Senin, 03 Desember 2018 15:51

Muhammad Fadhil Hilmi : ”Anak Daerah Jangan Menyerah, Percaya Dengan Kemampuan Untuk Meraih Mimpi”

Written by  Tika Ayati
Rate this item
(0 votes)

Sumatera Barat, salah satu provinsi di Indonesia rupanya bukan saja menyimpan banyak keindahan alam namun juga memiliki putra-putri bangsa dengan potensi yang luar biasa, Muhammad Fadhil Hilmi salah satunya. Laki-laki yang berasal dari desa Pariangan, Sumatera Barat—salah satu desa yang indah karena lokasinya di lereng gunung berapi—ini memang memiliki kisah yang cukup unik untuk diulik.

Muhammad Fadhil Hilmi dibesarkan dan mengenyam pendidikan selama 9 tahun di ibu kota Jakarta. Hilmi—begitu sapaan akrabnya—menikmati bangku sekolah di Jakarta hingga jenjang SMP. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama lalu ia melanjutkan pendidikan SMAnya di daerah asal, Sumatera Barat. Saat menempuh jenjang SMP dirinya mengaku tak pernah semangat belajar serta enggan bersosialisasi dengan teman sebaya. Kondisi yang berbanding terbalik ketika dirinya memasuki bangku SMA. Merasa paling keren, gaul serta paling unggul dan paling pintar sebagai ‘anak Jakarta’ membuatnya angkuh. Yang lama-kelamaan membuat lelaki yang kini berusia 21 tahun ini tak nyaman karena terus berprilaku yang bertentangan dengan naluri hati kecilnya sebagai makhluk sosial. Hingga akhirnya ia menyesali perbuatannya tersebut dan tak ingin lagi meremehkan orang lain.

Berawal dari bantuan saudaranya, Hilmi bertekad menjadi pribadi yang lebih baik. Berjanji untuk mempersembahkan usaha terbaik di setiap langkah, mulai bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, serta tidak akan pernah menyerah. Mengantarkannya meraih posisi sebagai salah satu siswa yang mendapat peringkat 10 besar. Tak hanya itu, Hilmi pun berhasil meraih penghargaan sebagai juara dua lomba Blogging Cybercity. Tentu ini merupakan prestasi yang cukup membanggakan dan bukan hal yang didapat dengan percuma, namun dengan perjuangan yang luar biasa. Bertransportasikan sepeda ontel dan belajar komputer hingga pukul 11 malam rela dilakukan demi menempati janji memberikan yang terbaik termasuk di moment sebagai peserta lomba Blogging Cybercity ini.

Merasa terombang-ambing untuk mengambil langkah setelah menyeselesaikan pendidikan SMA, membuatnya terus meminta pada Allah untuk ditunjukan jalan terbaik yang harus ditempuh. Hingga akhirnya ia mendapatkan pertolongan tersebut yang lagi-lagi melalui saudaranya sebagai perantara. Mencoba mengikuti tes masuk Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN dan SBMPTN menjadi pilihannya di tahun pertama setelah lulus SMA. Namun sayangnya ternyata keberuntungan belum memihak pada Hilmi. Sosoknya yang berpegang teguh pada prinsip “Proses tidak akan pernah mengkhianati hasil” membuatnya mencoba mengikuti tes kembali di tahun berikutnya yang tentunya juga dengan usaha dan doa yang lebih besar. Tapi kembali disayangkan, ternyata Dewi Fortuna belum juga memihak. Keadaan tersebut tak membuatnya menyerah, tekadnya untuk melanjutkan pendidikan tetap membara.

Berawal dari sebuah seminar yang diadakan STT-NF dengan menghadirkan pembicara hebat yang kemudian mengantarkannya seperti saat ini, menjadi titik balik atas segala harapan dan mimpi yang harus diraih. Tidak pantang menyerah dan fokus dengan tujuan adalah kata yang pantas untuk menggambarkan sosoknya yang terus berusaha untuk melampui kemampuan yang dimilikinya. Aktif di organisasi BEM sebagai Menteri Pendidikan dan keilmuan (P & K), menjadi Project Officer pada kegiatan incubator PKM, mendapatkan gelar Mahasiswa Berprestasi di STT-NF dan menjadi asisten dosen Database selama dua tahun menjadikan pemuda Pariangan ini memiliki nilai diri yang tidak dimiliki oleh orang lain. “Kampus boleh kecil tapi pikiran harus seluas dunia” itulah pesan yang diberikan Hilmi kepada rekan mahasiswa STT-NF seperjuangan terutama untuk dirinya sendiri agar tetap menjadi pribadi yang beryukur dan pantang menyerah dengan keadaan.

Read 66 times