Di era sekarang kita mulai banyak melihat teknologi baru yang masuk ke dalam industri, salah satunya blockchain. Baru-baru ini Wall Street Journal melaporkan bahwa Burlington Selatan telah meluncurkan sebuah program percontohan untuk menguji penggunaan teknologi blockchain untuk merekam catatan properti kota. Kita tidak harus menjadi ahli dalam blockchain dan hanya sedikit orang di real estat komersial mengetahui bahwa ini merupakan kemajuan nyata bagi industri, yang sampai sekitar lima sampai tujuh tahun yang lalu sangat tidak mengetahui sebagian besar hal-hal yang mutakhir.

Blockchain adalah teknologi buku digital besar dimana transaksi dicatat secara kronologis dan umum. Berlawanan dengan persepsi publik, tidak perlu adanya blockchain untuk dijalankan oleh bitcoin atau kripto-kripto yang lain, dolar A.S. dapat dengan mudah berdiri sebagai proxy. Ini bukan teknologi yang biasa digunakan di industri real estat komersial, tapi sudah mulai membuat terobosan.

Singkatnya, real estat siap untuk mengalami gelombang gangguannya sendiri dan dalam banyak kasus. Tapi sekarang kita mulai melihat teknologi lain yang masuk ke industri ini, seperti blockchain dan tidak ada panduan handal yang bisa kita lihat untuk melihat bagaimana segala sesuatunya akan terombang-ambing.

Pertimbangkan munculnya blockchain, ini menggantikan proses yang sangat manual, melibatkan banyak orang dan banyak langkah yang berbeda dan marginnya sangat tinggi. Setiap orang atau perusahaan yang menyentuh proses yang tidak efisien ini biasanya ada di dalam bahaya disintermediasi. Kita dapat melihat perusahaan-perusahaan besar yang menerapkan inisiatif blockchain dalam perdagangan internasional, keuangan dan transportasi. Ini hanya masalah waktu sebelum teknologi menjadi mainstream di real estat komersial. Semoga bermanfaat

Sumber : http://www.nreionline.com/technology/technology-s-growing-role-cre-ecosystem

Published in Artikel

Ada studi baru yang menemukan bahwa akses murid ke laptop memiliki efek negatif, hal tersebut dapat "menyakiti" pembelajaran para siswa di kelas. Untuk mengurangi efek negatif tersebut, penggunaan laptop oleh siswa didalam kelas harus tetap berada dalam pengawasan guru di kelas. Ada temuan lain tentang pengaruh teknologi bagi siswa, temuan tersebuat berasal dari laporan besar oleh perusahaan konsultan McKinsey. Temuan ini mengenai kinerja siswa berusia 15 tahun di seluruh Eropa.

Penemuan ini didasarkan pada analisis data yang dikumpulkan sebagian dari PISA (Program for International Student Assessment). Temuan ini dapat mempengaruhi pemikiran ulang pendekatan teknologi di sekolah, serta kebijakan Pemerintah yang ambisius untuk meningkatkan akses terhadap teknologi di dalam kelas. Dengan memberikan akses kepada siswa ke e-book, tablet dan laptop di dalam kelas dapat dikaitkan dengan kinerja pendidikan yang jauh lebih rendah dalam peninjauan. Namun jika guru yang di berikan akses ke laptop, itu akan lebih baik.

Laporan tersebut juga memeriksa pendekatan pengajaran dan menemukan bahwa siswa yang menerima campuran pengajaran berdasarkan permintaan dan pengajaran tradisional akan lebih memiliki hasil yang terbaik. Penelitian McKinsey juga menemukan bahwa jika semua siswa mengalami perpaduan pengajaran ini, nilai rata-rata PISA di Eropa akan meningkat secara signifikan, sebuah kenaikan setara dengan lebih dari setengah tahun pembelajaran sekolah. Perubahan tersebut ditujukan untuk jenis pembelajaran yang seimbang. Studi ini juga menunjukkan bahwa "pola pikir" siswa dapat lebih mempengaruhi hasil daripada latar belakang sosial ekonomi. Semoga bermanfaat.

Sumber : https://www.irishtimes.com/news/education/technology-can-hurt-students-learning-research-shows-1.3385864

Published in Artikel

Ada laporan dari industri CompTIA tentang prediksi sisi gelap teknologi di tahun 2018 ini. Bukan hanya untuk industri komputer saja tapi juga bagi ribuan organisasi yang memperoleh dan menerapkan teknologi bahkan bagi kita yang membeli dan menggunakan teknologi. Dalam beberapa dekade, industri memiliki tiga kunci agar terus meningkat, ketiga kunci itu adalah lebih baik, lebih cepat dan lebih murah. Ketiga kunci tersebut juga di terapkan pada perusahan chip dan perusahaan perangkat lunak dan jaringan. Hari ini kita memiliki akses dimana-mana.

Dengan Web dan Database bisa memenuhi kebutuhan informasi kita hanya dalam hitungan detik. Dan kita juga dapat menyelesaikan masalah atau sekedar mencari hiburan di web. Teknologi telah mengubah cara kita bekerja dan berbisnis. Sekarang AI, 5G, Cloud, Software dan teknologi-teknologi lain telah menetukan segalanya. Dengan kata lain, sekarang kita sudah terlalu bergantung pada teknologi. Walaupun teknologi sudah memudahkan kita, namun tetap saja ada sisi negatifnya juga dari teknologi itu sendiri. Salah satunya tentang privasi, di zaman yang mengandalkan teknologi ini privasi kurang terjaga. Bagi industri walaupun teknologi akan terus dipandang sebagai kekuatan untuk kebaikan, namun industri perlu menghabiskan lebih banyak waktu.

Sumber : https://www.informationweek.com/think-do-we-rule-technology-or-does-tech-rule-us/a/d-id/1331007

Published in Artikel

Pada 30 Januari 2018, Indonesia kedatangan tamu yaitu, Houlin Zhou dari Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU) untuk kepentingan kunjugan kerja, pertemuan ini berlangsung di Kementrian Komunikasi dan Informatika yang disertai General Lecture untuk melihat Stakeholders bidang TIK di Tanah Air. Houlin Zhou mengungkaplan bahwa dalam beberapa tahun ini TIK memiliki dampak yang besar terhadap kesejateraan sosial. Beliau juga melihat bahwa Indonesia terdapat upaya untuk memperluas aksesibilitas informasi, yakni dengan proyek seperti Palapa Ring dan lain-lain.

Beliau menilai bahwa Indonesia telah berhasil membangun jaringan teknologi informasi melalui proyek Palapa Ring serta satelit yang bisa menghubungkan atarpulau. "Indonesia memiliki prestasi yang luar biasa. Ini adalah pengetahuan yang baik yang perlu kita dapatkan," ungkap Houlin Zhou. Beliau juga mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan Indonesia untuk lebih aktif dalam Forum Internasional agar Indonesia dapat berkontribusi dalam diskusi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

 

Palapa

 

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan bahwa Indonesia bisa menjadi ujung tombak pengembangan digital. "Indonesia ini akan menjadi (spare head) ujung tombak pengembangan digital di Asean itu yang pertama. Kedua, jangan lupa kita punya 4 unicorn dari 7 unicorn di Asean, dan 1 unicorn yang non-Indonesia itu marketnya ada di Indonesia. Jadi mereka melihat ini akan terus tumbuh," ungkap RudiantaraLanjut lagi beliau mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbesar di dunia hal ini menuntut aksesibilitas yang tinggi untuk bisa saling terhubung. "Kita negara kepulauan paling besar di dunia. Jadi dengan memastikan bahwa aksesibilitas untuk broadband itu dari program Palapa Ring dan satelit, yang high througput satellite itu solusi buat negara seperti kita," lanjut RudiantaraKeberhasilan Indonesia yang telah membangun TIK di tanah air membuatnya dilirik oleh mata global "Ini sebenarnya yang ingin dicontek oleh ITU kepada negara lain ialah affirmative policy, kebijakan keberpihakan pemerintah melalui USO yang tidak hadir di negara lain, tapi di Indonesia ini kelihatan sekali," tuturnya. 

Dikatakan bahwa terdapat 3,5 Milyar penduduk di seluruh dunia yang belum tersentuh aksebilitas atau pemanfaatan TIK, sehingga Indonesia bisa menjadi sebuah contoh melalui USO terkait penyelesaian masalah aksesibilitas tersebut. "Menurut mereka ini unik Indonesia, ini bisa di-adopt. Ini bergantung pada affirmative policy," tambah Rudiantara. Semoga bermanfaat

Source : https://techno.okezone.com/read/2018/01/30/54/1852170/menkominfo-indonesia-jadi-ujung-tombak-pengembangan-digital-di-asean

Published in Artikel

Saat ini laptop tidak hanya digunakan untuk menunjang sebuah produktivitas mobile saja karena sudah banyak produsen komputer yang meluncurkan laptop untuk keperluan gaming. Hal ini tentunya sebagai sebuah laptop harus memiliki Hardware yang memadai. Akan tetapi tidak sedikit pula orang yang bukan pemain game menginginkan sebuah grafis yang mulus dan dapat diandalkan, dimana hal ini terbantu dengan adanya diskrit GPU, bisa dikatakan intel sendiri telah membuat beberapa kemajuan dengan GPU HD milik mereka yang sudah terintegrasi dengan CPUnya.

Namun tetap saja akan lebih baik jika menggunakan diskrit GPU untuk pengalaman grafis yang baik dibandingkan GPU yang terintegrasi karna kurang begitu kuat dalam menangani grafis yang berat. Mungkin bagi kita yang memiliki keuangan yang minim tapi menginginkan grafik bagus ada kabar gembira dimana Intel dan AMD telah bekerjasama untuk mengkolaborasikan keinginan para konsumen tersebut.

Intel AMDRadeon

Pada Ajang CES 2018 yang sedang berlangsung saat ini Intel dan AMD  telah meluncurkan sebuah prosesor terbaru yaitu Intel core generasi ke 8 yang memiliki grafis Radeon Vega M milik AMD. Hal ini menjadi sebuah solusi dimana para produsen laptop untuk membuat sebuah produknya tanpa memerlukan grafis yang terpisah dan yang lebih penting tetap tipis.

Pengumuman ini sebenarnya bukan kejutan baru mengingat pada bulan November tahun lalu kedua perusahaan ini telah mengumkan kerjasama. Seperti yang di ungkapkan oleh Intel, Prosesor baru ini akan memungkinkan laptop memiliki performa yang lebih baik. Terbukti sampai tiga kali Frame Rate dibandingkan dengan sistem serupa dari tiga tahun lalu dan sampai 40% dibandingnya GPU diskrit saat ini. Dengan adanya kolaborasi seperti ini perusahaan laptop akan semakin mengecilkan gap peforma antara laptop tipis dengan laptop gaming. Semoga bermanfaat

Source : https://www.beritateknologi.com/prosesor-intel-core-terbaru-telah-diumumkan-dengan-grafis-amd-vega/

Published in Artikel

Belum lama ini, sebuah perusahaan di negeri sakura, Jepang, berhasil membuat piyama cerdas untuk pasien di rumah sakit, khususnnya pasien yang menderita demensia. Demensia itu sendiri merupakan sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, memahami sesuatu, melakukan pertimbangan, dan memahami bahasa, serta menurunnya kecerdasan mental. Sindrom ini umumnya menyerang orang-orang lansia di atas 65 tahun.

Xenoma, nama sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pakaian cerdas, diketahui sedang mencari cara untuk mengintegrasikan teknologi tersebut ke kehidupan sehari-hari. Melalui konsepnya, yakni dengan menggunakan sensor untuk membantu pelaku medis dalam mengawasi para pasien. Pada saat dilakukan observasi, pasien biasanya harus berdiam di dalam ruangannya. Dengan adanya piyama cerdas ini, observasi kini bisa dilakukan dimana saja, hal ini dikarenakan terdapat sensor pada pakaian tersebut (informasi ini di dapat dari engadget).

Seperti piyama-piyama pada umumnya, dimana piyama cerdas ini juga terdiri dari baju dan celana. Dimana dari masing-masing bagian piyama, terdapat sensor yang diatur sedemikian rupa untuk mencatat input tertentu. Misalnya, sensor pada pinggul dan kaki didesain untuk mendeteksi gerakan. Dengan begitu, pelaku medis bisa megetahui bahwanya pasien sedang bergerak.

Sementara pada bagian baju, sensor dibuat untuk memonitor tanda-tanda seperti pernafasan. Pada bagian ini juga dapat dipasang sepasang port yang mampu terhubung dengan EKG. Salah satu inovasi yang paling menarik dari Xenoma adalah sensor pakaian yang tidak memerlukan cairan khusus agar bisa terhubung dengan kulit.

Selain itu, Xenoma juga mengatakan bahwa pakaian baru akan mengalami kerusakan setelah dicuci sebanyak lebih dari 100 kali, sama seperti pakaian biasa. Pada baju bagian depan, terdapat disk plastik yang menyimpan beberapa piranti, seperti halnya baterai, unit bluetooth, akselerometer dan giroskop. Baterai tersebut mampu bertahan dalam kurun waktu delapan jam dalam satu kali pengisian baterai.

Dalam waktu dekat ini, Xenoma akan melakukan pengujian terhadap piyama cerdas buatannya itu kepada salah satu rumah sakit di Jerman. Diharapkan, pakaian jenis ini sudah akan bisa digunakan pada tahun 2020 mendatang, dengan harga per pakaian kurang dari USD100 (Rp1,3 juta). Semoga bermanfaat.

Published in Artikel

Baru-baru ini Telkomsigma telah meluncurkan sebuah aplikasi yang mampu mengkolaborasikan berbagai macam ke dalam suatu ruang. Aplikasi tersebut bernama Mobile CloudMobile Cloud merupakan kumpulan aplikasi kolaborasi yang terintegrasi dalam satu aplikasi. Dengan begitu pengguna hanya perlu satu akun untuk mengakses seluruh fitur kolaborasi seperti email, chat, dan online storage. Berbasis teknologi SaaS Cloud, aplikasi Mobile Cloud dapat diakses kapanpun, di manapun, dari perangkat apapun. Aplikasi ini khusus didesain menunjang dinamika aktivitas digital dalam berkolaborasi.

Mobile Cloud memiliki berbagai keunggulan yang dapat digunakan oleh seluruh pengguna di Indonesia, baik pada penggunaan secara personal, pebisnis, maupun business-to-business-customer dengan white label"Sebagai perusahaan penyedia ICT terbesar di Indonesia, Telkomsigma tidak pernah berhenti melakukan inovasi. Hadirnya Mobile Cloud tidak hanya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di seluruh Indonesia, namun juga telah melalui perbandingan menyeluruh terhadap seluruh pemain aplikasi kolaborasi," kata Direktur Solution Operation Telkomsigma, Achmad Soegiarto.

Selain sumber daya manusia, Mobile Cloud juga didukung oleh infrastruktur Data Center Telkomsigma yang tersertifikasi sebagai Data Center Tier III Facility dari Lembaga Internasional, Uptime Institute. Disisi lain Mobile Cloud juga mendapat dukungan dari Telkom dengan infrastruktur jaringan terdepan dan terluas, yang mana dikatakan mampu menjamin keberlangsungan dan pengalaman dalam memakai aplikasi Mobile Cloud.

Aplikasi Mobile Cloud kini dapat diunduh secara gratis di Play Store. "Kami ingin memberikan kesempatan pada pengguna untuk mendapatkan pengalaman digital terbaik dalam berkolaborasi," ujar Achmad Soegiarto. Pengguna yang menginginkan kapasitas tambahan, bisa memilih Mobile Cloud yang versi berbayar, yang mana akan tersedia dengan paket-paket yang disesuaikan untuk pasar Indonesia. Bagi pengguna UKM maupun koorporat, Mobile Cloud juga akan berperan sebagai platform yang dapat di kustomisasi sesuai dengan kebutuhan bisnis, baik itu melalui skema lisensi maupun white label.

Dengan adanya aplikasi Mobile Cloud ini, diharapkan dapat membawa masyarakat Indonesia yang terbiasa menggunakan layanan public cloud asing, untuk dapat berpindah memanfaatkan produk karya anak bangsa. Semoga bermanfaat.

Published in Artikel

Mesin pencarian atau search engine digunakan oleh masyarakat di berbagai belahan dunia untuk berselancar di intenet. Diantaranya untuk mengakses informasi pada suatu website hingga bersosial media. Adapun mesin pencarian yang banyak dikenal oleh masyarakat dengan pangsa besar di dunia, yakni Google. Selain mesin pencari google, ada pula bing search. Bing Search merupakan mesin pencari hingga saat ini masih banyak digunakan oleh penggemar Microsoft di Amerika Serikat.

Baru-baru ini, Microsoft melakukan update untuk peramban karyanya, Bing Search pada versi Androidnya. Update tersebut berbekal peningkatan pengalaman browser di Android, terutama di video, tab gambar dan kemampuan menemukan teks di halaman. Selain itu, update ini juga menambahkan tampilan peta dan jawaban lokal lebih baik, serta sejumlah perbaikan bug, perbaikan kecepatan, tampilan lebih rapi dan sebagainya. Sayangnya, sejumlah fitur ini tidak tersedia di wilayah lain di luar Amerika Serikat.

Saat ini, Microsoft juga dilaporkan tengah menjalankan program beta Bing, yang dapat dicoba pengguna peramban tersebut dengan bergabung ke komunitas beta, sebelum versi stabil dari Bing tersebut dirilis di Google Play StoreSebelumnya, Microsoft meluncurkan Edge versi beta pada tahun lalu, dan kemudian tersedia untuk pengguna di negara terpilih. Selain Amerika Serikat, Microsoft Edge versi Android dan iOS belum diluncurkan secara di global.

Pada awal minggu lalu, Product Manager Microsoft Edge Sean Lyndersay  mengumumkan bahwa Edge versi Android dan iOS telah diluncurkan di lebih banyak negara. Menurut Lyndersay, browser ini kini digulirkan di hampir seluruh pasar berbahasa Inggris dan Perancis. Sementara itu, fitur terbaru Microsoft OneDrive for Business memungkinkan pengguna untuk mengembalikan file dari berbagai titik dalam kurun waktu 30 hari terakhir. Fitur ini Microsoft sebut sebagai Files Restore. Semoga bermanfaat.

Published in Artikel
Senin, 05 Februari 2018 04:09

Machine Learning Semakin Melesat di 2018

Menurut Group Vice President and Chief Architect, Core Technology and Cloud, Oracle Asia Pacific, Chris Chelliah, bahwasanya Machine Learning atau mesin pembelajaran akan menjadi salah satu teknologi yang paling menentukan. Dimana perusahaan yang memanfaatkan jenis teknologi ini, dipastikan akan mengalami kemajuan dengan pesat, hal ini karena pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat dan efisien. "Adopsi machine learning tumbuh bersama dengan komputasi cloud untuk alasan yang bagus. Integrasi aplikasi, platform, dan infrastruktur cloud itu penting untuk pertumbuhan dan keefektifan machine learning," kata Chelliah dalam siaran perilisannya.

Kemudian ia juga berujar bahwa penerapan machine learning membutuhkan data sebanyak mungkin dari sumber yang banyak pula. Dengan semakin banyaknya data yang diolah, maka akan semakin cerdas pula sebuah machine learning. Hal ini juga berarti keputusan yang diambil pun lebih baik pula. "Semakin matang teknologi cloud menjadi alasan 2018 menjadi tahun yang tepat untuk machine learning. Sedangkan cloud adalah bagian penting dari semua strategi IT bisnis, mendorong transformasi digital, dan mengeksploitasi nilai sebuah data," ujarnya lagi.

Ia mengungkap bahwa aplikasi yang menggunakan machine learning akan memberikan nilai strategis dalam jangka panjang, yang mana mentransformasi proses fungsional atau kritikal di dalam bisnis. Adapun keunggulan lain dari machine learning, yaitu dapat diterapkan tanpa adanya batas. Di mana pun terdapat suatu nilai dalam menganalisis dan menarik pemahaman data secara cepat, yang mana merupakan peran dari machine learning.

"Sekarang, machine learning mendorong revolusi di bagian pelayanan pelanggan atau customer service," tambahnya.
Menurut Chelliah, machine learning dapat dimanfaatkan untuk merespon sejumlah pertanyaan atau tanggapan berbagai topik dari pelanggan di berbagai industri. Seluruh jawaban dapat diprediksi apabila chatbot didukung dengan machine learning. Dukungan ini dapat mengasah kemampuan chatbot dalam merespon dengan cepat dan akurat.

"Ini dapat mengurangi waktu menunggu dan rasa frustasi pelanggan, dan menjadikan bisnis lebih efisien. Teknologi ini juga memberikan kesempatan pada pelayanan pelanggan untuk menangani keluhan lain yang lebih unik dan memang membutuhkan campur tangan manusia," ujar Chelliah. Semoga bermanfaat.

Published in Artikel

Nurul Fikri Global Hub (NFGH) merilis program IELTS preparation bagi yang ingin mengikuti tes IELTS. Tes ini diharapkan mampu memberikan acuan, bimbingan untuk memberikan hasil IELTS yang memuaskan bagi test takers. Apabila ingin mengikuti tes ini, harus memiliki kesiapan yang matang, karena tingkat kesulitan IELTS lebih kompleks dibandingkan dengan TOEFL PBT ataupun iBT dan juga TOEIC.

Seperti TOEFL, IELTS memiliki 5 sesi dalam pengambilan test nya, Writing, Speaking, Reading dan Listening. Dan khusus untuk sesi speaking ini, penguji nya merupakan native speaker. Bila  test takers memiliki kemampuan berbicara bahasa Inggris yang kurang lancar, NFGH pun setiap minggunya ada sesi melatih kemampuan speaking melalui diskusi dengan toast master yang ada disetiap daerah.

Kembali ke kelas persiapan IELTS, NFGH memberikan harga terjangkau yakni 1.500.000 untuk 4 bulan dan tentunya bisa dicicil tiap bulannya. Tutornya adalah ka Pramesti Widya yang merupakan lulusan S2 Cardiff University jurusan jurnalistik dari beasiswa LPDP Batch 42. Sebelumnya, Ka Pramesti sudah menggapai score IELTS 7.5 dengan speaking nya 9.0.

Fasilitas yang akan didapatkan dari Program IELTS Preparation Class ialah sertifikat setelah menyelesaikan rangkaian preparation class, materi IELTS dalam bentuk hand – outs, coffee break disaat mengikuti kelasnya dan souvenir dari NFGH. Kelas persiapan IELTS ini akan dimulai di setiap hari Sabtu pada tanggal 27 Januari 2018. Bagi yang tertarik untuk mengikuti kelas ini dapat menghubungi ka Fathan Sembiring selaku kordinator dari NFGH.

Published in Kegiatan Kampus
Halaman 1 dari 26