Wednesday, 04 January 2017 02:10

Hafidzoh Kembar di Kampus Nurul Fikri

Afifa Diniputri dan Latifa Diniputri, putri ke- 4 dari pasangan Bapak Sutadi dan Ibu Tri Wahyuni ini sudah menjadi bagian STT Terpadu Nurul Fikri sejak tahun 2016. Jurusan Sistem Informasi menjadi pilihan hafidzoh kembar ini.

Jauh sebelum memiliki status sebagai mahasiswi, Afi dan Tifa, begitu akrab mereka disapa, sudah memulai menghafal Al-Qur’an. Sejak TK sudah mulai menghafal surat-surat pendek, seperti Surat An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan sebagainya. Terus tumbuh dan memasuki tingkat SD, si kembar ini melanjutkan hafalannya hingga berhasil menghafal hampir satu juz (juz 3)0 sampai lulus dari SDIT Baiturrahman Jakarta

Melanjutkan hafalan dari Juz terakhir hingga berhasil menghafal 5 Juz (Juz 26 – juz 30) semasa di SMPIT YAPIDH. Tak puas dengan hafalan yang sudah dimilikinya, Afi dan Tifa melanjutkannya dengan menghafal dari Juz awal sampai berhasil menuntaskan targetnya di SMAIT YAPIDH, yaitu 5 juz pertama (Juz 1 – Juz 5).

Untuk sampai pada titik ini tentu ada perjuangan yang harus di bayarnya, Afi dan Tifa harus menyisihkan waktunya untuk menghafal dan murajaah (mengulang), guna menjaga hafalan sebelumnya. Biasanya setelah maghrib, mereka murajaah hafalan masing-masing, lalu membaca ayat yang akan dihafalnya untuk di setorkan keesokannya. Di sepertiga malam, waktu yang dipilih mereka untuk menghafal. Setiap harinya Afi dan Tifa di targetkan menghafal 3 baris, dan disetorkan setiap sore kepada ustadzah-nya. Begitu terus hingga setiap semester diadakan ujian. Uniknya, ketentuan disana mengharuskan orangtua hadir, duduk disamping putra/i-nya yang akan ujian, begitupun Afi dan Tifa tentunya. Walaupun hadir rasa “dag dig dug” tapi inilah salah satu bukti dukungan moral dari orangtua peserta didik.

Dilanjutkan kuliah di STT NF, Afi dan Tifa berharap dapat menuntaskan hafalannya, yaitu 30 Juz sebelum lulus dengan mengikuti program tahsin dan tahfidz.

Published in Pojok Mahasiswa