Komisi Pemilihan Raya (KPR) STT Terpadu Nurul Fikri telah menerima pendaftaran calon Presiden mahasiswa beserta wakilnya dan anggota DPM atau Dewan Perwakilan Mahasiswa. Setelah memeriksa kelengkapan berkas, uji kelayakan dan tahap seleksi lainnya, KPR STT Terpadu Nurul Fikri merilis nama-nama calon pemimpin organisasi kampus tersebut. Terdapat dua pasang calon Presma dan Wapresma serta lima calon pengurus inti DPM terpilih. Nama-nama yang menduduki posisi tersebut adalah Muhammad Akmaluddin (TI 2016) & Akhmad Arip (TI 2016), Miftakhul Aris (SI 2016) & Iqbal Ajie Wahyudin (TI 2016) sebagai pasangan calon Presma-Wapresma. Sedangkan calon pengurus inti DPM diantaranya ialah Rakha Diasry (TI 2016), Lazuardi Dwi Putra (TI 2016), Farras Syafira Susilo (SI 2017), Charin Nasrillah (SI 2016), Ayu Amalia (SI 2016) dan Ade Trisna Wardah (SI 2016).

 

Untuk Capresma dan Cawapresma, KPR telah melakukan pengundian nomor urut secara transparan dihadapan paslon. Pada akhirnya nomor urut 1 jatuh kepada paslon Muhammad Akmaluddin & Akhmad Arif sedangkan no urut 2 yaitu Miftakhul Aris & Iqbal Ajie Wahyudin. KPR 2018 juga sudah melakukan sosialisasi terkait peraturan kampanye kepada para paslon beserta tim suksesnya, tentu hal ini dilakukan agar masa kampanye berjalan disiplin dan jauh dari kerusuhan. Rencananya KPR juga akan menyelenggarakan debat antar paslon secara terbuka yang dapat disaksikan oleh seluruh mahasiswa STT-NF di bulan Januari ini. Sama seperti pemilihan pada umumnya, debat ini diselenggarakan untuk membantu pemilih menentukan pilihan melalui tekad para pasangan calon dalam memberikan gagasan terkait isu-isu kampus ataupun luar kampus seperti isu nasional yang tengah hangat menjadi perbincangan masyarakat beserta solusi ataupun langkah yang ingin ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Sekian update Pemira kali ini dan nantikan terus berita terupdate seputar Pemira STT-NF berikutnya!

 

Published in Kegiatan Kampus
Minggu, 30 Desember 2018 04:41

Sosialisasi Pemira Terus Dilakukan

Pencalonan Presma dan Wapresma sudah berakhir sejak 25 Desember 2018 lalu, namun tim KPR (Komisi Pemilihan Raya) STT Terpadu Nurul Fikri terus melakukan sosialisasi terkait Pemira agar seluruh mahasiswa mengetahui dan dapat menggunakan hak suaranya untuk memilih Presma dan Wapresma dengan baik. Dalam sosialisasinya, tim KPR jelaskan sistem pemilihan periode kali ini. Dan masih sama seperti tahun sebelumnya, Pemira di STT-NF masih menggunakan sistem e-vote karena dinilai aman serta lebih efisien dari segi pendanaan karena tidak menggunakan kertas sebagai media pemungut suara. “Pemilihan menggunakan sistem e-vote masih cukup menarik untuk pemira periode ini” komentar Dian Purnama, mahasiswa TI 2017 yang tentunya juga merupakan calon pemilih.

Selain sosialisasi, penuansaan pun terus dilakukan oleh tim KPR untuk menarik minat seluruh mahasiswa agar menggunakan hak pilihnya dengan terus menonjolkan dinamika bakal calon. Tim KPR memang nampaknya akan terus melakukan berbagai upaya demi suksesnya acara ini. Untuk calon Presma dan Wapresmanya sendiri belum diketahui berjumlah berapa Paslon, dan para mahasiswa pun cukup antusias ingin segera mengetahui siapa saja Paslon periode kali ini. “Siapa saja Paslon dan berapa jumlah yang mendaftar masih belum bisa dipublish, tetapi perkiraan ada 2 (dua) Paslon” ujar Arfian Mulya Pasha selaku project officer Pemira 2018. Jadi untuk kamu yang penasaran kira-kira siapa saja yang akan menduduki kursi Paslon, tetap stay tune di portal kami. Karena akan ada update berita terbaru mengenai Pemira STT-NF 2018.

 

Published in Kegiatan Kampus
Jumat, 15 Desember 2017 03:11

Pemilihan Raya STT Terpadu Nurul Fikri 2017

Dewan Perwakilan Mahasiswa atau biasa disebut DPM merupakan salah satu organisasi kampus yang memberikan sebuah pengaruh dalam hal pengawasan pada ruang lingkup kampus. Karena pada dasarnya DPM dibentuk oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa. DPM di Perguruan Tinggi STT Terpadu Nurul Fikri sendiri perannya itu mengawasi kebijakan kampus dan menampung aspirasi dari mahasiswa.

DPM STT Terpadu Nurul Fikri dibentuk pada tahun 2012. Saat ini DPM sudah masuk ke generasi ke-3 dan akan membuka pendaftaran anggota baru untuk kepengurusan tahun 2018 melalui Pemilihan Raya atau biasa disingkat dengan PEMIRA. Tujuan diadakan PEMIRA sendiri untuk mencari dan memilih PRESMA-WAPRESMA BEM dan Anggota DPM. Sistem pemilihan untuk PRESMA-WAPRESMA menggunakan pemungutan suara melalui e-vote, sedangkan Anggota DPM sendiri dipilih berdasarkan musyum (musyawarah umum).

PEMIRA sendiri berlangsung dari tanggal 4 Desember 2017 – 14 Januari 2018, mulai dari proses seleksi sampai pengumuman terpilihnya PRESMA-WAPRESMA BEM dan Anggota DPM IM STT-NF 2018. Acara PEMIRA tahun ini diketuai oleh Umul Sidikoh. Wanita yang akrab disapa Umul merupakan mahasiswa tingkat akhir semester tujuh dan mengambil jurusan Sistem Informasi. Dirinya menyampaikan bahwasannya persiapan PEMIRA sudah disiapkan dari awal tahun 2017 oleh Ketua dan Anggota DPM, serta Ketua BEM untuk mendapatkan hasil yang maksimal. KPR (Komisi Pemiliharan Raya) yang menyelenggarakan acara pemira sendiri sudah dibentuk sejak pertengahan November.

Dalam Pelaksanaan PEMIRA sendiri pastinya tidak luput dari berbagai kendala yang sering dihadapi, mulai dari kendala komunikasi, menggabungkan pemikiran dan pendapat untuk mendapatkan hasil yang baik, serta keterbatasan waktu yang membuat pelaksanaa menjadi sedikit terlambat. Namun kendala tersebut memberikan pembelajaran bagi KPR (Komisi Pemilihan Raya) untuk mempersiapkan lebih baik lagi pelaksanaan PEMIRA saat ini.

Pada akhir wawancara, ketua Pelaksana PEMIRA memberikan sebuah harapan dan penyemangat untuk proses pelaksanaan PEMIRA yang akan berjalan sampai 14 Januari nanti. Dia berharap bahwa PEMIRA tahun ini dapat berjalan lancar dan sukses dari tahun sebelumnya, bagi mahasiswa diharapkan ikut andil dalam pendaftaran PRESMA-WAPRESMA atau Anggota DPM, serta jangan lupa gunakan hak suara untuk memilih PRESMA-WAPRESMA dan mengikuti musyum (musyawarah umum) anggota DPM”.

Semoga organiasasi tahun depan menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan bagi pemimpin yang terpilih menjadi pemimpin yang amanah dan bijaksana dalam mengambil setiap keputusan, ujarnya.

Published in Kegiatan Kampus