Sunday, 29 October 2017 20:05

Nonton Bareng Film "Koran By Heart"

Pada hari Senin tanggal 23 Oktober 2017 LDK Senada menyelenggarakan nonton bareng film Koran By Heart. Agenda ini dihadiri oleh seluruh anggota LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri. Agenda ini belangsung kurang lebih pukul 15.30 – 18.00 WIB di ruang b204 gedung STT Terpadu Nurul Fikri. Agenda ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Departemen Media LDK STT Terpadu Nurul Fikri. Rangkaian agenda nya yaitu pembukaan dan sambutan oleh kepala departemen Departemen Media yaitu Hamdan Ainul Atmam Al Faruq kemudian langsung ke sesi nonton bareng dan kemudian tanya jawab (diskusi) terkait film yang baru ditonton dan penutup.

Agenda ini merupakan proker Inspiring From The Movie dari Departemen Media. Suasana kondusif ketika sedang berlangsung. Hal ini terjadi karena antusiasnya peserta dengan film Koran By Haert tersebut. Nonton bareng ini juga dihadiri oleh beberapa anggota magang LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri. Di LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri membuka magang bagi mahasiswa baru yang belum dapat bergabung ke LFK (Lembaga Formal Kampus) secara resmi karena memang belum regenerasi. Dan diharapkan setelah magang dan tergabung secara resmi di LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri dapat berkontribusi secara maksimal Karena sudah mendapat pencerdasan dan pembelajaran sebelumnya.

Film Koran By Heart ini adalah film documenter yang menceritakan tentang membentuk budaya menghafal qur’an. Karena sejatinya kita sebagai umat islam seharusnya menjadikan al qur’an sebagai kekasih yang selalu dibawa kemanapun setiap kali bepergian, tetapi melihat zaman sekarang dimana sebaliknya orang menjadi sangat gelisah disaat tidak membawa handphone. Padahal itu tidaklah menyelamatkan kita ketika di akhirat nanti. Maka dari itu Departemen Media menyelenggarakan agenda ini untuk merefleksikan diri.

Berakhirnya sesi nonton maka beranjak ke agenda selanjutnya yaitu tanya jawab dalam bentuk diskusi. Setelah itu penutupan oleh Kepala Departemen Media LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri.

Published in Kegiatan Kampus
Tuesday, 17 October 2017 23:00

Mentoring Gabungan Kemuslimahan Senada

LDK (Lembaga Dakwah Kampus) Senada STT Terpadu Nurul Fikri baru saja mengadakan kegiatan mentoring gabungan khusus untuk perempuan atau akhwat. Acara ini diselenggarakan oleh Divisi Kemuslimahan sebagai panitia penyelenggara acara kali ini. Tepatnya jumat 12 Oktober 2017 telah diselenggarakannya sebuah materi yang sangat inspiratif dan solutif yang diberikan oleh narasumber Misriyanti, S.Hum. Sebelum acara dimulai Ketua Kemuslimahan yaitu Nurul Azizah dari Jurusan Teknik Informatika 2015 memberikan sedikit sambutan untuk semua peserta dan berharap materi yang singkat ini dapat memberikan sedikit ilmu dan jawaban yang selama ini mahasiswi atau akhwat cari.

Setelah sambutan, pembawa acara yang dipandu oleh Naila dari Jurusan Sistem Informasi 2016 mempersilahkan narasumber memberikan materinya. “Mendekap Muslimah dalam ukhuwah” merupakan topik pembahahasan yang disampaikan. Ka Misri yang akrab disapa oleh mahasiswa menyampaikan betapa pentingnya seorang perempuana atau akhwat dapat menjaga dirinya terutama mengetahui batasan dirinya untuk berinterkasi dengan lawan jenis. Selain itu Ka Misri menyampaikan kebiasaan yang baik dimulai dengan lingkungan yang baik dan sosial yang mendukung, karena tidak semua tempat seperti kampus khusunya memiliki tempat atau lingkungan yang baik untuk menjaga ukhuwah tali persaudaraan diantara sesama mukmin sendiri.

Ukhuwah merupakan “persaudaraan”, secara islami ukhuwah merupakan jalinan persaudaraan yang berdasarkan iman terhadap Allah. Perbedaan lingkungan mempengaruhi ukhuwah yang ada salah satunya ukhuwah pada kampus. Keadaan lingkungan kampus mempengaruhi keadaan sosial bagi mereka yang berada didalamnya. Selain itu pentingnya wanita menjaga izzah dan ihfah, izzah sendiri memiliki arti kesucian diri sedangkan ihfah yaitu bagaimana kita menjaga memelihara kesucian diri kita. Oleh karena itu perempuan atau akhwat dan laki-laki dan ikhwan ketika mengadakan forum ataupun berbicara santai seperti biasa diharuskan memiliki jarak dan menggunakan pembatas untuk menjaga diri dan tidak berbuat zina seperti zina mata, zina tangan, zina hati, dll.

Menjaga diri dengan menjaga jarak dengan lawan jenis bukanlah salah satu solusi yang benar – benar dapat menjaga kita untuk memberikan penyempurnaan. Puasa Sunnah adalah salah satu bentuk unuk menjaga badan kita agar tebiasa tidak melakukan hal yang tidak diinginkan oleh Allah Swt. Begitulah materi yang disampaikan Ka Misri untuk menjaga ukhuwah sesama muslim dan bagaimana cara kita menjaga diri kita. Selain itu masa remaja merupakan salah satu hal yang rentan akan terkena penyakit merah jambu (cinta)  karena usia remaja merupakan usia rentan terjerumus perzinaan apabila tidak diberi pembekalan yang baik bagaimana cara mengatasi cinta itu sendiri. Perlunya menjaga jarak baik berupa lisan, penglihatan dan pendengaran untuk menghindari terjerumus kepada kemaksiatan. Kalimat terakhir yang disampaikan Ka Misri sebelum mengakhiri materinya beliau berpesan untuk menjaga diri dari segi apapun dan tetap memelihara ukhuwah dalam dunia perkuliahan.

Setelah materi selesai acara dilanjutkan oleh sesi tanya jawab. Salah satu peserta bertanya bagaimana cara mengatasi pandangan laki laki terhadap wanita karena hal tersebut membuat kita risih ketika dipandang. Jawaban yang diberikan oleh Ka Misri adalah apabila kita risih cukup hindari dan pergi. Apabila masih memandangi terus menerus dipersilahkan menggunkan niqab untuk memnutup wajah kita untuk menghindari hal tersebut. Setelah sesi materi dan sesi tanya jawab berakhir, dilanjutkan dengan acara ice breaking yang membuat suasana menjadi rileks dan kembali ceria setelah serius mendengarkan meteri yang sangat menarik. Acara ditutup dengan foto bersama dengan seluruh peserta dan penyerahan piagam kepada pembicara.

Published in Kegiatan Kampus
Tuesday, 16 May 2017 04:20

Training Organisasi Senada 1

Departemen Kaderisasi membuat suatu acara yang sangat menarik yaitu Training Organisation 1. Acara ini dikhususkan untuk seluruh pengurus LDK Senada. Training ini bertujuan agar para pengurus Senada mengetahui apa pentingnya berorganisassi di LDK dan harus dilakukan agar organisasi tersebut dapat berjalan dengan lancar. Acara ini dilaksanakan pada hari Ahad, 14 Mei 2017 mulai dari pukul 09.00 sampai 15.00. bertempat di Kampus A Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri yaitu di Jalan Situ Indah, Depok Cimanggis.

Di acara ini para peserta akan mendapatkan ukhuwah sesama pengurus Senada yang semakin erat, ilmu baru yang bermanfaat, sertifikat, snack, makan, doorprice dan untuk 15 peserta yang daftar pertama akan mendapatkan pin Training Organisasi 1 dari Departemen Kaderisasi. MC acara ini adalah MC popular di LDK Senada yaitu Kak Agung, beliau sangat jago mengondisikan keadaan sehingga acara dapat berjalan dengan lancar. Karena pembicara pertama belum datang, kegiatan pun diisi dengan games yaitu games tentang “Seberapa kenal kamu dengan keluarga Senada mu?”. Di game ini masing-masing peserta diberikan satu kertas dan masing-masing disuruh untuk menuliskan nama, kolom kekurangan dan kolom kelebihan. Lalu kertas itu dioper keseluruh pengurus anggota Senada dan semua pengurus Senada wajib menuliskan kekurangan dan kelebihan dari orang yang kertasnya sedang dipegang. Dengan itu, masing-masing orang mendapatkan evaluasi apa yang harus ditingkatkan dan apa yang harus diperbaiki.

Lalu acara diisi dengan materi. Materi pertama yaitu Dakwah Kampus yang disampaikan oleh Kak Fathan Mubina. Lalu selanjutnya materi kedua yaitu Cara mendapatkan Sponsorship mudah dengan pemasukan yang besar oleh Kak Teguh. Di materi kedua ini para peserta diberikan simulasi cara membuat proposal yang simple tapi menarik. Tetapi karena waktu yang tidak terlalu banyak sehingga simulasi pun hanya berjalan sebentar.

Setelah materi selesai, sebagai penutup acara diadakan lagi game. Game terakhir ini yaitu mengeluarkan bola plastik yang berada di dalam gayung dengan memenuhi gayung tersebut dengan air. Cara memindahkan air ke gayung pun tidak mudah, ada tantangannya yaitu memindahkan airnya dengan menggunakan gelas aqua yang dibawa diatas kertas koran. Game ini membutuhkan keseimbangan dan kekompakan yang kuat. Yang memegangkan game ini yaitu dari Departemen Syiar dan Danus. Terakhir sesi foto-foto yang tidak pernah terlewat. Sekian.

Published in Pojok Mahasiswa

Tahukah kamu? Bahwa LDK SENADA Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT NF) akan mengadakan acara yang sangat istimewa. Apa sih acaranya? Acaranya adalah KOPI singkatan dari Kajian dan Obrolan Penuh Inspirasi.

Nah, kajian ini akan diakan di Masjid Balaikota Depok, pada hari Minggu tanggal 30 April 2017. Dan tahukah kamu siapa yang akan menjadi pengisi acara kajian ini? Yaah bener bangeet! Yang mengisi kajian kali ini adalah Ustad Hanan Attaki, Lc. Kajian ini mengambil tema tentang “JANGAN SALAH FOKUS MENYIKAPI CINTA” yang isinya kegalauan muda mudi saat ini tentang Hakikat CINTA. Mereka terlena akan kecintaannya terhadap seseorang yang dia cinta, dan tanpa disadari dia telah melupakan kecintaannya terhadap Sang Pencipta-Nya (Allah swt & Rosul).

Dan tahukah kamu? Ustad Hanan Attaki, Lc lahir di Aceh pada tanggal 31 Desember 1981. Usai menamatkan sekolahnya di Pondok Pesantren Ruhul Islam Banda Aceh, pada tahun 2000, beliau melanjutkan petualangan ilmunya ke Universitas al-Azhar-Mesir. Di sana beliau menekuni Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir Al-Qur’an hingga memperoleh gelar licence (Lc) pada tahun 2004. Pengalamannya mengenal Al-Qur’an secara lebih dekat diawali pada usia kanak-kanak. Terakhir beliau berhasil menjadi Qori terbaik versi Fajar TV, Kairo 2005, dan mengisi acara tilawah Al-Qur’an. “Min Ajmalis Soth” di dua Channel (Fajar Tv & Iqro’ Tv). Selama di Kairo,beliau juga pernah aktif sebagai pemred buletin “Salsabila” yang diterbitkan oleh kelompok studi Al-Qur'an dan Ilmu-Ilmu Islam. Kelompok ini dibimbing langsung oleh beberapa tokoh Ikhwanul Muslimin. Sejak kembali dari Negeri “Seribu Menara”, Hanan Attaki bersama isteri dan putri pertamanya (Aisyah) tinggal di Bandung. Di kota inilah beliau mulai terjun langsung dalam dunia dakwah, sebagai direktur Rumah Qur’an Salman-ITB, pengajar Jendela Hati (JH) dan STQ Habiburrahman. Itulah sedikit profil Ustad Hanan Attaki, Lc.

Nah, karena isi kajiannya yang sangat menginspirasi dan penuh motivasi bagi pendengarnya dikabarkan ada 700an jama'ah yang akan hadir diacara ini.

Dan untuk pertama kalinya SENADA LDK Kampus STT NF akan mengadakan acara sebesar ini dan antusias masyarakat yang luar biasa, membuat Panitia menutup pendaftaran secara online untuk sementara dikarenakan Area Masjid di Balaikota Depok yang tidak memungkinkan dan untuk memastikan peserta yang akan mendaftarkan diri di tempat.

Sekian sekilas informasi kegiatan SENADA yang saya dapat sampaikan. Jangan lupa hadir Minggu, 30 April 2017 Di Masjid Balaikota Depok, Sampai ketemu di acara KOPI nanti :-)

Published in Kegiatan Kampus

Corps Da’i Dompet Dhu’afa Leadership Camp (CLC) adalah kegiatan yang di selenggarakan untuk menumbuhkan kerelawanan Da’i siaga bencana di kalangan para mahasiswa. Diikuti oleh 69 Mahasiswa/i aktivitis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Se-Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, termasuk LDK SENADA STT NF, dengan delegasi :
1. Dhani Fitriansyah (Sistem Infromasi 2015)
2. Hamdan Ainul Atmam Al-Faruq (Tekhnik Infromatika 2015)
3. Muhammad Luqni Baehaqi (Sistem Infromasi 2015)
4. Nurul Azizah (Tekhnik Infromatika 2015)
5. Sri Rejeki (Sistem Informasi 2016)

CLC Batch II berlangsung selama 5 hari, mulai dari tanggal Jumat, 10-14 Maret 2017, di Nurul Fikri Boarding School Lembang – Bandung dengan mengusung tema “Satu dalam Dakwah, Harmoni dalam Langkah”.

Para peserta dibekali materi dan pelatihan langsung, seperti spiritualis Da’i, kepemimpinan dalam islam, diskusi negarawan muslim, Filantropi dan Manajemen Dakwah, Internalisasi Nilai-Nilai Dompet Dhua’fa, Fiqh Ikhtilaf, menyikapi Perbedaan dalam islam, Kerelawanan, Dompet Dhu’afa Voulenteer, First Aid (Pertolongan Perttama), Trauma Healing, Konsep Sosial Maping.

Tak hanya materi, para peserta pun diberikan tantangan melalui rangkaian longmarch atau melakukan perjalanan penuh, untuk muhasabah diri. Peserta diberikan kesempatan untuk terjun langsung ke lapangan, belajar dari kearifan lokal dan setelahnya membuat rencana Tindak Lanjut, karena setelah ini, harapannya peserta dapat menjadi problem solver ditengah-tengah msyarakat.

Published in Pojok Mahasiswa
Wednesday, 04 January 2017 02:10

Hafidzoh Kembar di Kampus Nurul Fikri

Afifa Diniputri dan Latifa Diniputri, putri ke- 4 dari pasangan Bapak Sutadi dan Ibu Tri Wahyuni ini sudah menjadi bagian STT Terpadu Nurul Fikri sejak tahun 2016. Jurusan Sistem Informasi menjadi pilihan hafidzoh kembar ini.

Jauh sebelum memiliki status sebagai mahasiswi, Afi dan Tifa, begitu akrab mereka disapa, sudah memulai menghafal Al-Qur’an. Sejak TK sudah mulai menghafal surat-surat pendek, seperti Surat An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan sebagainya. Terus tumbuh dan memasuki tingkat SD, si kembar ini melanjutkan hafalannya hingga berhasil menghafal hampir satu juz (juz 3)0 sampai lulus dari SDIT Baiturrahman Jakarta

Melanjutkan hafalan dari Juz terakhir hingga berhasil menghafal 5 Juz (Juz 26 – juz 30) semasa di SMPIT YAPIDH. Tak puas dengan hafalan yang sudah dimilikinya, Afi dan Tifa melanjutkannya dengan menghafal dari Juz awal sampai berhasil menuntaskan targetnya di SMAIT YAPIDH, yaitu 5 juz pertama (Juz 1 – Juz 5).

Untuk sampai pada titik ini tentu ada perjuangan yang harus di bayarnya, Afi dan Tifa harus menyisihkan waktunya untuk menghafal dan murajaah (mengulang), guna menjaga hafalan sebelumnya. Biasanya setelah maghrib, mereka murajaah hafalan masing-masing, lalu membaca ayat yang akan dihafalnya untuk di setorkan keesokannya. Di sepertiga malam, waktu yang dipilih mereka untuk menghafal. Setiap harinya Afi dan Tifa di targetkan menghafal 3 baris, dan disetorkan setiap sore kepada ustadzah-nya. Begitu terus hingga setiap semester diadakan ujian. Uniknya, ketentuan disana mengharuskan orangtua hadir, duduk disamping putra/i-nya yang akan ujian, begitupun Afi dan Tifa tentunya. Walaupun hadir rasa “dag dig dug” tapi inilah salah satu bukti dukungan moral dari orangtua peserta didik.

Dilanjutkan kuliah di STT NF, Afi dan Tifa berharap dapat menuntaskan hafalannya, yaitu 30 Juz sebelum lulus dengan mengikuti program tahsin dan tahfidz.

Published in Pojok Mahasiswa