Senin, 16 Juli 2018 02:34

Dosen dan Mahasiswa STTNF berkontribusi dalam Sarasehan Teknologi Informasi Untuk Koperasi

Written by  STTNF
Rate this item
(0 votes)

Dalam rangka memperingati Hari Koperasi 12 Juli, PT SKK - Perseroan milik koperasi, Tanibox dan komunitas BlankOn menyelenggarakan acara Sarasehan Teknologi Informasi untuk Gerakan Koperasi Indonesia bertema “Teknologi BLOCKCHAIN untuk Koperasi”. Koperasi masa kini, apalagi ke depan, mau tidak mau harus memanfaatkan dan menerapkan teknologi informasi (TI) yang telah berkembang sedemikian pesat dan masif, jika tidak ingin tertinggal, mengalami kemunduran, bahkan bisa jadi lenyap.

Selasa (10/7), Pembukaan acara dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan KUKM Provinsi Bali, dihadiri oleh 40 peserta dari Kepala bagian, Staf Manager IT, General Manager, Pengurus dan Pengawas Koperasi juga dihadiri oleh 72 orang lebih dari 40 orang yang diundang, berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Lampung, Babel, Jabar, Jatim, Bali sendiri, bahkan luar negeri yaitu Timor Leste tersebut, menghadirkan nara sumber pakar TI dari Jakarta, Bandung, Jawa Tengah dan Jawa Timur; Pengembang BlankOn dan komunitas FLOSS Indonesia; PT Sakti Kinerja Kolaborasindo, yaitu perseroan milik koperasi, didirikan oleh beberapa Koperasi (CU, Kopdit, KSP) sebulan lalu di Probolinggo.

Pembicara pertama oleh Rusmanto Maryanto (Dosen Teknologi dan Sistem Informasi Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STTNF)) membahas tentang Teknologi BLOCKCHAIN untuk Koperasi, berbicara tentang Blockchain dari dasar, cara kerja, istilah, teknologi yang digunakan Blockchain dan ide kolaborasi yang dapat digunakan oleh koperasi. Rusmanto, narasumber dari pengurus Asosiasi Open Source Indonesia memaparkan bahwa blockchain adalah teknologi masa depan untuk data yang sangat besar dan kompleks, terdistribusi sehingga tersederhanakan, terkontrol, aman dan fair. Koperasi bisa menerapkan teknologi ini untuk berbagai transaksi antar dan antara anggota, antar dan antara lembaga koperasi secara aman dan fair, tanpa harus melalui pihak ketiga seperti bank dan sebagainya. Lebih jauh, beliau mengatakan bahwa teknologi blockchain telah diterapkan oleh asosiasi Credit Union di Amerika (CUNA dan MWCUA) dengan membentuk CULedger.

photo 2018 07 16 09 33 51

Pembicara kedua membawakan tema Kolaborasi Koperasi dan Komunitas FLOSS Indonesia, narasumber: Firdaus Putra, beliau memulai dengan membuka data dan fakta yang terjadi di dunia sekaligus bagaimana gagasan berkolaborasi antara Koperasi dan Komunitas FLOSS mewujudkan demokrasi ekonomi yang tidak lagi dipegang oleh 1 orang melainkan semua anggota koperasi. Pendiri dan CEO Kopkun Institute tersebut mengusulkan agenda strategis koperasi mendatang antara lain: konsolidasi pasar bersama melalui teknologi keuangan, rekayasa kelembagaan koperasi melalui pemekaran, dan kolaborasi multipihak.

Pembicara ketiga perkenalan PT Sakti Kinerja Kolaborasindo (perseroan milik koperasi)–PT SKK-SAKTI oleh Hanna dan Tim SiCUNDO-SAKTI yang memperkenalkan sebuah Aplikasi SAKTI.Link yang merupakan aplikasi untuk anggota yang terdaftar di koperasi dimana koperasi tersebut menggunakan SAKTI.Online. SAKTI.Link mempermudah anggota untuk mengakses informasi saldo rekening ponsel, pembayaran SAKTI.Pay, cek transaksi SAKTI.Pay, dll. Adapun proses registrasi yang mudah menggunakan KTP/SIM untuk identitas resmi dan mendapatkan token yang dikirimkan melalui sms dan mendapatkan Cashback setelah diminta untuk registrasi aplikasi sakti link.

Dan pada kesempatan berbeda dihari kedua Endy Chandra, Direktur PT SKK memperkenalkan MyCOOP, salah satu produk PT SKK. Di dalamnya ada berbagai fitur yang bisa dimanfaatkan oleh koperasi mana pun dan anggotanya untuk saling terhubung dan bertransaksi secara mudah dan aman. Misi besarnya adalah bagaimana membuat koperasi Indonesia besar, menyatu dalam perbedaan dan kuat.

Pembicara keempat oleh Ibu Retno Ika (CPO dari TaniBox), memulai dengan memperkenalkan TaniBox sebagai perusahaan terintegrasi teknologi menerapkan Blockchain dan IoT, menyajikan data problem yang terjadi disitu timbul peluang dan potensi koperasi di sektor Agrikultur. Produsen (petani, koprasi petani, pengusaha agri kulture) Mitra (terlibat dalam membantu proses Produsen) hingga sampai ke tangan Konsumsi, dan sebagian belajar dari ahli di bidang teknologi dari negri tetangga Estonia (Sebelah selatan Finlandia).

Fenomena dihari kedua, Pesta Rilis BlankOn XI Uluwatu. Tim BlankOn membuat 2 sesi dimana sesi awal dijelaskan oleh Estu Ferdani selaku manajer rilis BlankOn XI Uluwatu yang menjelaskan tentang awal BlankOn, komposisi Tim Pengembang dan Proyek dimana hasil dari komunitas BlankOn adalah mencetak SDM yang kompeten dari bidang melalui kontribusi di Proyek Open Source. Dilanjutkan oleh pembicara kedua dari Tim Humas Blankon dimana menjelaskan Fitur-fitur terbaru BlankOn XI Uluwatu yang baru Rilis Bulan Mei 2018, tantangan pemanfaatan teknologi di global yang serba cepat dan kolaborasi yang dapat terjalin dengan koperasi. Mahasiswa STTNF yang ikut serta berperan dalam komunitas ini adalah Herpiko sebagai Koordinator Riset di BlankOn dan Slamet Santoso sebagai Koordinator Humas di BlankOn.

photo 2018 07 16 09 33 53

Rilis BlankOn XI Uluwatu oleh komunitas FOSS (free open source software) rupanya memberi aksen atas semangat demokrasi, kemerdekaan dan kejujuran dalam membangun keadaban ekonomi koperasi.

Referensi sumber:
https://baliberkarya.com/index.php/read/2018/07/12/201807120002/Teknologi-Informasi-Keharusan-bagi-Koperasi.html
https://docs.google.com/document/d/1PavVtmKCvzTTV5XPpq_Zr-bB5ASXTcwyhwOKSFJgVX4/edit
https://play.google.com/store/apps/details?id=io.db.saktiAnggota&hl=in

Read 1707 times Last modified on Senin, 16 Juli 2018 03:43