Monday, 22 May 2017 05:02

Mengenal Sistem Operasi Tizen

Baru-baru ini dikabarkan smartphone asal Korea yaitu samsung telah memakai sistem operasi ini dalam seri Samsung Z3. Selama ini smartphone samsung selalu menggunakan Sistem Operasi besutan Google (Android), dari mulai hp midend sampai highend nya. Tizen merupakan sebuah singkatan yang berarti “The OS of Everthing” sesuai dengan singkatannya. Tizen tidak hanya untuk perangkat Android saja, tapi juga untuk menjalankan SMART TV, Smart Camera, Smart Home dan masih banyak lagi perangkat pintar lainnya.

Pada dasarnya Sistem Operasi Tizen ini masih sama menggunakan Kernel Linux. Secara tampilan hampir sama meskipun ada yang mengklaim bahwa Sistem Operasi Tizen ini lebih ringan di bandingkan Android. Samsung bekerja sama dengan Intel untuk mengembangkan sistem operasi tizen. Sebelum munculnya Sistem Operasi Tizen. Intel bersama nokia mengembangkan Sistem Operasi Meego. Namun karena nokia sudah terlanjur suka dengan windows maka Sistem Operasi Meego tidak jadi digunakan. Samsung diam-diam memiliki Sistem Operasi sendiri bernama BADA. Singkat cerita Samsung bekerja sama dengan Linux Foundation dan Intel untuk mengembangkan sistem operasi dari penggabungan Meego dan BADA. Dari penggabungan tersebut lahir lah BADA.

Kesimpulannya adalah bahwa sistem operasi tizen masih sama menggunakan source dari linux. Sehingga produsen hardware dapat merubah ataupun menambahkan fitur-fitur unik seperti yang mereka inginkan. Dari segi kelebihan, beredar rumor bahwa tizen menggunakan HTML 5 bagi content creator bakalan lebih cepat dalam pengembangan sebuah Aplikasi, Web Framework serta lebih murah dalam pengeluaran biaya.

Published in Artikel
Monday, 22 May 2017 01:44

4 Antivirus terbaik di Android

Apa yang Anda lakukan jika perangkat Android anda terkena virus? ada beberapa hal yang akan di lakukan virus ketika menginfeksi Android Anda, seperti merusak file-file Anda, mencuri data, ataupun menghapus data-data penting di Android Anda.
Untuk melindungi data-data Anda dari serangan virus-virus yang berbahaya berikut adalah beberapa antivirus yang dapat Anda gunakan untuk melindungi smartphone Anda dari serangan virus-virus berbahaya. Antaranya, adalah :
1. 360 Security – antivirus boost
Antivirus yang di buat oleh Qihoo 360 software. Antivirus ini masuk dalam jajaran antivirus terbaik di google play karena memiliki vitur-vitur yang lengkap. Seperti membersihkan dari junk, melindungi data, dan menghapus total sisa-sisa uninstall.
2. Bit Difender Antivirus free
Mungin untuk pengguna PC Dekstop ataupun laptop. Sudah tidak asing dengan nama antivirus ini, karena antivirus ini sudah sangat di kenal dengan kemampuan nya untuk menjaga data serta membersihkan data Anda dari file-file berbahaya. Cara menggunakannya pun sangat mudah.
3. Avg Antivirus Security
Antivirus ini cukup terkenal juga di kalangan pengguna PC. Karena masih termasuk deretan antivirus terbaik di PC. Kini AVG hadir untuk melindungi data di dalam android anda. Tersedia 2 pilihan, yaitu berbayar ataupun gratis. Kedua pilihan tersebut tentunya mempunyai perbedaan fitur.
4. Avast ! Mobile Security
Avast juga merupakan antivirus yang namanya di kenal seperti halnya AVG & Avira dalam dunia PC. Antivirus avast termasuk antivirus yang murah namun memiliki fitur yang lengkap. Salah satu unggulan fiturnya adalah fitur remote lock and wipe dan fitur yang dapat memberikan pemberitahuan ketika anda mengganti karu sim.

Published in Artikel

Minggu, 14 Mei 2017
DEPOK – Depok ICT Award (Depicta) 2017 bukan hanya sekadar ajang perlombaan biasa, tapi juga punya peran strategis bagi mereka yang ingin eksis di dunia teknologi informasi. Mereka yang keluar sebagai juara dalam ajang ini, nantinya akan disalurkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok untuk bisa berkiprah di perusahaan besar.

Demikian ditegaskan Walikota Depok Mohammad Idris saat menghadiri penutupan kegiatan Depicta 2017 di D’Mall Depok, Minggu (14/5/2017) “Ada sesuatu yang baru bagi pemenang Depicta 2017 ini, kami akan pertemukan dengan pengusaha-pengusaha, perusahaan-perusahaan untuk bisa link dengan mereka yang sudah mempunyai aplikasi-apikasi yang sangat kreatif,” Ujar Idris diahadapan peserta acara.

Kelompok Andara Tec dari STT Nurul Fikri berhasil menjadi Juara dalam Depicta 2017 dengan Aplikasi Traspedia yang bertujuan untuk memudahkan para nasabah bank sampah dalam melakukan transaksi ini, berhasil mengalahkan delapan kelompok peserta lainnya.

Salah seorang personel Andara Tech, Irfan Prasetyo, menjelaskan Aplikasi Trashpedia ini merupakan Aplikasi manajemen bank sampah secara mobile di Kota Depok yang menghubungkan antara pengepul dan para nasabah bank sampah. Selama ini para nasabah masih banyak yang melakukan transaksi dan juga pendataan menggunakan cara manual, yakni dengan menulis di kertas atau buku yang sewaktu-waktu bisa saja hilang.

“Aplikasi ini akan mencatat semua transaksi sekecil apapun, dan sekalian juga untuk mensosialisasikan tentang bank sampah karena bank sampah ini adalah untuk mewujudkan green smart city, termasuk zero waste atau pengolahan sampah hijau,” ujar Irfan.

Selain itu, karya yang sudah dihasilkan oleh bank sampah juga bisa disalurkan di Aplikasi ini, dan dapat diambil oleh para pengepul. Sebab, salah satu kendala yang dihadapi oleh bank sampah saat ini adalah jaringan untuk menyalurkan hasil-hasil dari bank sampah tersebut.

“Di sini mereka bisa memasukkan data mengenai hasil dari bank sampah mereka, pengepul akan membeli dan menjual dan hasilnya akan masuk ke tabungan para nasabah,” ujar Irfan, saat penutupan kegiatan DEPICTA 2017 di D’mall Depok, Minggu (14/05/2017).

Lebih lanjut Irfan mengatakan bahwa dalam Aplikasi ini kemudahan yang disediakan antara lain adalah mengenai lokasi bank sampah yang sangat berguna bagi para pengepul, saldo para nasabah dan informasi event-event bank sampah dilaksanakan baik oleh Pemkot Depok, bank sampah itu sendiri maupun komunitas lingkungan.

“Aplikasi ini juga kan mendukung green smart city, melalui aplikasinya bisa dibilang cerminan dari smart city, dan dari kontennya mendukung green city agar Depok menjadi zero waste city melalui kegiatan bank sampah,” tambahnya.

Ke depan dirinya berharap, Aplikasi ini bisa digunakan oleh Pemerintah Kota Depok untuk meningkatkan keberadaan bank sampah, dan juga memberikan kemudahan bagi para pelaku bank sampah di Kota Depok dalam melakukan rutinitasnya.

“Hingga saat ini sudah ada tiga bank sampah yang menggunakan Aplikasi ini, dengan menangnya kami di Depicta ini, diharapkan Pemkot Depok bisa turut mensosialisasikan Aplikasi ini kepada bank sampah lainnya,” pugkas Irfan.

Hal tersebut diamini oleh Plt Kepala Diskominfo Kota Depok Widyati Riyandani, yang mengatakan bahwa pihaknya tentu akan mengkaji Aplikasi tersebut.

“Karena kita kebetulan juga sedang berjuang terkait dengan permasalahan sampah, mudah-mudahan Aplikasi itu bisa menjadi pilot project untuk membantu bank-bank sampah yang sekarang sudah terkelola dan terstruktur pengelolaannya,” jelas Widyati.

Widyati menambahkan bahwa pihaknya saat ini melihat yang dibutuhkan adala organisasi bank sampah yang terstruktur dulu, untuk kemudian bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersian (DLHK) agar Aplikasi tersebut bisa digunakan. (San)

Sumber : http://www.depokpos.com/arsip/2017/05/aplikasi-trashpedia-buatan-stt-nurul-fikri-juarai-depicta-2017/

Published in Artikel

Seringkali penggunaan Chrome dianggap senang memakan RAM. Atau beberapa kasus lainnya Chrome berjalan dengan lambat. Hal tersebut tentu saja sangat mengesalkan. Padahal, ada loh cara untuk bisa mengatasi hal tersebut. Anda tetap bisa memperoleh kinerja yang maksimal dari Google Chrome dengan tingkat penggunaan RAM yang terbatas.

Berikut ini adalah caranya:

1. Menutup proses secara manual jika Chrome Anda berjalan lambat, Anda cukup melihat daftar proses yang tengah berjalan. Untuk masuk ke Task Manager, tekan Shift + Esc untuk Windows atau dari menu Window jika Anda , memakai Mac. Lalu Anda bisa mengurutkan proses menurut penggunaan memori dan mematikan apapun yang tidak dibutuhkan.

2. Singkirkan semua ekstensi yang tidak dipakai secara manual hanya karena mendownload video di satu waktu, bukan berarti membutuhkan ekstensi di setiap waktu. Anda harus selektif memilah ekstensi yang kamu installdan selektif mana ekstensi yang kamu simpan. Jadi ketik chrome: // extensions ke address bar untuk menonaktifkan ekstensi yang tidak dibutuhkan secara reguler yang masih berguna. Lalu hapus ekstensi yang menurut Anda tidak berguna.

3. Buat semua plugin bekerja secara manual Chrome sejak tahun kemarin telah memblokir Flash ads kecuali website utama. Tetapi chrome sudah menyertakan “click to play” yang mana chrome tidak otomatis memainkan atau memutar setiap plugin. Anda bisa mengaktifkannya ke setelan chrome: //settings, klik on Show Advanced settings, lalu klik Content settings under Privacy. Gulir ke bawah ke bagian Plugins dan pilih ‘Let me choose when to run plugin content’.

4. One tab dan The Great Suspender jika Anda cenderung menyimpan banyak tab dan tidak berniat mengubah kebiasaan itu, ada beberapa ekstensi yang bisa membantu. Dua pilihan yang paling populer adalah One Tab dan The Great Suspender. One Tab pada dasarnya memungkinkan Anda menutup setiap tab yang terbuka dengan satu klik dan mengubahnya menjadi daftar. Kapanpun Anda perlu mengakses tab lagi, Anda dapat mengembalikan semuanya sekaligus atau secara individual dengan mengklik link masing-masing. Anda juga dapat dengan mudah mengekspor dan mengimpor tab Anda sebagai daftar URL. Bergantung pada berapa banyak tab yang Anda jalankan dan berapa banyak skrip yang berjalan di dalam tab Anda, memindahkannya ke OneTab dapat meningkatkan kinerja secara signifikan.

5. Data Saver Extension Jika koneksi Anda lamban atau loading lama, Anda bisa memakai ekstensi ini. Ekstensi ini dapat membantu mengurangi penggunaan data dengan memakai server perusahaan untuk memampatkan halaman sebelum dikunjungi. Tetapi perlu diketahui bahwa halaman yang diakses dari koneksi pribadi atau HTTPS atau tab penyamaran tidak akan dioptimalkan atau tidak dilihat Google.

Published in Artikel

Tas merupakan bagian hal yang sangat penting bagi kaum hawa. Yang didalamnya terdapat barang-barang yang sangat dibutuhkan olehnya. Dan salah satu kejahatan yang sering terjadi pada kaum hawa adalah penjambretan. Dimana ia mengincar tas-tas yang dibawa oleh kaum hawa. Kenapa yang menjadi sasaran penjambretan ada seorang perempuan atau kaum hawa ? Yaah, karena kaum hawa terlihat lemah dan tidak memiliki kekuatan. Namun, dengan berkembangnya dunia teknologi yang semakin canggih, kini tercipta sebuah teknologi baru yang dapat mengatasi ataupun mencegah kejahatan penjambretan.

Apakah itu?

Sebuah perusahaan olahraga asal Malaysia yang bernama Ash Be Nimble baru-baru ini menciptakan sebuah teknologi accessories tas jinjing yang dirancang untuk mengungkap aksi penjambretan.

Aksesoris tersebut adalah handbag Dyenator. Teknologi canggih ini memiliki tampilan yang cukup fashionable, meskipun bentuknya memang tampak seperti gantungan tas pada umumnya. Aksesoris ini ditawarkan dalam banyak varian warna yang feminim yang sangat cocok digunakan untuk wanita.

Meskipun tampilan dan bentuknya terlihat sangat biasa tetapi Handybag Duenator ini memeliki perangkat yang sangat bermanfaat. Dalam perangkat tersebut terdapat sebuah teknologi yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Dimana jika Handybag Duenator tersebut dipasang dalam tas dan tas tersebut dicuri, maka perangkat tersebut akan mengeluarkan asap berwarna yang mengepul.

Hal tersebut terjadi karena sang pemilik dapat mengirim teks yang dapat mengontrol perangkat tersebut untuk bereaksi dengan mengeluarkan asap. Selain itu, dengan perangkat ini, maka keberadaan tas akan dapat dilacak dengan mengaktifkan GPS yang ada di dalam Handybag Dyenator tersebut.

Published in Artikel

Berani, ambillah semangat kepercayaan diri, Fuadilah memberi tahu para pengusaha untuk bercita-cita di Konferensi Wirausaha Internasional Startup Grind Muscatine yang pertama di Lowa. Selama konferensi, Fuadilah berbicara dengan pengusaha melalui Skype, tentang perjalanan wirausaha itu sendiri di Indonesia. Fuadilah memulai sebagai Analis Proses Bisnis, dalam perjalanannya yang berawal dengan memulai bisnis bersama istrinya, Cempaka, yaitu "Bagaimana menciptakan dan menjual tas pribadi dan ramah lingkungan di media sosial?" Yakni ketika dia berada di Community College Initiative. Bertemu wirausahawan lainnya, selama program tersebut memacu Fuadilah untuk memulai usahanya, Ning Fabric Works, bersama istrinya. "Pengalaman memberi saya dorongan kepercayaan untuk memulai bisnis" kata Fuadilah.

Menuju Sebuah Kompetisi
Ketika Fuadilah dan Cempaka meluncurkan Ning Fabric Works pada bulan Juni 2015, mereka tahu bahwa mereka harus melakukan sesuatu yang istimewa untuk lebih menonjol dari kompetisi. Jadi, mereka merancang bisnis mereka untuk memanfaatkan kekuatan fashion, media sosial, dan narasi pribadi. Ning Fabric Works membuat tas dari kain daur ulang yang memiliki kesan tersendiri bagi pelanggan. "Ketika pelanggan memberi kami kain, mereka menceritakan kisah di balik pakaian," Fuadilah menjelaskan. "Cempaka mewawancarai mereka, dan menempatkan atau mentisipkan cerita di situs web dan di dalam kantong. Jadi saat kita membuat tas baru dari swatch itu, kita bisa membicarakan cerita dibalik pembuatannya". Konsep pemasaran yang canggih seperti ini perlu terlihat di pasar kerajinan Indonesia yang ramai. Fuadilah mengaitkan banyak keterampilan dan gagasan bisnisnya sampai di Eastern Iowa Community College - Muscatine .

Mendapatkan Keterampilan Bisnis Dan Kewirausahaan Yang Berharga
Melalui program tersebut, Fuadilah memperoleh tiga sertifikat dalam manajemen usaha kecil, pengawasan, dan kewirausahaan yang membantunya membuat rencana bisnis dan membawa produk ke pasaran. Sementara di Muscatine, Fuadilah juga membentuk ikatan yang kuat dengan instruktur kewiraswastaannya, yang menggunakan metode pengajaran langsung yang baru dikenal Fuadilah. "Dia tidak hanya menunjukkan teori saja, tapi juga prakteknya," kata Fuadilah. "Dia menyuruh kami bekerja dengan bisnis nyata dan memecahkan masalah yang sebenarnya di lapangan".

Selain berpengalaman di kelasnya, Fuadilah mengkredit perjalanannya ke bisnis dan asosiasi, seperti Kamar Dagang Muscatine, dengan membantunya mendapatkan wawasan tentang apa yang perlu dan tidak dikerjakan dengan baik di berbagai industri.
Fuadilah dan Cempaka memiliki rencana besar untuk Ning Fabric Works. Mereka baru saja mempekerjakan karyawan pertama mereka dalam sebuah langkah besar untuk usaha kecil dan mereka mewawancarai kandidat untuk posisi kedua. "Kami menetapkan target dan kami berjalan ke arah itu," Fuadilah mengatakan. "Kami tidak takut dengan tantangan itu".

Published in Artikel

Jika Anda bertanya kepada investor jenis startup apa yang kemungkinan akan meningkat tahun ini, mereka mungkin akan menyebutkan fintech, beberapa bentuk e-commerce, media, dan mungkin software-as-a-service.
Inilah daftar startups di kategori tersebut yang menurut saya akan kami dengar lebih banyak pada tahun ini.
Fintech
1. Investree
Berasal dari portofolio Mountain Kejora Ventures, Investree adalah pemain baru yang menarik dalam layanan keuangan. Fitur intinya adalah pembiayaan faktur. Usaha kecil terkadang harus menunggu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk dibayar oleh klien untuk layanan atau produk yang sudah dikirim. Melalui Investree, mereka bisa mendapatkan jumlah yang terutang kepada mereka terlebih dahulu, yang memungkinkan mereka untuk berencana lebih baik. Begitu pembayaran klien berhasil masuk, pemberi pinjaman mendapatkan uangnya kembali dengan bunga, tentu saja.

Startup yang telah menghabiskan sekitar US $ 4,5 juta pinjaman sejauh ini, adalah pasar pinjaman peer-to-peer dimana pemberi pinjaman pihak ketiga memberikan uang tunai dan mendapatkan bunga sebagai imbalan. Investree juga melihat pinjaman karyawan, di mana pemberi pinjaman dapat membantu karyawan perusahaan mitra Investree untuk membiayai pengeluaran khusus seperti perawatan medis, renovasi rumah, atau pembelian sepeda motor.

Pendiri, Aida Sutanto, Adrian Gunadi, Andi Andries, dan Dickie Widjaja adalah tim berpengalaman dan mereka masing-masing memiliki pengalaman bertahun-tahun di bidang perbankan dan keuangan. Kontribusi Investree yang terakhir diumumkan adalah seri A dari Gunung Kejora pada bulan Juni 2016.

2. UangTeman
UangTeman juga merupakan startup pinjaman, namun berbeda dengan Investree karena tidak mengundang kreditur pihak ketiga ke platform. Sebaliknya, ia memberikan uangnya sendiri kepada peminjam - pinjaman sangat kecil yang dimaksudkan untuk membantu orang melalui peregangan yang sangat ketat, misalnya menjelang akhir bulan. Jenis pinjaman ini juga dikenal sebagai pinjaman gaji.

3


UangTeman telah dikritik karena mengambil suku bunga tinggi dan biaya keterlambatan. Pendiri dan CEO Aidil Zulkifli berpendapat bahwa apa yang paling diinginkan oleh pelanggan adalah transparansi dan akses pinjaman yang cepat dan sederhana. Startup yang telah menghasilkan sekitar US $ 2,4 juta pinjaman, mengklaim bahwa tingkat kegagalannya sangat rendah, di bawah 3 persen, dan bahwa sebagian besar peminjam dapat melunasi hutang mereka tepat waktu tanpa terkena denda.
UangTeman mengangkat reksa dana pra-seri A dalam pembiayaan ekuitas di samping hutang sebesar US $ 735.000 pada bulan September tahun lalu. Bisa jadi calon babak baru tahun ini. Alpha JWC termasuk di antara para investornya.

3. CekAja
CekAja, yang didirikan pada tahun 2013, adalah dinosaurus di kalangan pemula fintek kebanyakan yang masih sangat muda.
Modelnya bisa digambarkan sebagai e-commerce finansial. Yang membawa orang-orang untuk mendapat informasi tentang semua jenis produk keuangan seperti kartu kredit, atau asuransi. Pembaca dapat melihat dan membandingkan penawaran dari berbagai penyedia dan kemudian membeli hak penawaran melalui CekAja. Ini berbeda dengan situs perbandingan lainnya, kata co-founder JP Ellis, yang biasanya mengirim pelanggan mereka ke mitra mereka sebagai lead, tanpa menjualnya secara langsung.

CekAja mengangkat putaran seri B yang dipimpin oleh Telstra Ventures , sebuah lengan telco Australia, pada bulan September tahun lalu - perusahaan pertama yang melakukannya di Asia Tenggara. Perusahaan ini juga beroperasi di Filipina dengan nama eCompareMo.
Mountain Kejora Ventures dan Monk's Hill Ventures termasuk di antara para investornya.

E-Commerce
E-Commerce umumnya sulit dilakukan saat ini, karena perusahaan besar telah menolak klaim mereka. Tapi untuk niche area perbelanjaan dengan khalayak yang canggih masih ada potensi, investor pun meyakininya.

4. Sociolla
Kosmetik adalah produk utama mereka. Pembeli cukup spesifik tentang merek yang mereka sukai dan bersedia mengeluarkan jumlah yang signifikan. Sociolla di Indonesia adalah kandidat yang sudah melakukannya dengan baik di lapangan. Sebuah startup serupa dari Singapura, Luxola, diakuisisi oleh barang mewah raksasa LVMH pada tahun 2015 . Luxola tidak pernah mendapat pijakan kuat di Indonesia. Jadi dengan penggalangan dana B baru-baru ini dari sebuah perusahaan besar Jepang, Sociolla berada dalam posisi yang baik untuk menaklukkan negara asalnya.

5. Fabelio
Fabelio sudah ada sejak tahun 2015 dan memiliki tempat unik dalam lanskap e-commerce di Indonesia. Ini adalah toko furnitur yang mendesain dan memproduksi sendiri sofa, meja, kursi, dan sebagainya yang sederhana namun elegan, dan menjualnya melalui situsnya sendiri. Startup ini menargetkan rumah tangga kelas menengah ke atas dan juga bekerja dengan klien korporat, seperti hotel dan restoran.
Mereka juga telah memoles desain dan proses produksi dalam beberapa tahun terakhir, dan sekarang bertujuan untuk membangun dirinya di kota-kota di luar wilayah metropolitan Jakarta. Ini adalah bisnis dengan ekonomi yang kuat, kata Stefan Jung dari Venturra Capital, yang memimpin seri Fabelio A pada bulan Januari tahun lalu. Mitra Investasi IMJ, 500 Startups, dan KK Fund juga masuk investor mereka.

Media

4


6. Kumparan
Sebuah situs berita hibrida dengan elemen media sosial, Kumparan adalah peserta baru dalam lanskap media digital Indonesia.
Ini agak mirip Medium dalam artian rumah itu dikuratori, konten editorial, tapi juga memungkinkan masyarakat membuat posnya sendiri dan berinteraksi satu sama lain. Kumparan menuju online beberapa bulan yang lalu. Lalu lintasnya, meski tidak masif, terus berkembang. Alasannya termasuk dalam daftar ini adalah didukung oleh tim pendiri dengan tim high-profile : sekelompok jurnalis berpengalaman, terkenal karena membangun portal berita Detik pada tahun 1998. Detik berubah menjadi salah satu properti online paling berharga di Indonesia, dijual kepada Para Group pada tahun 2011 dengan nilai US $ 60 juta, merupakan jalan keluar yang sangat besar pada saat itu. Apapun hal itu, Kumparan yang berkembang pada tahun ini akan menarik untuk ditonton.


Software-as-a-service
Jumlah startups dengan model bisnis software-as-a-service (Saas) berkembang pesat di Indonesia. Banyak dari mereka menargetkan jutaan usaha kecil dan menengah di negara ini, misalnya dengan alat online untuk akuntansi atau manajemen sumber daya manusia.

7. Jurnal
Jurnal termasuk dalam kategori perangkat lunak akuntansi, dengan fitur seperti faktur, pelaporan, dan manajemen aset. Setelah serangkaian putaran A Februari lalu yang dipimpin oleh East Ventures, ia berencana untuk memperluas ke kota-kota seperti Bandung, Medan, dan Surabaya tahun ini.

8. Sleekr
Setelah mengakuisisi startup lain yang mengkhususkan diri pada perangkat lunak akuntansi akhir tahun lalu, Sleekr sekarang menawarkan pengelolaan sumber daya manusia dan alat akuntansi. Perusahaan sejauh ini hanya mengungkapkan investasi awal sebesar US $ 35.000 pada tahun 2014, dengan uang yang diberikan dari tiga kantong pendiri sendiri. Lalu lintas ke situsnya terus meningkat dan perusahaan memiliki sembilan lowongan pekerjaan terbuka, jadi sepertinya sudah kuat pada tahun ini.

Published in Artikel

Silicon Valley kerap disebut-sebut sebagai pusatnya perkembangan startup dunia. Apalagi, di sini menjadi rumah dari para perusahaan teknologi besar dunia. Namun siapa sangka, ekosistem yang mendukung tersebut tidak membuat Silicon Valley sebagai wilayah dengan talenta IT untuk startup nomor 1 dunia.

Sebuah laporan dari Startup Genome mengungkapkan, talenta IT startup yang dimiliki oleh negara tetangga Singapura berhasil mengalahkan Silicon Valley. Secara keseluruhan, Singapura memang berada di rangking 12 pada daftar yang dirilis Startup Genome. Namun, untuk kategori talenta IT, Singapura menjadi negara yang pertama.

Startup di Singapura memang memperoleh berbagai keuntungan. Mulai dari lokasinya yang memang dikenal sebagai pintu gerbang menuju Asia Tenggara hingga kebijakan pemerintah. Saat ini, terdapat sekitar 1.600 hingga 2.400 startup yang memperoleh bantuan subsidi dari pemerintah setempat. Buktinya, founder startup dari Singapura menjadi yang paling muda sedunia, di angka 28 tahun. Salah satu hal yang membuat talenta IT memilih Singapura adalah gaji.

Di negara tetangga itu, gaji seorang software engineer berada di kisaran 35 ribu USD. Angka ini memang masih di bawah rata-rata gaji software engineer di tingkat dunia yang berada di angka 49 ribu USD. Dalam studi ini, Startup Genome mempertimbangkan delapan faktor yang dipakai untuk menilai ekosistem sebuah negara. Di antaranya adalah performa, pendanaan, pangsa pasar, global connectedness, talenta, startup experience, resource attraction, ekosistem demografis, serta demografis founder. Dari keseluruhan faktor tersebut, Silicon Valley masih menjadi yang pertama. Hanya saja, Amerika kini mulai mengalami penurunan daya tarik, terutama muncul dari Asia dan Eropa.

Published in Artikel

Ujian Nasional sudah berlalu, para siswa pun mulai mempersiapkan diri untuk mencari universitas dan jurusan favoritnya. Tidak sedikit mahasiswa kebingungan dalam mencari jurusan favoritnya, terkadang ada yang masih kebingunan dalam menentukan jurusan yang akan diambil. Salah satu jurusan yang paling banyak diminati oleh siswa yaitu Jurusan Komputer, namun jurusan komputer sendiri terbagi ke beberapa bagian, jurusan yang sering didengan adalah jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi. Oleh karena itu kita akan membahas apa perbedaan antara jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi, sehingga para siswa tidak bingung dan salah dalam memilih jurusan favoritnya. Mari kita bahas perbedaaanya.


Teknik Informatika
Pada jurusan Teknik Informatika, kita akan mempelajari ilmu dan teknik yang membahas tentang pengolahan data atau masalah transformasi dengan memanfaatkan teknologi komputer melalui proses-proses logika. Jadi, mata kuliah yang kita temui akan lebih banyak berkutat pada pemrograman (programming), teknologi jaringan komputer, dan pengembangan perangkat lunak (software). Di beberapa universitas, jurusan Teknik Informatika disebut dengan Ilmu Komputer. Jadi Jurusan Teknik Informatika lebih condong ke implementasi daripada teori. Disini akan lebih fokus kepada proses pembuatan aplikasi, walaupun begitu, teori juga tetap dibahas tapi tidak sedalam di Ilmu Komputer. Skripsinya anak TI wajib membuat aplikasi. Jurusan ini diharapkan menghasilkan lulusan dengan kemampuan cukup luas dimulai dari penguasaan teori (konsep) dan pengembangan software.


Sistem Informasi
Jurusan Sistem Informasi adalah gabungan dari Ilmu Komputer, Ekonomi Manajemen, dan Bisnis. Fokusnya tetap di bidang software (programming), tapi lebih kearah penerapan ke bisnis perusahaan. Oleh karena itu tidak heran banyak mata kuliah ‘berbau’ ekonomi manajemen di jurusan ini. Selama perkuliahan, mahasiswa akan dibekali dengan berbagai kompetensi di ketiga bidang tersebut agar mereka mampu memberikan solusi terkait Sistem Informasi/Teknologi Informasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Pengetahuan tentang bisnis dikembangkan melalui mata kuliah mengenai berbagai proses bisnis yang umum dalam organisasi seperti : administrasi bisnis, sistem informasi akuntansi, pengembangan dan pemasaran produk, perilaku organisasi, dsb. Seperti yang dijelaskan, di jurusan Sistem Informasi kita akan mempelajari cara membuat aplikasi untuk kepentingan bisnis suatu perusahaan. Yang lebih ditekankan adalah aspek “analisis”nya. Proses analisis ini sangat penting ketika membuat sebuah program.


Dari penjabaran diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Jurusan Teknik Informatika harus siap bersaing dalam membuat aplikasi, pengembangan software, dan pastinya membuat software yang tepat guna. Sedangkan Jurusan Sistem Informasi bagaimana mengimplementasikan teknologi ke dalam penerapan bisnis, walaupun jurusan ini tidak sepenuhnya melakukan programming, tapi harus mengetahui menganalisa suatu aplikasi dan mengetahui pembuatanya. Sekian.

Published in Artikel

Jejaring sosial kini tak hanya dikenal sebagai lokasi untuk eksis di dunia online. Jejaring sosial kini pun bisa digunakan untuk berbagai tujuan. Tak jarang, berkat jejaring sosial, kampanye sosial pun bisa dilaksanakan dengan sukses. Namun sayangnya, tak sedikit pula yang mendapatkan imbas buruk dari meningkatnya penggunaan jejaring sosial ini.

Menilik fenomena penggunaan jejaring sosial di Indonesia, ada cukup banyak kasus yang memperlihatkan bagaimana etika yang kurang diperhatikan oleh para pengguna jejaring sosial di Indonesia. Contoh kasus yang terbaru adalah bagaimana seorang anggota kepolisian yang mendapatkan cibiran dan cemooh dari para netizen tanah air.

Banjir cemoohan dan cibiran itu terjadi karena polisi tersebut menuliskan kata-kata yang tak pantas kepada salah seorang pengguna Facebook. Dan kasus seperti ini pun bukan pertama kalinya terjadi. Beberapa kasus serupa pernah pula menimpa pengguna jejaring sosial lainnya. Intinya, etika saat berinteraksi di jejaring sosial sangat kurang diperhatikan oleh para pengguna internet di Indonesia.

Terlebih saat ini jejaring sosial memberikan kebebasan untuk bisa berinteraksi dengan orang yang benar-benar asing dan tidak kita kenal sebelumnya. Penggiat jejaring sosial, Nukman Luthfie pernah mengatakan kalau seorang pengguna internet harus mempunyai batas-batas yang jelas saat berinteraksi di sosial media. Batas-batas yang dimaksudnya tersebut adalah adanya aturan hukum yang bisa memberikan sanksi untuk mereka yang tidak mengindahkan aturan selama berinteraksi di jejaring sosial.

Lebih lanjut, Nukman mengatakan kalau sosial media adalah sebuah ruang publik. Dan seperti halnya ketika berinteraksi di ruang publik di dunia nyata, pengguna sosial media juga tidak bisa bicara sembarangan. Terlebih mengeluarkan umpatan dan kata-kata yang dapat menyakiti perasaan orang lain.

Published in Artikel
Page 1 of 8