Thursday, 23 March 2017 06:41

Sekolah Mapres Perdana

Masih dalam satu rangkaian dengan Sekolah Mapres, STT Terpadu Nurul Fikri memulai agenda Sekolah Mapres pada hari Senin pukul 14.00 sd/ selesai. Acara ini dilaksanakan Kampus STT Terpadu Nurul Fikri Gedung B2 dengan peserta yang cukup banyak, Sekolah Mapres perdana ini dilaksanakan untuk melatih para calon Mahasiswa dan mahasiswi berprestasi dalam membuat Curriculum Vitae Mahasiswa Berprestasi.


Agar peserta lebih memahami materi penulisan CV ini, STT Terpadu Nurul Fikri mendatangkan langsung narasumber yang merupakan Alumni Mapres Universitas Indonesia Fakultas FMIFA angkatan 2011, Beliau adalah Andika Rizky Sulyat. Andika mengawali materinya dengan memperkenalkan diri dan menceritakan beberapa pengalaman luar biasa yang bisa didapatkan dari mengikuti Sekolah Mapres, “Dengan kita ikut serta dalam Mapres ini, akan banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan, salah satunya adalah kita bisa mendapatkan banyak teman sehingga dapat memperluas jaringan dan kita juga bisa dengan mudah mendapatkan informasi mengenai beasiswa untuk S2 dalam negeri maupun luar negeri” Ungkap Andika dengan semangat untuk memberikan motivasi kepada peserta sekolah mapres ini.


Sebenarnya semua mahasiswa bisa menjadi mapres asalkan memiliki niat dan kemauan karena syarat utama menjadi mapres adalah Prestasi akademik, kreatif dan memiliki attitude yang baik, seiring waktu berjalan semua itu bisa kita lakukan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemilihan mahasiswa berprestasi dewan juri akan menilai dari prestasi yang dimiliki, berbahasa inggris, mengumpulkan karya tulis originalnya, CV dan mempresentasikan karya tulisnya dengan baik.


Oleh karena itu penulisan CV menjadi salah satu penilaian utama dalam pemilihan mapres ini. CV sendiri memiliki tipe yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan utama dibuatnya CV, seperti CV untuk magang, CV untuk bekerja dan CV untuk mahasiswa berprestasi. Untuk format penulisan CV mahasiswa berprestasi sedikit berbeda karena CV untuk mahasiswa berprestasi menitik beratkan ada prestasi yang dimiliki atau yang pernah didapatkan seperti penghargaan dan prestasi internasional.


CV mapres pada paragraph pertama akan membahas biograpi diri serta pengalaman-pengalaman prestasi yang dimiliki, dilanjutkan dengan pengalaman organisasi, prestasi internasional dan prestasi-prestasi lainnya. Konten yang muat dalam CV mapres akan lebih banyak menampilkan prestasi, selain itu menulis CV dalam Bahasa inggris akan menjadi nilai tambah untuk calon mahasiswa berprestasi dibandingkan dengan format tulisan berbahasa Indonesia, dan yang tidak boleh dilupakan adalah format penulisan tanggal atau tahun prestasi harus disamakan.


Semoga dengan awal materi sekolah mapres ini Calon Mahasiswa Berprestasi STT Terpadu Nurul Fikri memiliki semangat yang semakin membara dan selalu berdoa kepada Allah SWT.

Published in Pojok Mahasiswa
Tuesday, 14 March 2017 09:32

Grand Opening Sekolah Mapres

Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri saat ini sudah memasuki pertengahan semester genap, biasanya saat-saat seperti ini mahasiswa dan mahasiswi akan disibukan dengan berbagai kegiatan di kampus mulai dari kegiatan organisasi yang diikuti, hingga kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh STT Terpadu Nurul Fikri. Di semester genap ini STT Terpadu Nurul Fikri membuka kegiatan Sekolah Mapres, Sekolah Mapres merupakan tahapan pembelajaran yang inspiratif. Kompetisi mapres menyadarkan bahwa pada akhirnya tidak ada batasan awal dan akhir untuk belajar, tidak ada batas disiplin yang harus membatasi keinginan kita untuk belajar dari perspektif lain.

Senin (13/03/2017) pukul 16.00 sd/ 18.00 STT Terpadu Nurul Fikri resmi membuka kegiatan ini yang diikuti oleh semua peserta. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan Tilawah dan sambutan dari perwakilan STT Terpadu Nurul Fikri sekaligus Grand Opening ajang tahunan Sekolah Mapres yang dilaksakan di Auditorium STT Terpadu Nurul Fikri. Kegiatan ini juga di isi dengan sesi Talkshow Inspiratif dengan tema "Be Great Trought, Dreams, Actions, Prays" bersama Finna Handafiah sebagai Mapres Universitas Indonesia 2016 dan Hendra Adityawijaya seorang Junior Analyst yang merupakan Alumni STT Terpadu Nurul Fikri yang menjadi Mapres 2014.

Mengapa mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri ini harus ikut berpartisipasi dalam ajang tahunan ini ? Karena dengan ikut berpartisipasi dalam ajang ini kamu bisa :

  1. Mengukur kemampuan yang telah dibangun semasa kuliah. Merefleksikannya untuk menjadi peningkatan kapasitas diri.
  2. Memiliki kesempatan menciptakan ide solusi yang kontribustif bagi masyarakat dan dapat menjadi suatu katalisator bagi mahasiswa untuk menggunakan ide inovatifnya dalam masalah terkini masyarakat.
  3. Bisa berbagi dan menginspirasi orang lain. Dengan menjadi Mapres suara kita akan lebih didengarkan oleh publik yang lebih luas serta dapat menyebarkan semangat berprestasi dan kontribusi untuk masyarakat dan ikut membangun Indonesia yang lebih baik.

Pada sesi Talkshow Inspiratif kedua pembicara memaparkan data diri beserta pengalaman yang didapatkan selama menjadi mahasiswa berprestasi. Antusiasme para peserta cukup tinggi saat sesi talkshow, hal ini bisa dilihat dari keseriusan peserta dalam mendengarkan penjelasan kedua pembicara mengenai Mapres serta kata-kata pembicara yang memotivasi para peserta sehingga semangat untuk mengikuti Sekolah Mapres ini semakin bertambah.

“Mahasiswa berprestasi itu biasanya identik dengan mahasiswa yang unggul dibidang akademik dengan Indeks Prestasi yang tinggi, tapi Mahasiswa berprestasi juga harus memiliki kreatifitas dan rasa ingin tahu yang tinggi serta tak lupa, mahasiswa berprestasi juga harus memiliki atitude yang baik sehingga bisa menjadi pribadi yang unggul tak tanya di kampus tapi juga ditengah-tengah masyarakat Indonesia atau bahkan dunia” ujar Hendra Adityawijaya saat memberikan pendapatnya mengenai Mahasiswa berprestasi.

Finna juga menjelaskan bahwa menjadi mahasiswa berprestasi itu memiliki banyak kesempatan dan merasakan banyak manfaat karena mengikuti ajang mahasiswa berprestasi ini melatih diri sendiri menjadi lebih teratur dan mengetahui mana saja aktifitas yang harus diprioritaskan untuk mencapai goals yang sudah diinginkan.

Masih banyak pelajaran dan pengalaman yang akan kita dapatkan dalam sekolah Mapres ini, oleh karena itu siapkan diri dan tingkatkan semangat karena kita baru saja memulai pelajaran untuk mencapai kesuksesan dan menunjukan prestasi diri di mata dunia.

Published in Kegiatan Kampus
Wednesday, 04 January 2017 02:10

Hafidzoh Kembar di Kampus Nurul Fikri

Afifa Diniputri dan Latifa Diniputri, putri ke- 4 dari pasangan Bapak Sutadi dan Ibu Tri Wahyuni ini sudah menjadi bagian STT Terpadu Nurul Fikri sejak tahun 2016. Jurusan Sistem Informasi menjadi pilihan hafidzoh kembar ini.

Jauh sebelum memiliki status sebagai mahasiswi, Afi dan Tifa, begitu akrab mereka disapa, sudah memulai menghafal Al-Qur’an. Sejak TK sudah mulai menghafal surat-surat pendek, seperti Surat An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan sebagainya. Terus tumbuh dan memasuki tingkat SD, si kembar ini melanjutkan hafalannya hingga berhasil menghafal hampir satu juz (juz 3)0 sampai lulus dari SDIT Baiturrahman Jakarta

Melanjutkan hafalan dari Juz terakhir hingga berhasil menghafal 5 Juz (Juz 26 – juz 30) semasa di SMPIT YAPIDH. Tak puas dengan hafalan yang sudah dimilikinya, Afi dan Tifa melanjutkannya dengan menghafal dari Juz awal sampai berhasil menuntaskan targetnya di SMAIT YAPIDH, yaitu 5 juz pertama (Juz 1 – Juz 5).

Untuk sampai pada titik ini tentu ada perjuangan yang harus di bayarnya, Afi dan Tifa harus menyisihkan waktunya untuk menghafal dan murajaah (mengulang), guna menjaga hafalan sebelumnya. Biasanya setelah maghrib, mereka murajaah hafalan masing-masing, lalu membaca ayat yang akan dihafalnya untuk di setorkan keesokannya. Di sepertiga malam, waktu yang dipilih mereka untuk menghafal. Setiap harinya Afi dan Tifa di targetkan menghafal 3 baris, dan disetorkan setiap sore kepada ustadzah-nya. Begitu terus hingga setiap semester diadakan ujian. Uniknya, ketentuan disana mengharuskan orangtua hadir, duduk disamping putra/i-nya yang akan ujian, begitupun Afi dan Tifa tentunya. Walaupun hadir rasa “dag dig dug” tapi inilah salah satu bukti dukungan moral dari orangtua peserta didik.

Dilanjutkan kuliah di STT NF, Afi dan Tifa berharap dapat menuntaskan hafalannya, yaitu 30 Juz sebelum lulus dengan mengikuti program tahsin dan tahfidz.

Published in Pojok Mahasiswa