Dalam rangka memperingati Hari Koperasi 12 Juli, PT SKK - Perseroan milik koperasi, Tanibox dan komunitas BlankOn menyelenggarakan acara Sarasehan Teknologi Informasi untuk Gerakan Koperasi Indonesia bertema “Teknologi BLOCKCHAIN untuk Koperasi”. Koperasi masa kini, apalagi ke depan, mau tidak mau harus memanfaatkan dan menerapkan teknologi informasi (TI) yang telah berkembang sedemikian pesat dan masif, jika tidak ingin tertinggal, mengalami kemunduran, bahkan bisa jadi lenyap.

Selasa (10/7), Pembukaan acara dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan KUKM Provinsi Bali, dihadiri oleh 40 peserta dari Kepala bagian, Staf Manager IT, General Manager, Pengurus dan Pengawas Koperasi juga dihadiri oleh 72 orang lebih dari 40 orang yang diundang, berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Lampung, Babel, Jabar, Jatim, Bali sendiri, bahkan luar negeri yaitu Timor Leste tersebut, menghadirkan nara sumber pakar TI dari Jakarta, Bandung, Jawa Tengah dan Jawa Timur; Pengembang BlankOn dan komunitas FLOSS Indonesia; PT Sakti Kinerja Kolaborasindo, yaitu perseroan milik koperasi, didirikan oleh beberapa Koperasi (CU, Kopdit, KSP) sebulan lalu di Probolinggo.

Pembicara pertama oleh Rusmanto Maryanto (Dosen Teknologi dan Sistem Informasi Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STTNF)) membahas tentang Teknologi BLOCKCHAIN untuk Koperasi, berbicara tentang Blockchain dari dasar, cara kerja, istilah, teknologi yang digunakan Blockchain dan ide kolaborasi yang dapat digunakan oleh koperasi. Rusmanto, narasumber dari pengurus Asosiasi Open Source Indonesia memaparkan bahwa blockchain adalah teknologi masa depan untuk data yang sangat besar dan kompleks, terdistribusi sehingga tersederhanakan, terkontrol, aman dan fair. Koperasi bisa menerapkan teknologi ini untuk berbagai transaksi antar dan antara anggota, antar dan antara lembaga koperasi secara aman dan fair, tanpa harus melalui pihak ketiga seperti bank dan sebagainya. Lebih jauh, beliau mengatakan bahwa teknologi blockchain telah diterapkan oleh asosiasi Credit Union di Amerika (CUNA dan MWCUA) dengan membentuk CULedger.

photo 2018 07 16 09 33 51

Pembicara kedua membawakan tema Kolaborasi Koperasi dan Komunitas FLOSS Indonesia, narasumber: Firdaus Putra, beliau memulai dengan membuka data dan fakta yang terjadi di dunia sekaligus bagaimana gagasan berkolaborasi antara Koperasi dan Komunitas FLOSS mewujudkan demokrasi ekonomi yang tidak lagi dipegang oleh 1 orang melainkan semua anggota koperasi. Pendiri dan CEO Kopkun Institute tersebut mengusulkan agenda strategis koperasi mendatang antara lain: konsolidasi pasar bersama melalui teknologi keuangan, rekayasa kelembagaan koperasi melalui pemekaran, dan kolaborasi multipihak.

Pembicara ketiga perkenalan PT Sakti Kinerja Kolaborasindo (perseroan milik koperasi)–PT SKK-SAKTI oleh Hanna dan Tim SiCUNDO-SAKTI yang memperkenalkan sebuah Aplikasi SAKTI.Link yang merupakan aplikasi untuk anggota yang terdaftar di koperasi dimana koperasi tersebut menggunakan SAKTI.Online. SAKTI.Link mempermudah anggota untuk mengakses informasi saldo rekening ponsel, pembayaran SAKTI.Pay, cek transaksi SAKTI.Pay, dll. Adapun proses registrasi yang mudah menggunakan KTP/SIM untuk identitas resmi dan mendapatkan token yang dikirimkan melalui sms dan mendapatkan Cashback setelah diminta untuk registrasi aplikasi sakti link.

Dan pada kesempatan berbeda dihari kedua Endy Chandra, Direktur PT SKK memperkenalkan MyCOOP, salah satu produk PT SKK. Di dalamnya ada berbagai fitur yang bisa dimanfaatkan oleh koperasi mana pun dan anggotanya untuk saling terhubung dan bertransaksi secara mudah dan aman. Misi besarnya adalah bagaimana membuat koperasi Indonesia besar, menyatu dalam perbedaan dan kuat.

Pembicara keempat oleh Ibu Retno Ika (CPO dari TaniBox), memulai dengan memperkenalkan TaniBox sebagai perusahaan terintegrasi teknologi menerapkan Blockchain dan IoT, menyajikan data problem yang terjadi disitu timbul peluang dan potensi koperasi di sektor Agrikultur. Produsen (petani, koprasi petani, pengusaha agri kulture) Mitra (terlibat dalam membantu proses Produsen) hingga sampai ke tangan Konsumsi, dan sebagian belajar dari ahli di bidang teknologi dari negri tetangga Estonia (Sebelah selatan Finlandia).

Fenomena dihari kedua, Pesta Rilis BlankOn XI Uluwatu. Tim BlankOn membuat 2 sesi dimana sesi awal dijelaskan oleh Estu Ferdani selaku manajer rilis BlankOn XI Uluwatu yang menjelaskan tentang awal BlankOn, komposisi Tim Pengembang dan Proyek dimana hasil dari komunitas BlankOn adalah mencetak SDM yang kompeten dari bidang melalui kontribusi di Proyek Open Source. Dilanjutkan oleh pembicara kedua dari Tim Humas Blankon dimana menjelaskan Fitur-fitur terbaru BlankOn XI Uluwatu yang baru Rilis Bulan Mei 2018, tantangan pemanfaatan teknologi di global yang serba cepat dan kolaborasi yang dapat terjalin dengan koperasi. Mahasiswa STTNF yang ikut serta berperan dalam komunitas ini adalah Herpiko sebagai Koordinator Riset di BlankOn dan Slamet Santoso sebagai Koordinator Humas di BlankOn.

photo 2018 07 16 09 33 53

Rilis BlankOn XI Uluwatu oleh komunitas FOSS (free open source software) rupanya memberi aksen atas semangat demokrasi, kemerdekaan dan kejujuran dalam membangun keadaban ekonomi koperasi.

Referensi sumber:
https://baliberkarya.com/index.php/read/2018/07/12/201807120002/Teknologi-Informasi-Keharusan-bagi-Koperasi.html
https://docs.google.com/document/d/1PavVtmKCvzTTV5XPpq_Zr-bB5ASXTcwyhwOKSFJgVX4/edit
https://play.google.com/store/apps/details?id=io.db.saktiAnggota&hl=in

Published in Kegiatan Kampus
Kamis, 12 Juli 2018 05:58

Auzan: “Say Hello to Junior”

Tahun ajaran baru hampir dimulai, semua kampus sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut calon mahasiswa baru (camaba), begitu pula kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Bukan hanya bagian staff dan adminitrasi kampus saja yang sibuk bekerja mempersiapkan pendaftaran, tapi juga mahasiswa yang ikut serta dalam panitia Orientasi Akademik. Memang sudah menjadi adat dan budaya perguruan tinggi, mengadakan Orientasi Akademik guna memperkenalkan kepada calon mahasiswa baru seputar kampus yang akan ditinggalinya.

Setiap kampus mempunyai gaya masing – masing dalam pelaksanaan orientasi akademik ini, begitu pula di kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Kampus ini punya gaya tersendiri dalam pelaksanaan orientasi akademiknya, di kampus ini pelaksanaan orientasi akademik dikenal dengan nama ORMIK. Panitia ORMIK sendiri diambil dari mahasiswa – mahasiswa pilihan dari angkatan 2015 sampai angkatan 2017.

Dari sekian banyak panitia ORMIK tahun ini, Auzan Assidqi mencantumkan Namanya dalam deretan panitia. Ya, memang mahasiswa yang kerap dipanggil ozan ini merupakan mahasiswa yang aktif baik dalam organisasi maupun akademik. Tercatat auzan mengikuti BEM dan juga IT Klub Robotik, selain itu juga dia sempat lolos seleksi Dicoding depok. Selain aktif berorganisasi, ozan juga berprestasi dibidang akademik. Terbukti pada semester lalu dia mendapat gelar “Mahasiswa Berprestasi”.

Bagi ozan sendiri, ORMIK tahun ini sangat berkesan karena ini pertama kalinya dia menjadi panitia. “Tidak terasa udah satu tahun di STT NF, kemarin di ospek sekarang nge-ospek. Yah berkesan banget lah karena pertama kalinya jadi panitia” ujar Auzan. Dirinya tak menyangka akan menjadi panitia ORMIK tahun ini. meskipun begitu, dia tetap senang mendapat kesempatan menjadi panitia. “Ya.. nanti saya bisa bilang hello ke junior saya hehe.. Alhamdulillah bisa bertemu dan berkenalan lebih awal dengan camaba” tambahnya.

Menjadi panitia ORMIK merupakan pekerjaan baru bagi Auzan, artinya berbagai kesibukan baru akan dihadapinya. ORMIK merupakan satu dari sekian banyak kesibukan yang dihadapinya. Selain ORMIK, Auzan mempunyai kesibukan di IT Klubnya membuat project untuk demonstrasi di acara ORMIK. Meskipun begitu, auzan tetap bisa memanajemen waktu dengan sangat baik. Dia selalu aktif mengikuti rapat pannitia ORMIK dan juga tidak lupa dengan pekerjaannya di IT Klub. “Capek sih enggak, tapi kadang suka bingung, hari ini ada acara apa dan dari mana. Tapi alhamdulillah jika dijalani dengan ikhlas, pekerjaan berat pun terasa ringan”. Imbuhnya pada saat pers.

Menjadi mahasiswa aktif dalam organisasi tidak menutup dirinya dari target “mahasiswa berprestasi” semester ini. Berbagai kesibukannya tidak mengurangi semangat belajarnya dan melupakan akademik. Berbagai kesibukannya dijadikan tolak ukur kebehasilannya memanajemen waktu. Sebuah pelajaran berbarti bagi mahasiswa lainnya untuk tetap aktif beroraganisasi tapi juga tidak melupakan akdemik.

Published in Kisah dan Curhat

Teknologi selalu menjadi pembahasan menarik bagi semua orang. Tidak hanya yang bergelut dibidang IT saja, tapi juga orang awam dari semua kalangan. Bagaimana tidak, teknologi merupakan faktor utama penentu maju atau tidaknya sebuah bangsa, bahan hal ini telah turun temurun dari zaman ke zaman, mulai dari zaman manusia pertama sampai saat ini.

Berbicara masalah teknologi, saat ini para pakar dan ilmuan IT tengah mengembangkan salah satu teknologi terbaru yaitu nano teknologi. Sebuah teknologi yang disusun dari perangkat-perangkat berukuran nano (0,000000001 m). ukuran ini jika dibandingkan maka 50.000 lebih kecil dari rambut manusia. Perangkat yang digunakan berukuran 1 – 100 nano meters, dari ukuran inilah para pakar sains menamai teknologi ini sebagai teknologi nano.

Teknologi nano ini bukan merupakan hal yang baru. Pertama kali konsep nanoteknologi diperkenalkan oleh Richard Feynman pada sebuah pidato ilmiah yang diselenggarakan oleh American PhysicalSociety di Caltech (California Institute of Technology), 29 Desember 1959 dengan judul “There’s Plenty of Room at the Bottom”. Richard Feynman adalah seorang ahli Fisika dan pada tahun 1965 memenangkan hadiah nobel dalam bidang fisika. Istilah Nanoteknologi pertama kali diresmikan oleh Prof Norio Taniguchi dari Tokyo Science University tahun 1974 dalam makalahnya yang berjudul “On Basic Concept of ‘Nano-Technology’,” Proc. Intl Conf. Prod. Eng. Tokyo, Part II, Japan Society of Precision Engineering, 1974. Pada tahun 1980-an definisi Nanoteknologi dieksplorasi lebih jauh lagi oleh Dr. Eric Drexler melalui buku yang berjudul “Engines of Creation : The Coming Era of Nanotechnology”.

Teknologi Nano adalah teknologi masa depan. Diperkirakan 5 tahun kedepan seluruh aspek kehidupan manusia akan menggunakan produk-produk yang menggunakan teknologi nano yang diaplikasikan dalam bidang Medis & pengobatan, Otomotif, Komputer, Kosmetik, Farmasi Tekstil, Militer, Lingkunagan hidup maupun konservasi energi.

Published in Artikel

Tepat sebelum UAS dimulai, mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri mendapat waktu luang selama dua minggu untuk persiapan menghadapi UAS. Sebagian besar mahasiswa menghabiskan waktu luangnya untuk belajar dan sebagian lainnya liburan. Bukan hanya sibuk dengan UAS, ada juga mahasiswa yang menghabiskan waktu luangnya dengan kegiatan club. Salah satunya IT Club Robotik 2018 STT NF.

Anak - anak IT Klub Robotik ini mempunyai cara tersendiri menghabiskan waktu luangnya yaitu dengan membuat “proyek liburan”. Proyek liburan ini adalah kegiatan ngoprek Robotik dengan proyeknya yaitu membuat kunci rumah RFID. Seperti Namanya, kunci rumah ini menggunakan RFID (sejenis sensor pembaca ID) sebagai alat untuk membukanya. kunci yang digunakan berupa katu ID yang telah tersimpan alamat di dalamnya. Satu alat ini bisa mempunyai banyak kunci (kartu) tergantung kodingan yang dibuat. Tentunya alat ini sangat efisien dan tentunya kelihatan canggih dan modis.

Kunci rumah RFID ini hanya salah satu dari sekian banyak proyek Robotik 2018. Pasalnya mereka sedang merancang proyek lain untuk persiapan demonstrasi IT Klub dalam acara ORMIK tahun ini. “Kunci rumah RFID ini hanyalah proyek liburan aja, kita masih ada proyek ORMIK dan juga proyek lainnya”. Ujar salah satu anggota Robotik 2018.

Kreatifitas tanpa batas. Itulah yang selalu mereka pegang teguh demi keberlangsungan IT Klub nya. Dengan bermodalkan kreatif, mereka bisa membuat alat – alat yang bermanfaat tidak hanya bagi mereka sendiri tapi juga bagi kampus dan lingkungan sosialnya.

Published in Pojok Mahasiswa

Tak terasa Ujian Akhir Semester (UAS) tinggal beberapa hari lagi. Bagi sebagian mahasiswa, UAS merupakan mimpi buruk, bahkan ada yang sampai stress menghadapi UAS. Tapi tidak untuk mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri kelas TI-02 2017. Semester ganjil lalu tercatat kelas TI-02 2017 paling banyak mendapat gelar mahasiswa berprestasi daripada kelas yang lain diangkatan 2017.

Bukan berarti mahasiswa TI 02 ini berlatar belakang siswa berprestasi di sekolahnya dulu, bahkan ada mahasiswa yang waktu sekolahnya dulu tidak pernah masuk 10 besar ranking kelas tetapi menjadi mahasiswa berprestasi di kampus. Kuncinya adalah Think Win – Win atau berpikir menang – menang. Bukan hanya pada saat belajar dikelas atau saat mengerjakan tugas, prinsip ini juga mereka terapkan pada saat menhadapi UAS. Mereka menekan ego sendiri dan mengutamakan kebersaam demi mencapai tujuan yang sama yaitu lulus semua dengan predikat A. “Kita gak mentingin ego masing – masing karna ini bukan SMA yang hanya ada Ranking 1, 2 dan 3. Harapan nya sih sekelas kita dapet predikat mahasiswa berprestasi”. Ujar Huda Izzatul, mahasiswa kelas TI 02.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, kelas TI 02 punya metode tersendiri yaitu dengan kongkow bareng sebelum ujian berlangsung, baik itu ujian kelas, UTS ataupun UAS. Dengan menghilangkan rasa “saya paling”, anak – anak TI 02 ini berhasil menciptakan suasana nyaman setiap kali belajar bersama. Dengan begitu, tidak ada yang merasa paling pintar dan merasa paling kurang.

Dalam menghadapi UAS kali ini pun, anak - anak TI 02 beberapa kali melakukan kongkow bareng satu hari sebelum ujian berlangsung. Aktivitas ini bahkan memicu semangat belajar kelas lainnya bahkan beberapa orang dari kelas lain sering kali ikut serta dalam belajar bersama. “terkadang ada anak kelas lain yang ikutan, yah kita mah seneng – seneng aja, tambah banyak orangnya jadi tambah seru belajarnya”. Imbuh salah satu anak kelas TI 02 pada saat kongkow bareng.

Berprestasi tidak harus sendirian karena kampus bukan lagi SMA”. Kalimat itulah yang selalu dipegang teguh oleh anak – anak TI 02 sebagai motivasi untuk saling membantu. Pemandangan yang sangat indah yang dilakukan oleh mahasiswa TI 02 ini, Mereka berharap hal ini bisa ditiru dan dilakukan oleh kelas lain dengan harapan semua mahasiswa minimal memahami matakuliah yang tidak diketahuinya, lebih jauhnya semua mahasiswa bisa mendapat gelar “mahasiswa berprestasi”.

Published in Pojok Mahasiswa

Apa kamu salah satu peggemar film avenger? Atau anda maniak film marvel lainnya seperti iron man dan sebagainya ? memang salah satu studio film ini selalu memproduksi film – film tentang super hero disertai teknologi canggih, salah satu yang paling terkenal adalah Iron Man dengan teknologi serba canggihnya. Salah satu yang paling mencolok dari film ini adalah teknologi hologram 3D dimana tampilan digital diproyeksikan dalam bentuk hologram yang bisa disentuh dan eksekusi.

Berbicara mengenai teknologi hologram 3D, yang terlintas dalam pikiran kita hal tersebut hanya ada di film – film dan tidak ada di dunia nyata. Faktanya Ilmuwan dari Universitas Arizona telah mengembangkan sebuah teknologi di mana satu hari dapat digunakan untuk menyimpan data dalam jumlah besar dalam bentuk holografik. Menurut salah satu ilmuwan Nasser Peyghambarian, optik Hologram akan menawarkan aplikasi masa depan dalam pengobatan dan manufaktur serta dalam industri hiburan. Tim peneliti dari Universitas Arizona telah mengumumkan bahwa mereka berhasil mengembangkan gerakan tercepat hologram 3D.

Nasser Peyghambarian adalah salah satu ilmuan yang menemukan Teknologi 3D Hologram ini. Beliau mengatakan bahwa”Teknologi seperti komunikasi langsung dengan hologram tampaknya hanya ada di film. Dan kami adalah para ilmuwan mencoba untuk membawanya keluar ke dunia nyata, “katanya, seperti dilansir Alam. “Tapi sekarang kita telah menunjukkan bahwa menciptakan hologram yang dinamis ukuran dan resolusi seperti dalam film akan menjadi sebuah kenyataan,” tambahnya.

Sebenarnya penerapan teknologi ini telah kita rasakan bersama, conntohnya adalah ketika kita menonton film 3D di bioskop menggunakan kacamata 3D yang ditambahkan efek cahaya. Hanya saya kacamata ini Cuma memproyeksikan gambar dengan bantuan efek cahaya, contoh lainnya adalah produk dari google yaitu google hololens. Google hololens adalah sebuah kacamata AR yang memproyeksikan tampilan digital ada layar kaca mata dengan efek 3D sehingga terkesan tampilan tersebut berada pada ruang nyata.

Tak heran jika beberapa tahun lagi teknologi ini akan mulai dipakai dalam kehidupan sehari – hari. Bukan hanya pada bidang teknologi saja, tapi juga pada bidang kedokteran, hiburan, dan bidang lainnya juga pasti akan terpengaruh. Di era perkembangan teknologi yang pesat ini, tinggal menunggu hari saja untuk merasakan teknologi tersebut.

Published in Artikel
Rabu, 11 Juli 2018 17:03

Robot Pembuat Kursi

Para peneliti di Singapura berencana untuk mengembangkan printer 3D onsite "smart" berdasarkan teknologi yang dipasang di dua robot yang dapat membuat furnitur flat pack dalam waktu singkat.

Tim di Nanyang Technological University (NTU) sangat memukau ketika mereka menggunakan kamera 3D dan sepasang robot industri yang dilengkapi dengan grippers dan sensor kekuatan untuk membangun kursi Ikea dalam waktu sekitar 20 menit, hanya 5 hingga 10 menit lebih lama daripada yang dikerjakan manusia.

Sepasang robot itu mampu mengenali bagian-bagian kursi yang berserakan di berbagai lokasi di lantai, robot mencari cara untuk mengambil bagian-bagian kursi teersebut, kemudian memasangnya bersama tanpa menyebabkan kerusakan. Nanyang Technology University sekarang berencana untuk menggunakan teknologi yang sama untuk meningkatkan kemampuan robot industri enam-sumbu yang sedang dikembangkan untuk mencetak struktur beton di lokasi konstruksi.

Peneliti utama Quang-Cuong Pham mengatakan idenya menggunakan teknologi yang ia kembangkan adalahuntuk memungkinkan pencetakan 3D di lokasi konstruksi, di mana kondisinya kurang dapat diprediksi oleh manusia.

Dampaknya lebih cepat sesuai yang diharapkan dalam pembangunan di luar lokasi. Dan penggunaan robot yang merakit komponen prefabrikasi di pabrik. Nanyang Technology University saat ini bekerja dengan perusahaan manufaktur untuk mengembangkan robot yang dapat melakukan tugas yang tidak dapat diprediksi, seperti memegang, mengelem atau mengelas bagian-bagian posisi dalam dan arah yang berbeda, jauh dari jalur perakitan konvensional.

Robot yang digunakan untuk membangun kursi “Stefan” Ikea senilai 18 pound atau setara Rp 342.252,90 memiliki peralatan yang sudah ada di pasaran, namun memiliki perangkat lunak yang canggih, terkait dengan persepsi dan gerak, memungkinkan mereka untuk bertindak dengan kecerdasan yang lebih besar daripada robot industri biasa.

"Persepsi diperlukan secara tepat untuk menemukan bagian-bagian kursi, dan perencanaan gerakan sangat penting," Ujar asisten profesor Pham. Dengan sistem robot yang ada, kamu harus mengajarkan robot untuk melakukan gerakan tertentu, tetapi di sini bagian kursi dapat berada di posisi apa pun dan setiap kali gerakan yang berbeda harus dilakukan. Lengan robot juga harus bisa menghindari rintangan dari lengan robot lainnya.

Robot mensintesis pembelajaran melalui kombinasi instruksi yang diajarkan dan algoritma yang kompleks. Insinyur memasukkan urutan tindakan, diterjemahkan dari manual perakitan Ikea untuk kursi, robot kemudian mencari gerakan yang tepat untuk menyelesaikan tindakan tersebut, berdasarkan apa yang mereka lihat di kamera 3D.

"Ini seperti memberikan instruksi pada anak untuk berjalan dari satu kamar ke kamar lain di apartemen," ujar Pham.

Inovasi juga diperlukan untuk interaksi antara robot dan bagian-bagian kursi. Grippers menggabungkan sensor gaya yang mampu merasakan gaya antara pin kayu pada satu bagian dan permukaan bagian lain untuk mendeteksi lubang dan memasukkannya. Meskipun robot mengambil lebih dari 20 menit untuk membangun kursi, lebih dari separuh waktu dihabiskan untuk bergerak merencanakan eksekusi tersebut.

Published in Artikel

Sabtu 07 Juli 2018, telah dilaksanakan rapat evaluasi jurnalistik STT Nurul Fikri yang dihadiri oleh empat tim writer yakni Laila Nafila (SI 2016), Cica Nur Latifah (SI 2016), Tika Ayati (SI 2015), Dian Purnama (TI 2017) dan dua tim PIC Ricta dan Suranto dan dua tim editor terdiri dari Aufa Billah dan Vindi Pop.

Rapat Evaluasi ini berlangsung di ruangan B203 STT Nurul Fikri. Dimulai pukul 13.30 dan berakhir 14.20. Rapat ini membahas tentang kewajiban antara PIC, editor dan writer. Acara rapat dimulai dengan pembukaan yang dibuka oleh Tika Ayati dan dilanjut oleh Ricta sebagai PIC untuk menyampaikan tentang kewajiban PIC, editor dan writter. Yang memang sebelumnya sudah pernah dibahas namun perlu untuk diingatkan kembali.

Inti dari rapat tersebut yaitu harapan kedepanya jurnalistik harus memperhatikan penulisan artikel teknologi dengan melihat lagi tahun publish dan update terbaru. Untuk editor dan penulis diharapkan dapat meningkatkan komunikasi kedepannya dan penulis mampu mengirim artikel sesuia tanggal yang sudah ditetapkan. Hal yang terpenting tim jurnalistik lebih meningkatkan kembali skill kepenulisannya agar dapat menulis dengan baik dan profesional

Published in Kegiatan Kampus

Siapa sih yang tak kenal dengan Ali baba ? Yaa, Ali Baba merupakan perusaan yang berbasis portal web dengan layanan penuh guna mempromosikan dan mengoordinasikan operasi bisnis-ke-bisnis antara eksportir dan importir di Cina dan luar negeri. Sejak didirikan, perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini telah tumbuh menjadi portal e-commerce terkemuka dunia dengan nilai pasar sebesar US$231 miliar.

Sebagai portal e-commerce terbesar dunia, baru-baru ini meluncurkan tool AI(Artificial Intelligence) yang mampu menulis naskah iklan (copy) secara otomatis. Tak tanggung-tanggung, teks yang ditulis oleh program kecerdasan buatan itu jumlahnya sangat banyak, mencapai 20.000 baris per detik. Tool tersebut kabarnya sudah diterapkan di situs-situs komersil milik Alibaba, termasuk Tmall, Taobao, Mei.com, dan 1688.com. Pengiklan bisa meyelipkan tautan di laman produk milik mereka, dan menekan tombol khusus untuk melihat berbagai macam tulisan iklan tentang produk yang dihasilkan oleh tool AI.

Tema tulisan ini pun bisa dipilih sesuka hati, naskah bisa bersifat promosional, fungsional, menyenangkan, puitis, atau menyentuh hati. “Semua konten yang dihasilkan oleh AI Copywriter berasal dari model pelatihan deep learning, dibantu sejumlah besar konten berkualitas yang ditulis manusia,” ujar Christina Lu, General Manager Alibaba (cabang pemasaran Alibaba).

Meski terkesan bisa menggantikan profesi copywriter dalam menulis naskah iklan, Lu mengatakan bahwa AL masih butuh bantuan manusia, terutama untuk memilih konten mana yang paling sesuai untuk kebutuhan pengiklan, dari sekian banyak yang dihasilkan secara otomatis.

Meski rajin mengembangkan AI, pendiri Alibaba, Jack Ma meyakini bahwa AI seharusnya berperan sebagai “partner” bagi manusia, bukannya lawan yang bisa menggeser profesi tradisional.

Published in Artikel

Kamera infra merah adalah kamera dengan sindra penglihatan yang tajam, yang dapat membantu drone menemukan targetnya bahkan di tengah malam dengan kabut tebal. Bersembunyi dari detektor seperti itu bisa menjadi jauh lebih mudah, dimana dengan material cloaking  yang membuat objek (manusia)  bisa tidak terlihat.

Tebalnya kurang dari satu milimeter, menyerap sekitar 94 persen dari cahaya inframerah yang ditemuinya. Material stealth begitu banyak menyerap cahaya, yang menyebabkan benda-benda hangat di bawah material cloaking menjadi hampir tidak terlihat oleh detektor inframerah.

Hal penting, material stealth dapat menyerap cahaya dalam rentang inframerah yang panjang.     Jenis cahaya yang dipancarkan oleh benda-benda di sekitar suhu tubuh manusia. Dengan memasukkan elemen pemanas elektronik ke dalam lembar stealth, para peneliti juga menciptakan penyamaran teknologi tinggi untuk mengelabui kamera inframerah.

"Kamu bisa sengaja menipu detektor inframerah dengan menampilkan tanda tangan palsu", ujar Jiang. "Itu bisa menyembunyikan tank dengan menghadirkan apa yang tampak seperti pagar pembatas jalan raya sederhana".

Untuk menangkap cahaya inframerah, Jiang dan rekannya beralih ke bahan unik yang disebut silikon hitam, yang biasanya dimasukkan ke dalam sel surya. Silikon hitam menyerap cahaya karena terdiri dari jutaan jarum mikroskopis (disebut nanowires). Cahaya yang masuk akan memantulkan secara  bolak-balik antara menara vertikal, memantul di sekitar materi.

Meskipun silikon hitam telah lama diketahui dapat menyerap cahaya tampak, Jiang dan koleganya adalah yang pertama melihat potensi materi untuk menjebak inframerah. Mereka meningkatkan sifat daya serapnya dengan menyesuaikan metode yang mereka buat.

 

Mereka membuat kawat nano itu dengan menggunakan partikel-partikel kecil perak untuk membantu mengsketsa ke dalam lapisan tipis silikon padat, yang menghasilkan setumpuk jarum yang tinggi. Baik kawat nano dan partikel perak berkontribusi untuk menyerap cahaya inframerah.Silikon hitam memiliki dukungan fleksibel diselingi dengan salsuran udara kecil. Saluran udara tersebut mencegah lembaran stealth memanas terlalu cepat karena menyerap sinar infra merah.

Kamera infra merah adalah kamera dengan sindra penglihatan yang tajam, yang dapat membantu drone menemukan targetnya bahkan di tengah malam dengan kabut tebal. Bersembunyi dari detektor seperti itu bisa menjadi jauh lebih mudah, dimana dengan material cloaking  yang membuat objek (manusia)  bisa tidak terlihat.

Tebalnya kurang dari satu milimeter, menyerap sekitar 94 persen dari cahaya inframerah yang ditemuinya. Material stealth begitu banyak menyerap cahaya, yang menyebabkan benda-benda hangat di bawah material cloaking menjadi hampir tidak terlihat oleh detektor inframerah.

Hal penting, material stealth dapat menyerap cahaya dalam rentang inframerah yang panjang.     Jenis cahaya yang dipancarkan oleh benda-benda di sekitar suhu tubuh manusia. Dengan memasukkan elemen pemanas elektronik ke dalam lembar stealth, para peneliti juga menciptakan penyamaran teknologi tinggi untuk mengelabui kamera inframerah.

"Kamu bisa sengaja menipu detektor inframerah dengan menampilkan tanda tangan palsu", ujar Jiang. "Itu bisa menyembunyikan tank dengan menghadirkan apa yang tampak seperti pagar pembatas jalan raya sederhana".

Untuk menangkap cahaya inframerah, Jiang dan rekannya beralih ke bahan unik yang disebut silikon hitam, yang biasanya dimasukkan ke dalam sel surya. Silikon hitam menyerap cahaya karena terdiri dari jutaan jarum mikroskopis (disebut nanowires). Cahaya yang masuk akan memantulkan secara  bolak-balik antara menara vertikal, memantul di sekitar materi.

Meskipun silikon hitam telah lama diketahui dapat menyerap cahaya tampak, Jiang dan koleganya adalah yang pertama melihat potensi materi untuk menjebak inframerah. Mereka meningkatkan sifat daya serapnya dengan menyesuaikan metode yang mereka buat.

Mereka membuat kawat nano itu dengan menggunakan partikel-partikel kecil perak untuk membantu mengsketsa ke dalam lapisan tipis silikon padat, yang menghasilkan setumpuk jarum yang tinggi. Baik kawat nano dan partikel perak berkontribusi untuk menyerap cahaya inframerah.Silikon hitam memiliki dukungan fleksibel diselingi dengan salsuran udara kecil. Saluran udara tersebut mencegah lembaran stealth memanas terlalu cepat karena menyerap sinar infra merah.

Published in Artikel
Halaman 1 dari 32