Thursday, 04 December 2014 00:00

Evaluasi Model Kolaborasi Knowledge Sharing untuk Peningkatan Efektivitas e-Government dengan Pendekatan System Dynamic

Written by  Amalia Rahmah Dosen STT-NF
Rate this item
(0 votes)

Kajian Optimalisasi Pelayanan Publik oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (2009) menyatakan bahwa pemanfaatan e-Government masih kurang optimal. Landasan pernyataan ini adalah implementasi e-Government belum memenuhi integrasi manajemen, proses kerja, dan pelayanan publik yang didukungnya. Integrasi e-Government merupakan upaya untuk memperoleh manfaat dari e-Government sebaik-baiknya dalam mendukung pelayanan yang efektif dan efisien. Pernyataan bahwa e-Government belum optimal ini menjadi dasar kebutuhan untuk peningkatan efektivitas e-Government. Peningkatan efektivitas dilakukan untuk mencapai tujuan e-Government itu sendiri dalam mendukung pelaksanaan pelayanan publik.

Menurut Peter F. Drucker, sumber daya manusia pada e-Government memiliki potensi berupa pengetahuan untuk membantu melaksanakan pekerjaannya dengan lebih efektif. Pengetahuan merupakan sumber daya yang melekat pada setiap pemilik pengetahuan (knowledge owner) dan memerlukan mekanisme tertentu untuk dapat dimanfaatkan oleh pihak lain (knowledge reconstructor). Pendekatan yang dapat digunakan untuk memaksimalkan manfaat, menjamin pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan (sustainability), dan meminimalisir konflik antar kelompok yang berkepentingan adalah resource sharing. Hal inilah yang mendasari mengapa pendekatan berbagi sumber daya pengetahuan (knowledge sharing) dikaji lebih lanjut sebagai prospek untuk peningkatan efektivitas e-Government pada penelitian ini. Pelaksanaan knowledge sharing memerlukan interaksi antar peran yang memiliki tujuan sesuai satu sama lain (compatible) yang diwujudkan melalui kolaborasi dengan koordinasi (coordinated collaboration).

Pertanyaannya, bagaimana knowledge sharing dengan coordinated collaboration dapat meningkatkan efektivitas e-Government? Inilah yang menjadi latar belakang penelitian dilakukan.

E-Government Efektif

Definisi operasional "e-Government" pada penelitian ini adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada sektor publik untuk meningkatkan kegiatannya dalam penyampaian layanan (Kumar dan Best, 2006). Pelayanan publik dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik (pemerintah) sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayananan (masyarakat) maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. E-Government diimplementasikan menggunakan arahan tingkatan pembangunan e-Government yang terdiri atas empat tahapan, yaitu penampilan informasi (cataloguing), on-line transaction, integrasi vertikal, dan integrasi horizontal.

E-Government efektif merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, efektif berarti dapat membawa hasil atau berhasil guna. Pemahaman mengenai makna 'berhasil' ini dapat dikaitkan dengan ketercapaian tujuan. Efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Efektivitas merupakan salah satu sudut pandang yang digunakan dalam menilai optimal tidaknya suatu sistem. Hal ini mendasari pemanfaatan konsep penyelesaian soal optimalisasi sistem yang terdiri atas fungsi tujuan dan pembatas. Fungsi tujuan adalah mengolah variabel yang ada untuk mencapai suatu nilai/hal yang dituju. Pembatas sistem merupakan cakupan dimana dan bagaimana sistem berjalan untuk mencapai tujuannya. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah mengelola variabel dan pembatas sistem sebagai input, proses, dan output dalam rangka pencapaian tujuan (outcome).

Kolaborasi Knowlege Sharing

Drucker mendefinisikan pengetahuan (knowledge) sebagai informasi yang mengubah sesuatu atau seseorang. Hal ini terjadi ketika informasi tersebut memberi kemampuan seseorang atau institusi untuk mengambil tindakan yang berbeda atau tindakan yang lebih efektif. Polanyi dalam literatur yang ditulis Nonaka dan Takeuchi (1995) membagi pengetahuan dalam dua hal, yakni: pengetahuan tersirat (tacit) dan pengetahuan tersurat (eksplisit). Pengetahuan dapat dimanfaatkan bersama menggunakan mekanisme knowledge sharing yang dilakukan antara dua pihak. Pihak pertama (knowledge owner) mengkomunikasikan pengetahuan yang dimilikinya, baik secara sadar dan kerelaan atau tidak, dalam bentuk tertentu (melalui aksi, perkataan, atau tulisan). Kegiatan ini disebut dengan eksternalisasi. Sementara itu, pihak kedua (knowledge reconstructor) harus dapat menerima dan menginterprerasikan hasil ekspresi pengetahuan dari pihak pertama (dengan cara meniru aksi, mendengarkan, atau membaca). Kegiatan menerima pengetahuan disebut internalisasi.

Kolaborasi yang diadopsi sebagai mekanisme knowledge sharing adalah coordinated collaboration sebagai bentuk interaksi antar agen yang memiliki tujuan sesuai satu sama lain (compatible), serta sumber daya dan keahlian yang tidak cukup untuk mencapai tujuan. Komponen pada sebuah coordinated collaboration terdiri atas agen, mekanisme koordinasi, kegiatan interaksi, dan dukungan TIK.

System Dynamic

Pendekatan system dynamic menjelaskan bagaimana pengaruh komponen-komponen dan keterkaitan antar komponen dalam suatu sistem terhadap performansi sistem secara keseluruhan. Komponen-komponen pendukung e-Government sangatlah beragam dengan bentuk keterkaitan yang berbeda satu sama lainnya. Kirkwood (1998) menjelaskan bahwa untuk mengatasi permasalahan dalam suatu sistem tidak cukup hanya dengan memahami suatu event yang terjadi, melainkan harus memahami pattern of behavior dari kumpulan event tersebut. Pattern of behavior ditentukan oleh bagaimana keterkaitan antar variabel dan parameter dalam sistem yang dijelaskan menggunakan pemodelan causal loop diagram (CLD). Simulasi dilakukan dengan membangun model simulasi CLD dan mengisikan parameter pada model simulasi CLD untuk menghasilkan pattern of behavior yang ingin diamati. Pada penelitian ini, pattern of behavior yang diamati adalah peningkatan efektivitas e-Government efektif dengan event berupa hasil keterkaitan dan hubungan saling mempengaruhi antar komponen e-Government tesebut.
Model simulasi system dynamic terdiri atas simbol-simbol yang diperlihatkan oleh Gambar 1 dengan keterangan sebagai berikut:

  1. Stock merupakan nilai yang dihitung berdasarkan masukan dan keluaran.
  2. Flow merepresentasikan masukan dan keluaran untuk stock.
  3. Variabel merepresentasikan karakteristik model.
  4. Link merepresentasikan keterkaitan pengaruh antar variabel.
  5. Parameter merepresentasikan variabel kuantitatif yang dapat diisikan nilai sesuai kebutuhan dan konteks.
  6. Constant merupakan variabel yang telah ditetapkan nilainya sejak awal dan tidak berubah.

legenda

Gambar 1 Legenda model simulasi

Model peningkatan efektivitas e-Government yang disajikan pada Gambar 2 dibentuk dari tiga construct yaitu kondisi e-Government, proses peningkatan efektivitas, dan tujuan e-Government efektif. Kondisi e-Government yang merepresentasikan efektivitas dalam mencapai tujuannya diperoleh melalui evaluasi menggunakan target e-Government yang efektif. Target diturunkan dari tujuan e-Government efektif yang meliputi keselarasan tujuan e-Government dan pelayanan publik, terintegrasi, mendukung layanan yang efektif dan efisien, dan mencapai tujuan awal e-Government tersebut diimplementasikan. Adapun karakteristik yang merepresentasikan tujuan tersebut meliputi: keselarasan tujuan, interoperable, one stop service, transparan, layanan sesuai prosedur, tepat waktu, tepat sasaran, sumber daya berkualitas, dan sustainable. Evaluasi kondisi e-Government menghasilkan penetapan efektivitas e-Government dan masalah yang menghambat efektivitas tersebut.

proses

Gambar 2 Model peningkatan efektivitas e-Government dengan kolaborasi knowledge sharing

Peningkatan Efektivitas E-Government

Proses peningkatan efektivitas dilaksanakan berdasarkan masalah hasil evaluasi kondisi e-Government. Solusi untuk mengatasi masalah adalah shared knowledge (pengetahuan bersama) yang digunakan dalam kolaborasi knowledge sharing. Hal-hal yang perlu diidentifikasi untuk memenuhi solusi ini meliputi shared knowledge, agen pemilik dan pengguna pengetahuan yang memanfaatkan shared knowledge beserta definisi keterhubungan antar agen tersebut, mekanisme koordinasi yang sesuai dengan keterhubungan tersebut, dan TIK pendukung kolaborasi knowledge sharing.

Pelaksanaan kolaborasi oleh para agen dilakukan berdasarkan tujuan bersama yaitu untuk mengatasi masalah yang menghambat efektivitas e- Government. Hasil dari proses ini berupa pemahaman dan aksi perbaikan yang kemudian menjadi feedback pada kondisi e-Government sebagai upaya peningkatan efektivitas melalui penyelesaian masalah efektivitas e-Government.

Setelah melakukan evaluasi intensif dengan model simulasi, maka Penulis berkesimpulan dari pelaksanaan penelitian, bahwa penelitian berhasil membangun sebuah model peningkatan efektivitas e-Government yang menggunakan kolaborasi knowledge sharing sebagai cara pelaksanaannya. Model ini merepresentasikan sistem peningkatan implementasi e-Government secara berkelanjutan sebagai akibat adanya mekanisme feedback pada kondisi e-Government.

Dalam praktek, peningkatan efektivitas membutuhkan adanya penetapan kondisi awal objek yang akan ditingkatkan efektivitasnya, definisi bagaimana melaksanakan proses peningkatan efektivitas, dan tujuan efektif yang ingin dicapai. Sementara itu, kolaborasi knowledge sharing menjadi cara dalam proses peningkatan efektivitas dengan mengatasi masalah yang menghambat efektivitas e-Government melalui pemanfaatan bersama pengetahuan yang sesuai serta melalui mekanisme yang sesuai pula.

Model dapat disimulasikan menggunakan model simulasi sytem dynamic untuk melihat bagaimana kondisi efektif e-Government dapat tercapai melalui proses simulasi dan feedback hasil proses tersebut. Hasil simulasi dapat digunakan untuk menyusun rekomendasi peningkatan implementasi e-Government dalam rangka peningkatan efektivitas pada suatu kasus di dunia nyata.

Amalia-Rahmah

Amalia Rahmah
Dosen Pengajar
STT Terpadu Nurul Fikri.

Artikel ini merupakan ringkasan dari makalah yang disampaikan dalam Konferensi Sistem Informasi Indonesia (Kensefina) 2014. Makalah lengkap dapat diunduh: http://www.nurulfikri.ac.id/index.php/unduh

 

 

Read 3226 times Last modified on Thursday, 04 December 2014 08:25