria asal Rusia itu.

Hal ketiga yang akan dilakukan Telegram adalah membentuk tim moderator yang memiliki pengetahuan bahasa dan budaya Indonesia. Tim ini memiliki tugas memproses laporan konten berkaitan terorisme secara lebih cepat dan akurat.

Ia mengaku telah mengirim e-mail kepada Menkominfo terkait solusi di atas dan saat ini sedang menunggu umpan balik. "Saya yakin kami bisa menghapus konten propaganda terorisme tanpa mengganggu penggunaan Telegram oleh jutaan orang Indonesia," kata Durov.

Tak Berteman dengan Terorisme

Lebih lanjut, lelaki kelahiran tahun 1984 ini menegaskan Telegram memang terenkripsi dan sangat menjunjung privasi. Namun bukan berarti Telegram berteman dan setuju dengan aksi terorisme. Alih-alih mendukung, ia mengatakan, tiap bulannya tim Telegram memblokir ribuan saluran publik ISIS dan mempublikasikan hasilnya di @isiswatch.

"Kami terus berusaha lebih efisien mencegah propaganda terorisme dan selalu terbuka terhadap gagasan agar Telegram bisa lebih baik lagi," katanya. Sekadar informasi, Durov menyebut Indonesia sebagai negara indah yang pernah ia kunjungi beberapa kali. Ia bahkan menyebut banyak pengadopsi awal Telegram berasal dari Indonesia.

Published in Artikel
Thursday, 13 July 2017 03:05

Selfie Ring Light

Selfie adalah bagian dari gaya hidup anak muda jaman sekarang, Kenapa demikian? Karena selfie membuat kesenangan tersendiri bagi kalangan muda sekarang ini. Namun, bagaimanakah? Jika ingin berselfie ditempat gelap tanpa ada cahaya sedikit pun. Biasa nya ini yang menjadi kendala bagi pencinta selfie.

Jangan khawatir, teknologi semakin canggih di era sekarang ini. Saat ini, tercipta sebuah gadget untuk membantu para pecinta selfie yang ingin memaksimalkan selfie mereka di tempat gelap. Bernama Selfie Ring Light, gadget ini bekerja dengan baterai dan bisa menyala dengan penerangan LED.

Kita hanya perlu mencapitkannya di atas smartphone, kemudian mengatur cahaya yang akan kita arahkan untuk selfie. Ada tiga level cahaya LED yang bisa kita atur sesuai keadaan pencahayaan di sekeliling kita. Selain untuk memberikan cahaya saat selfie, ternyata bentuk bulat dari Ring Light ini membuat efek tersendiri untuk mata kita saat difoto.

Apakah efek nya itu? Yaah, efek nya adalah dalam bola mata kita nanti akan terdapat efek cahaya bulat seperti mata kucing. Keren bukan? Ini yang membuat selfie kamu, lebih indah dan menarik dipandang. Dan tahukah kamu? Selfie Ring Light ini sudah dipasarkan di toko online Indonesia juga loh….

Dan harga nya pun hanya dibandrol 150-250 ribu. Pasti tertarik untuk membelinya bukan?

Published in Artikel
Wednesday, 12 July 2017 06:04

3 Aplikasi Karya Anak Bangsa yang Mendunia

Sebagian besar Aplikasi populer di dunia memang berasal dari luar negeri. Tapi bukan berarti pengembang Indonesia kalah populer, karena ada sejumlah aplikasi buatan dalam negeri yang juga berhasil menyedot perhatian dunia.

Ada beberapa aplikasi buatan pengembang lokal yang jumlah unduhannya mencapai puluhan juta. Aplikasi-aplikasi tersebut juga memiliki pengguna di luar negeri. Selain itu, juga ada aplikasi Indonesia yang mendapat sorotan media ternama luar negeri seperti Reuters dan Wall Street Journal.

Setidaknya beberapa faktor ini bisa menjadi pertimbangan bahwa aplikasi buatan anak bangsa tak kalah hebat dari pengembang asing. Setidaknya ada tiga aplikasi buatan anak bangsa, yang cukup terkenal di dunia. Berikut ini ulasannya :

1. PicMix

Aplikasi besutan Inovidea Magna Global ini cukup populer bagi orang-orang yang gemar mengedit foto. Meski termasuk aplikasi populer, masih ada sejumlah orang yang tak tahu PicMix adalah buatan pengembang Indonesia.

Seperti sejumlah aplikasi pengeditan dan berbagi foto, PicMix juga memiliki berbagai fitur, termasuk Photo Editors, Photo Collage, dan Cure Stickers. Pengguna juga bisa membagikan foto mereka yang sudah diedit ke jejaring sosial seperti Facebook dan Instagram.

Saat tulisan ini dibuat, jumlah unduhan PicMix berkisar antara 10 sampai 50 juta di Google Play Store, dan merupakan aplikasi milik Inovidea Magna Global yang paling banyak diunduh. PicMix merupakan aplikasi gratis, dengan opsi "in-app product" dengan harga mulai dari Rp 3.000 sampai Rp 19.900.

Kesuksesan PicMix tidak hanya menjadi sorotan di Indonesia. Pemberitaan soal Aplikasi ini juga pernah dibuat oleh media asing seperti Tech Crunch. Berdasarkan keterangan di App Store, PicMix telah diunduh oleh 30 juta pengguna di seluruh dunia.

2. Go-Jek

Aplikasi ride-sharing ini memang baru tersedia di Indonesia, tapi kesuksesannya berhasil menyedot perhatian media asing, seperti Reuters dan Wall Street Journal. Go-Jek saat ini tersedia untuk pengguna perangkat Android dan iOS.

Berdasarkan data pembaruan aplikasi pada akhir Juni 2017, jumlah unduhan Go-Jek berkisar antara 10 sampai 50 juta. Chief Executive Officer (CEO) Go-Jek, Nadiem Makarim, mengutip data dari App Annie, menyebutkan jumlah pengguna aktif mingguan Go-Jek berkisar 10 jutaan.

3. Ramen Chain

Ramen Chain adalah gim mobile besutan pengembang lokal, Touchten Games. Perusahaan gim ini didirikan pada 2009 oleh Anton Soeharyo, Roki Soeharyo, dan Dede Indrapurna. Salah satu gim Touchten Games yang paling populer adalah Ramen Chain. Aplikasi ini pernah menduduki peringkat satu kategori Free App di Singapura, Indonesia, dan Filipina.

Selain itu juga pernah menduduki peringkat tiga Free App di Taiwan, Hong Kong, Malaysia, dan Thailand. Ramen Chain tersedia di App Store dan Google Play Store. Jumlah unduhan Ramen Chain di Google Play Store berkisar antara satu juta hingga lima juta.

Published in Artikel

Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang mematikan dan mengakibatkan kerusakan yang sangat parah. Wilayah Indonesia sendiri termasuk daerah rawan bencana tanah longsor, dan bencana alam ini sulit sekali diprediksi kedatangannya. Namun para peneliti di sejumlah universitas ingin menggunakan satelit untuk memprediksi datangnya tanah longsor.

Tim tersebut terdiri dari para peneliti dari Universitas Newcastle, Universitas Teknologi Chengdu, Universitas Tongji, Akademi Teknologi Luar Angkasa China, dan Universitas Wuhan. Gagasan yang mereka pertimbangkan adalah untuk menggunakan satelit untuk memprediksi kapan tanah longsor akan terjadi. Ini berkat tim yang melacak longsor yang terjadi di Desa Xinmo, Maoxian di Provinsi Sichuan, Tiongkok.

Seperti yang dilaporkan Ubergizmo, cara kerja pelacakan tanah longsor ini menggunakan gambar yang diambil oleh satelit Sentinel-1 milik ESA. Tim tersebut dapat melihat gambar sebelum dan sesudah di wilayah tersebut dan memetakan tanah longsor, mengidentifikasi sumbernya, dan juga tingkat kerusakannya yang diakibatkan tanah longsor. “Sebenarnya, saat kami memantau tanah longsor Maoxian, kami berhasil mengidentifikasi lebih dari 10 tanah longsor aktif lainnya di wilayah yang sama dan meneruskan informasi ini ke instansi terkait,” kata Profesor Zehnghong Li dari Universitas Newcastle.

Metode ini tampaknya sangat efektif karena tim berhasil mengidentifikasi lahan yang telah bergerak selama sekitar 6 bulan sebelum akhirnya kejadian tanah longsor berlangsung pada pekan lalu. Metode ini juga dapat digunakan sebagai sistem peringatan dini yang dapat meminimalisir dampak tanah longsor serta menyelamatkan banyak jiwa dari bencana alam tersebut.

Published in Artikel

Untuk membantu berbagi foto dalam jumlah banyak, Google kini menghadirkan fitur Suggested Sharing dan Shared Libraries, yang baru-baru ini diumumkan dalam gelaran Google I/O, di Indonesia. "Suggested Sharing dan Shared Libraries ruang baru untuk berbagi foto dengan orang-orang yang Anda sayangi secara cepat dan mudah, sehingga Anda dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk menikmatinya," kata Google

Suggested Sharing menggunakan pembelajaran mesin (machine learning) yang secara otomatis dapat mengidentifikasi foto dan menyarankan penerima yang dituju. Pengguna juga dapat semakin mudah untuk mengirim dan menerima foto satu sama lain dengan Shared Libraries, yang dapat mengatur dan berbagi foto mana yang ingin dibagikan secara otomatis.

Untuk menggunakan fitur Suggested Sharing, di bagian atas Sharing Tab Google Photos terlihat saran berbagi yang dibuat berdasarkan kebiasaan berbagi foto Anda. Google Photos dapat mengenali momen penting seperti liburan sekolah atau acara pernikahan, Google Photos juga dapat memilih foto yang tepat, dan menyarankan siapa yang mungkin ingin melihat foto Anda.

Sebelum mengirimkannya Anda pun dapat mengubah penerima yang telah disarankan. Dengan Google Photos, Anda tidak perlu khawatir untuk berbagi dengan siapa saja sekalipun mereka tidak menggunakan Google Photos, karena Anda dapat menggunakan alamat email atau nomor telepon mereka.

Jika Anda sedang bersama teman dan keluarga Anda yang menggunakan Google Photos, mereka akan mendapat pengingat untuk menambahkan foto mereka ke dalam album yang terkait. Lalu Anda akan diperingatkan ketika ada foto baru yang ditambahkan dan dapat melihat semua foto di satu tempat.

Sementara itu, untuk menggunakan fitur Shared Libraries dapat dimulai dengan menu di kiri atas, memilih "Share your library" dan memasukkan alamat email teman Anda. Setelah teman Anda menerima undangan tersebut, dia dapat melihat foto yang telah Anda bagian. Saat Anda mengambil lebih banyak foto bersama teman Anda, Google Photos akan memberi tahu teman Anda saat ada foto baru dan membagikannya secara otomatis.

Teman Anda dapat memilih untuk menyimpan semua foto atau hanya foto tertentu secara otomatis. Foto ini akan tersimpan dan muncul di film, kolase, dan kreasi lainnya yang dibuat oleh Google Photos milik teman Anda. Suggested Sharing dan Shared Libraries dapat dinikmati di Android, iOS dan web.

Published in Artikel

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) senantiasa bergerak dinamis dari waktu ke waktu. Bangsa Indonesia pun setidaknya telah memiliki andil serta kontribusi nyata, dalam perkembangan IPTEK dan telah digunakan oleh masyarakat dunia. Walaupun masih terhitung sedikit, sebenarnya sejak era 60an telah ada teknologi temuan Indonesia yang mendunia dan digunakan secara luas. Langsung saja berikut diantaranya :

1. Pondasi Cakar Ayam (1961)
Teknologi ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo ketika ia sebagai pejabat PLN diminta mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta. Pondasi yang dibuatnya ternyata mampu mengurangi hingga 75% tekanan pada permukaan tanah di bawahnya dibandingkan dengan pondasi biasa. Pondasi cakar ayam ini kemudian digunakan di Bandara Juanda, Surabaya yang memungkinkan landasan menahan beban hingga 2.000 ton atau seberat pesawat super jumbo jet. Selain di Indonesia teknologi yang sudah dipatenkan ini juga digunakan di 9 negara lain, seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, AS, Belanda.

2. Teori 23 Kromosom (1955)
Seorang ahli Cytogenetics Indonesia yaitu Dr. Jow Hin Tjio menemukan fakta bahwa jumlah kromosom manusia adalah 23 buah. Penemuan ini berhasil mematahkan keyakinan para ahli genetika bahwa jumlah kromosom adalah 24 buah. Ia berhasil menghitung jumlah kromosom dengan tepat setelah menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr. T.C. Hsu di Texas University, AS.

3. Ketela Pemadam Api (1979)
Ketika sedang melakukan uji coba menggunakan cairan pelumas berbahan kulit ketela pohon di Queen Marry College-London University, Inggris, Randall Hartolaksono menemukan teknologi untuk memadamkan api secara efektif dan ramah lingkungan. Ketika itu, cairan buatannya tidak sengaja tumpah dan memadamkan api yang sedang menyala. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata diketahui bahwa cairan tersebut jika terkena panas akan mengeluarkan uap yang dapat menyerang api. Kini temuannya digunakan di berbagai perusahaan pertambangan di penjuru dunia sebagai solusi untuk mengatasi kebakaran.

4. Pemindai 4 Dimensi ECVT (2006)
ECVT (Electrical Capacitance Volume Tomography) adalah hasil temuan Dr. Warsito Purwo Taruno. Penemuan ini telah dipatenkan secara internasional. ECVT adalah teknologi yang menggunakan sensor medan listrik statis yang dapt menampilkan gambar 4 dimensi dari tingkah laku gas dan partikel di dalam reaktor tertutup. Teknologi ECVT ini diperkirakan dapat mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di berbagai bidang, mulai dari energi, proses kimia, kedokteran, hingga nano-teknologi.

5. Persamaan Matematika Helmholtz (2005)
Persamaan matematika ini berhasil dipecahkan oleh Yogi Ahmad Erlangga, dosen ITB asal Tasikmalaya. Ketika memecahkan rumus ini, Yogi sedang menempuh program Ph.D di Delft University of Technology, Belanda. Persamaan Helmholtz yang berhasil dipecahkannya, membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Dengan rumus temuan tersebut mereka dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumusnya juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam.

6. Kromatografi Tercepat (1998)
Di bawah bimbingan Profesor Toyohide Takeuchi di Universitas Gipu, Jepang, pada tahun 1998, Prof. Dr. Rahmiana Zein, yang saat itu sedang melakukan penelitian untuk disertasi doktor bidang kimia menemukan teknik kromatografi tercepat di dunia. Jika sebelum ini peneliti membutuhkan waktu antara 1.000 dan 100 menit untuk membedah senyawa kimia, teknik yang digunakan Rahmiana Zein mampu mendiagnosis senyawa kimia dalam waktu kurang dari 10 menit.

7. Teknik Pengeringan Sperma (2000)
Teknik pengeringan yang disebut sebagai evaporative drying serta penyimpanan sperma dalam ruangan bertemperatur kamar ditemukan oleh Mulyoto Pangestu, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil gelar Ph.D di Monash University, Australia. Uniknya, Mulyoto berhasil melakukannya menggunakan perlengkapan yang dapat ditemukan dengan mudah dan murah. Sayangnya penemuannya ini dipatenkan di Australia dan menjadi milik Monash University. Akan tetapi, Mulyoto tetap tercatat sebagai penemunya.

8. Teori Crack Progression (1968)
Teori ini ditemukan oleh mantan Presiden RI Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie. Habibie lah yang kemudian menemukan bagaimana rambatan titik crack itu bekerja. Perhitungannya sungguh rinci, sampai pada hitungan atomnya. Oleh dunia penerbangan, teori Habibie ini lantas dinamakan crack progression. Dari sinilah Habibie mendapat julukan sebagai Mr. Crack. Tentunya teori ini membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah

9. Two Man Cockpit (1969)
Wiweko Soepono yang dikenal sebagai penemu pesawat komersil two-man cockpit yang diterapkan pabrik Airbus Industrie. Pesawat pertama kokpit dua awak (crew) adalah Airbus A300-B4 FFCC (Forward Facing Crew Cockpit), cikal bakal pesawat glass cockpit berawak dua yang digunakan hingga sekarang.Wiweko bersama staf Airbus Industrie, eksekutif perusahaan Roger Beteille, pilot uji Pierre Baud, serta staf lainnya membuat konsep penerbangan dengan dua awak pesawat. Dengan mengeliminir flight engineer dan mengubah setting layout cockpit pesawat, maka diperoleh konsep FFCC (Forward Facing Crew Cockpit) yang memungkinkan pesawat kelas jumbo hanya diterbangkan oleh dua awak pesawat. Konsep FFCC sangat ditentang pada saat itu, baik di dalam maupun di luar negeri. Namun kini konsep itu disempurnakan menjadi glass cockpit yang menjadi standar untuk pesawat sipil. Boeing yang semula menentang akhirnya menggunakan teknologi ini pada pesawat Boeing 747 400 dan Boeing 777. Nama glass cockpit juga dikenal sebagai Garuda cockpit yang sebelumnya dinamakan Wiweko cockpit.

10. Sistem Telekomunikasi 4G berbasis OFDM (2010)
Era informasi dengan ditunjang jaringan sistem telekomunikasi memacu para peneliti di bidang ini. Seorang ilmuwan alumni ITB, Khoirul Anwar bersama koleganya berhasil merombak efisiensi pakem alat komunikasi. Penemuan teknologi 4G berbasis OFDM diawalinya dengan ide mengurangi daya transmisi untuk meningkatkan kecepatan transmisi data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari teknologi sebelumnya) dan hasilnya kecepatan transmisi meningkat. Pada paten keduanya, Khoirul Anwar kembali membuat dunia kagum, kali ini adalah menghapus sama sekali guard interval/GI, tentu saja ini malah membuat frekuensi yang berbeda akan bertabrakan, alih-alih menambah kecepatan.

Tentunya selain penemuan diatas masih banyak temuan temuan orang Indonesia lainnya. Sayang, kurangnya – hampir tidak adanya – dukungan nyata dari pemerintah terkadang malah menjadi penghalang tersendiri yang memadamkan semangat para akademisi di Indonesia. Tidak heran banyak ilmuwan-ilmuwan yang lebih memilih mengabdikan ilmunya di negara lain.

Published in Artikel
Monday, 12 June 2017 06:59

Game Juragan Wayang

Melihat dari judulnya, pasti Anda mengira jika game ini memiliki gameplay yang sangat konyol, namun memang itulah hal yang sengaja dihadirkan oleh BinaryStudio 54. Studio game asal Jakarta ini baru saja merilis game Android bergenre strategi dengan nuansa yang kental dengan Indonesia. Lalu bagaimana dengan gameplay dari game ini?

Apa jadinya ketika berbagai macam karakter yang terdiri dari wayang, jagoan legendaris, selebriti, dan lapisan masyarakat lainnya membentuk kelompok kemudian bertarung dalam satu arena untuk sebuah kekuasaan? Tentu saja Anda akan menjumpai keberingasan dan kekonyolan bersatu dalam arena pertempuran dan akhirnya ide nyeleneh itu dihadirkan dalam game Juragan Wayang: Mobile RPG.

Game Android yang dapat diunduh secara gratis ini menuntut Anda piawai dalam menyusun strategi untuk memenangkan pertempuran yang terdiri dari berbagai macam pasukan. BinaryStudio 54 menghadirkan berbagai macam karakter, yang terbagi menjadi 6 kelompok, dimana kelompok-kelompok tersebut terbagi lagi dalam kelas yang berbeda, yakni Normal, Rare, dan Epic. Karakter pada game ini terdiri dari:


1. Wayang: Gareng, Petruk, Bagong, Semar
2. Jagoan legendaris: Gundala, Pitung, Wiro Sableng, Si Buta dari Gua Hantu
3. Orang kampung: Emak emak, Kang Ojek, Preman, Anak STM

4. Hantu: Pocong, Tuyul, Kuntilanak, Buto Ijo
5. Selebriti: Bang Rhomi, Mister Tukal, Ormas, Dedi Kobundar
6. Sihir: Api, Air, Tanah, Petir

Beberapa karakter dari game ini juga ada yang keluar dari karakter aslinya. Sebagi contoh, pocong yang biasanya terbungkus dan hanya bisa melompat-lompat, pada game ini pocong terlihat memiliki sarung tinju untuk menyerang musuhnya. Bahkan, Wiro Sableng yang terkenal dengan kapak saktinya, kini hadir dengan senjata spatula dan bola tenis.

Game ini juga menawarkan mode PvP atau player versus player, dimana Anda bisa menyerang pasukan pemain lain. Grafis yang disuguhkan memang masih 2D, namun terlihat cukup apik. Game ini juga terbilang sederhana, namun tetap menghadirkan keseruan. Cara bermainnya, Anda hanya perlu tap pada kartu karakter. Jika Anda pernah memainkan game Clash Royal, pasti sudah tidak asing dengan gameplay semacam ini.

Published in Artikel

Senin (5/6/2017), STT Terpadu Nurul Fikri (STT NF) menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (Telkom) di Auditorium Kampus B II STT Terpadu Nurul Fikri di Jl. Lenteng Agung Raya No. 20 Jakarta Selatan. Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Ketua STT Terpadu Nurul Fikri, AHADIYAT, M.M dan Executive General Manager Divisi Digital Service PT Telkom, ARIEF MUSTA’IN.

Dalam perjanjian tersebut kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan kerjasama penyelenggaraan program Internship bagi Mahasiswa/Mahasiswi STT NF di TELKOM. Perjanjian ini dimaksudkan sebagai dasar pelaksanaan kerjasama diantara Para Pihak dalam penyelenggaraan program Internship. Kerjasama dimaksud Perjanjian ini bertujuan untuk menjalin kerjasama diantara Para Pihak untuk saling mendukung program dan mengoptimalkan resource yang dimiliki masing-masing Pihak diantaranya sebagai berikut :
• Memberikan kesempatan bagi Mahasisa/Mahasiswi STT NF untuk Magang di TELKOM;
• Pemenuhan SDM bagi TELKOM dalam rangka mendukung pelaksanaan pekerjaan oleh Mahasiswa/ Mahasiswi STT NF yang Magang.

Program Internship atau Magang merupakan bagian dari pelatihan kerja bagi mahasiswa atau Mahasiswi STT NF tingkat akhir sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan proses pendidikan. Pada kesempatan yang sama Bpk. ARIEF MUSTA’IN juga memberikan Kuliah Umum untuk Mahasiswa dan Mahasiswi STT NF dengan bertemakan “Penguatan Skill dan Pengalaman lewat Program Internship Telkom".

photo6174716104996399037

Dalam materinya disini Bpk. ARIEF MUSTA’IN menyampaikan tentang Program 3+1 : Koalisi Industri dan Akademisi dalam Membangun Kompetensi Digital. Adapun pokok-pokok dari materi yang disampaikan yaitu tentang Program Divisi Digital Service, How Divisi Digital Service Works, Coalition Programs, Benchmark : Program 3+1 BINUS, Resource Planning. Setelah materi selesai disampaikan diberikan untuk sesi tanya jawab dari Mahasiswa/i kepada Bpk. ARIEF MUSTA’IN.

photo6174716104996399038

Pada akhir acara STT NF beserta Mahasiswa/I dan juga dari pihak Telkom melakukan foto bersama tak lupa untuk menjadikan momentum Bpk. ARIEF MUSTA’IN pun memberikan testimoni “ Kerjasama antara STT NF dengan Telkom ini sangat strategic dimana misi kita sama yaitu Bagaimana kita ingin membangun Technopreneur di Indonesia. Saya fikir ini adalah bagian dari masa depan yang harus dipersiapkan karena dengan sejalan dengan berkembangnya teknologi digital yang selalu menjadi bagian dari kehidupan setiap orang maka Technopreneur ini menjadi hal yang sangat penting untuk perkembangan teknologi digital Indonesia. Saya sangat mendukung atas pelaksanaan dari kerjasama ini atas penyelenggaraan program Internship maupun kerjasama lainnya”. ujar Bpk. ARIEF MUSTA’IN.

Published in Kegiatan Kampus

Pekerja rumah tangga Indonesia yang berada diluar negeri atau biasa disebut TKW, memiliki kesempatan untuk mendapatkan keterampilan coding, berkat kursus baru yang diselenggarakan di negara tempat mereka bekerja. Kursus pengkodean selama dua bulan ini, dijalankan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Pemerintah Indonesia, dan serupa dengan yang sudah mulai dijalankannya di Indonesia untuk ibu rumah tangga, yang disebut "Coding Mum."
Sekitar dua juta orang Indonesia berada di luar negeri sebagai pekerja rumah tangga di seluruh dunia. Sekitar 125.000 orang Indonesia dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga DiSingapura, Dan 151.000 di Hong Kong. Bekraf, yang memulai kelas di Singapura pada awal Januari, juga sudah memulai kelas coding di Hong Kong pada akhir pekan bulan April kemarin.

22222222

Badan tersebut berencana untuk menawarkan kursus di Malaysia, Taiwan dan Arab Saudi, namun tidak belum menyatakan kapan kelas-kelas dinegara-negara tersebut akan dimulai. Kursus ini sangat populer di Singapura dan Hong Kong lebih dari 160 orang telah mendaftarkan diri mereka untuk kursus di kedua kota tersebut. Saat ini, 10 pekerja rumah tangga telah lulus dari program studi di Singapura, dengan 10 kelas lainnya di Singapura, kata Setia Darma, seorang sukarelawan dari Coding Mum, yang merupakan koordinator kursus di Singapura. 40 lainnya sudah memulai kursus di Hong Kong pada pekan terakhir bulan April kemarin.

Belajar coding tidak mudah bagi pekerja rumah tangga ini mereka harus meluangkan waktu sebanyak tiga jam di sana pada hari libur mereka, dan tidak lupa mengerjakan pekerjaan rumah mereka di malam harinya, setelah pekerjaan rumah tangga mereka selesai. "Sebagian besar hanya bisa [ngoding] begitu tugas rumah tangga selesai dan anak-anak yang dirawat sudah tertidur," kata Darma melalui email ke Mashable .

Mereka juga harus membeli laptop mereka sendiri untuk mengikuti kelas ini, yang berasal dari gaji mereka. PRT Indonesia direkomendasikan memiliki gaji $ 550 ($ 394) per bulan di Singapura, menurut Kedutaan Besar Indonesia, sementara pekerja rumah tangga di Hong Kong mendapatkan upah minimum HKD $ 4.310 ($ 554) per bulan. Kedua Negara ini mengizinkan hari libur untuk pekerja rumah tangga.

Codingan yang mereka pelajari
Tim Coding Mum mengatakan bahwa mereka mengadaptasi kursus untuk pekerja rumah tangga, yang setara dengan anak SMA, dibandingkan dengan rata-rata pendidikan pra-universitas dan perguruan tinggi untuk ibu-ibu yang rumahan di Indonesia. Kursus Coding Mum yang asli menampilkan pengelolaan database HTML, CSS, Javascript dan SQL, namun kursus baru yang ditawarkan kepada pekerja rumah tangga telah dibagi menjadi tiga tingkat, berdasarkan pada tingkat kesulitan yang mereka hadapi.

33333333

Kelas juga lebih kecil karena intensitasnya benar-benar kursus, di mana setiap mentor masing-masing mendapat sekitar 2-4 siswa.
"Kami ingin mereka semua menjadi sukses kelasnya tidak hanya satu arah, ada banyak metode pembelajaran, dan kami benar-benar duduk bersama mereka," Darma menambahkan. "Mentor [membimbing] mereka agar mereka bisa lebih memahami konsep dan praktik pemrograman web."

Coding Mum berencana untuk merekrut lebih banyak mentor sehingga bisa memperluas setiap ukuran kelas, kata Darma. "Saya harus mengatakan ini bukan tugas yang mudah," tambahnya. "Kita perlu menemukan individu yang memiliki latar belakang TI yang relevan dan yang paling penting bersedia menjadi sukarelawan untuk membantu."

Coder yang diminati di Indonesia perusahaan lokal Go-Jek mengakuisisi dua startup India tahun lalu dalam upaya merekrut pemrogram yang berbakat di negara tersebut, sementara Uber berusaha membawa coders terampil Indonesia di AS untuk pulang ke Indonesia, menurut Wall Street Journal. Pemerintah memperkirakan bahwa jumlah lulusan Coding Mum hampir 200, dan banyak lagi pengusaha IT lainnya, sementara yang lain telah menemukan pekerjaan sebagai pengembang atau penguji beta di perusahaan teknologi Indonesia. Indonesia bertujuan untuk menambah sekitar satu juta lebih orang untuk tenaga kerja kreatifnya, yang diharapkan akan berjumlah 13 juta orang pada tahun 2019.

Published in Artikel
Page 1 of 2