STT-NF

STT-NF

Friday, 26 May 2017 09:06

Aplikasi Ayobaca.in

Kepedulian pemuda Indonesia untuk membangun negeri tak akan pernah habis sampai kapanpun. Salah satu buktinya, terlihat dalam proyek sosial satu ini yang perlu kita acungi jempol. Komunitas yang digawangi oleh Deka Komanda Yogyantara, Mahasiswa Ilmu Politik FISIP UI ini membuat Aplikasi bernama Ayobaca.in.

Aplikasi yang mempertemukan orang-orang yang ingin berkontribusi membantu para tunanetra di Indonesia untuk ikut “membaca”. Ayobaca.in berpijak dari fakta bahwa hanya dua ribu saja dari 3,78 juta tunanetra yang dapat mengakses buku. Jumlah buku yang berbentuk braille dan audiobook pun masih sangat minim karena produksi yang mahal dan terbatas.

Ya, bagaimana tidak? Sebab satu lembar buku bacaan, bisa menjadi tiga lembar bila ditulis dalam aksara braille, loh! Sebab itulah, Aplikasi yang diluncurkan pada Senin (22/5) kemarin ini ingin mengajak kita bersama-sama menyelesaikan hambatan tersebut dengan berkontribusi memberikan akses bacaan untuk tunanetra.

Caranya, kita diminta membacakan buku untuk direkam dalam smartphone kita. Kita bisa memilih sebuah buku yang terdapat dalam katalog dan membacakannya dengan artikulasi yang jelas, minimal satu bab. Menariknya, banyak teman-teman lain yang akan membaca satu buku tersebut, kita bisa memilih bab yang belum dibaca orang lain.

Ayobaca.in kini menjadi platform gerakan sosial yang bertujuan mengkonversi buku konvensional menjadi audiobook untuk membantu tunanetra di Indonesia. Selain membantu para tunanetra mengakses buku dan ilmu pengetahuan, kita bisa sekaligus memperkuat tingkat literasi di Indonesia membantu gerakan rajin membaca, dan mendapat teman-teman baru yang juga ikut berkontribusi di Ayobaca.in.

Friday, 26 May 2017 02:12

ODG Bekerja Dengan Citrix

Osterhout Design Group atau yang dikenal sebagai ODG baru saja mengumumkan kemitraannya dengan Citrix yang akan menghadirkan Virtualisasi Citrix dan Suite Enterprise Virtual Desktop ke kacamata pintar AR ODG.

Di sektor IT, nama Citrix sudah tak perlu diragukan lagi keberadaannya. Dan seandainya ada perusahaan yang menggunakan virtual desktop dan dumb clients untuk mengakses workstation digital, kemungkinan backend yang ada telah didukung oleh teknologi Citrix.

Citrix Receiver, Citrix XenApp, platform Citrix XenDesktop memungkinkan pihak perusahaan bersangkutan bisa mengurangi penyebaran perangkat keras dan biaya lisensi perangkat lunak yang ada. Platform ini juga memungkinkan perusahaan memberdayakan karyawannya dengan kemampuan mengakses pekerjaannya melalui perangkat apa pun.

Receiver Citrix memungkinkan penggunanya masuk ke virtual desktop dari perangkat manapun menggunakan koneksi internet yang ada, seperti PC, laptop, tablet, smartphone atau termasuk kacamata pintar ODG. Bekerja sama dengan ODG untuk menggabungkan teknologi pengiriman Aplikasi HDX dengan Smartglasses ODG untuk menampilkan sistem pekerjaan masa depan di kalangan perusahaan dan industri.

Dan pihak Citrix kabarnya sangat terkesan dengan kekuatan dan kinerja kacamata pintar ODG serta percaya kalau perangkat tersebut adalah perangkat ideal untuk memperluas penggunaan perangkat mobile terbaru dan membantu mendorong platform komputasi mobile generasi yang akan datang. Begitulah apa yang disampaikan oleh Chris Fleck, wakil presiden dan rekan teknis di Citrix.

Citrix menambahkan dukungan penuh untuk kacamata pintar ODG ke platform virtualisasinya. Kacamata pintar ODG sekarang dapat mengakses desktop virtual Windows dan Linux XenDesktop, serta Aplikasi bisnis berbasis cloudnya, melalui XenApp. Sementara Bobby King yang menjabat sebagai VP Proyek Khusus di ODG juga turut mengungkapkan kalau dukungan kacamata pintar (smartglasses) ODG adalah salah satu tool ampuh yang digunakan atau diuji oleh banyak Fortune 500 di kalangan industri berat dan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan penghematan biaya.

Dan bahkan berkat kehebatan perangkat lunak Citrix, pihaknya akan memperluas daya tarik dan jangkauan perangkat dukungan yang ada sebagai produk sehari-hari praktis yang memberikan solusi komputasi canggih yang tak tertandingi, aman, end-to-end untuk keperluan bisnis dan pribadi. Yang jelas hal ini adalah sesuatu terobosan baru yang menarik untuk mobilitas bisnis.

Platform virtual hosting Citrix memperkenalkan lebih banyak kinerja dan fleksibilitas pada kacamata pintar ODG (ODG Smartglasses). Desktop dan Aplikasi host mendapatkan keuntungan dari kinerja kemampuan lanjutan cluster server, seperti mengakses Algoritma Machine Learning dan AI yang tidak dapat terbayangkan bisa menggunakan perangkat seluler yang ada tanpa bantuan backend.

Citrix Reciever yang diperuntukkan buat ODG Smartglasses telah tersedia saat ini. Dan perangkat lunak tersebut kabarnya kompatibel dengan seluruh portofolio smartglasses besutan ODG.

Meskipun kita tak pernah bersinggungan dengan dunia programming, tapi setiap aspek dalam hidup kekinian tak pernah lepas dari itu. Smartphone yang kita pakai, komputer yang kita geluti tiap hari, halaman-halaman web yang kita buka, semua itu adalah hasil dari programming. Sangat fundamental perannya di zaman digital seperti sekarang ini, dan kita akan tetap bersinggungan meskipun tidak langsung terjun ke dalamnya.

Tentu saja semua hal-hal besar dan penting itu tidak tercipta sendiri. Ada orang-orang di balik itu yang berusaha keras dengan kemampuannya untuk membuat peradaban dunia terus berkembang. Sekarang ini mungkin ada jutaan programmer di seluruh dunia. Namun, yang paling dianggap punya pengaruh besar hanyalah beberapa gelintir orang saja. Mereka bukan hanya programmer, tapi founder dari bahasa programming. Istilahnya, merekalah dewa para programmer.

Jadi, siapa saja para dewa ini yang sudah membuat dunia makin maju? Ketahui lewat ulasan berikut.

1. Dennis Ritchie, Profesor Pencipta Bahasa C yang Top

Kalau boleh dibilang, Bahasa C adalah emaknya para programming language sekarang ini. Memang tidak serta merta mencaplok, tapi kebanyakan bahasa pemrograman sangat terpengaruh dari C. Bahasa C dibuat di tahun 1972, tapi hari ini masih dipakai di banyak sekali hal. Mulai dari software-software, sistem operasi dan lain sebagainya. Dennis Ritchie adalah orang yang ada di balik Bahasa C ini. Pria ini memang ilmuwan komputer yang sangar dan kiprahnya mendunia. Ia bahkan pernah mendapatkan berbagai macam penghargaan, seperti Turing Award di tahun 1983 atau National Medal of Technology dari presiden AS di tahun 1999.

2. Linus Torvalds, Si Pencipta Linux yang Sangar

Selain Windows dan MacOS, Linux adalah salah satu sistem operasi paling terkenal di dunia. Bahkan jika dibandingkan dengan dua OS tadi, Linux punya kelebihan, yakni legalitas. Ya, ketika dua yang lainnya berbayar, Linux datang dengan gratis. Bahkan tak masalah bagi siapa pun untuk mengembangkan dan mendistribusikan hasil kembangannya tersebut.

Ini adalah sebuah revolusi yang besar tentu saja, dan pria di balik ide gila itu adalah Linus Torvalds, sang kreator. Pria ini yang menciptakan kernel atau inti dari Linux. Kemudian berawal dari situ, Linux bisa dikembangkan ke banyak hal. Smartphone Android yang kamu pegang sekarang, itu pun adalah hasil ekspansi dari kernel Linux.

3. Bjarne Stroustrup, Pencipta Bahasa C++ yang Bikin Pusing

Dari banyak bahasa pemrograman paling susah, C++ adalah salah satunya. Ya, ia berisi baris-baris kode yang beda dari yang lain. Meskipun begitu, bahasa ini tetap salah satu yang paling populer sekarang. Banyak produk yang dihasilkan dari C++, misalnya untuk sistem operasi, software-software dan lain sebagainya.

Nah, jika kamu penasaran dengan siapa sosok di balik bahasa pemrograman susah ini, ia adalah Bjarne Stroustrup. Seorang ahli komputer asal Denmark. Tak hanya menciptakan, Bjarne juga mengembangkan bahasa satu ini. Saat ini Bjarne adalah seorang profesor di salah satu kampus di Texas, AS.

4. Tim Berners-Lee, Pria yang Mampu Menghubungkan Dunia

Nama satu ini mungkin cukup asing di telinga, padahal kiprahnya begitu hebat. Bahkan kita mungkin hampir setiap hari bersinggungan dengan hasil karyanya. Ya, Tim Berners-Lee adalah kreator dari Hypertext Transfer Protocol alias HTTP. Bagi yang tak tahu, protokol inilah yang memungkinkan kita untuk berinternet ria.
Melalui temuannya di tahun 1989 ini, Lee sukses membuat dunia terhubung satu sama lain. Ibaratnya, ia menciptakan jembatan bagi semua orang untuk menyeberang. Seumpama HTTP tidak pernah tercipta mungkin komunikasi via internet tidak akan semudah hari ini.

5. Guido van Rossum, Pegawai Google yang Top

Pria satu ini awalnya hanyalah programer biasa, tapi kesukaannya terhadap dunia itu benar-benar besar. Hingga akhirnya ia sukses menjadi salah satu pegawai Google, dan makin berjalannya waktu, kiprahnya di perusahaannya Larry Page itu makin diapresiasi dan ia menjadi sosok penting. Tak hanya bikin Google makin besar, Rossum juga menciptakan bahasa pemrogramannya sendiri bernama Python.

Python adalah salah satu bahasa pemrograman paling populer hari ini, dan sudah banyak produk gila yang tercipta dari itu. Tak hanya Python, Rossum juga menciptakan Mondrian, sebuah sistem yang fungsinya untuk me-review baris-baris kode. Sekarang ini Rossum bekerja untuk Dropbox.

Inilah para dewa programmer yang hasil karyanya luar biasa. Tak hanya sebagai user, orang-orang ini adalah kreator dari bahasa pemrograman yang dipakai oleh jutaan orang. Sampai kapan pun kiprah orang-orang ini takkan pernah tergantikan. Pasalnya, apa yang mereka ciptakan benar-benar sangat fundamental.

Tuesday, 23 May 2017 06:15

Telegram Kini Bisa Kirim Pesan Video

Layanan messaging Telegram dulunya hadir dengan mengedepankan fitur keamanan dan kesederhanaan, namun tampaknya kini mereka mulai bergerak ke arah lebih futuristik dengan menghadirkan fitur yang belum dimilikinya.

Telegram kini hadir dengan update fitur baru berupa pesan video, dimana fitur ini sudah hadir terlebih dahulu pada layanan kompetitor, seperti WhatsApp. Ini juga sebagai pelengkap, dimana fitur pesan suara juga sebelumnya telah hadir pada Telegram.

Menurut Telegram, banyak pengguna yang menyukai fitur pesan suara yang cepat dan sederhana pada Telegram, dan kini Anda juga menikmati pesan video yang sama cepatnya. Jika Anda sudah menginstal versi terbaru, Anda hanya perlu menekan tombol mic yang berada di bagian kanan bawah jika ingin menggunakan fitur ini.

Untuk fitur mengirim pesan video pada Telegram hanya dibatasi dengan durasi paling lama hingga satu menit. Proses pesan video juga begitu cepat, dimana Telegram mengkalim jika video langsung dikirimkan kepada lawan chat meski proses merekam video belum selesai. Telegram juga mengkompres selama proses pengiriman video.

Selain fitur pesan video, pada Telegram versi 4.0 juga terdapat fitur Telescope, dimana itu merupakan platform hosting video bagi pengguna yang lebih suka berkomunikasi menggunakan video. Ketika Anda mengunggah video pada public channel, maka video tersebut akan dikirim pada platform Telescope secara otomatis.

Setiap teknologi pasti berasal dari sebuah penemuan. Salah satu yang sedang hangat adalah penemuan dari Michigan State University (MSU) yang berupa speaker sekaligus mikrofon flexibel ini. Berbasis ferroelectret nanogenerator, mereka menamainya FENG.

Yang membuatnya menarik sejak pertama dilihat adalah bentuk dan dimensi dari speaker+mic ini yang sangat tipis seperti kain. Bahkan sampai bisa disematkan dalam bendera dan berkibar. Tim Sepulveda dari MSU melakukan dua tes untuk efek loudspeaker dengan memasukkan FENG ke dalam bendera MSU Spartan.

Pertama tes sebagai speaker, FENG dihubungkan dengan iPad, bendera tersebut pun sukses memainkan musik yang dikirim lewat iPad. Sebaliknya untuk tes sebagai mikrofon, tim memanfaatkan FENG menjadi perangkat voice recognition untuk mengakses komputer. Ini merupakan jembatan transformasi speaker+mic di masa depan.

Bila kita masih beranggapan bahwa speaker yang bagus pasti besar dan mempunyai membran “raksasa”, maka penemuan ini berhasil membuktikan sebaliknya. Tonggak Perangkat Wearable Masa Depan Wei Li, penulis utama dari journal dalam studi ini menyebutkan, kini banyak orang berfokus pada aspek elektronik fleksibel. Inilah mengapa penemuan ini menjadi sesuatu yang penting dan bertahan. “Tapi kami juga akan berfokus pada aspek teknologi hasil suara dan kemampuan mendengar juga.” tambah Wei.

Dengan teknologi yang terus dikembangkan, FENG bisa menjadi fondasi bagi perangkat audio generasi mendatang. Misalnya pengeras suara yang bisa dilipat, patch keamanan suara untuk komputer atau laptop, koran yang bisa membaca sendiri, bahkan untuk perangkat seperti jam E-ink yang tipis dan elegan, menjadi smartwatch futuristik. Yang terdekat, bisa saja perangkat ini digunakan untuk smartphone agar lebih tipis, kecil, dan ringan dari sebelumnya.

Pada sistem operasi Android, Google telah bekerja pada peningkatan daya tahan baterai perangkat, dengan menghentikan kegiatan yang berlangsung di latar belakang OS. Sementara pada build OS Android O yang akan datang, Google telah meningkatkan menu pengaturan baterai untuk membuatnya lebih mudah bagi pengguna untuk memahami berapa banyak aplikasi yang menguras baterai di latar belakang.

Jika aktivitas aplikasi tertentu menjadi penyebab mengapa baterai cepat habis, maka pada Android O Anda dapat membuka statistik baterai ponsel Anda, dimana Anda dapat melihat aplikasi mana saja yang menguras daya baterai Anda setelah pengisian ulang terakhir.

Sementara yang baik untuk diketahui, data yang ditampilkan pada Android O mengambil informasi satu atau dua langkah di luar ini. Dengan data pengaturan baterai yang tersedia dengan build Android berikutnya, Anda tidak hanya dapat menentukan presentase penggunaan daya baterai pada sebuah aplikasi saja, namun juga dapat memberitahu Anda waktu aktual yang Anda habiskan saat menggunakannya.

Tekan pada aplikasi individual, dan Anda akan dapat menemukan apakah sebagian besar daya baterai itu dikonsumsi saat aplikasi itu berjalan di latar belakang, atau jika itu terjadi saat Anda sedang aktif menggunakan aplikasi. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui informasi aplikasi mana saja yang boros menggunakan daya baterai, padahal sedang tidak digunakan, atau bisa melihat aplikasi yang boros baterai namun memang Anda gunakan.

Sebagai contoh, katakanlah Anda memainkan game tertentu cukup sering dan melihat bahwa game tersebut menggunakan persentase yang tinggi dari baterai Anda. Jika ini terjadi, ketika sebagian besar aplikasi sedang berjalan di latar belakang menguras baterai, Anda dapat menghapus atau menutup secara paksa aplikasi yang boros daya baterai.

Saat ini telah banyak tersedia portal untuk mencari pekerjaan yang bisa Anda kunjungi untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minat Anda. Bahkan Anda juga bisa mencari lowongan pekerjaan berdasarkan posisi atau tingkat gaji yang ditawarkan.

Namun tampaknya Google ingin membuat hal tersebut menjadi lebih mudah lagi bagi Anda untuk mencari lowongan pekerjaan tanpa harus membuka banyak portal. Pada event Google I/O 2017, mereka telah meluncurkan sebuah inisiatif baru yang akan diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan yang disebut Google for Jobs. Menurut Google, salah satu alasan di balik inisiatif ini karena, “Hampir setengah dari pengusaha AS mengatakan mereka masih memiliki masalah mengisi posisi yang terbuka.

Sementara itu, pencari kerja sering tidak tahu ada lowongan pekerjaan yang berada dekat dari mereka, karena sifat posting lowongan pekerjaan dengan omset tinggi, traffic rendah, dan inkonsistensi dalam judul pekerjaan membuat mesin pencari kesulitan untuk mengklasifikasikan mereka.” Google juga menambahkan, “Sebagai bagian dari upaya ini, kami akan meluncurkan fitur baru di Google Search dalam beberapa minggu mendatang yang membantu orang mencari pekerjaan di seluruh pengalaman dan termasuk tingkat upah pekerjaan yang secara tradisional telah jauh lebih sulit untuk mencari dan mengklasifikasikan, seperti pekerjaan layanan dan ritel.” Sekarang Google tidak akan menghilangkan atau mencoba untuk bersaing dengan situs pencarian kerja yang sudah ada.

Tampaknya Google benar-benar akan bermitra dengan beberapa dari mereka seperti Monster, CareerBuilder, LinkedIn, dan Glassdoor untuk membantu memberikan konteks tambahan dan rincian tentang pekerjaan, dan akan menggunakan mesin pembelajaran untuk membantu pencari kerja mendapat lowongan yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan dengan apa yang perusahaan cari.

Lelucon bisa menjadi sangat tidak lucu bila sudah mengganggu kepentingan umum. Apalagi bila ada orang yang memintamu berbicara suatu “hal” dengan asisten digital semacam Siri atau Cortana. Salah satunya berkata “108” kepada Siri.

Memangnya apa yang akan terjadi? Ternyata 108 merupakan kode untuk melakukan panggilan darurat otomatis ke kepolisian negara tempat kita tinggal! Misalnya bila di US otomatis menghubungi 911, di UK tersambung ke 999, dan di India tetap 108.

Indonesia sendiri, panggilan darurat untuk Mabes Polri ada di 110. Adalah Latoya Beckett, yang pertama kali menyebarkan prank 108 ini di Facebook. Dirinya seharusnya bertanggung jawab atas panggilan-panggilan tak sengaja ke banyak sekali markas kepolisian di US!

Tetapi mau bagaimana, memang tidak ada yang tahu tentang hal ini. Akhirnya, kepolisian pun menegaskan agar berhati-hati dan jangan sembarangan termakan omongan orang di sosial media.

Sebab, bahkan bukan hanya 108, ada juga dengan cara berkata, “nine divided by eleven,” (menjadi 9/11), dan masih banyak cara lainnya. Ditakutkan ketika ada seseorang yang benar-benar butuh bantuan dari kepolisian, justru tertunda karena ketidaktahuan kita.

Minggu, 14 Mei 2017
DEPOK – Depok ICT Award (Depicta) 2017 bukan hanya sekadar ajang perlombaan biasa, tapi juga punya peran strategis bagi mereka yang ingin eksis di dunia teknologi informasi. Mereka yang keluar sebagai juara dalam ajang ini, nantinya akan disalurkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok untuk bisa berkiprah di perusahaan besar.

Demikian ditegaskan Walikota Depok Mohammad Idris saat menghadiri penutupan kegiatan Depicta 2017 di D’Mall Depok, Minggu (14/5/2017) “Ada sesuatu yang baru bagi pemenang Depicta 2017 ini, kami akan pertemukan dengan pengusaha-pengusaha, perusahaan-perusahaan untuk bisa link dengan mereka yang sudah mempunyai aplikasi-apikasi yang sangat kreatif,” Ujar Idris diahadapan peserta acara.

Kelompok Andara Tec dari STT Nurul Fikri berhasil menjadi Juara dalam Depicta 2017 dengan Aplikasi Traspedia yang bertujuan untuk memudahkan para nasabah bank sampah dalam melakukan transaksi ini, berhasil mengalahkan delapan kelompok peserta lainnya.

Salah seorang personel Andara Tech, Irfan Prasetyo, menjelaskan Aplikasi Trashpedia ini merupakan Aplikasi manajemen bank sampah secara mobile di Kota Depok yang menghubungkan antara pengepul dan para nasabah bank sampah. Selama ini para nasabah masih banyak yang melakukan transaksi dan juga pendataan menggunakan cara manual, yakni dengan menulis di kertas atau buku yang sewaktu-waktu bisa saja hilang.

“Aplikasi ini akan mencatat semua transaksi sekecil apapun, dan sekalian juga untuk mensosialisasikan tentang bank sampah karena bank sampah ini adalah untuk mewujudkan green smart city, termasuk zero waste atau pengolahan sampah hijau,” ujar Irfan.

Selain itu, karya yang sudah dihasilkan oleh bank sampah juga bisa disalurkan di Aplikasi ini, dan dapat diambil oleh para pengepul. Sebab, salah satu kendala yang dihadapi oleh bank sampah saat ini adalah jaringan untuk menyalurkan hasil-hasil dari bank sampah tersebut.

“Di sini mereka bisa memasukkan data mengenai hasil dari bank sampah mereka, pengepul akan membeli dan menjual dan hasilnya akan masuk ke tabungan para nasabah,” ujar Irfan, saat penutupan kegiatan DEPICTA 2017 di D’mall Depok, Minggu (14/05/2017).

Lebih lanjut Irfan mengatakan bahwa dalam Aplikasi ini kemudahan yang disediakan antara lain adalah mengenai lokasi bank sampah yang sangat berguna bagi para pengepul, saldo para nasabah dan informasi event-event bank sampah dilaksanakan baik oleh Pemkot Depok, bank sampah itu sendiri maupun komunitas lingkungan.

“Aplikasi ini juga kan mendukung green smart city, melalui aplikasinya bisa dibilang cerminan dari smart city, dan dari kontennya mendukung green city agar Depok menjadi zero waste city melalui kegiatan bank sampah,” tambahnya.

Ke depan dirinya berharap, Aplikasi ini bisa digunakan oleh Pemerintah Kota Depok untuk meningkatkan keberadaan bank sampah, dan juga memberikan kemudahan bagi para pelaku bank sampah di Kota Depok dalam melakukan rutinitasnya.

“Hingga saat ini sudah ada tiga bank sampah yang menggunakan Aplikasi ini, dengan menangnya kami di Depicta ini, diharapkan Pemkot Depok bisa turut mensosialisasikan Aplikasi ini kepada bank sampah lainnya,” pugkas Irfan.

Hal tersebut diamini oleh Plt Kepala Diskominfo Kota Depok Widyati Riyandani, yang mengatakan bahwa pihaknya tentu akan mengkaji Aplikasi tersebut.

“Karena kita kebetulan juga sedang berjuang terkait dengan permasalahan sampah, mudah-mudahan Aplikasi itu bisa menjadi pilot project untuk membantu bank-bank sampah yang sekarang sudah terkelola dan terstruktur pengelolaannya,” jelas Widyati.

Widyati menambahkan bahwa pihaknya saat ini melihat yang dibutuhkan adala organisasi bank sampah yang terstruktur dulu, untuk kemudian bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersian (DLHK) agar Aplikasi tersebut bisa digunakan. (San)

Sumber : http://www.depokpos.com/arsip/2017/05/aplikasi-trashpedia-buatan-stt-nurul-fikri-juarai-depicta-2017/

Seringkali penggunaan Chrome dianggap senang memakan RAM. Atau beberapa kasus lainnya Chrome berjalan dengan lambat. Hal tersebut tentu saja sangat mengesalkan. Padahal, ada loh cara untuk bisa mengatasi hal tersebut. Anda tetap bisa memperoleh kinerja yang maksimal dari Google Chrome dengan tingkat penggunaan RAM yang terbatas.

Berikut ini adalah caranya:

1. Menutup proses secara manual jika Chrome Anda berjalan lambat, Anda cukup melihat daftar proses yang tengah berjalan. Untuk masuk ke Task Manager, tekan Shift + Esc untuk Windows atau dari menu Window jika Anda , memakai Mac. Lalu Anda bisa mengurutkan proses menurut penggunaan memori dan mematikan apapun yang tidak dibutuhkan.

2. Singkirkan semua ekstensi yang tidak dipakai secara manual hanya karena mendownload video di satu waktu, bukan berarti membutuhkan ekstensi di setiap waktu. Anda harus selektif memilah ekstensi yang kamu installdan selektif mana ekstensi yang kamu simpan. Jadi ketik chrome: // extensions ke address bar untuk menonaktifkan ekstensi yang tidak dibutuhkan secara reguler yang masih berguna. Lalu hapus ekstensi yang menurut Anda tidak berguna.

3. Buat semua plugin bekerja secara manual Chrome sejak tahun kemarin telah memblokir Flash ads kecuali website utama. Tetapi chrome sudah menyertakan “click to play” yang mana chrome tidak otomatis memainkan atau memutar setiap plugin. Anda bisa mengaktifkannya ke setelan chrome: //settings, klik on Show Advanced settings, lalu klik Content settings under Privacy. Gulir ke bawah ke bagian Plugins dan pilih ‘Let me choose when to run plugin content’.

4. One tab dan The Great Suspender jika Anda cenderung menyimpan banyak tab dan tidak berniat mengubah kebiasaan itu, ada beberapa ekstensi yang bisa membantu. Dua pilihan yang paling populer adalah One Tab dan The Great Suspender. One Tab pada dasarnya memungkinkan Anda menutup setiap tab yang terbuka dengan satu klik dan mengubahnya menjadi daftar. Kapanpun Anda perlu mengakses tab lagi, Anda dapat mengembalikan semuanya sekaligus atau secara individual dengan mengklik link masing-masing. Anda juga dapat dengan mudah mengekspor dan mengimpor tab Anda sebagai daftar URL. Bergantung pada berapa banyak tab yang Anda jalankan dan berapa banyak skrip yang berjalan di dalam tab Anda, memindahkannya ke OneTab dapat meningkatkan kinerja secara signifikan.

5. Data Saver Extension Jika koneksi Anda lamban atau loading lama, Anda bisa memakai ekstensi ini. Ekstensi ini dapat membantu mengurangi penggunaan data dengan memakai server perusahaan untuk memampatkan halaman sebelum dikunjungi. Tetapi perlu diketahui bahwa halaman yang diakses dari koneksi pribadi atau HTTPS atau tab penyamaran tidak akan dioptimalkan atau tidak dilihat Google.

Page 1 of 12