Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STT-NF kembali mengadakan seminar rembukan ilmiah tiap bulan atau yang dikenal sebagai Seminar Rembulan pada hari selesa, 7 November 2017 di Auditorium Gedung B2 STT-NF. Seminar Rembulan kedua yang diadakan LPPM STT-NF mengangkat tema "Menggali potensi pengembagan riset PTS" yang dibawakan oleh Dr.Eng. Hotmatua Daulay. Antusias mahasiswa untuk mengikuti seminar rembulan sangat tinggi, buktinya hampir seluruh mahasiswa hadir dalam seminar rembulan, bahkan dosen juga menghadiri seminar rembulan karena tidak ingin kehilangan momen berharga seperti ini.

Pembukaan Seminar Rembulan didahului oleh sambutan Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri, kemudian sebelum masuk ke Reminar Rembulan, ada pembagian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri, mulai dari semester 3 sampai semester 7 yang berasal dari jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi.

Setelah pemberian penghargaan selesai, Pemateri seminar rembulan yang akrab disapa Pak Hotmatua memberikan materinya mengenai perkembangan riset yang terus berkembang hingga saat ini. Kemajuan teknologi bukan hanya didunia gadget saja, tetapi sudah merambah ke berbagai sektor, seperti pertanian, kedokteran dan lain-lain. Oleh karena itu, riset juga diperlukan untuk menyesuaikan hidup agar tidak tertinggal oleh zaman. Tujuan dari peneltian adalah untuk membandingkan data yang didapatkan dari penelitian dengan fakta yang terjadi di masyarakat sehingga bisa mengetahui solusi dari permasalahan yang ada di masyarakat, serta dapat memberikan jawaban dan menerapkan solusi tersebut di kehidupan masyarakat.

Beliau mengatakan bahwa zaman sekarang merupakan era teknologi informasi, perubahan selalu terjadi secara drastis sehingga sudah selayaknya kita harus peduli terhadap perubahan yang terjadi di zaman ini dan selalu menjadikannya sebuah inovasi yang bisa menghasilkan sebuah keuntungan bagi masyarakat Indonesa. Dengan perubahan zaman yang begitu cepat maka pola pikir manusia juga berubah begitu cepat dibandingkan beberapa tahun yang lalu.

Apabila zaman dahulu kita membuat penelitian atau rset tanpa melihat kebermanfaatannya, namun saat ini kita harus berubah pola pikir dengan melihat terlebih dahulu masalahnya, lalu membuat solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Riset juga secara tidak langsung mengajarkan kepada masyarakat tentang pentingnya meneliti sebelum menerima sesuatu, dengan adanya riset merupakan suatu cara dimana karya tersebut bukan hanya dipatenkan, namun juga untuk dipelajari bersama oleh masyarakat.

Published in Kegiatan Kampus
Thursday, 02 November 2017 12:44

Mahasiswi STT Nurul Fikri di Tokyo, Jepang

Siapa yang tak kenal dengan Negeri Sakura itu?

 

         Ketika diumumkan bahwa kegiatan openSUSE.Asia Summit 2017 di Jepang, saya langsung berfikir “Kesempatan untuk bertemu dengan para pengguna, pengembang serta komunitas openSUSE dari berbagai macam negara dan berkunjung ke Tokyo, Jepang.”

           Pendaftaran Call of Paperuntuk menjadi salah pembicara pada acara tersebut dibuka pada Tanggal 7 Juli dan batas pengumpulan terakhir pada 14 Agustus 2017. Selama masa pendaftaran tersebut, rasanya ingin mengumpulkan (submit) ide, namun ada rasa bimbang dalam hati “Apakah ide tersebut akan lolos seleksi?” dan “Apakah ide ini perlu dan menarik untuk disampaikan?”.

          Seminggu sebelum pendaftaran ditutup, terus mengecek dan membuka website pendaftaran, tapi dengan hasil kosong. Akhirnya bertanya-tanya dengan teman yang lain, namun masih satu komunitas dengan saya yaitu GliB. Mendapat dorongan untuk mendaftar dan beberapa teman sebelumnya sudah mengumpulkan idenya.

            Akhirnya saya memutuskan mengumpulkan ide pada tanggal 14 Agustus 2017, tepat pada hari terakhir pendaftaran “Call of Paper” tersebut. Saya memilih untuk membawakan materi tentang LibreOffice”, dengan judul Write Your Story with OpenSource”.

              Rasanya tak sabar, menunggu kabar pengumuman melalui e-mail. Pengumuman diumumkan pada tanggal 4 September 2017. Pada malam pengumuman beberapa teman bercerita telah mendapat pesan konfirmasi bahwa idenya lolos. Dalam hati “Kok saya belum ada e-mail masuk ya, apa tidak lolos?”, dan selang beberapa puluh menit kemudiansaya mendapatkan pesan masuk baru pada e-mail. Allhamdulillah, pesannya berupa konfirmasi dari Fominobu Takeyama bahwa ide saya lolos dan akan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE.Asia Summit 2017 di Tokyo, Jepang.

            Sejak pemberitahuan itu saya dapatkan, saatnya mulai urus surat-surat untuk keberangkatan. Dibantu dengan Om Edwin Zakaria dan beberapa teman lainnya. Dimulai dari Passport (maklum belum punya) dan kemudian pesan tiket pesawat, penginapan dan terakhir mengurus Visa kunjungan ke negera Jepang. Setelah semuanya terurus, saatnya menyelesaikan presentasi yang akan saya bawakan pada acara tersebut.

          Bahagia rasanya bisa mengunjungi Jepang dan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE. Asia Sumiit 2017. Jepang sejak dulu menjadi salah satu negara yang ingin saya kunjungi, dan akhirnya saya bisa merasakannya.

          Finally, pokoknya banyak banget pengalaman yang didapat dari acara tersebut. Kenangan-kenangan yang terjadi disana akan sulit untuk dilupakan.

Terima kasih semua untuk semuanya, terutama panitia lokal yang telah bekerja keras untuk berlangsungnya acara keren tersebut.

 

 

          Udah telat belum ya?. Pasti banyak yang bertanya-tanya, “Apa itu openSUSE. Asia Summit?”. Oh iya, sebelumnya saya ingin menjelaskan tentang openSUSE. Asia Summit. openSUSE Asia Summit adalah acara yang mempertemukan kontributor dan pengguna openSUSE. Acara yang diadakan setiap tahun ini dilaksanakan pada tiap tempat yang berbeda dimulai dan dilaksanakan selama dua hari.

                Di sini mereka bisa saling berbagi pengalaman, belajar teknologi perangkat lunak bebas dan open source, hingga bincang-bincang bebas terutama mempromosikan openSUSE di seluruh dunia dan di Indonesia khususnya, supaya semakin banyak orang yang tertarik dengan openSUSE dan berusaha jadi pengguna maupun kontributor, menyatukan pengguna openSUSE di Indonesia dan Asia untuk meningkatkan kualitas jaringan dan kolaborasi, memperluas penetrasi openSUSE di sektor bisnis dan pemerintahan, serta menginspirasi orang-orang mengenai kebebasan di dunia FLOSS.

               openSUSE.Asia Summit sudah tiga kali dilaksanakan, dan pada tahun ini akan segera terlaksana kembali. Sebelumnya, tahun 2014 di Beijing/Tiongkok kemudian tahun 2015 di Taipei, tahun 2016 dilaksanakan di Yogyakarta Indonesia tepatnya di UIN Sunan Kalijaga dan pada tahun 2017 ini dilaksanakan di Tokyo Jepang tepatnya di Universitas Komunikasi Elektro. Pada tahun 2017, kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21-22 Oktober 2017.

 

 

Sampai jumpa di tahun depan.

Senang bisa berjumpa dengan kalian!

Published in Kegiatan Kampus

Liburan semester genap TA-2015-2016 hampir usai, seluruh mahasiswa/i STT-NF sudah bersiap untuk menjalani rutinitas hariannya di “Technopreneur Campus” ini. Di setiap awal semester STT NF selalu rutin megngadakan Kuliah Umum dengan mengundang pembicara atau narasumber berskala nasional maupun Internasional. Pada kuliah umum kali ini STT NF mengundang peneliti internasional asal Indonesia yang saat ini menetap di Jepang dan memiliki hak paten “konsep dua FFT sebagai konsep cikal bakal 4G LTE yang menjadi standar Internasional ITU” Dr.Eng.Khoirul.Anwar, dan dosen peneliti STT-NF, Sirojul Munir yang memaparkan penelitian tentang "Otomasi Pembacaan Data Angka Pada Meteran Air PDAM secara Realtime".

Acara yang bertemakan “Menjadi Mahasiswa Luarbiasa : Inspirasi dari Turbo Coding” ini diawali dengan penyampaian hasil penelitian dari dosen STT-NF, yang membahas tentang "Otomasi Pembacaan Data Angka Pada Meteran Air PDAM secara Realtime" di Indonesia untuk memperbaiki sistem pendataan angka pada meteran air PDAM dengan berbagai macam dinamika yang dihadapi, agar dapat terealisasi ke depannya untuk masyarakat Indonesia.

Setelah penyampaian hasil penelitian, acara selanjutnya diisi oleh Dr.Eng.Khoirul.Anwar, ia mengawali materinya dengan memperkenalkan diri dan prestasi yang didapatkan, cerita mengapa dia memilih negara Jepang, dan apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa jurusan Teknologi Informasi untuk Bangsa, Negara, dan Ummat Islam pada khususnya.

Dr.Eng. Khairul Anwar, merupakan sosok pemuda yang memiliki kecerdasan dan semangat meneliti, mengawali karir penelitiannya saat menjalani studi S2 di Jepang. Ia bercerita pada saat itu bahan penelitiannya diperebutkan oleh dua lembaga di Jepang yaitu, NAIST dan JAIST. Namun pada akhirnya dengan berbagai pertimbangan, penelitiannya tersebut dilanjutkan di laboratorium JAIST yang berada di Nomi, Isihkawa. Ia juga bercerita perihal beberapa penghargaan yang pernah diterimanya yaitu IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS), di California selain itu ia juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri dari Konsulat Jenderal RI di Osaka pada tahun 2007.

Selain bercerita tentang dirinya, ia juga membeberkan alasan mengapa memilih Jepang sebagai tempatnya menuntut ilmu dan berkarya. “Saya memilih Jepang karena orang Jepang terkenal karena memiliki kedisplinan yang sangat tinggi, bagi saya kedisiplinan merupakan kunci sukses yang paling utama, lalu mereka juga memiliki komitmen yang kuat pada sains dan teknologi dengan menyediakan anggaran yang besar untuk penelitian. Selain itu ada pertimbangan lain yaitu banyaknya peraih nobel asal Jepang sebanyak 2 orang per tahun, lalu mereka juga memiliki alat Transportasi umum yang sangat lancar untuk memudahkan perjalanan ke mana saja.” Ungkap Khoirul.

Selain bercerita soal pengalamannya mencari ilmu dan berkarir di negri Sakura, ia juga memberikan tips tentang apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa jurusan Teknologi Informasi untuk Bangsa, Negara dan Umat Islam. Menurutnya Kemajuan teknologi saat ini terus meningkat, namun tidak seimbang dengan SDM yang ada dilapangan. Para praktisi IT yang minim dan dukungan material dari pemerintah yang masih sedikit, menuntut pemuda-pemudi, mahasiswa-mahasiswi untuk terus bergerak dan berinovasi menggapai mimpi untuk kebermanfaatan sesama manusia. Khairul mengatakan bahwa “Kehidupan sama dengan usaha & doa, manfaatkan waktu dengan baik, hidup seimbang (pribadi, keluarga, organisasi, pekerjaan/peneliti). Misalnya, dengan melakukan penelitian yang dapat menjadi sebuah hak paten yang bermanfaat secara luas. Sehingga, dapat mengangkat nama baik negara dan agama dimata dunia.”

Untuk melakukan itu semua, Khairul memberikan Lima (5) prinsip untuk sukses :

1. Think Big, Positif thinking
2. Have dream
3. Life in balance : variation effect ~individual(2)-work(3)-family(3)-organisation(2).
4. EduRanced, Character
~Pain is Temporary, Pride is forever~
~berprestasi for religion~
5. Feedback(social-Trust-Cooperation)

Ia juga menambahkan, “jika ingin agamamu di hargai, berinovasilah untuk manusia dan dunia, maka mereka akan menghargai agamamu. “ (Nadya Yutrianti)

Published in Kegiatan Kampus

STT NF kembali akan menggelar Open House Technopreneur Series yang kedua dengan mengusung tema “Inspiring Success Stories” pada hari Sabtu 27 Agustus 2016 nanti. Pada open house yang lalu STT NF mengundang CEO muda dari startup terkemuka yang ada di Indonesia. Kali ini STT NF akan mengundang narasumber yang bisa memberikan inspirasi bagi khalayak ramai, mereka adalah Andreas Sanjaya (CEO Badr Interactive), Hendra Aditiawijaya (Alumni STT NF) dan Dede Hamzah (Mahasiswa Semester Akhir STT NF).

Andreas Sanjaya merupakan CEO dari Badr Interactive, salah satu Startup yang sudah cukup dikenal bagi kalangan penggiat teknologi di Indonesia dengan melahirkan karya-karya yang sudah bisa di gunakan oleh masyarakat umum maupun perusahaan yang menggunakan jasa Badr Interactive. Dalam kesempatan ini ia akan memberikan kisah-kisah suksesnya yang inspiratif guna memacu semangat generasi muda dalam membuat sebuah karya di bidang teknologi dan bagaimana menghadapi persaingan global di era teknologi ini.

Selain Andreas Sanjaya, ada juga kisah suksesl lainnya yang akan di bagikan oleh Alumni STT NF, Hendra Aditiawijaya. Ia merupakan salah satu lulusan terbaik STT NF dari angkatan pertama, ketika menjadi mahasiswa ia aktif di berbagai organisasi internal maupun eksternal. Salah satu gagasannya adalah mendirikan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) SENADA yang hingga kini masih terus berjalan. Saat ini ia menjadi System Analyst di Hermina Grup, dan akan membagikan semua pengalaman serta kisah suksesnya dalam acara open house kali ini.

Satu lagi narasumber yang akan membagikan kisah suksesnya adalah Dede Hamzah, Mahasiswa STT NF tingkat akhir yang membuat aplikasi Antenatalcare+Note (Antenote). Aplikasi ini adalah aplikasi untuk ibu hamil yang ingin mendeteksi jenis kelamin, umur kehamilan dan lain-lain melalui sebuah aplikasi mobile. Dalam aplikasi ini nantinya akan ada form pertanyaan untuk di iisi, setelah itu aplikasi akan malekukan analisis dan memberikan hasil dari analisis tersebut. Aplikasi ini sudah selesai pengerjaannya dan sedang dalam tahap pengembangan lebih lanjut sebelum dilepas ke pasaran. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
Thursday, 18 August 2016 09:20

Open House STT NF "CEO Success Stories"

Demi mewujudkan program pemerintah yang mencanangkan 1000 startup di Indonesia, STT NF yang memiliki slogan “Tecnopreneur Campus” tergerak untuk memberikan kontribusi nyata, dengan membuat Open House dan menghadirkan para CEO muda di bidang Startup untuk membuka cakrawala berfikir generasi muda tentang bagaimana memulai dan membangun sebuah startup dari para pembicara yang sudah berpengalaman, sehingga nantinya akan menimbulkan gairah untuk membuat startup. Acara Yang di gelar pada Sabtu, (13/8) di Auditorium kampus B STT NF Jalan Lenteng Agung Raya No.20. Open House kali ini mengusung tema “Young Success CEO” dengan menghadirkan Diajeng Lestari (CEO HijUp.com), Muhammad Ihsan Akhirulsyah (CFO eFishery), dan Muhammad Isfahani Ghiyath (CEO Daeng Apps) dan Muhammad Lingga Nashiruddin (Direktur Techopreneur Center STT NF) sebagai moderator.

Acara Open House STT NF ini berbentuk Talkshow dan dimulai dari Diajeng Lestari yang membagikan kisahnya merintis HijUp.com dari awal merupakan sebuah startup yang bergerak dibidang busana Muslimah yang didirikannya pada tahun 2011. Diawal sesinya ia menceritakan tentang perjalanannya beberapa waktu lalu yang mengikuti Google Launchpad Accelerator di Sillicon Valley, Amerika Serikat. Disana ia mendapatkan banyak pelajaran baru, Banyak startup terbaik dari seluruh dunia datang ke sana membawa berbagai macam masalah dan persoalan mereka masing-masing. Karena sejatinya kelahiran sebuah startup adalah berawal dari sebuah masalah yang menjadi solusi melalui teknologi yang dihasilkan dari startup. Ide HijUp.com juga berawal dari masalah yang ada di Indonesia, dimana banyak orang yang mengangap produk luar negeri lebih berkualitas dibanding produk dalam negeri. Hal yang ingin dibuktikan Diajeng bahwa sebenarnya bangsa Indonesia mampu untuk memproduksi barang-barang dengan kualitas baik yang tak kalah dengan negara negara lain dan bisa mengusai pasar.

Lalu Ia menceritakan bagaimana sulitnya menjadi seorang enterpreneur, diawal karirnya sebagai CEO HijUp.com ia langsung mendapatkan ujian, dimulai setelah launching perdana HIjUp.com. berjalan lancar sampai banyak pesanan yang datang. Disaat yang sama salah satu dari dua pegawainya memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan dengan alasan tidak mampu mengerjakan pesanan yang sangat banyak. Hal tersebut tentunya membuat Diajeng pusing, tapi itu tak membuatnya patah semangat, justru ia bangkit, dan dengan kegigihannya akhirnya ia bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang ini.

Kisah inspiratif selanjutnya datang dari mahasiswa Teknik Informatika STT NF semester 2, Muh. Isfahani Ghiyat. Bagaimana tidak, di usianya yang kini terbilang muda ia sudah mendirikan sebuah Startup yang mungkin sulit di lakukan oleh anak muda seusianya. Ia bercerita bagaimana suka dukanya dulu sebelum mendirikan Daeng Apps (sekarang Daeng Indonesia). Kisahnya berawal saat ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar, ia sangat suka dengan komputer, akan tetapi ayahnya tidak pernah memperbolehkannya berinteraksi dengan komputer. Untuk melampiaskan rasa sukanya terhadap komputer, akhirnya ia pergi ke warnet secara diam-diam. Berbeda dengan anak seusianya pada saat itu yang hanya bermain game di warnet, ia justru belajar dari internet dan mendapatkan banyak ilmu terutama tentang dunia pemrograman. Pada akhirnya ia berhasil membuat sebuah antivirus sendiri yang diberi nama spensav, yang sudah menjadi jawara di berbagai ajang kejuaraan IT tingkat nasional bahkan internasional.

Karyanya tak hanya sampai disitu. Bersama 6 rekannya yang sama-sama Mahasiswa STT NF, akhirnya ia memberanikan diri membuat sebuah starup yang bergerak dibidang software house. Meskipun startup ini bisa dibilang baru tetapi sudah menghasilkan beberapa produk, dan menurutnya produk unggulan Daeng Apps adalah Web locker yang merupakan aplikasi parental control situs porno yang sudah menjadi penyakit dikalangan pemuda Indonesia.

Kisah sukses terakhir datang dari CFO eFishery Muhammad Ihsan Akhirulsyah. Diawal sesinya ia menceritakan kehidupannya saat kecil. Bagaimana ia hidup ditengah kesulitan ekonomi dimasa krisis moneter yang membuat usaha keluarganya bangkrut, Sampai ia harus berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki dari sekolah kerumahnya yang jaraknya sangat jauh. Demi membantu beban orang tua ia sampai rela harus menjadi pengamen di bus dan ia juga mulai berjualan, Meskipun ditempa cobaan ia tetap memiliki semangat belajar yang tinggi hingga perguruan tinggi.

Ada banyak hal yang bisa diambil dari co-founder eFishery ini, salah satunya adalah dalam memulai sebuah bisnis. “kita tidak bisa sendiri, karena kita tidak mampu memecahkan semua persoalan yang ada dihadapan sendiri dengan ilmu yang kita punya, jadi kita harus memiliki rekan yang saling melengkapi agar bisnis itu dapat berkembang baik” tutur ikhsan. Ia juga menjelaskan mengenai indikator suksesnya seorang enterpreneur bukan dari kekayaannya, melainkan seberapa bergunanya dia bagi orang lainn dan apa yang ia kerjakan, karena menurutnya menjadi kaya itu mudah, yang susah adalah menjadi orang yang bermanfaat. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Kegiatan Kampus
Thursday, 11 August 2016 03:04

CEO Daeng Apps, Muda dan Potensial

DaengApps (Daeng Indonesia) adalah sebuah Startup Software House yang fokus dibidang Software Engineering dan Integrated Design. DaengApps memiliki tujuan untuk menyelesaikan sebuah masalah global dengan menggunakan teknologi. Saat ini DaengApps mengembangkan sebuah karya, antara lain Weblocker (Aplikasi parental control), Antivirus Spensav dan dadunia.com (Sebuah portal berita geek bilingual pertama Indonesia).

Dibalik kehadiran Daeng Apps ada seorang pemuda berbakat di bidang IT yaitu Muhammad Isfahani Ghiyath, mahasiswa STT NF ini merupakan Founder sekaligus CEO dari Daeng Apps. Sejak kecil dirinya memang sudah tertarik dengan dunia komputer, ia belajar secara otodidak dengan mengikuti tutorial di internet hingga akhirnya bisa menciptakan apliakasi dan software. Prestasi membanggakan pemuda asal Makasar ini adalah menjuarai INAICTA pada tahun 2014 saat masih duduk di bangku SMK dengan menampilkan karya antivirus Spensav, selain itu ia juga mendapatkan gelar juara tingkat Internasional APICTA di tahun yang sama lewat antivirus Spensav pula.

Selain mengurusi Daeng Apps, kesibukan lain Isfahani adalah berkuliah di STT NF, ia merupakan mahasiswa yang mendapat Beastudi dari STT NF karena prestasi yang di torehkannya. Ia juga merupakan ketua IT Club programming di kampus, selain itu ia juga membuat sebuah kelas diskusi kecil yang diikuti oleh teman-teman seangkatannya untuk berbagi dan ngoprek bareng untuk mengerjakan sebuah project.

Cita-citanya ke depan untuk membangun Daeng Apps lebih besar lagi sehingga nantinya bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja. “Saat ini karyawan Daeng Apps yang di rekrut merupakan rekan-rekan dekat, bukan tidak mungkin nanti ketika Daeng Apps sudah besar akan ada open recruitment”, ucap Isfa. Tidak ketinggalan teman-teman di STT NF pun di rangkulnya untuk bergabung bersama membangun Daeng Apps, akrena menurutnya mahasiswa STT NF memiliki potensi yang sangat besar di dunia IT, itu juga di dukung dengan kampus STT NF yang memang memiliki tagline Technopreneur Campus.

Pada Dies Natalis STT NF yang ke 4, Isfahani mendapat kesempatan untuk berbagi pengalamannya dan cerita bagaimana awalnya ia menggeluti dunia IT sejak usia dini dalam acara Open House STT NF Technopreneur Series “Young Success CEO”. Isfahani tidak sendiri, ada juga CEO HijUp.com, Diajeng Lestari dan CFO eFishery Ihsan Akhirulsyah yang juga akan berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka di bidangnya masing-masing. Isfahani di pilih karena dinilai sosok yang tepat, yaitu CEO Muda dan Sukses, sekaligus merepresentasikan kampus STT NF yang melahirkan Technopreneur-technopreneur muda.

Acara ini akan dilaksanakan pada 13 Agustus 2016 di Auditorium Kampus B STT NF, Jalan Lenteng Agung Raya No. 20, mulai pukul 08.00 wib – 12.00 wib dan tidak dipungut biaya alias Gratis. Segera daftarkan diri anda Via Whatsapp ke Nomer 085716243174 atau SMS ke Nomer 082233111522, dengan format : Reg_STT-NF_Nama_Asal Sekolah_Nomer Hp_Tahun Lulusan. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Bagi anda yang memiliki usaha peternakan ikan terkadang lupa dengan penjadwalan pemberian pakan ikan dan takaran makan ikan yang terkadang tidak sesuai takaran. Hal tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan dan sisa makanan yang berlebih di kolam dapat mengganggu kadar air. Lewat inovasi dengan menggabungkan teknologi, kini tak perlu repot untuk melakukan pemberian makan pada ternak ikan anda, adalah eFishery yang bisa menjadi solusi. Hasil karya anak muda asal Bandung ini mencuri perhatian masyarakat karena dinilai sangat efektif untuk membantu para peternak ikan. Selain itu eFishery juga merupakan Startup yang mengedepankan Internet Of Thing.

Dibalik suksesnya eFishery ada seorang anak muda yang kini menjabat sebagai CFO eFishery, dia adalah Ihsan Akhirulsyah. Ia juga merupakan Co-Founder eFishery dan aktif di lingkungan Pengusaha Kampus yang mengantarkan eFishery meraih gelar juara pertama kompetisi Get In The Ring Global, Mandiri Young Technopreneur of The Year 2013 dan finalis INAICTA 2013.

Pemuda asal Bandung ini memiliki spesialisasi di bidang : strategic management, managerial finance, portfolio and investment strategy, business/startup strategy, real estate development, Internet of Things, management, and customer development. Ichan begitu biasa ia disapa tidak segan-segan untuk berbagi seputar pengetahuannya dalam membangun sebuah bisnis atau memulai sebuah startup, oleh karena itu ia terlihat aktif dalam menulis seputar pengetahuan yang ia kuasai di internet.

Pada 13 Agustus 2016 nanti STT NF menggelar acara Open House Series dengan mengusung tema “Young Success CEO” yang menghadirkan Ihsan Akhirulsyah sebagai pembicara, dalam kesempatan nanti Ichan diminta untuk memberikan masukan serta sharing pengalaman tentang membangun bisnis berbasis online yang saat ini sedang marak seiring makin berkembangnya Teknologi Informasi. Selain Ihsan Akhirulsyah, akan hadir pula Diajeng Lestari, CEO HijUp.com dan Isfahani Ghiyath CEO Daeng Apps yang juga merupakan mahasiswa STT NF.

Acara ini akan dilaksanakan di Auditorium Kampus B STT NF, Jalan Lenteng Agung Raya No. 20, mulai pukul 08.00 wib – 12.00 wib dan tidak dipungut biaya alias Gratis. Segera daftarkan diri anda Via Whatsapp ke Nomer 085716243174 atau SMS ke Nomer 082233111522, dengan format : Reg_STT-NF_Nama_Asal Sekolah_Nomer Hp_Tahun Lulusan.

Jangan sampai terlewat acara yang berkualitas dengan pembicara yang berpengalaman dibidang E Commerse dan startup ini, tempat terbatas dan dapatkan voucher biaya kuliah di STT NF sebesar Rp.500.000 dan Doorprise menarik lainnya.

Published in Kegiatan Kampus

STT NF mengadakan lanjutan NgabuburIT yang telah dilaksanakan beberapa hari lalu. Acara Pesantren IT digelar pada Jumat (17/6). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu (17-18 Juni). Selain mendapat materi ilmu IT, peserta Pesantren IT juga mendapat siraman rohani lewat kajian Islam.

Pada hari pertama kegiatan diisi dua sesi. Sesi pertama mengusung tema membuat game yang dipandu oleh Isfahani Ghiyath, Mahasiswa STT NF yang telah berprestasi Internasional di bidang programming dan juga merupakan CEO dari startup DaengApps. Peserta yang hadiri pada hari pertama tercatat 70 orang, berasal dari wilayah Jabodetabek.

Isfahani menjelaskan tahap-tahap pembuatan sebuah game. “Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pengetahuan algoritma, karena itu merupakan hal paling fundamental. Selanjutnya cara mudah membuat game sederhana dengan menggunakan website yang sudah menyediakan tutorial pembuatan,” ujar Isfa membuka sedikit rahasia. Namun, ia berpesan bahwa kemampuan berbahasa Inggris sangat penting dalam dunia game developer.

Isfahani melanjutkan, jika sudah membuat sebuah game maka hendaknya segera dipublikasi. “Sejelek apapun game buatan kita hendaknya di-publish, agar ada masukan dari orang yang memainkannya. Sehingga kita bisa kembangkan di masa depannya jadi lebih baik, berbekal kritik dan saran banyak orang,” jelas Isfa.

Selesai sesi pertama, peserta beristirahat sejenak untuk melakukan shalat jumat bersama dan setelah shalat Jum’at acra dilanjutkan dengan kajian islam bertema “Menjadi Muslim Sejati” dengan pembicara Zaid Muzaian dari LIPIA. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
Tuesday, 14 June 2016 09:19

NgabuburIT STT NF

Untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan positif, STT NF menggelar acara Ngumpul Bareng Berburu Ilmu Teknologi (NgabuburIT) pada Jumat (10/6) lalu, di auditorium Kampus B. Acara ini ditujukan bagi lulusan SMK/SMA/MA yang belum melanjutkan perkuliahan, agar mereka dapat mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan bermanfaat dan mendapatkan ilmu.

NgabuburIT mengambil tema pelatihan bisnis online dipandu oleh praktisi bisnis online dari Afra Kids, Maula Nurdin Al-Haq. Pembicara lain, pemasar internet yang juga alumni STT NF, Tri Setyo Nugroho. Tercatat ada 50 orang peserta yang mengikuti pelatihan sekaligus buka puasa bersama ini, berasal dari wilayah Jabodetabek.

Maula Nurdin menceritakan, “Saya terjun ke dunia bisnis online sejak di bangku perkuliahan. Saya belajar menguasai tips dan trik untuk mendapatkan uang dari bisnis online.” Maula membeberkan rahasia website-website mana saja yang bisa digunakan oleh peserta untuk belajar mengenai bisnis online.

Pada sesi berikutnya, Tri Setyo Nugroho, selaku alumni STT NF angkatan pertama lebih dalam menjelaskan, bagaimana cara melakukan bisnis online tanpa modal. Ia menekankan kepada peserta agar memanfaatkan media sosial yang ada dan lingkungan sekitar untuk mencari mitra. Nugroho memberi contoh: “Kita bisa berjualan online tanpa modal dengan menjadi reseller. Kita tinggal menunggu transfer dari pembeli, lalu membelikan barangnya dan kirim ke customer. Dengan begitu, kita tidak perlu keluar modal.”

Dalam bisnis online, harus jeli melihat peluang untuk menjual barang apa saja yang diinginkan pasar, baik itu barang baru atau bekas. “Asalkan masih layak pakai dan banyak peminatnya, pasti akan laku dan tidak ada ruginya kita mencoba. Coba bayangkan, jika kita membeli sebuah produk seharga Rp 100.000, lalu menjualnya kembali dengan harga Rp 150.000, maka keuntungannya sebesar Rp 50.000,” jelas Nugroho. Bila satu hari ditarget satu barang laku terjual, maka dalam sebulan lumayan keuntungan yang didapat untuk kalangan mahasiswa.

Selesai kedua pembicara memberikan materi, dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. Agenda selanjutnya dari STT NF adalah Pesantren IT yang akan diselenggarakan pada 17-18 Juni mendatang. Pesantren IT menyajikan materi berupa pembuatan game dan aplikasi mobile yang akan dipandu oleh Taufik Abdullah dan Dede Hamzah, dua mahasiswa STT NF yang mahir di kedua bidang tersebut. Selain mendapatkan materi IT, peserta Pesantren IT juga akan terlibat seminar dengan tema “Menjadi Muslim sejati, Islam goes to online, dan Panahan”. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
Wednesday, 25 May 2016 04:33

SMART untuk Mempertahankan Bisnis

Oleh: Putut Bagus Susetyo (CSO Satria-Asia)

Menjalankan sebuah bisnis tidak bisa bekerja sendirian, pasti membutuhkan dukungan orang lain sebagai mitra. Apalagi, mengelola sebuah start up. Kehadiran mitra akan menutupi kekurangan yang kita miliki. Bagaimana cara mendapatkan Partner dalam mengembangkan Start-up? Perlu diperhatikan, beberapa pertanyaan calon mitra terhadap start up yang kita kelola.

1. What do you want?

Apa yang kita mau dari membangun startup itu? Tujuan bisnis yang mau kita bangun harus jelas.

2. Why do you want it?

Mengapa Anda mau menjalankan bisnis/startup itu? Mengapa bisnis ini begitu penting bagi kita? Dalam menjalankan sebuah bisnis, kita harus tahu posisi di masa depan sebagai apa dan posisi partner kita juga nantinya sebagai apa.

3. How might you get it?

Bagaimana caranya kita bisa mendapatkan modal dan pasar untuk startup itu? Apa strategi bisnis kita? Dalam membangun startup, kita harus sudah menyusun strategi. Bagaimana model bisnis yang ingin kita bangun? Sekali lagi, strategi bisnis yang ingin kita bangun harus jelas.

4. How do you now you have it?

Bagaimana Anda bisa sangat yakin jika bisnis itu akan terkenal atau menjadi juara? Jawabannya adalah kita harus sudah tahu model bisnis yang tepat.

Untuk membangun suatu start up, kunci utamanya adalah CONFIDENCE, yakni kita yakin dengan bisnis yang ingin kita bangun. Kita harus membangun keyakinan dalam diri. Jika kita yakin bahwa bisnis yang ingin dibangun akan berkembang nantinya. Apabila keyakinan itu sudah tumbuh, maka pasti bisa siap menghadapi segala tantangan dalam bisnis.

Lalu, bagaimana kiat-kiat agar srart up dapat berkelanjutan atau bertahan lama? Prinsip utama agar bisnis dapat bertahan lama adalah SMART: Spesific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time Related.

Spesific

Kita harus bisa menjelaskan bisnis kita secara khusus dan detail. Dalam membangun bisnis harus ada spesifikasinya, yakni sejelas-sejelasnya maksud dan tujuan bisnis.

Measurable

Recana bisnis harus terukur. Ukuran bisnis harus jelas agar mendapat keuntungan dari segala ongkos yang dikeluarkan.

Achievable

Dalam membangun bisnis, harus ada keterampilan yang cocok dengan karakter usaha, sehinga semua target yang dicanangkan mungkin dicapai. Bukan hanya impian kosong.

Relevant

Setiap misi yang inigin dijalankan dari rangkaian bisnis harus berkesinambungan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kita ingin membantu masyarakat untuk memecahkan persoalan atau memenuhi kebutuhannya.

Time Related

Harus ada batasan waktu untuk mencapai targetn bisnis tersebut. Kita harus merancang berapa lama waktu dalam menjalankan bisnis hingga sukses.

Selanjutnya perlu juga dipikirkan bagaimana cara membangun start-up dengan ide kreatif dan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitar masyarakat. Cara untuk menawarkan solusi adalah:

1. No Failure

Jangan sampai berfikir gagal dalam membangun startup.

2. People have Resources

Kumpulkan orang-orang potensial yang ada di sekitar kita, karena mereka memiliki beragam sumber daya. Cari tahu apa keterampilan yang dibutuhkan.

3. Everithying is Ok

Jalani apapun yang ada, walaupun kita memilki potensi potensi terbatas. Yang penting, tetap jalani semua rencana yang diyakini.

4. Best Choice

Pilihlah yang putusan terbaik, setelah pertimbangan matang. Prinsip seorang teknopreneur adalah jangan takut bertanya dan segera memulai tindakan.

5. Positive Intention

Berpikirlah setiap yang kita lakukan adalah untuk kebaikan. Harus berfikir bahwa apa yang kita lakukan akan bermanfaat untuk kebaikan orang banyak nantinya. (Agung Prayoga)

Published in Artikel
Page 1 of 4