Telah terlaksana Kerjasama antara Kampus STT-NF dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dan Kementrian BUMN pada Tanggal 9-10 November 2017 kemarin. Dari diawali Kampus STT-NF diundang untuk menghadiri Acara The 2nd Indonesia Human Capital Summit 2017 di Ballroom II, The Ritz Carlton, Pacific Place, Sudirman. Pada acara tersebut merupakan sebuah acara yang bergengsi kancah Global, Indonesia Human Capital Summit (IHCS) sebuah konferensi dan pameran tahunan yang diselenggarakan oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI), sebuah forum untuk para praktisi Human Capital Management yang didorong oleh Badan Usaha Milik Negara untuk Berinteraksi, melakukan pembelajaran dan sinergi dengan anggotanya untuk mengembangkan Human Capital Manajemen di Indonesia. Acara ini didukung penuh oleh Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia dalam mewujudkan visi "BUMN Hadir Untuk Negeri".

Setelah tahun lalu berhasil menggelar 1st Human Capital Summit 2016 yang dihadiri oleh 1000 peserta dan Program Kepemimpinan Eksekutif yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia dan menghadirkan pembicara dari kementerian dan internasional, maka tahun ini akan diadakan The 2nd Indonesia Human Capital Summit 2017 dengan tema "Membina Pahlawan Indonesia: Masa Depan Kompetisi Great Talent", untuk mendorong dan mengilhami bakat Indonesia untuk membawa Indonesia menjadi global. Konferensi ini secara eksklusif dihadiri oleh sekitar 1000 peserta dari CEO, Direktur HCM dan aktivis modal manusia untuk memberikan wawasan dan solusi baru untuk menempa masa depan bangsa melalui pengelolaan bakat profesional dan daya saing global.

Kurang lebih 10 Universitas yang hadir melakukan kerja sama termasuk Kampus STT-NF. Penandatanganan Piagam Kerjasama Kampus STT-NF ditandatangani oleh Bpk. Ahadiyat, S.sos., M.M. selaku Ketua Kampus STT-NF. Konteks kerjasama ini didasari oleh keinginan untuk saling menunjang dalam melaksanakan pembangunan Bangsa dan negara Repulik Indonesia.

photo 2017 11 13 13 26 17

Published in Kegiatan Kampus

Kita tahu bahwa terdapat banyak sekali bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi. Bahkan setiap negara memiliki bahasa nasionalnya tersendiri. Di samping bahasa nasional, beragam pula bahasa daerah di dalamnya negara tersebut. Dengan berkembangnya teknologi, memungkinkan seseorang untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain walaupun menggunakan bahasa yang berbeda. Dan baru-baru ini Google menghadirkan sebuah produk teknologi yang dapat merealisasikan hal tersebut.

 

Di tengah presentasi terkait teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelegence (AI),Augmented Reality (AR), kamera canggih, serta miniatur asisten cerdas Home. Google kemudian mengumumkan produk terbarunya, yaitu Pixel Buds dengan fitur penerjemah. Pixel Buds ini merupakan earphone nirkabel, yang memiliki fungsi serupa dengan Apple AirPods dan Samsung Gear IconX. Selain itu, Google Pixel Buds diketahui dapat dihubungkan dengan smartphone Pixel. Teknologi ini juga menggunakan mesin penerjemah dari Google, yang tujuannya tidak lain untuk memberikan terjemahan secara langsung terhadap 40 macam bahasa yang berbeda.

 

Pihak dari Phone Arena memberi penjelasan terkait cara kerja perangkat baru ini, dimana produk ini memungkinkan dua pihak saling berbicara dengan menggunakan bahasa mereka masing-masing. Untuk sistemnya, pembicara yang satunya menggunakan teknologi Pixel Buds tersebut, sementara lawan bicaranya mendengarkan via Ponsel Pixel. Selanjutnya, masing-masing pihak mengucapkan kalimat yang ingin disampaikan dalam bahasa mereka kepada perangkat, sehingga terjemahan kalimat tersebut akan diterima langsung oleh telinga si pendengar.

 

Adapun penjelasan dan demontrasi terkait cara kerja dari fitur-fitur yang ada pada earphone ini dinilai begitu mengagumkan. Namun, perangkat ini diperkirakan tidak dapat berfungsi dengan mulus layaknya seperti pada demontrasi yang telah ditayangkan itu. Hal ini dikarenakan mesin dari penerjemah Google masih memiliki kendala dalam menangani kalimat yang tergolong sulit, walaupun disisi lain telah mampu menangani kalimat yang sederhana.

 

Fitur Pixel Buds ini merupakan awal yang baik bagi Google Translate, dan sekaligus mengingatkan masyarakat tentang mitos Tower of Babel, yakni sebuah mitos yang menjelaskan alasan masyarakat di dunia terkait keinginannya melakukan komunikasi dalam bahasa yang berbeda.

 

-Semoga Bermanfaat-

Editor : Sep/Uml

Published in Artikel

Lizza Noor Azizah merupakan Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri yang meraih kejuaraan Pencak Silat, saat ini Lizza masih duduk di semester 3 jurusan Sistem Informasi, Lizza memiliki bakat dan minat pencak silat sejak kecil sehingga Lizza mulai menyalurkan hobinya di berbagai ajang perlombaan, salah satu ajang perlombaan yang diikuti adalah kompetisi pencak silat yang diselenggarakan oleh Baladhika Karya, walaupun seorang perempuan namun Lizza tidak membatasi dirinya untuk menyukai bidang olahraga terutama pencak silat yang biasanya identik dengan kaum pria.

Lomba ini diselenggarakan oleh Baladhika Karya di Sport Center GOR Purnawarman Purwakarta di jalan Purnawarman timur kelurahan Sindang Kasih Purwakarta pada tanggal 14 – 16 Oktober 2017. Lizza melakukan pertandingan dua kali sampai pada akhirya Lizza dapat memenangkan Juara Umum II. Bagi Lizza, kuliah bukanlah menjadi penghalang untuk berprestasi di bidang non-akademik, serta bagi seorang muslimah seperti Lizza jilbab dan pakaian menutup aurat bukan menjadi hambatan untuk tetap berkecimpung di dalam dunia pencak silat. 

Prestasi bukanlah hanya di bidang akademik saja, prestasi juga dapat berasal dari non akademik seperti mengikuti perlombaan, mengikuti orgaisasi, menjadi volunteer, dll. Sebuah hobi jika dilakukan dan dirutinkan secara terus menerus maka akan menjadi sebuah passion bagi diri kita, sama halnya yang dialami dengan Lizza, dia mengetahui minat dan bakatnya kemudian diikuti dengan latihan yang tekun sehingga bisa berprestasi pada bidang non-akademik.

Published in Pojok Mahasiswa

Hackathon merupakan sebuah kompetisi pemrograman yang dituntun untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan menciptakan solusi berupa prototype atau aplikasi. Hackathon dilakukan secara maraton untuk menciptakan solusi, sedangkan firebase hackathon itu kompetisi hackathon yang langsung diinisialisasi oleh Google Sillion Valley, USA. Untuk persyaratannya sendiri setiap tim terdiri dari tiga sampai lima orang.

Kompetisi yang diselenggarakan tidak ditentukan ide dan aplikasi apa yang akan dibuat, namun tim dapat membuat dan mengembangkan ide dan aplikasinya sendiri. Setiap tim hanya diberi waktu sekitar 7 – 10 jam untuk membuat aplikasi yang diinginkan dan tentu saja harus menggunakan firebase sebagai infrastruktur yang sudah disediakan oleh google. Firebase sendiri merupakan layanan dari google yang berfungsi untuk membantu pengembangan aplikasi menjadi lebih cepat, serta Cloud function merupakan salah satu fungsi yang dapat dimanfaatkan dalam membuat aplikasi sehingga langsung diimengimplementasikan ke dalam aplikasi.

Kompetisi Google FIrebase AppFest Hackathon tahun 2017 kali ini diadakan di Jakarta, Indonesia. Sebanyak 200 peserta turut hadir dan mengikuti perlombaan tersebut. Acaranya diselenggarakan di Midplaza Ayana Jakarta pada tanggal 18 oktober 2017, terkhusus pada hackathon ini, para Developer diharuskan untuk menciptakan solusi dengan menggunakan teknologi dari google. Terkhususnya terkait tentang teknologi firebase dan cloud function. Dari Kompetisi Google FIrebase AppFest Hackathon terdapat sekitar 60 tim yang turut hadir mengikuti perlombaan tersebut.

Perwakilan mahasiswa Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STTNF) juga turut mengikuti ajang bergengsi yang diadakan di Midplaza ini. Bermodalkan semangat dan ide, mereka mengikuti berbagai rangkaian acara sampai selesai.  Perwakilan mahasiswa STT NF yang ikut terdiri dari Muh Isfhani Ghiath, Arif Hidayatullah, dan Alfian Rahmatullah yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Informatika 2015, mereka menamai timnya sebagai Bit Handsome, . Mereka membuat sebuah aplikasi untuk memudahkan para turis atau traveler untuk menjelajah dan mengeksplor Indonesia. Aplikasi tersebut mereka beri nama "TripTap" yang dikerjakan dalam satu hari mulai dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Setiap orang memiliki peran masing – masing, Muh Isfhani Ghiath sebagai backend developer, Alfian Rahmatullah sebagai frontend developer, dan Arif Hidayatullah sebagai system analysis dan database engineer. Dengan pembagian tugas dan ide mereka akhirnya berhasil membuat sebuah aplikasi yang solutif untuk memudahkan turis berekplorisasi tentang wisata yang ada di Indoensia. 

Terakhir kita sebagai mahasiswa dan Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri harus bangga memiliki tim seperti mereka, yang selalu memberikan motivasi bagi mahasiswa lainya serta terus berkarya dengan mengikuti kompetisi. Terimakasih untuk tim “Bit Handsome” atas partisipasinya dalam acara Google FIrebase AppFest Hackathon sebagai perwakilan Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STTNF). 

Published in Pojok Mahasiswa
Thursday, 02 November 2017 12:44

Mahasiswi STT Nurul Fikri di Tokyo, Jepang

Siapa yang tak kenal dengan Negeri Sakura itu?

 

         Ketika diumumkan bahwa kegiatan openSUSE.Asia Summit 2017 di Jepang, saya langsung berfikir “Kesempatan untuk bertemu dengan para pengguna, pengembang serta komunitas openSUSE dari berbagai macam negara dan berkunjung ke Tokyo, Jepang.”

           Pendaftaran Call of Paperuntuk menjadi salah pembicara pada acara tersebut dibuka pada Tanggal 7 Juli dan batas pengumpulan terakhir pada 14 Agustus 2017. Selama masa pendaftaran tersebut, rasanya ingin mengumpulkan (submit) ide, namun ada rasa bimbang dalam hati “Apakah ide tersebut akan lolos seleksi?” dan “Apakah ide ini perlu dan menarik untuk disampaikan?”.

          Seminggu sebelum pendaftaran ditutup, terus mengecek dan membuka website pendaftaran, tapi dengan hasil kosong. Akhirnya bertanya-tanya dengan teman yang lain, namun masih satu komunitas dengan saya yaitu GliB. Mendapat dorongan untuk mendaftar dan beberapa teman sebelumnya sudah mengumpulkan idenya.

            Akhirnya saya memutuskan mengumpulkan ide pada tanggal 14 Agustus 2017, tepat pada hari terakhir pendaftaran “Call of Paper” tersebut. Saya memilih untuk membawakan materi tentang LibreOffice”, dengan judul Write Your Story with OpenSource”.

              Rasanya tak sabar, menunggu kabar pengumuman melalui e-mail. Pengumuman diumumkan pada tanggal 4 September 2017. Pada malam pengumuman beberapa teman bercerita telah mendapat pesan konfirmasi bahwa idenya lolos. Dalam hati “Kok saya belum ada e-mail masuk ya, apa tidak lolos?”, dan selang beberapa puluh menit kemudiansaya mendapatkan pesan masuk baru pada e-mail. Allhamdulillah, pesannya berupa konfirmasi dari Fominobu Takeyama bahwa ide saya lolos dan akan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE.Asia Summit 2017 di Tokyo, Jepang.

            Sejak pemberitahuan itu saya dapatkan, saatnya mulai urus surat-surat untuk keberangkatan. Dibantu dengan Om Edwin Zakaria dan beberapa teman lainnya. Dimulai dari Passport (maklum belum punya) dan kemudian pesan tiket pesawat, penginapan dan terakhir mengurus Visa kunjungan ke negera Jepang. Setelah semuanya terurus, saatnya menyelesaikan presentasi yang akan saya bawakan pada acara tersebut.

          Bahagia rasanya bisa mengunjungi Jepang dan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE. Asia Sumiit 2017. Jepang sejak dulu menjadi salah satu negara yang ingin saya kunjungi, dan akhirnya saya bisa merasakannya.

          Finally, pokoknya banyak banget pengalaman yang didapat dari acara tersebut. Kenangan-kenangan yang terjadi disana akan sulit untuk dilupakan.

Terima kasih semua untuk semuanya, terutama panitia lokal yang telah bekerja keras untuk berlangsungnya acara keren tersebut.

 

 

          Udah telat belum ya?. Pasti banyak yang bertanya-tanya, “Apa itu openSUSE. Asia Summit?”. Oh iya, sebelumnya saya ingin menjelaskan tentang openSUSE. Asia Summit. openSUSE Asia Summit adalah acara yang mempertemukan kontributor dan pengguna openSUSE. Acara yang diadakan setiap tahun ini dilaksanakan pada tiap tempat yang berbeda dimulai dan dilaksanakan selama dua hari.

                Di sini mereka bisa saling berbagi pengalaman, belajar teknologi perangkat lunak bebas dan open source, hingga bincang-bincang bebas terutama mempromosikan openSUSE di seluruh dunia dan di Indonesia khususnya, supaya semakin banyak orang yang tertarik dengan openSUSE dan berusaha jadi pengguna maupun kontributor, menyatukan pengguna openSUSE di Indonesia dan Asia untuk meningkatkan kualitas jaringan dan kolaborasi, memperluas penetrasi openSUSE di sektor bisnis dan pemerintahan, serta menginspirasi orang-orang mengenai kebebasan di dunia FLOSS.

               openSUSE.Asia Summit sudah tiga kali dilaksanakan, dan pada tahun ini akan segera terlaksana kembali. Sebelumnya, tahun 2014 di Beijing/Tiongkok kemudian tahun 2015 di Taipei, tahun 2016 dilaksanakan di Yogyakarta Indonesia tepatnya di UIN Sunan Kalijaga dan pada tahun 2017 ini dilaksanakan di Tokyo Jepang tepatnya di Universitas Komunikasi Elektro. Pada tahun 2017, kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21-22 Oktober 2017.

 

 

Sampai jumpa di tahun depan.

Senang bisa berjumpa dengan kalian!

Published in Kegiatan Kampus
Tuesday, 17 October 2017 23:00

Mentoring Gabungan Kemuslimahan Senada

LDK (Lembaga Dakwah Kampus) Senada STT Terpadu Nurul Fikri baru saja mengadakan kegiatan mentoring gabungan khusus untuk perempuan atau akhwat. Acara ini diselenggarakan oleh Divisi Kemuslimahan sebagai panitia penyelenggara acara kali ini. Tepatnya jumat 12 Oktober 2017 telah diselenggarakannya sebuah materi yang sangat inspiratif dan solutif yang diberikan oleh narasumber Misriyanti, S.Hum. Sebelum acara dimulai Ketua Kemuslimahan yaitu Nurul Azizah dari Jurusan Teknik Informatika 2015 memberikan sedikit sambutan untuk semua peserta dan berharap materi yang singkat ini dapat memberikan sedikit ilmu dan jawaban yang selama ini mahasiswi atau akhwat cari.

Setelah sambutan, pembawa acara yang dipandu oleh Naila dari Jurusan Sistem Informasi 2016 mempersilahkan narasumber memberikan materinya. “Mendekap Muslimah dalam ukhuwah” merupakan topik pembahahasan yang disampaikan. Ka Misri yang akrab disapa oleh mahasiswa menyampaikan betapa pentingnya seorang perempuana atau akhwat dapat menjaga dirinya terutama mengetahui batasan dirinya untuk berinterkasi dengan lawan jenis. Selain itu Ka Misri menyampaikan kebiasaan yang baik dimulai dengan lingkungan yang baik dan sosial yang mendukung, karena tidak semua tempat seperti kampus khusunya memiliki tempat atau lingkungan yang baik untuk menjaga ukhuwah tali persaudaraan diantara sesama mukmin sendiri.

Ukhuwah merupakan “persaudaraan”, secara islami ukhuwah merupakan jalinan persaudaraan yang berdasarkan iman terhadap Allah. Perbedaan lingkungan mempengaruhi ukhuwah yang ada salah satunya ukhuwah pada kampus. Keadaan lingkungan kampus mempengaruhi keadaan sosial bagi mereka yang berada didalamnya. Selain itu pentingnya wanita menjaga izzah dan ihfah, izzah sendiri memiliki arti kesucian diri sedangkan ihfah yaitu bagaimana kita menjaga memelihara kesucian diri kita. Oleh karena itu perempuan atau akhwat dan laki-laki dan ikhwan ketika mengadakan forum ataupun berbicara santai seperti biasa diharuskan memiliki jarak dan menggunakan pembatas untuk menjaga diri dan tidak berbuat zina seperti zina mata, zina tangan, zina hati, dll.

Menjaga diri dengan menjaga jarak dengan lawan jenis bukanlah salah satu solusi yang benar – benar dapat menjaga kita untuk memberikan penyempurnaan. Puasa Sunnah adalah salah satu bentuk unuk menjaga badan kita agar tebiasa tidak melakukan hal yang tidak diinginkan oleh Allah Swt. Begitulah materi yang disampaikan Ka Misri untuk menjaga ukhuwah sesama muslim dan bagaimana cara kita menjaga diri kita. Selain itu masa remaja merupakan salah satu hal yang rentan akan terkena penyakit merah jambu (cinta)  karena usia remaja merupakan usia rentan terjerumus perzinaan apabila tidak diberi pembekalan yang baik bagaimana cara mengatasi cinta itu sendiri. Perlunya menjaga jarak baik berupa lisan, penglihatan dan pendengaran untuk menghindari terjerumus kepada kemaksiatan. Kalimat terakhir yang disampaikan Ka Misri sebelum mengakhiri materinya beliau berpesan untuk menjaga diri dari segi apapun dan tetap memelihara ukhuwah dalam dunia perkuliahan.

Setelah materi selesai acara dilanjutkan oleh sesi tanya jawab. Salah satu peserta bertanya bagaimana cara mengatasi pandangan laki laki terhadap wanita karena hal tersebut membuat kita risih ketika dipandang. Jawaban yang diberikan oleh Ka Misri adalah apabila kita risih cukup hindari dan pergi. Apabila masih memandangi terus menerus dipersilahkan menggunkan niqab untuk memnutup wajah kita untuk menghindari hal tersebut. Setelah sesi materi dan sesi tanya jawab berakhir, dilanjutkan dengan acara ice breaking yang membuat suasana menjadi rileks dan kembali ceria setelah serius mendengarkan meteri yang sangat menarik. Acara ditutup dengan foto bersama dengan seluruh peserta dan penyerahan piagam kepada pembicara.

Published in Kegiatan Kampus

Pada hari Selasa, 19 September 2017 di Ruang Auditorium STT Terpadu Nurul Fikri diadakan Kuliah Umum yang berjudul “Design Thinking”. Kuliah umum ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa angkatan 2015-2017. Kuliah umum tersebut berbentuk workshop yang dipandu oleh pembicara dan dibantu oleh beberapa fasilitator yang merupakan mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri juga. Fasilitator hanya mendampingi setiap kelompok untuk mengerjakan worksheet yang dipandu oleh pembicara.  Sebelum masuk ke workshop, terdapat sambutan yang dibawakan oleh Ketua STT Terpadu Nurul Fikri yaitu Pak Ahadiyat,S.Sos,M.M.  Setelah sambutan, maka dimulai sesi workshop oleh Pembicara.

Sesi workshop dilakukan selama kurang lebih 3 jam. Pembicara menjelaskan tentang Design Thinking. Desighn thinking merupakan suatu pemikiran yang telah dipakai oleh banyak orang yang telah sukses. Mereka berusaha melawan asumi dari pemikiran yang dibuat oleh mereka sendiri. Misalnya contoh pendiri Teh Botol Sosro sekitar 40 tahun yang lalu Pak Sosrodjojo berpikir bagaimana jika membuat Teh dalam botol lalu dijualnya. Pada saat itu banyak orang menertawakan idenya. Tetapi berdasarkan keyakinannya dan Pak Sosrodjojo telah berhasil mengalahkan asumsi-asumsi yang ada di pikirannya dan lingkungannya, maka ternyata saat ini Teh Botol Sosro sangat digemari oleh banyak kalangan di Indonesia.

Setiap kelompok diberikan beberapa tema untuk nantinya dipilih sebagai tema yang diangkat untuk melakukan brainstorming. Setelah setiap kelompok memilih tema, kemudian mulai melakukan brainstorming dan mengisi lembar kerja yang diberikan oleh pihak CIMB X dengan dipandu oleh fasilitator masing – masing.

Di akhir sesi workshop, terdapat pitching (presentasi terkait hasil brainstorming) yang dilakukan oleh ketua masing- masing kelompok. Setelah sesi pitching, pengumuman mahasiswa berprestasi yang diraih oleh Muhammad Syaiful Romadhon SI 2015 dan Muhammad Isfahani Ghiyat TI 2015. Kuliah selesai kurang lebih pukul 12.15 WIB. Dan setelah kuliah umum, mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri kembali kuliah dengan mata kuliahnya masing – masing.

Published in Kegiatan Kampus
Tuesday, 26 September 2017 13:55

Kelas Mandarin di STT Terpadu Nurul Fikri

Nurul Fikri Global Hub (NFGB) (24/9/17) telah diadakan Trial Kelas Mandarin oleh Fathan Asadudin Sembiring di Gedung B STT Terpadu Nurul Fikri. Trial Kelas ini terbagi menjadi 6 sesi dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Satu kelas terdiri dari 10 orang maksimal dan free atau gratis bagi semua pendaftar. Satu sesi memiliki durasi kurang lebih 2- 3 jam dan disetiap sesi dikupas tuntas bagaimana mempelajari bahasa mandarin dengan mudah.

Fathan sebagai coach/laoshi sangat berpengalaman untuk mengajar sehingga para siswa sangat antusias untuk membangun belajar yang fun (menyenangkan). Di setiap pertengahann sesi, Fathan selalu melakukan klasikal tentang cara pengucapan kata dari bahasa mandarin yang benar. Semua antusias mengikutinya.  Terkadang sesekali satu persatu harus mengucapkan kata yang disuruh untuk diucap, ada yang bisa dan banyak juga yang belum bisa karena memang agak susah penyebutannya.

Peserta berasal dari berbagai macam instansi seperti UI (Universitas Indonesia) , SMK dan dari STTNF sendiri. Bahkan banyak yang belum bisa ikut serta karena kuota sudah penuh. Itu artinya adalah mayoritas orang sangat berminat hanya saja kuota terbatas. Fathan sebagai pemateri sudah 5 tahun di Cina. 2 tahun kuliah beastudi disana dan sisanya kerja di Cina sehingga beliau sudah mahir berbicara bahasa Mandarin bahkan dengan orang Cina sekalipun.

Maka dari itu,  pembicara sangat berpengalaman dalam mengajar.  Selain itu,  pembicara juga memberikan trik bagaimana menulis dan memahami hanzi (tulisan bahasa Mandarin).  Karena ternyata satelah mengetahui triknya,  maka dengan mudah peserta memahami hanzi.  Dalam waktu kurang lebih 3 jam,  peserta dapat memahami Bahasa Mandarin secara menyeluruh konsepnya.

Dengan berakhirnya pemahaman hanzi,  maka berakhirlah sesi kelas Mandarin.  Setelah berakhir,  seluruh peserta disetiap sesi foto bersama dengan pembicara yaitu Laoshi Fathan.  Dan beliau selalu memberikan keyakinan bahwa Bahasa Mandarin mudah untuk dipelajari.

Published in Kegiatan Kampus

Tepat pada tanggal 25 September 2017 STT NF melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Laboratorium Physical Statistic Kyoto University terkait kolaborasi pendidikan yang meliputi kerjasama riset, pertukaran informasi pendidikan, dsb. Profesor Umeno sebagai Kepala Laboratorium Physical Statistic mengatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan tidak dibatasi oleh batas batas negara. Siapapun yang punya mimpi bisa mewujudkan mimpinya jika konsisten dalam kerangka pengembangan iptek.

Menurut beliau, di Jepang 13 tahun yang lalu social media belum banyak seperti sekarang, tapi ada aplikasi sosial media yang disebut Mixi, yang ternyata dibuat pelajar indonesia di jepang, sehingga social media Mixi pernah menjadi terpopuler di Jepang. Sosial media yang terbesar di Jepang itu berkat iptek. Ini merupakan contoh bahwa dengan iptek dan mimpi yang besar, batas-batas negara, batas-batas pendidikan, budaya, dsb bukan menjadi penghalang untuk menjadi lebih maju. Prof. Umeno mengatakan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri diharapkan dapat menjadi titik awal kedua pihak untuk lebih mengembangkan potensi dan mimpi bukan hanya untuk kedua institusi tapi bagi kedua negara.

Dr. Rudi Lumanto, Ketua Yayasan Nurul Fikri dalam sambutannya mengatakan bahwa kerjasama dan kolaborasi adalah sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan di era sekarang. Dengan kolaborasi maka cara pandang akan semakin luas, kemampuan memecahkan masalah menjadi semakin cepat dan akurat. Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri yang unggul dalam riset dan pengembangan bidang aplikasi mobile sangat berbangga bisa melakukan kerjasama dengan Kyoto University.

Selain dengan Kyoto University, Penandatanganan MoU juga dilakukan antara Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri dengan Islamic Boarding School atau Pesantren Al Kahfi. Pesantren Al Kahfi yg meluluskan 300 siswa SMA setiap tahunnya, 40 persennya melanjutkan pendidikan ke bidang iptek. Karena ada kesamaan prinsip yang dimiliki kedua pihak yaitu mencetak lulusan yangg berintegritas, Kerja sama menjadi lebih mudah dan berkelanjutan. Rudi mengatakan lulusan siswa Al Kahfi yang sudah terbangun integritasnya menjadi semakin baik di Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri dan bahkan ditambah dengan kesempatan membangun kemampuan iptek kelas dunia. Dalam penandatanganan MoU ini hadir juga menyaksikan beberapa Direktur dari Perusahaan Fujitsu dan K Optic Jepang.

Published in Kegiatan Kampus

Setelah sukses menggelar aksi kemanusiaan untuk rohingya Senin (10/09/2017), Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri kembali turun untuk menggelar aksi kemanusiaan di Perempatan Juanda Depok Rabu (13/09/2017) pukul 16.00 sampai 18.00 WIB. Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang merupakan gabungan antara LDK Senada, BEM dan DPM STT Terpadu Nurul Fikri.

Aksi kedua ini menjadi aksi galang dana ke jalan terakhir dari kegiatan kemanusiaan untuk rohingya yang sudah di rencanakan, meski begitu mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri tetap mengadakan penggalangan dana perkelas sampai hari sabtu kemarin.

Total dana yang terkumpul dalam aksi tersebut adalah Rp. 8.926.000, mendapat tambahan dari infaq LDK Rp. 2.200.000 sehingg total dana yang di salurkan ke Lembaga Sosial Nasional PKPU Rp. 11.126.000 yang diberikan langsung oleh perwakilan mahasiswa yaitu Ketua LDK Senada ke pihak PKPU.

Published in Pojok Mahasiswa
Page 1 of 24