Wednesday, 12 July 2017 08:55

8 Manfaat Digitalisasi Dunia Kesehatan

Pada tahun 2009, American Recovery and Reinvestment Act, yang mulai menciptakan insentif bagi penyedia layanan kesehatan untuk menawarkan digitalisasi catatan kesehatan, mengindikasikan masa depan perawatan kesehatan yang akan datang yang akan semakin bergantung pada TI untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas perawatan.

Melalui digitalisasi dunia kesehatan, kita menemukan cara untuk menghadirkan teknologi komputer, ilmu informasi, dan perawatan kesehatan bersama-sama ke dalam hubungan simbiosis yang membantu pasien dan membuat hidup lebih mudah bagi penyedia layanan kesehatan yang melayani mereka.

Jika Anda menjalankan sebuah organisasi perawatan kesehatan dan ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana TI kesehatan dapat memperbaiki operasi Anda, berikut beberapa cara yang lebih terstruktur yang dapat membantu TI.

8 Cara Lingkungan Kesehatan Digital Dapat Meningkatkan Efisiensi dan Mutu Perawatan :

1. Kemampuan Penyimpanan yang lebih baik : Melalui digitalisasi dunia kesehatan dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan organisasi. Catatan medis menjadi lebih mudah untuk disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama, dan melalui berbagai sistem komputasi yang ada menjadi lebih mudah dan cepat untuk diambil jika diperlukan. Ini juga berarti lebih sedikit dokumen dan menghemat waktu bagi tenaga kesehatan profesional.

2. Komunikasi yang Lebih Baik antar Staf : Solusi TI yang diterapkan di rumah sakit dapat memberi cara yang profesional dengan lebih baik untuk berkomunikasi secara real-time.

3. Keamanan & Privasi : Dengan adanya informasi kesehatan, selalu ada masalah privasi, terutama di era digital yang mudah berubah ini, di mana pencuri identitas dan penjahat informasi lainnya terus mengembangkan cara baru untuk membobol sistem komputer yang sudah Anda gunakan. Tidak ada yang dapat menahan mereka dengan mengabaikan masalah ini. Jawabannya ialah dengan memperkuat keamanan.

4. Lindungi Pasien dari Kesalahan : Kutukan dari industri ini adalah ketika kesalahan medis membuat pengalaman pasien kurang nyaman atau bahkan membahayakan mereka, dan insiden ini juga dapat menyebabkan tuntutan hukum. TI Kesehatan yang Terstruktur dapat membantu mencegah kesalahan, meningkatkan akurasi, dan mempertahankan kebenaran prosedural di setiap tingkat organisasi.

5. Peningkatan Efisiensi : Sistem komputer menyederhanakan banyak proses perawatan medis yang berbeda, memungkinkan pengalaman perawatan yang lebih produktif. Pelajari bagaimana TI dapat mengurangi contoh pengujian berulang yang tidak perlu dan mengotomatisasi proses yang dulu dikerjakan secara manual.

6. Akses Pasien terhadap Informasi : Solusi IT juga membuka pintu untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada pasien mengenai kondisi atau prosedur yang akan mereka hadapi. Pasien bisa mendapatkan lebih banyak akses ke catatan medis mereka sendiri, informasi perawatan pribadi, dan kesempatan untuk mengambil peran lebih dalam perawatan mereka sendiri.

7. Jangkauan luas melalui internet : Bagaimana dengan jangkauan kemampuan teknologi informasi? Melalui media sosial dan jaringan di seluruh dunia, penyedia layanan kesehatan dapat berkomunikasi dengan pasien dan pasien masa depan yang mungkin untuk mempromosikan kebiasaan dan pilihan gaya hidup yang lebih sehat.

Ada kebutuhan besar akan hal ini, karena semakin banyak warga mencari informasi kesehatan mereka secara online, seringkali dari sumber yang tidak dapat dipercaya.

Profesional layanan kesehatan yang memenuhi syarat dapat memanfaatkan permintaan ini dengan memberikan informasi yang lebih baik dan sekaligus mengembangkan praktik mereka melalui trafik internet.

8. Menghemat Biaya : Seperti yang dapat Anda bayangkan, peningkatan efisiensi pada tingkat manapun seringkali mengakibatkan berkurangnya biaya, dan biaya ini dapat membantu menurunkan tagihan untuk pasien yang memerlukan perawatan kesehatan berkualitas dengan anggaran.
Mencari Solusi yang Seimbang

Tentu saja, teknologi informasi bukanlah jawaban yang sempurna. Perawatan kesehatan adalah tentang penyediaan layanan yang sangat dibutuhkan manusia, dan setiap rencana digitalisasi dunia kesehatan perlu sentuhan pengalaman manusia.

Beberapa orang khawatir bahwa memusatkan perhatian terlalu banyak pada TI dapat menciptakan proses yang impersonal. Tim TI terbaik yang dikelola menyadari masalah ini dan bekerja sama dengan organisasi untuk mengembangkan sistem yang seimbang yang tidak mengasingkan pasien.

Published in Artikel

Pada hari minggu, 4 Desember 2016, Hendra Aditiyawijaya salah satu alumni STT Nurul Fikri angkatan pertama mendapat undangan untuk mengisi training di Griya Tahfidz yang dikelola oleh Zakat Center Kota Cirebon. Zakat Center merupakan lembaga pengelola dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh yang memiliki visi mengentaskan keterpurukan hidup kaum dhuafa melalui program peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi produktif. Dimana salah satunya adalah program beasiswa tahfidz bagi anak-anak dari kaum dhuafa.

Pada kesempatan tersebut, Hendra juga didampingi oleh tim trainer dari Ekacipta Teknologi Solutama, yaitu Hendri Mahesa dan Kiky Malik Ibrahim. Hendra dipercaya untuk membawakan materi tentang Literasi Media dan Motivasi Berwirausaha Sejak Dini Melalui Media Sosial. Sementara Hendri dan Kiky memberikan materi terkait dasar pemrograman web dan kostumisasi wordpress untuk membuat Online Shop. Acara training berlangsung sejak jam 9 pagi hingga jam 3 sore di Griya Tahfidz yang berlokasi di dalam komplek Pertamina EP Cirebon.

Hendra 1

Ustadz Anwar selaku pimpinan Zakat Center Cirebon sangat mengapresiasi adanya acara ini, “Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Saudara Hendra, Hendri, dan Kiky yang telah jauh datang dari Jakarta untuk memenuhi undangan kami. Saya berharap acara seperti ini akan berkelanjutan diadakan untuk menambah wawasan dan keterampilan para santri dalam menyongsong era teknologi ke depannya.”

Hendra, salah satu trainer dan alumni STT Nurul Fikri, mengakui bahwa, “Saya merasa bahagia dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman saya sebagai seorang system analyst kepada adik-adik santri di Griya Tahfidz, Zakat Center Cirebon. Saya pun ikut menularkan semangat entrepreneur kepada mereka sebagai mana nilai-nilai yang pernah ditularkan oleh almamater kampus semasa kuliah di STT Nurul Fikri. Saya berharap, kelak akan lahir para entrepreneur hebat yang hafal Qur’an untuk bersama membangun Indonesia.”

Published in Kisah dan Curhat