Rabu 27 Desember 2017, Beasiswa Jakarta telah melakukan peresmian penerimaan Beasiswa Jakarta kepada seluruh Mahasiswa di Jakarta di Balai Kota Jl Merdeka Jakarta. Acara tersebut diresmikan oleh gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Pada acara tersebut Gubernur Jakarta menyampaikan bahwasannya beasiswa tersebut dibiayayai dari uang masyarakat dan kembali untuk membiayai masyarakat lagi, diharapkan para mahasiswa yang ikut hadir dalam peresmian tersebut setelah menjadi sarjana dan sudah cukup mampu dalam dunia pekerjaan, dapat memberikan beasiswa serupa kepada generasi penuntut ilmu selanjutnya. Pidato singkat yang diberikan oleh gubernur DKI sendiri memberikan kesan yang cukup mendalam.

Beasiswa Jakarta merupakan salah satu program pendidikan di Provinsi Jakarta. Dibentuk dan diperkenalkan sejak tahun 1952 dan terus berkembang hingga saat ini. Beasiswa Jakarta sendiri membantu membiayai program pendidikan para pelajar dan mahasiswa yang ada diseluruh provinsi Jakarta. Program beasiswa yang ditawarkan sendiri meliputi beasiswa reguler, beasiswa Skripsi, Beasiswa Tesis dan Beasiswa Disertasi.

STT Terpadu Nurul Fikri merupakan salah satu penerima Beasiswa Jakarta, dengan delapan peserta yang mendaftar dan lulus pendftaran seleksi. Didampingi oleh kemahasiswaan Bapak David menghadiri acara peresmian tersebut. Pada kesempatan tersebut Pak David mengharapkan pendaftar beasiswa Jakarta untuk pendafataran selanjutnya akan terus bertambah dan antusias dalam mengikuti program beasiswa Jakarta selanjutnya.

Published in Pojok Mahasiswa

Berasal dari universitas teknologi di India yaitu Indian Institute of Technology Madras atau biasa dikenal dengan (IIT Madras). Preksha Nema yang akrab disapa dengan Preksha ini menjadi salah satu mahasiswa beruntung yang mendapatkan beasiswa PHD dari Google. Dari apa yang telah didapatkannya preksha sendiri membagikan pengalamannya untuk bisa mendapatkan beasiswa PHD google tersebut.

Preksha sendiri merupakan salah satu dari empat mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa PHD Google Fellowship 2017. Pada program Google Fellowship melakukan “Pekerjaan luar biasa pada bidang ilmu komputer dan bidang penelitian terkait”. Selain terhubung dengan mentor fellows Google Research juga mendapatkan dukungan dana dan uang saku yang akan diberikan.

Melalui Profesor Mitesh M.Khapra dan Profesor B.Ravindran di Deparetemen Ilmu komputer dan Teknik. Melalui pengawasan profesornya Preksha mengembangkan penelitian Natural Language Processing (NLP) secara khusus, metode pembelajaran mesin yang dikenal dengan deep learning. Hal tersebut merupakan hal yang sangat luar biasa karena memiliki tanggung jawab pada berbagai aplikasi seperti Apple’s Siri, Amazon’s Alexa, chatbots, dan personalised music atau shopping recommendations.

Berikut merupakan salah satu tips dari Preksha yang diberikannya:

Langkah awal adalah buatlah diri kalian menyukai pemrogaman. Karena Preksha sendiri sudah mulai menyukai pemrogaman sejak kecil, karena baginya pemrogaman merupakan sebuah teka teki yang harus dipecahkan.

Preksha sendiri memiliki sebuah halangan dalam mencapai apa yang dia sukai seperti keluar dari pekerjaannya untuk kembali menempuh pendidikan yang dia inginkan. Motivasi kepercayaan diri yang turun saat awal memasuki universitas. Namun hal tersebut bukan halangan yang berarti baginya karena dia memiliki keluaraga yang selalu mendukung dan memberikan semangat yang selalu dia butuhkan.

Pada penelitiannya Preksha mempelajari NLP. Tujuan melakukan penelitian tersebut yaitu membuat mesin memahami dan menghasilkan kalimat semantik dan sintaksis yang benar dalam bahasa inggris (atau bahasa alami lainnya). Contoh aplikasi NLP yang saat ini sering kita gunakan yaitu google translate dan google search engine. Preksha sendiri mengembangkan NLP itu sendiri untuk menghasilkan ringkasan pada sebuah artikel agar dapat mengetahui makna dari artikel tersebut. Seperti membaca dokumen biogas dan membuat ringkasan berdasarkan query tertentu. Saat ini Preksha sedang berfokus untuk mengembangkan agar sistem menjawab pertanyaan secara akurat berdasarkan beberapa informasi kontekstual, mengeksplorasi gagasan untuk mendapatkan sistem itu sendiri untuk menghasilkan pertanyaan yang berarti. Preksha memiliki motivasi bahwasannya pengalaman belajar konstan yang membuat dirinya bisa terus berjalan.

Proses seleksi Pelamar diminta untuk menyerahkan rincian catatan akademis mereka, daftar publikasi, dan tiga surat rekomendasi. Kriteria pemilihan yang tepat belum terungkap, bisa jadi kombinasi faktor. Baginya mendapatkan beasiswa PHD google merupakan suatu kehormatan dan kebanggan tersendiri untuknya.

Saran untuk pelamar agar mempertahankan catatan akademis yang baik dan tetap up-to-date dengan penelitian yang terjadi di bidang mereka saat ini. Melakukan hal itu membantu anda mendapatkan gagasan baru yang bisa berubah menjadi publikasi.

Sumber:
Thehindu.com

Published in Artikel