Monday, 07 July 2014 00:00

Pendeteksian dan Pengenalan Wajah

Written by  Indra Hermawan, S.Kom., M.Kom Dosen STT NF
Rate this item
(0 votes)

Pembatasan akses terhadap suatu area tertentu menjadi hal utama pada sebuah instansi atau perusahaan. Pembatasan ini bertujuan untuk menjaga dokumen-dokumen rahasia atau barang-barang yang dianggap sangat berharga agar tidak di curi. Contoh area yang dibatasi seperti ruang server dan ruang brankas.

Salah satu metode yang dapat digunakan sebagai pembatas akses adalah dengan mengidentifikasi orang yang akan mengakses area tersebut. Proses identifikasi dilakukan dengan mengenali bagian tubuh yang unik seperti sidik jari, iris mata, geometri jari atau wajah.

Wajah merupakan bagian dari anggota tubuh manusia. Wajah memiliki keunikan sehingga setiap wajah memiliki ciri atau karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, wajah dapat digunakan sebagai pembeda antara wajah satu dengan wajah yang lainnya.

Selain wajah, sidik jari, iris mata, bentuk geometi telapang tangan juga bisa dijadikan pembeda.
Secara umum sistem pendeteksian dan pengenalan wajah di bagi menjadi 2 proses yaitu proses registrasi dan identifikasi. Gambar berikut menunjukan kedua proses tersebut.

fix
Gambar Proses Registrasi dan Identifikasi

Pada tahapan registrasi, citra wajah ditangkap (capture) oleh sebuah alat perekam (webcam) kemudian pada citra tersebut akan dilakukan image preprocessing. Image preprocessing adalah pengolahan awal suatu citra.

Pada proses ini citra wajah akan dibersihkan dari gangguan seperti gambar buram, bintik-bintik, kurang cahaya (noise). Proses berikutnya akan dilakukan lokalisasi citra. Tujuannya adalah untuk mengetahui lokasi dari citra wajah. Tahapan berikutnya adalah melakukan ekstraksi ciri dari citra wajah yang kemudian akan disimpan ke dalam database.

Pada tahapan identifikasi, proses yang dilakukan hampir sama dengan proses registrasi. Bedanya adalah pada tahapan ini dilakukan pengukuran kemiripan antara data citra masukan dengan data citra yang sudah disimpan di dalam database.

Hal yang cukup sulit dari sistem pendeteksian dan pengenalan wajah adalah bagaimana membuat sebuah sistem pendeteksi dan pengenalan wajah yang cepat (mendekati waktu nyata) dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Untuk mencapai hal tersebut maka perlu dibuat sistem pengenalan wajah yang cepat dan tingkat akurasi yang tinggi sehingga wajah dapat dikenali dengan cepat dan tepat.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka diperlukan pengembangan sebuah sistem pengenalan wajah yang cepat. Pada penelitian ini akan dikembangkan sebuah sistem yang mampu mendeteksi dan mengenali wajah secara cepat. Selain itu sistem ini juga mampu mendeteksi dan mengenali wajah dengan jumlah lebih dari satu. Berikut ini adalah gambar rancangan dari sistem yang akan dibuat.

Rancangan Sistem Pendeteksi dan Pengenalan Wajah Secara Realtime

Metode yang akan digunakan pada pendeteksian wajah menggunakan Haar Like. Haar Like adalah metode yang digunakan untuk melokalisasi (mendeteksi posisi sebuah objek dalam gambar).

Metode ini dipilih karena kecepatan dan ketepatannya dalam melakukan lokalisasi. Kemudian pada proses ekstraksi ciri akan digunakan metode Principle Component Analysis (PCA). PCA adalah metode yang digunakan untuk mengekstraksi karakteristik dari sebuah gambar. Sedangkan pada proses identifikasi akan digunakan metode jaringan saraf tiruan. Waktu yang diperlukan untuk mengembangkan sistem ini sekitar 4 sampai 5 bulan.

Untuk penerapan lebih lanjut, sistem ini akan diaplikasikan pada sistem keamaan kampus untuk mendeteksi keberadaan orang yang tidak dikenal. Selain itu sistem ini juga akan digunakan pada sistem absensi baik untuk sistem absensi karyawan atau sistem absensi mahasiswa/i.

indra

Indra Hermawan, S.Kom., M.Kom
Dosen STT Terpadu Nurul Fikri
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.">indra[at]nurulfikri.ac.id

Read 4401 times Last modified on Monday, 16 February 2015 02:29