Dulu, sangat sedikit sekali perempuan yang mengerti akan bidang yang satu ini. Apakah itu ? Yaah, bidang IT. Dimana, perempuan selalu dipandang sebelah mata di bidang IT. Mereka (laki-laki) menganggap bahwa perempuan hanya bisa bekerja di dapur dan mengurus keperluan rumah tangga. Sehingga banyak diluar sana perempuan-perempuan yang dikekang akan kebebasannya. Namun anggapan itu semua terbantahkan dengan banyaknya perempuan-perempuan di era sekarang ini yang giat-giat nya belajar IT. Apakah IT itu penting untuk dunia pendidikan? Yaah, jawabannya sangat penting karena di era yang sangat canggih seperti ini, perempuan wajib mempelajarinya because perempuan akan menjadi madrasa Ula yaitu sekolah pertama bagi anak-anaknya kelak.

Perempuan selain belajar bagaimana mendidik anak dengan baik, belajar perkembangan teknologi yang sangat pesat ini juga penting. Karena Anak-anak di era digital seperti saat ini, tak pernah lepas dari benda-benda yang berhubungan dengan teknologi. Hadirnya tablet di belahan dunia, membuat anak-anak akrab dengan media yang merupakan pengembangan dari gabungan komputer dan handphone ini. Tak dapat dipungkiri, kehadiran tablet bisa membawa manfaat yang sangat melimpah, namun juga bisa memberikan dampak negatif bagi anak-anak. Bagaimana pun peran orang tua sangatlah penting dalam hal ini. Terutama seorang ibu, ia harus mengerti dan memahami dunia IT untuk memantau kegiatan anaknya.

Kita sebagai perempuan (calon Ibu) jika tidak pandai dan bijak dalam memanfaatkan teknologi tersebut kita akan menikmati penyesalan yang tak berujung. Karena kita turut berandil besar dalam proses pendidikan anak, harus bisa mendidik diri dalam memanfaatan teknologi sekarang ini. Teknologi ibarat pisau bermata dua, salah sedikit saja kita memanfaatkannya akan berakibat sangat fatal lebih-lebih yang menyangkut etika dan moral generasi penerus kita, karena begitu mudahnya saat ini mengakses hal-hal yang berbau porno dan budaya-budaya seputar syahwat. Dan kita harus mengontrol, membatasi, mengawasi kegiatan anak jika bermain dengan gadgetnya. Begitulah peran penting seorang perempuan untuk belajar IT.

Published in Artikel

Seorang remaja Saudi yang tinggal di Jerman telah mengusulkan dan merancang emoji jilbab.

Rayouf Alhumedhi, 15 tahun, telah mengirimkan proposal untuk The Unicode konsorsium, sebuah lembaga nirlaba yang mengembangkan berbagai emoji baru.

Gagasan tersebut memperoleh dukungan dari pendiri forum diskusi online Reddit, Alexis Ohanian. Jika disetujui, emoji nya akan release di tahun 2017.

Proposal datang dari negara-negara diseluruh Eropa yang bergulat dengan masalah jilbab - dalam segala bentuknya.
Perdebatan yang berisi kebebasan beragama, kesetaraan perempuan, tradisi - tradisi sekuler dan bahkan ketakutan akan terorisme.

Edisi kerudung ini menjadi bagian dari perdebatan yang lebih luas tentang multikulturalisme di Eropa, karena banyak politisi berpendapat bahwa perlu ada upaya yang lebih besar untuk mengasimilasi minoritas etnis dan agama.

Jilbab dan Islam di seluruh Eropa, 'Emoji ada di mana-mana' Rayouf Alhumedhi mengatakan kepada BBC bahwa ketika berada di grup chat bersama teman – temannya di media sosial, dia telah menyadari tidak ada emoji yang mewakili dirinya, seorang wanita yang mengenakan jilbab.

Setelah membaca artikel tentang desain emoji, ia menulis email yang berisi tentang sebuah ide kepada Unicode.
Penasaran, anggota subkomite Unicode menjawab dan menawarkan untuk membantu menyusun lamaran resmi. “Saat ini, usia ialah representasi yang sangat penting” katanya yang merupakan alasan dibalik proyek ini.

“orang-orang ingin diakui, terutama di era teknologi. Kesempatan besar emoji ini tersebar secara luas”.
“Ada begitu banyak wanita muslim di dunia ini yang mengenakan jilbab. Mungkin hal ini terlihat sepele, namun dapat menjadi perubahan yang besar.

Yang berada di keyboard di seluruh dunia, hal itu benar-benar hebat.”
Untuk meningkatkan dukungan, Mr. Ohanian, Host Reddit berinisiatif mengadakan diskusi online secara live pada hari Selasa, dimana pengguna Reddit bisa berdialog langsung dengan Rayouf Ahumedhi tentang gagasannya itu.

Dan beberapa orang yang ikut bisa terlibat dan mendukung, dimana orang lain masih saja sibuk dan mempertanyakan kebutuhan akan jilbab, yang berasumsi bahwa jilbab merupakan alat yang mengunci kreatifitas seorang perempuan. Panitia yang dibentuk berharap agar proposal yang diajukan kepada Unicode bisa sampai final pada bulan November.

Sumber : http://www.bbc.com/news/world-middle-east-37358719

Published in Kisah dan Curhat