Wednesday, 01 March 2017 04:40

Kisah Orientasi Akademik Mahasiswa STT NF

Sebuah kisah dimulai ketika pagi hari, kala matahari baru sepenggalah naik, seorang remaja perempuan, yang baru selesai menamatkan pendidikan di bangku sekolah menengah atas, mengikuti kegiatan orientasi akademik atau disingkat ormik, di salah satu kampus swasta yang bernuansa islam, STT Terpadu Nurul Fikri tepatnya.

Wajah baru yang sebelumnya tidak pernah ia temui, kini membaur menjadi satu, untuk bersama membangun kekompakkan dalam satu tim bernama kelompok merah maroon.

Tugas hari pertama selesai ia lalui, dengan memakai pakaian berwarna putih serta rok hitam dengan berbalut jilbab berwarna hitam pula, tidak lupa memakai nametag juga atribut kelompok. Sepatu hitam tak lupa ia kenakan bak tentara hendak berjuang ke medan perang. Semangat yang menggelora nampak pada syair lagu yang ia nyanyikan bersama rekan seperjuangannya itu, walaupun ada perasaan was-was karena belum sempat menghafal baris dari setiap bait lirik lagunya.

 Syarat bawaan pribadi yang harus dibawanya hari itupun tidak mudah ia dapatkan. Ketika waktu menunjukkan pukul 7 malam, ia belum juga menemukan pocong hijau yang seharusnya sudah memenuhi tempat bekal makan siang untuk keesokan harinya. Namun, Allah memudahkan jalannya, Sang Maha Kuasa mengulurkan bantuan-Nya melalui seorang malaikat di dunia, bernama teman. Yaa, temannya itu yang membelikannya sebuah lontong dengan ukuran yang tidak terlalu besar di area Pasar Minggu. Dan alhasil, tidak ada hukuman yang ia terima, karena semua barang bawaan pribadi maupun kelompok dengan rapi telah ia susun di tas merah yang digendongnya.

 Tiba hari terakhir masa orientasi akademik, ia berpenampilan layaknya seorang eksekutif muda yang memperlihatkan kepiawaiannya dalam berkarya. Dengan perasaan senang, ia mengenakan atribut berupa pin yang berlabel "ORMIK". Sekotak hadiah yang terbungkus rapi di dalam kertas kado, digenggamnya dan kemudian ia berikan kepada salah satu panitia ormik. Bukan untuk memperingati hari kelahiran seseorang, melainkan untuk bertukar kado dengan seluruh peserta ormik di ruang yang terbatas dinding itu.

Sebelum adzan maghrib berkumandang, kedua mata dari peserta ormik ditutup dengan menggunakan slayer, kemudian diberi arahan satu persatu untuk berjalan mengambil satu dari gundukan kado yang menggunung di sudut tengah ruangan.

Tiba gilirannya untuk berjalan menyusuri kegelapan, menyeberangi celah dari barisan peserta ormik lainnya. Hingga saat semakin dekat dengan gundukan kado, ia tak sengaja menabrak titik yang mengisi barisan itu, dimana seharusnya mampu ia lewati tanpa harus menyentuhnya. Namun, hal itu tak membuatnya berhenti melangkah, ia terus berjalan dalam kegelapan dengan mengikui arahan dari salah satu panitia ormik.

 Tak butuh waktu lama, ia pun berada tepat diantara kado-kado yang sebenarnya terpampang secara nyata, namun karena tak terlihat, sehingga memaksanya untuk terus berjuang mengambil salah satu diantaranya. Tidak hanya dengan sekali sentuh, ia terus meraba-raba, hingga tangannya menggapai sebuah kado, yang menurutnya, Allah telah menggariskan bahwa dirinyalah yang beruntung mendapatkan kado yang saat ini didekapnya. Kemudian kembali ke titik dimana ia berada diantara barisan itu.

 Detik-detik waktu menuju pembukaan kado semakin dekat saja. Riuh, terdengar dari setiap sudut hingga melebar ke tengah ruangan yang pecah mengiringi munculnya sebuah titik terang, Yaa.. itulah secercah cahaya yang mulai menampakkan kilaunya saat pelupuk matanya secara perlahan naik, bak matahari terbit dari ufuk timur. Ditandai dengan lengkingan suara panitia ormik, yang terdengar begitu kompak, berseru "Tiga, dua, satuuu!", mengisyaratkan bahwa kado yang dipegang oleh masing-masing peserta ormik boleh segera dibuka.

Ia bergegas membuka kado yang terbungkus oleh beberapa lapis kertas, yang mana menghalangi pandangannya terhadap benda yang kini menjadi miliknya itu. Ekspresinya menggambarkan kebingungan seketika ia berhasil membuka selebaran kertas yang membungkus kadonya itu. Bukan hanya dia, bahkan peserta ormik lainnya pun terheran-heran melihat apa yang ia dapatkan. Salah satu kakak panitia ormik yang melihat benda itu, kemudian memecah suasana, dengan melepaskan tawanya berlalu lalang diantara orang-orang yang berada di ruangan. Ia mendapat kado sepatu hitam, dengan jahitannya yang terlihat kokoh, berukuran 42. Agak sedikit lucu memang, karena ukuruan sepatu yang biasa ia kenakan hanya sebesar 37. Ia tak mempermasalahkan hal itu, justru menanggapinya dengan mengernyitkan bibir ke samping atas kanan kirinya, pertanda bahwa ia menerima dan mensyukuri apapun yang ia dapatkan itu.

Dalam hatinya, terbersit ribuan kata yang sempat terangkai menjadi beberapa bait paragraf, bahwa dari kejadian selama masa orientasi akademik itu, ia dapat mengambil pelajaran dari setiap hal yang ia lalui. Melihat perjuangannya dari hari pertama yang tak mudah ia lalui, sampai pada hari terakhir orientasi akademik, yang mana pada hari itu ia mendapatkan sebuah kado, sebagai pengganti atas kesungguhan dan kerja kerasnya mentaati seluruh aturan selama masa orientasi akademik berlangsung, hingga berusaha tepat waktu berpacu dengan terbitnya matahari sampai sekembalinya ke peradabannya di ufuk barat.

Sepatu hitam yang ia peroleh dari hasil tukar kado, ia memaknainya sebagai kesiapan yang diberikan oleh Allah, untuk menapaki hari-hari selama ia belajar di kampus STT Nurul Fikri ini. Warna hitam dan jaitannya yang kokoh itu, mengingatkannya bahwa ia tak boleh menyerah ketika dihadapkan pada kesulitan, seperti halnya saat ia menabrak salah seorang peserta ormik saat hendak mengambil kado, ia tak serta merta berhenti, melainkan terus berjalan hingga menggapai apa yang menjadi tujuannya itu, dengan tekad yang kuat tentunya.

 Dilihat dari ukuran sepatu, yang akan terlihat kedodoran saat ia memakainya, menandakan bahwa Allah ingin ia lebih bersabar dan melapangkan hatinya, saat setiap kali ia bertemu dengan aral ketika menggapai cita-cita di kampus tercinta ini.

Ia mendapat kado berupa sepatu, pun bukan berarti ia hanya mendapatkan sebelahnya saja, melainkan sepasang kanan dan kiri. Pun, meski memiliki manfaat yang sama, namun sepasang sepatu itu tak bisa digunakan untuk berjalan beriringan setiap waktu. Itu artinya bahwa ia tak sendirian, ada orang lain yang memiliki tujuan sama dengan kesibukan yang berbeda. Mereka tak bisa saling menunggu untuk menjadikan tujuan itu menjadi nyata, melainkan dengan saling mengingatkan, menguatkan, dan saling membantu dalam kesulitan, serta bersama-sama meninggalkan jejak kemalasan. Mereka adalah teman seperjuangan.

Tali sepatu yang memenuhi celah lubang diatas punggung sepatu, yang mana kemudian melilitkan tubuhnya untuk menjaga agar tetap kokoh dan tidak mudah lepas saat digunakan, Remaja perempuan itupun mengambil pelajaran daripadanya, yakni terhadap Sang Pencipta, yang kemanapun langkahnya pergi, niat karena Allah lah yang harus menjadi akhir dari setiap tujuannya, dan kemudian dengan erat menggenggam-Nya di dalam hati.

Mulai hari itu, ia pun bertekad untuk menyelesaikan setiap semester yang ia lalui dengan sungguh-sungguh. Berbekal dari pengalaman yang ia dapatkan hari itu, ia menjalaninya dengan harapan dapat mewujudkan cita-citanya, yakni menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama dengan mengamalkan ilmu yang ia peroleh dari kesehariannya belajar di Kampus STT NF ini.

Published in Kisah dan Curhat

9 Desember, ditetapkan sebagai hari anti korupsi sedunia. Kampus Nurul Fikri ikut berpartisipasi memperingatinya, dengan mengadakan seminar anti korupsi yang diisi langsung oleh “Aktivis” dari KPK. Beliau bernama, Bapak Nurtjahyadi, sudah 10 tahun berkiprah di dunia KPK, kini mendapat amanah di Fungsional Direktorat PJKAKI KPK, atau singkatnya sebagai unit kerjasama internasional.

Sebelum seminar dimulai, Pak Bachtiar, salah satu dosen agama Kampus NF, menyampaikan beberapa hal terkait agama dan korupsi. Bagaimana hubungan agama dan korupsi? Bagaimana posisi ummat muslim yang menjadi agama mayoritas di Indonesia, tetapi tak menyurutkan angka korupsi sampai saat ini. Mengapa masih seperti ini?

Amar ma’ruf nahi munkar

Mengajak kepada kebaikan dan melarang kepada keburukan. Mudah mengajak kepada kebaikan, tapi tidak semudah melarang kepada keburukan. Maksudnya ketika korupsi dan keburukan lain terjadi di tengah-tengah kita, kita tak bersuara, bahkan untuk sekedar berkata “Jangan….”

Setiap tahunnya, 1.000 kasus korupsi lahir di Indonesia. Tak heran Indonesia masuk ke dalam top rank 100, dengan nilai 36 dari 1-100. Dengan berbagai kasus korupsi, diantaranya, penyuapan, pembelian, penyalah gunaan APBN, pungutan liar, lisensi, pencucian uang, dan obstruksi keadilan, kasus penyuapan menjadi kasus terbanyak dengan prsentase 52%.

Maka dengan kondisi ini, KPK memiliki tugas berat karena rasio jumlah kasus dan SDM yng tersedia sangatlah jauh. Untuk menyelesaikan satu kasus pun, melewati alur cukup panjang hingga nakhirnya kasus itu tuntas. Bapak Nur pun mengajak peserta seminar yang mayoritas mahasiswa untuk ikut andil memberantas korupsi dalam gerakan Indonesia Memanggil yang diadakan setiap tahunnya. Tahun lalu, 7.000 mahasiswa yang melamar, hanya 51 orang yang akhirnya diterima untuk bersama-sama memberantas korupsi.

Dimanapun dan kapan pun, Mahasiswa sebagai “tulang punggung” bangsa Indonesia wajib ikut aktif menyuarakan Anti Korupsi, Anti Kolusi dan Anti Nepotisme. Bukan hanya sebagai Mahasiwa, tetapi memang itu adalah salah satu kewajiban sebagai seorang muslim untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar.

Published in Kegiatan Kampus
Tuesday, 13 December 2016 03:53

Peran Mahasiswa Dalam Memberantasan Korupsi

Hari anti korupsi sedunia tercetus tatkala Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merativifikasi konvensi anti korupsi di Merida Mexico pada tanggal 9 Desember 2003. Kemudian pada tahun 2004 berikutnya Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 9 Desember diperingati sebagai hari anti korupsi nasional yang ditandai dengan dikeluarkannya Inpres No. 5 Tahun 2004 Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi pada tanggal 9 Desember 2004. 

Lalu apa upaya mahasiswa dalam memberantas korupsi???. Tidak hanya peringatan tentang korupsi tapi sebagai mahasiswa dituntun bagaimana membantu menyelesaikan masalah korupsi yang ada saat ini. Pemuda, khususnya mahasiswa adalah aset paling menentukan kondisi zaman tersebut dimasa depan. Mahasiswa salah satu bagian dari gerakan pemuda.

Belajar dari masa lalu, sejarah telah membuktikan bahwa perjalanan bangsa ini tidak lepas dari peran kaum muda yang menjadi bagian kekuatan perubahan. Tokoh-tokoh Sumpah Pemuda 1928 telah memberikan semangat nasionalisme bahasa, bangsa dan tanah air yang satu yaitu Indonesia.

Peristiwa Sumpah Pemuda memberikan inspirasi tanpa batas terhadap gerakan-gerakan perjuangan kemerdekaan di Indonesia. Peranan tokoh-tokoh pemuda lainnya adalah Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, lahirnya Orde Baru tahun 1966, dan Reformasi tahun 1998.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam peristiwa-peristiwa besar tersebut mahasiswa tampil di depan sebagai motor penggerak dengan berbagai gagasan, semangat dan idealisme yang mereka miliki dan jalankan.

Faktanya yang ada saat ini, fenomena korupsi selalu tidak berhenti menggrogoti negeri kita, korupsi merupakan kejahatan yang bukan hanya merugikan negara tetapi juga masyarakat. Artinya keadilan dan kesejahteraan masyarakat sudah mulai terancam. Maka saatnya mahasiswa sadar dan bertindak. Adapun upaya-upaya yang bisa dilakukan oleh mahasiswa adalah:

  1. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya melakukan korupsi. Upaya mahasiswa ini misalnya memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya melakukan tindakan korupsi karena pada nantinya akan mengancam dan merugikan kehidupan masyarakat sendiri. Serta menghimbau agar masyarakat ikut serta dalam menindaklanjuti (berperan aktif) dalam memberantas tindakan korupsi yang terjadi di sekitar lingkungan mereka. Selain itu, masyarakat dituntut lebih kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dirasa kurang relevan. Maka masyarakat sadar bahwa korupsi memang harus dilawan dan dimusnahkan dengan mengerahkan kekuatan secara massif, artinya bukan hanya pemerintah saja melainakan seluruh lapisan masyarakat.
  2. Menjadi alat pengontrol terhadap kebijakan pemerintah.

Mahasiswa selain sebagai agen perubahan juga bertindak sebagai agen pengontrol dalam pemerintahan. Kebijakan pemerintah sangat perlu untuk dikontrol dan dikritisi jika dirasa kebijakan tersebut tidak memberikan dampak positif pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat dan semakin memperburuk kondisi masyarakat. Misalnya dengan melakukan demo untuk menekan pemerintah atau melakukan jajak pendapat untuk memperoleh hasil negosiasi yang terbaik.

Published in Pojok Mahasiswa

Model bisnis merupakan salah satu inti utama dari sebuah startup. Karena seberapa bagus atau unik idenya, sebuah startup harus memiliki cara untuk mendapatkan penghasilan yang digunakan untuk bertahan hidup dan investasi jangka panjang. Model bisnis yang akan digunakan haruslah sesuai dengan pasar pada saat ini, karena jika salah memilih akan fatal akibatnya dan bisa menyebabkan kebangkrutan. Berikut adalah jenis-jenis dari model starup yang bisa kita gunakan.

1. Freemium

Jika kita mendengar namanya maka dapat kita pisahkan menjadi dua kata yakni “Free” dan “premium”. Cara kerja dari model bisnis ini adalah dengan cara memberikan layanan dasar secara gratis kepada konsumen, lalu mengenakan tarif untuk layanan premium untuk fitur yang lebih lengkap kepada anggota berbayar.

Namun model bisnis seperti ini punya kekurangan. Apabila pengguna sudah cukup puas dengan layanan dasar, mereka menjadi kurang tertarik untuk menikmati layanan premium dengan fitur yang lebih lengkap sehingga membuat pengembang menjadi rugi.

2. Marketplace

Secara istilah model bisnis ini bisa kita artikan menjadi model bisnis yang berbentuk seperti pasar yang menemukan penjual dan pembeli dalam satu tempat. Si penjual dapat dengan mudah memasarkan produknya, serta si pembeli dapat dengan mudah mencari kebutuhan yang ia inginkan di startup yang kita buat. Contoh dari model bisnis ini adalah bukalapak.com, tokopedia.com dan sebagainya.

3. Bisnis on-demand

Model ini merupakan salah satu model bisnis yang sangat digandrungi di Indonesia terutama dikota kota besar dengan jumlah penduduk yang cukup banyak seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya. Sehingga masyarakat memanfaatkan layanan instan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari hari. Contoh layanan transportasi on-demand adalah Gojek, Grab yang bisa kapanpun kita pesan saat dibutuhkan di smartphone kita.

4. Subscription / berlangganan

Model bisnis ini sangat cocok digunakan pada perusahaan-perusahaan penyedia layanan dengan banyak konten secara terus menerus oleh para konsumen. Contohnya adalah layanan buku digital, streaming, maupun film.

Cara kerja dari model bisnis ini adalah dengan cara dengan mengenakan tarif kepada konsumen setiap bulan atau setiap tahun, sebelum mereka bisa menikmati layanan yang disediakan. Tantangan dari model bisnis seperti ini sangatlah besar, mereka harus bersaing dengan penyedia konten yang lebih lengkap.

Sumber : http://www.huffingtonpost.com/nina-tomaro/9-proven-business-models-_b_7949932.html

Published in Artikel
Tuesday, 06 December 2016 08:07

Seminar Pendidikan Mengajar Gaya Motivator

Setelah sukses menggelar Nusantara Festival pada 27 November lalu, hari ini, STT Nurul Fikri kembali menyelenggarakan acara berkualitas yaitu seminar pendidikan. Mengambil judul mengajar gaya motivator (angkatan ke-8), Bapak Aris Ahmad Jaya, DVM, M.M, selaku pembicara menyampaikan seminar ini dalam beberapa sesi.

Dibuka dengan penuh semangat, Mr. Sugesti, biasa Pak Aris dikenal, menyampaikan hal-hal berhubungan dengan paradigm.
“Mudah, karena sudah tahu caranya”
Betul bukan? Semua akan terasa mudah ketika kita sudah mengetahui caranya. Dan sebaliknya dikatakan susah, karena belum mengetahui caranya. Mengajar gaya motivator yang terpenting adalah membuat anak murid nya atau yang diajarnya senang terlebih dahulu.

Beberapa intermezzo diberikan Pak Aris, dengan kuat, beliau meyampaikan bergeraklah sebelum belajar, karena setelah tubuh bergerak, aliran darah akan mengalir dengan lancer sampai ke otak pun.

Sesi 1

“Semua pemeran utama akan menang di babak akhir”
Jangan kecewa dengan hasil ulangan anak yang tidak bagus, karena pengetahuan bisa digantikan dengan google, takbisa matematika dapat digantikan dengan kalkulator, tapi karakter (kejujuran, kesopanan, keberanian, empati) tidak bisa di gantikan.
“Tangkap basah kebaikan, tempa besi selagi panas”

Manusia pasti senang dipuji, termasuk pun anak-anak. Berikanlah sugesti yang baik, termasuk memuji pun menjadi salah satu caranya, karena dengan itu memungkinkan untuk memunculkan branding terhadap seorang guru, guru yang galak, atau bahkan menyenangkan.

Sesi 2

Ketika anak sudah memberi pintu mengizinkan, maka guru akan senantiasa mudah memberi ilmunya. Maksudnya adalah, ketika seseorang memang sudah terbuka untuk diberikan sesuatu, maka akan dengan mudah pula sesuatu yang diberikan itu sampai kepada penerimanya. Pun sebaliknya, jika sesesorang tidak mengizinkan untuk diberikan sesuatu, maka siapapun itu tidak dapat dengan mudah memberikan ilmunya.
Dilanjutkan dengan berbagai simulasi games, karena pada dasarnya anak-anak sangat senang bermain. Saat sudah senang bermain, masuklah pada pemberlajaran seharusnya.

Published in Kegiatan Kampus

Pada hari minggu, 4 Desember 2016, Hendra Aditiyawijaya salah satu alumni STT Nurul Fikri angkatan pertama mendapat undangan untuk mengisi training di Griya Tahfidz yang dikelola oleh Zakat Center Kota Cirebon. Zakat Center merupakan lembaga pengelola dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh yang memiliki visi mengentaskan keterpurukan hidup kaum dhuafa melalui program peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi produktif. Dimana salah satunya adalah program beasiswa tahfidz bagi anak-anak dari kaum dhuafa.

Pada kesempatan tersebut, Hendra juga didampingi oleh tim trainer dari Ekacipta Teknologi Solutama, yaitu Hendri Mahesa dan Kiky Malik Ibrahim. Hendra dipercaya untuk membawakan materi tentang Literasi Media dan Motivasi Berwirausaha Sejak Dini Melalui Media Sosial. Sementara Hendri dan Kiky memberikan materi terkait dasar pemrograman web dan kostumisasi wordpress untuk membuat Online Shop. Acara training berlangsung sejak jam 9 pagi hingga jam 3 sore di Griya Tahfidz yang berlokasi di dalam komplek Pertamina EP Cirebon.

Hendra 1

Ustadz Anwar selaku pimpinan Zakat Center Cirebon sangat mengapresiasi adanya acara ini, “Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Saudara Hendra, Hendri, dan Kiky yang telah jauh datang dari Jakarta untuk memenuhi undangan kami. Saya berharap acara seperti ini akan berkelanjutan diadakan untuk menambah wawasan dan keterampilan para santri dalam menyongsong era teknologi ke depannya.”

Hendra, salah satu trainer dan alumni STT Nurul Fikri, mengakui bahwa, “Saya merasa bahagia dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman saya sebagai seorang system analyst kepada adik-adik santri di Griya Tahfidz, Zakat Center Cirebon. Saya pun ikut menularkan semangat entrepreneur kepada mereka sebagai mana nilai-nilai yang pernah ditularkan oleh almamater kampus semasa kuliah di STT Nurul Fikri. Saya berharap, kelak akan lahir para entrepreneur hebat yang hafal Qur’an untuk bersama membangun Indonesia.”

Published in Kisah dan Curhat
Monday, 28 November 2016 10:01

Fedora 25 Telah Di Rilis !

Akhirnya penantian sudah tiba. Setelah lama menunggu akhirnya Fedora 25 dirilis juga.Ingin tahu bagaimana fitur-fitur baru Fedora ?. Sebelumnya mari kita bahas lebih dahulu tentang Fedora perusahaan open source petama. Bagi yang tidak tahu, Fedora merupakan salah satu proyek komunitas ReHat Linux. Red Hat menyediakan perusahaan Linux diantara teknologi yang sejenis.

Fedora dikenal dengan inovasinya, adopsi dari teknologi yang lebih baru dan kontribusinya terhadap komunitas Linux. Terlepas dari itu semua Fedora tidak memiliki reputasi yang userfriendly (mudah digunakan untuk pemula). Inilah mengapa ada bebrapa distro Linux berbasis Fedora untuk membuat Fedora yang bisa diakses atau digunakan untuk pemula (userfriendly).

Nah, sekarang mari kita bahas fitur – fitur yang ada pada Fedora 25. Ada tiga jenis dari Fedora, yaitu Fedora Workstation (untuk penggunaan desktop umum), Fedora Server (untuk server) dan Fedora Atom (di perkenalkan di Fedora 25, fitur ini memberikan citra minimal dengan fokus pada wadah dan cloud).
Lingkungan desktop default pada Fedora Workstation adalah GNOME 3.22. Fedora 25 membawa GNOME terbaru 3.22.

Wayland display server sudah diperkenalkan di Fedora 24 tapi bukan dalam bentuk tampilan default server. Pada Fedora 25 wayland sebagai tampilan default server menggantikan X11. Pada Fedora 24 X11 tidak sepenuhnya dihapus, kita masih punya pilihan untuk beralih ke X11 pada saat login. Flatpak adalah salah satu distribusi kemasan Agnostik Fedora, mirip seperti Snap pada ubuntu.

Flatpak berfungsi untuk memberikan format kemasan yang dapat digunakan pada setiap distribusi Linux. Fedora 25 sudah meningkatkan flatpak yaitu flatpak menjadi lebih mudah untuk mnginstal dan memparbaharui serta menghapus software.

Fedora 25 juga memiliki media untuk menulis. Fedora 25 memperkenalkan alat baru untuk menciptakan sebuah USB hidup. Dengan USB hidup ini, kita bisa mencari berbagai versi Fedora terbaru, men-download dan menulis ke USB untuk membuat disk live Fedora untuk spin test atau instalasi. Dan masih banyak perubahan lainnya di Fedora 25.

Sumber : https://itsfoss.com/fedora-25-released/

Published in Artikel
Wednesday, 23 November 2016 02:56

Indonesia Android Kejar ‘Batch 2’

Setelah sukses mengadakan program Android Kejar Batch yang pertama, dimana mampu merangkul 100 lebih fasilitator serta partisipan yang berjumlah lebih dari 2500 orang dari lima kota besar di Indonesia, dewasa ini kembali dibuka program Android Kejar untuk Batch kedua.

Program Indonesia Android Kejar atau yang sering kita dengar dengan sebutan IAK ini, telah diadakan kembali untuk batch yang kedua di lima kota besar di Indonesia, diantaranya Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Program ini merupakan realisasi dari kunjungan Presiden Joko Widodo pada tanggal 17 Februari 2016 lalu ke kantor pusat Google di Silicon Valley.

Dalam kunjungannya, beliau bertemu dengan CEO Google, Sunder Pichai, yang menyatakan bahwa Google akan mendukung program pemerintah Indonesia untuk mempersiapkan 100.000 developer hingga tahun 2020.

Indonesia Android Kejar merupakan program yang diinisiasi oleh Google Developer dalam rangka mendukung pertumbuhan developer-developer Indonesia melalui pembelajaran online di platform Udacity.

Selain online course, di dalam program ini juga diadakan pertemuan offline antara peserta dengan fasilitator pada masing-masing tim yang telah dikelompokkan sebelumnya.

Adapun salah satu misi dari diadakannya program ini adalah untuk membantu developer agar terus tumbuh, serta melahirkan sumber daya manusia di Indonesia yang diharapkan mampu menciptakan aplikasi berkualitas dan bermanfaat.

Program ini diadakan secara gratis oleh Google, dengan sasaran pesertanya dapat berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan umum bagi siapapun yang ingin belajar tentang pengembangan aplikasi mobile.

Calon peserta yang telah mendaftar dan lolos seleksi, akan mendapatkan email guna keperluan verifikasi dan diberi kesempatan untuk memilih kelas berdasarkan level, kota, dan jadwal yang sesuai. Adapun level kelas yang disediakan oleh IAK ada tiga, yakni kelas beginner, intermediet, dan advance. Selain pendaftaran sebagai peserta, Google juga membuka pendaftaran untuk menjadi fasilitator guna melancarkan program ini.

Setelah mengetahui detail pelaksanaan study groupnya, peserta akan diarahkan untuk segera mendaftar di Udacity.com dan mengakses online course sesuai dengan level yang telah dipilih sebelumnya. Sebelum mulai study group, peserta sudah diperbolehkan untuk mulai mengerjakan online course, sehingga pada saat study group, fasilitator hanya membahas atau mendiskusikan hal-hal yang belum dimengerti oleh peserta ketika belajar online course.

Setelah pendaftaran, bagi fasilitator terpilih harus mengikuti meet up yang telah diselenggarakan pada tanggal 22 - 23 Oktober 2016 lalu. Sedangkan sesi pembelajaran, telah sedang berlangsung mulai tanggal 24 Oktober 2016 sampai dengan 4 Desember 2016.

Pada akhir program IAK ini, peserta yang telah berhasil menyelesaikan study group dan final project, akan memperoleh sebuah penghargaan melalui Awarding Peserta Indonesia Android Kejar yang akan diselenggarakan pada tanggal 10 - 11 Desember 2016 mendatang.

Published in Artikel
Monday, 21 November 2016 02:56

Kampus Nurul Fikri Akan Gelar LDMKM

DPM sebagai Lembaga Formal Kampus tertinggi di STT NF akan mengadakan acara rutin kampus yaitu LDMKM. LDMKM adalah Latihan Dasar Manajemen Kepemimpinan Mahasiswa yaitu acara yang setiap tahun selalu didakan oleh Kampus STT NF.

LDMKM ini didakan sebagai syarat untuk menjadi mahasiswa aktif di STT NF. Pastinya karena untuk menjadi mahasiswa aktif, acara ini dikhususkan untuk Maba (Mahasiswa Baru).

Di STT NF syarat untuk menjadi mahasiswa aktif ada dua yaitu mengikuti ORMIK dan LDMKM. ORMIK atau yang biasa dikenal ospek, sudah dilaksanakan pada tahun ajaran baru saat peneimaan mahasiswa baru. Lalu LDMKM baru akan dilaksanakan Desember awal.

Setelah mengikuti kedua acara tersebut, mahasiswa akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan untuk mengikuti organisasi-organisasi mahasiswa yang ada di STT NF. Organisasi-organisasi mahasiswa yang ada di STT NF antar lain DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), BEM STT NF (Badan Eksekutif Mahasiswa STT NF), LDK Senada (Lembaga Dakwah Kampus Senada), dan UKM Futsal.

DPM sendiri karena keterbatasan SDM untuk menjadi panitia di acara tersebut, mereka mencari mahasiswa dari semester tiga sampai lanjut untuk menjadi panitia di setiap acara-acaranya. Acara LDMKM tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 4 Desember2016 bertempat di Telaga Rusa Ciseeng, Bogor, Jawa Barat.

Ada banyak sekali agenda dan materi seru dalam LDKM kali ini. Manajemen, Kepemimpinan, Motivasi, outbound dan yang tidak kalah menariknya adalah suasana ukhuwah kekeluargaan antar angkatan dan sesama angkatan yang semakin erat.

Mahasiswa baru belum dikatakan “Mahasiswa Aktif” jika belum mengikuti acara LDMKM ini. Sebagai mahasiswa haruslah aktif berorganisasi, karena dengan berorganisasi dapat memberikan ilmu yang tidak didapatkan di dalam bangku kuliah.

Published in Kegiatan Kampus
Thursday, 17 November 2016 07:44

Situs Toymakers Kena Denda!

Website Fisher – Price telah menampilakan teknologi pelacakan. Tiga Toymaker dan penyiar TV anak – anak telah dihukum setelah situs mereka dideteksi mengandung cookie dan teknologi pelacakan lain.

Kejaksaan Agung New York mengatakan empat perusahaan yang terlibat telah setuju untuk membayar denda hukuman sebesar $835.000. AS melarang situs-situs untuk anak –anak dibawah 13 tahun yang telah mengumpulkan informasi pribadi mereka tanpa izin dari orang tuanya, penyelidikan situs lain tetap dilanjutkan.

“Anak – anak sekarang suka online live dan kita harus memperhatikan keamanannya saat tidak bersama mereka” kata Jaksa Agung Eric Schneiderman. “Dan saya tidak ingin data pribadi mereka nantinya dapat dimanfaatkan oknum tertentu untuk kejahatan(penipuan)”.

Perusahaan yang terlibat adalah:

a. Mattel - pelacakan teknologi ditemukan pada Barbie, Hot Wheels, Fisher-Price, High Ever After dan Thomas & situs Friendster. Mereka didenda $250.000

b. Viacom, teknologi pelacakan ditemukan pada Nick Jr dan situs Nickelodeon, yang berisi halaman untuk acara TV termasuk Dora Explorer, Spongebob Squarepants dan Ninja Turtles. Mereka didenda $500.000

c. Hasbro – teknologi pelacak ditemukan pada situs yang mempromosikan blasters Nerf.

d. Jumpstar - teknologi pelacak ditemukan pada situs Neopets selain data plug-in yang dikirim tentang pengunjung Facebook. Mereka didenda $85.000

Semua Perusahaan menandatangani perjanjian untuk memindai situs mereka dengan teknologi masa depan untuk menghindari praktik ilegal secara berulang.

Sumber : http://www.bbc.com/news/technology-37359470

Published in Artikel
Page 1 of 2