Kisah dan Curhat

Kisah dan Curhat (94)

           Cica Nurlatifa Adalah Mahasiswi STT NF Jurusan Sistem Informasi 2016. Saat ini rutinitas dia selain Kuliah adalah Mengajar di Rumah Inspirasi Anak Langit (suatu Lembaga kemanusiaan). “Suatu kebanggaan tersendiri bisa kuliah sambil berbagi ilmu pengetahuan kepada adik adik yang lain yang membutuhkan akan pengajaran selain di sekolah dasar” ujarnya. Selain itu Cica juga adalah Mahasantri di Asrama Indonesia Foundation di daerah Pondok Cina.

Asrama yang khusus untuk para Mahasiswa Penghafal Al- Qur’an. Ia juga Mahasiswi yang aktif berorganisasi, saat ini dia aktif di LDK Senada, salah satu Lembaga Organisasi dakwah di kampus STT Terpadu Nurul Fikri, Selain aktif di Senada ia juga Aktif di Organisasi GEN Qur’an yaitu suatu Program yang berkegiatan membaca memahami juga mentadzaburi isi Al-Qur’an.

            Nahh.. seperti inilah rasanya Study di STT Terpadu Nurul Fikri yang memberikan kesempatan untuk Mahasiswa nya bisa mengembangkan diri dengan berbagai aktivitas di luar kampus misal ada Mahasiswa yang Mengajar, ada Mahasiswa yang meniti karir di dunia industri dan sebagainya. Sehingga para Mahasiswa dapat membagi juga me-managemen kan waktu nya sebaik mungkin namun masih bisa memfokuskan diri juga untuk belajar sungguh – sungguh di kampus.

Hai Sobat Nufian!! Ada Kisah menarik nih yang datang dari Salah satu Mahasiswa STT Terpadu Nurul fikri yang satu ini ..

Tak di sangka Mahasiswa yang bernama lengkap Muhammad Ibnu Al-fida ini ternyata Jago ngoding nyaa lhoo!! bahkan MySQL Sudah tak asing lagi untuk diopreknya selain itu kemampuan dia juga dalam perihal keagamaan nya mantep pisan ternyata. “Allhamdulillah Saya bisa mengkhatamkan Hafalan Al-Qur’an dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun” ujarnya.

Mahasiswa yang akrab dipanggil Ibnu itu selain sibuk kuliah, dia juga mengabdi di Yayasan GEMMA (Gemar Membaca dan Menghafal Al-Qur’an) di Kota Bogor sebagai Pengajar. Hal tersebut tidak mengurangi sedikitpun semangatnya untuk terus belajar. Selain sibuk mengajar AL-Qur’an dan kuliah, dia juga aktif berorganisasi. Saat ini Ibnu menjadi bagian dari GEN Qur’an . Yaitu salah satu Organisasi di STT Terpadu Nurul Fikri yangmempelajaricaramembaca danmentadabburi isi Al_Qur’an. Tak Ada kata menyerah dalam hidup nya untuk hal-hal yang mengandung Kebaikan.

Sudah menjadi visi dari STT Terpadu Nurul Fikri untuk mencetak mahasiswa dengan menerapkan karakter NICE (Novelty, Integriti, Care, Excellence) yaitu selain jago IT namun juga dalam masalah kepribadian mahasiswa nya sangat menerapkan nilai nilai Agamis, maka tidak heran membuat jebolan para Alumni Mahasiswa yang selain hebat dalam Ilmu Teknologi nya namun juga hebat dalam karakter rohani yang Agamis.

Hallo sobat Nurul Fikri, kali ini kita kedatangan kisah baru lho.. baru – baru ini STT Terpadu Nurul Fikri tengah melaksanakan program Pilmapres (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) dan keluarlah dua nama sebagai Mapres Utama yaitu Lia Khoerunnisa mahasiswi STT Terpadu Nurul Fikri jurusan Sistem Informasi 2016 dan Mapres Terfavorit yaitu Ayu Amalia Mahasiswi STT Terpadu Nurul Fikri Jurusan Sistem Informasi 2017.

Ada hal yang menarik datang dari pemenang Pilmapres kategori Mapres Terfavorit, yap mahasiswi yang akrab dipanggil Ayu ini berhasil menjadi Mapres Terfavorit setelah melalui rintangan yang berat. Yah bagaimana tidak, mahasiswi yang juga aktif berorganisasi dan kegiatan kemasyarakatan ini harus mengatur waktunya yang begitu padat untuk bisa mengikuti seleksi dan pelatihan Pilmapres dan juga keakademikan. “Aku seneng banget Ya Alloh.. Alhamdulillah.. Nggk sangka bisa jadi mapres terfavorit, semua ini juga berkat dukungan temen – temen semua.. terimakasih” ujar ayu, mengutarakan rasa syukurnya.

Dengan kesibukannya kerap kali ayu susah mengatur waktu sehingga menimbulkan masalah, tapi dengan semangatnya, dia tidak pernah menyerah. “Yah seringkali aku down tapi ada temen yang nyemangatin gitu.. harus bangkit lagi..” ujar ayu. Selain kesibukan kuliah, mahasiswi yang mendapat gelar Mapres terfavorit ini juga adalah seorang Guru di SMP Terbuka Nurul Fikri. Dengan niat mengabdi kepada masyarakat, dia ingin pengetahuannya bisa bermanfaat bagi orang lain dengan cara mengajar.

Sampai saat ini, Ayu sedang mengikuti program Pertukaran Pelajar Indonesia-Malaysia. Sungguh kisah yang sangat menyentuh datang dari seorang biasa yang gigih dalam berusaha dan pantang menyerah. Lanjutkan perjuanganmu.

Minggu, 03 Maret 2019 08:55

Syafitri Adjizah, Mahasiswa Berjiwa Pemberani

Written by

Syafitri Adjizah atau yang akrab disapa Fitri ini merupakan salah satu mahasiswa STT-NF jurusan Teknik Informatika. Wanita berwajah imut ini, kini tengah duduk di bangku semester 3. Pertama ia mengenal STT-NF berawal dari sang kakak tingkat yang juga merupakan mahasiswa STT-NF. Selain itu banyak mahasiswa berprestasi di STT-NF yang juga menjadi alasan ia berkuliah di kampus berlogo biru itu. Sebagaimana statusnya kini, kesibukan Fitri yaitu berkuliah. Sebagai mahasiswa, Fitri menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa itu harus berani dan optimis. Berani dalam hal kebenaran serta optimis dalam menggapai sesuatu. Itu yang harus melekat pada jiwa seorang mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang berani dan berjiwa optimis, menurut Fitri keputusan yang diambilnya untuk berkuliah di NF merupakan sebuah keputusan yang sangat tepat, disamping NF sebagai kampus islam yang mengajarkan keberanian dan keoptimisan dalam belajar, mahasiswa serta dosen di STT-NF pun sangat ramah dan saling membantu sehingga keadaan tersebut mampu menciptakan rasa nyaman dalam menuntut ilmu.

 

Selain sibuk belajar di kelas, Fitri pun ternyata sibuk berorganisasi. Menurutnya, dengan berorganisasi kita dapat mengupgrade diri dan menjadi mahasiswa yang berkualitas. Setelah lulus dari STT-NF, Fitri mempunyai cita-cita yang sangat mulia yaitu dapat membuat sebuah aplikasi yang berguna bagi masyarakat. Dan cita-cita tersebutlah yang mendorong Fitri untuk terus belajar dengan semangat agar apa yang didambakan bukan sebatas khayalan namun kenyataan. Di samping itu, profesi yang saat ini sangat diminati Fitri ialah Enterpreneur. Seperti prinsip yang digenggamnya, Fitri berpesan bahwa seorang mahasiswa harus berani mengambil tindakan, optimis dalam berfikir serta tetap harus berbuat baik kepada orang lain dan rendah hati, karena menjadi berani itu tidak harus sombong.

 

 

Minggu, 03 Maret 2019 08:49

Nirmawati, Mahasiswa Pejuang Cita-cita

Written by

Setelah lulus dari SMA dan memutuskan melanjutkan jenjang studinya di STT-NF, wanita mungil, berparas cantik dan memiliki senyum indah ini memang merupakan salah satu wanita hebat dalam berbagai bidang, salah satu kehebatan yang dimilikinya yaitu mampu menjadi salah satu asisten dosen di STT-NF. Mahasiswi yang berhasil meraih gelar S.Kom dalam waktu 3.5 tahun di jurusan Teknik Informatika ini sangat bersyukur dapat menyelesaikan studinya sesuai target yang telah dibuat. Berbicara tentang STT-NF, awal mula Nirma mengenal STT-NF yaitu dari sebuah bimbel Nurul Fikri. Karena pada dasarnya Nurul Fikri adalah yayasan swasta yang berfokus pada bidang pendidikan yang dimulai dengan bimbel dan berkembang menjadi sekolah Formal mulai dari SD, SMP, SMA hingga Sekolah Tinggi. Seperti pada umumnya pemuda, Nirma memiliki sebuah cita-cita. Cita-cita Nirma setelah lulus begitu mulia yaitu ingin membantu masyarakat melalui IT sesuai dengan jurusan yang diambilnya.

 

Nirma ternyata bukan hanya aktif di perkuliahan saja tetapi juga aktif berorganisasi di kampus. Menurutnya, dengan berorganisasi dapat melatih diri memiliki jiwa kepemimpinan dan mengembangkan potensi. Dirinya percaya berorganisasi bukan hanya berkumpul dan menyatukan pikiran dalam mencapai tujuan tetapi dapat memunculkan jati diri sebagai mahasiswa. Adapun profesi yang diminati Nirma saat ini ialah menjadi seorang programmer. Menurutnya menjadi programmer merupakan hal yang menantang dan profesi yang jarang dimiliki seorang wanita.

Wanita satu ini sering disapa Indri, mempunyai nama lengkap Indria Sani Muslimah, merupakan mahasiswa STT-NF semester 1. Ia mengambil jurusan Teknik Informatika. Jarang lho ada perempuan yang terjun di bidang Informatika. Sedangkan Ia merupakan lulusan SMK yang berada di Yogyakarta dari jurusan akuntansi. Perbedaan jurusan yang Ia ambil di STT-NF, tidak membuatnya patah semangat. Ia justru lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran yang ada. Indri juga pernah menjuarai Lomba Debat tingkat SMK di Yogyakarta. Tidak hanya itu saja, Indri juga aktif berorganisasi baik itu organisasi kampus maupun masyarakat. Di STT-NF, Indri mengambil kelas karyawan karena sambil menutut ilmu, ia juga bisa bekerja. Untuk pekerjaan saat ini yaitu mengajar bimbel dan mengajar robotik tingkat SD. Walaupun kuliah sambil kerja, tak membuatnya ketinggalan info seputar kampus. Agenda yang ada di kampus berusaha Ia ikuti. Karena menurutnya disinilah management waktu dirasa begitu penting. Dan Ia pun percaya semangat yang tinggi dapat mengantarkannya menuju kesuksesan.

 

STT-NF menjadi kampus pilihannya untuk melanjutkan studinya karena mampu memberikan fasilitas yang sangat nyaman untuk belajar. Baginya STT-NF menjadi sekolah tinggi yang sangat pas untuk dapat mengembangkan potensi diri dalam bidang teknologi, entah itu jurusan Sistem Informasi maupun Informatika. Karena seperti kita ketahui di era milenial seperti sekarang ini, peran teknologi memang begitu penting. Dan sesuatu yang menjadi ‘pegangan’ bagi Indri ialah jangan takut gagal dan mudah mengatakan lelah, karena kitalah yang akan membuat kisah menarik di masa muda, sebelum masa tua tiba.

Minggu, 03 Maret 2019 08:31

Adella Nurrinjani : Skill Adalah Emas

Written by

Adella Nurrinjani, akrab disapa Adelle merupakan salah satu mahasiswi STT-NF jurusan Informatika. Mahasiswa lulusan pondok pesantren Darussalam ini bertempat tinggal di Cilodong. Setelah lulus pesantren Adelle mengambil kuliah kelas karyawan di STT-NF. Disamping kegiatannya di kampus, Ia juga bekerja sebagai seorang guru. Adelle mengajar di SMPIT dan SMAIT sebagai guru bahasa arab. Dengan kesibukannya dalam bekerja, ternyata tidak mengurangi semangatnya dalam berkuliah.

Memiliki skill bagaikan mempunyai emas, itulah prinsip yang dianutnya. Skill atau kemampuan menurut Adelle salah satu hal yang wajib dimiliki untuk dapat beradaptasi di masyarakat secara nyata, itulah alasan dirinya berprinsip demikian. Salah satu skill yang dimiliki Adelle saat ini yaitu kemampuan berbicara dalam bahasa Arab. Hal tersebut dibuktikan dengan pengalamannya saat Adelle masih menimba ilmu di Pondok Pesantren Darussalam, dirinya berhasil memenangkan Lomba Debat Bahasa Arab sebagai juara 3 dan Lomba pidato Bahasa Arab sebagai juara 2 di sekolahnya. Tidak hanya mengajar bahasa Arab saja, ternyata Adelle pun memiliki suatu bisnis. Bisnis yang sedang ia kelola yaitu onlineshop. Jadi, menjadi mahasiswa itu tidak hanya duduk di kelas saja, tetapi juga harus mempunyai softskill sekaligus mampu terjun di dunia bisnis. Karena hal demikian dapat menciptakan mahasiswa yang berintegritas dan berjiwa pemimpin. Adelle juga mempunyai moto hidup yaitu Berjuang dan berjihadlah, jangan bermalas-malasan karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang bermalas-malasan.

Siapa sangka wanita berbadan mungil, berwajah bulat dan memiliki senyum kecil yang lembut ini adalah sosok yang sangat berjuang keras untuk meraih mimpi. Pantang menyerah, mungkin itulah kata yang dapat menggambarkan dirinya. Memiliki rutinitas bangun pagi, sarapan, sholat subuh, tadarus, dan kuliah menjadikan kebiasaan tersebut terlihat biasa-biasa saja di mata kebanyakan orang. Namun ternyata ada hal yang tidak disangka dari wanita yang akrab dipanggil Lia ini, pasalnya ia merupakan seorang Public Speaker yang cukup handal dalam bidang yang tengah digelutinya tersebut.

Menulis menjadi hobi yang sangat digemari Lia dan dari hobi inilah ia mengasah kemampuannya dalam hal tulis-menulis. Lia merupakan sosok yang unik karena mencintai  berbagai perbedaan dan tantangan, disiplin, percaya diri, serta memiliki komitmen tinggi. Sisi kepribadian itulah yang mengantarkan dirinya menjadi public speaker yang adaptable dengan berbagai acara yang dibawakannya mulai dari acara semi formal seperti seminar dan talkshow hingga informal seperti acara musik beraliran rock dapat ia bawakan dengan baik. Sebagai seorang public speaker, menurutnya hal yang paling berkesan dan membahagiakan adalah ketika dirinya dapat menyelesaikan tugas dengan baik, yaitu membawakan acara dengan penuh penjiwaan serta membuat audiens bahagia menikmati setiap kata yang ia ucapkan ketika beraada diatas panggung.

Di sisi lain, sebagai seorang public speaker yang terkesan begitu riang, ternyata Lia memiliki cita-cita yang tak disangka yaitu menjadi staff di KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi. Karena menurutnya, menjadi agen anti korupsi adalah cita-cita yang harus ia raih untuk menyelamatkan Indonesia dari tikus-tikus berdasi yang kian merajalela di negeri merah putih ini. Dari cita-citanya tersebut, ternyata Lia bukan saja sosok yang unik namun juga sosok yang beragam. Pasalnya Lia merupakan lulusan sebuah SMK jurusan Farmasi, kemudian melanjutkan kuliah dengan jurusan IT, berprofesi sebagai public speaker, dan bercita-cita sebagai seorang anti koruptor di bawah naungan lembaga bernama KPK. Co-Founder dari #kelasberani ini memang memiliki perencanaan yang matang sejak dini dan terus berusaha mewujudkan keinginannya dengan segala kemampuan yang dimiliki saat ini.

Prestasi yang diraih Lia ternyata cukup banyak. Saat SMK, ia lulus dengan nilai terbaik di jurusannya dan meraih gelar sebagai juara umum. Ia pun pernah menyabet gelar sebagai juara 2 olimpiade farmasi tingkat kabupaten saat menduduki bangku SMK. Menurutnya momen tersebut cukup berkesan dan memberikan rasa tersendiri ketika mengenangnya. Saat itu, ia bersama tiga teman lainnya membuat Body scrub dari kulit pisang, sebuah produk kecantikan alami yang belum pernah ada sebelumnya. Tak hanya itu, Mahasiswa peraih IP 4 ini juga pernah mendapat penghargaan sebagai karyawan tauladan dari sebuah klinik tempat bekerjanya dahulu dengan posisi sebagai ketua Instalasi Farmasi.

Jika mengulik Lia, ternyata ia memiliki sisi-sisi yang tak biasa. Lia juga ternyata memiliki cukup banyak pengalaman di bidang politik. Ia pernah menjadi Panwaslu Pilkada Jabar beberapa bulan silam dan berencana untuk menjadi Panwas Pilpres 2019 mendatang, kemudian ia pun pernah menjadi duta sebuah proyek yang dicanangkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan Indonesia) bersama ADB (Asian Development Bank) terkait keuangan inklusif di Indonesia, serta pernah menjabat sebagai panitia sensus penduduk Kabupaten Bogor. Lia, yang juga memiliki keinginan untuk menjadi presenter ini memiliki rencana untuk bergabung bersama para jurnalis senior di Indonesia melalui wadah bernama depoknews.com dan depokbersahabat.id dengan memberikan kontribusi berupa tulisan dan mengikuti berbagai pelatihan jurnalistik untuk mengasah  kemampuannya dalam menulis dan public speaking. Akhir kisah tentang Lia, ternyata ia tak ingin bisa dan berhasil sendirian. Ia tak  hentinya menggembor-gemborkan mahasiswa STT-NF untuk ikut serta belajar berbicara melalui #kelasberani yang ia inisiasikan bersama salah satu dosen STT-NF. Dan Lia juga berpesan kepada teman-teman mahasiswa lainnya untuk selalu merasa lapar dan haus akan ilmu, walaupun mungkin ilmu tersebut belum kita ketahui dan kita rasakan manfaatnya saat ini. Karena siapa tahu dari ilmu-ilmu yang dipelajari saat ini justru menjadi peluang kesuksesan kita di masa depan.

Awalnya mengenal NF sebagai salah satu lembaga Bimbingan Belajar dan belum mengetahui bahwasannya NF memiliki Perguruan Tinggi. Dan tak menyangkanya lagi kini perguruan tinggi NF justru yang saat ini menjadi bagian dari dirinya untuk meneruskan dan mencari ilmu setelah menyelesaikan jenjang SMK. Tika Ayati, akrab disapa dengan Tika merupakan salah satu Mahasiswi STT-NF yang saat ini berhasil mendapatkan beasiswa STT-NF yang faktanya cukup sulit didapatkan karena berbagai rintangan dan persaingan yang cukup ketat pada saat itu.

Mahasiswi Jurusan Sistem Informasi Semester 7 ini mengungkapkan bahwa dirinya sangat beruntung dapat berhasil lolos seleksi beasiswa dan berhasil mendapatkan beasiswa yang sangat diimpikannya tersebut. Selain mendapatkan beasiswa, dirinya diberikan hadiah lain dari STT-NF yaitu pelatihan softskill dan ilmu yang diberikan dosen yang sangat kompeten membuat dirinya merasa bersyukur menjadi bagian dari STT-NF.

Walaupun terlihat sebagai kampus kecil dan baru berdiri, STT-NF memiliki SDM yang kompeten dan mahasiswa – mahasiswa yang bersemangat dalam menimba ilmu serta cukup memilki banyak prestasi. Keinginannya setelah lulus sebagai seorang wisudawati dari STT-NF yaitu berharap dapat menciptakan lapangan pekerjaan dengan membuat usaha sendiri berupa e-commerce yang telah kembangkannya sejak semester 1. "Harapannya untuk STT-NF yaitu semoga STT-NF dapat terus berkembang dan maju, semakin memperbanyak jurusan dan dosen – dosen berkompeten lainnya." Ungkap Tika.

 

 

 

 

Ada kisah curhat baru yang datang dari mahasiswi kelas malam STT-NF, curhat kali ini berasal dari Syirin Shahab. Berbadan mungil, dan memiliki postur tubuh tinggi menjadikan dirinya terlihat anggun secara alami. Menurutnya menjadi mahasiswi jurusan Teknik Informatika kelas malam bukanlah hal yang mudah, namun begitu Syirin tetap kuat menjalaninya meski terkadang disibukan dengan rutinitas kerja.

Memiliki ketertarikan pada bidang UI/UX Desain menjadikan dirinya terus mencari ilmu baru untuk meraih impian. UI (user interface) sendiri merupakan metode untuk mengatur tampilan antarmuka pengguna aplikasi sedangkan UX (user experience) berfokus pada pengalaman atau kenyaman user dalam menggunakan aplikasi. Selain mempelajari UI/UX, kini Syirin pun tengah mengembangkan aplikasi sosial bersama dengan teman-temannya sebagai bentuk kontribusi terhadap masyarakat.

 

Halaman 1 dari 7