Tahsin dan Tahfidz STT Terpadu Nurul Fikri adalah organisasi mahasiswa yang dibentuk sejak tahun 2016 dengan nama Hamilul Qur'an. Organisasi ini sempat vakum satu tahun lebih dan aktif kembali pada bulan September 2018 dengan nama yang baru yaitu Gen Qur'an atau Generasi Al-Qur'an, dengan adanya perubahan nama ini berubah pula kepengurusannya. Tahsin dan Tahfidz sendiri merupakan program yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam membaca serta menghafal Al-Qur'an. Tahsin ditujukan untuk mahasiswa yang ingin memperbaiki bacaan, sedangkan Tahfidz ditujukan untuk menambah hafalan khusus untuk mahasiswa yang sudah baik dalam segi bacaannya.

 

Gen Qur’an ini merupakan program yang dinantikan dan disambut dengan sangat antusias oleh mahasiswa. Cara belajar di Gen Qur’an sendiri yaitu dengan pengelompokan peserta sesuai dengan kelasnya, tujuan pengelompokan ini agar pembimbing lebih mudah melakukan pengawasan terhadap kemampuan peserta. Saat ini Gen Qur'an STT Terpadu Nurul Fikri memiliki delapan kelompok dimana setiap kelompoknya beranggotakan kurang lebih 5 orang dan 1 orang mentor sebagai pembimbing Tahsin maupun Tahfidz. Selain sebagai wadah untuk mempelajari kitab suci, Gen Qur’an pun selalu berinovasi dan membuat program-program baru untuk para peserta,salah satu program tersebut adalah pembagian mushaf hafalan kepada seluruh anggota secara gratis. Tentu hal ini selain memudahkan peserta melakukan hafalan karena fasilitas yang memadai, juga menambah semangat mahasiswa dalam mempelajari Al-Qur’an. Pembagian mushaf perdana ini dilaksanakan pada hari Rabu, 26 Desember 2018 lalu. Dengan adanya Gen Qur’an tentu menjadikan mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri bukan saja mempunyai jiwa profesional sebagai ahli IT namun juga jiwa religius sebagai penghafal AL-Qur’an, sebagaimana tertuang dalam mars STT Terpadu Nurul Fikri, Profeional Islami.

Published in Kegiatan Kampus

Sekolah Tinggi Terpadu Nurul Fikri senantiasa memberikan yang terbaik bagi mahasiswanya, entah itu materi pembelajaran yang up to date, dosen berkompeten maupun sarana dan prasarana yang lengkap. Bukan hanya masalah akademik yang ditekankan di STT-NF, namun juga nilai-nilai sosial dan religi menjadi hal yang difokuskan sebagai pembentuk moral mahasiswa. Tahun ini, STT-NF kembali menambah kelengkapan sarana pembelajaran bagi para pecinta dan penghafal Al-Qur’an melalui kegiatan Tahsin Tahfidz (TT), setelah sebelumnya terdapat komunitas penghafal Al-Qur’an dengan nama Hamilul Qur’an.

 

Minat mahasiswa STT-NF terhadap pembelajaran Al-Qur’an memang sangat tinggi, sehingga dengan adanya TT ini sangat membantu proses pengembangan. Apalagi jika ditunjang dengan fasilitas pendukung seperti Al-Qur’an khusus untuk para penghafal Al-Qur’an serta pembina yang berkompeten, tentunya dapat menambah antusias mahasiswa untuk mempelajari kitab suci umat islam ini. “Alhamdulillah bisa terbantu dalam belajar Al-qur’annya” ujar Fajri, salah satu peserta Tahsin Tahfidz STT-NF. Uniknya, di TT ini para peserta tak hanya belajar membaca dan menghafal Al-Quran namun juga disediakan kesempatan untuk menyalurkan bakat melalui kegiatan ekstra luar kampus seperti bootcamp. Tentu hal ini sangat bermanfaat untuk membantu mengembangkan softskill ataupun hardskill para peserta. Semoga ke depannya bisa hafal 30 juz.” Harap salah satu peserta. Menghafal dan mempelajari Al-Qur’an adalah keinginan tersendiri bagi seorang muslim dan dengan adanya kegiatan ini akan sangat membantu mewujudkan keinginan mulia tersebut. Anda tertarik ? Yuk gabung sekarang juga…..

Published in Pojok Mahasiswa
Selasa, 18 April 2017 08:52

Wisuda Hahfidz 1 Juz

Hamilul Quran adalah suatu wadah bagi mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri untuk bersama-sama menghafal Quran, saling memotivasi dan menjaga hafalan Quran. Hamilul Quran ini menjadi Brand dari Kampus Nurul Fikri. Hamilul Quran ini memiliki dua program yaitu Tahsin dan Tahfidz yang Alhamdulillah berjalan sampai sekarang. Hamilul Quran ini diketuai oleh Akhi Nendi Ilham Tampubolon mahasiswa Teknik Informatika 2016 STT Terpadu Nurul Fikri dan Hamilul Quran ini memiliki tagline yaitu “Bersama Menjadi Ahlul Quran” yang akan membakar kembali semangat para penghafal untuk menambah hafalannya dan menjaga hafalannya.


Sebagian besar mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri yaitu mahasiswa dari tingkat 1 sampai 4 adalah mahasiswa yang sudah memiliki hafalan Quran. Sebagai bentuk apresiasi STT Terpadu Nurul Fikri kepada mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri yang memiliki hafalan Quran, STT Terpadu Nurul Fikri Mengadakan suatu acara besar yaitu “Wisuda Hafidz 1 Juz”.


Dalam melaksanakan acara Wisuda Hafidz ini, STT Terpadu Nurul Fikri bekerjasama dengan Hamilul Quran untuk membantu proses menuju Wisuda Hafidz. Wisuda Hafidz ini adalah Wisuda Hafidz perdana yang diadakan untuk mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri. Wisuda Hafidz akan dilaksanakan pada petengahan bulan April tahun 2017 yang akan dilaksanakan di Auditorium B2 STT Terpadu Nurul Fikri.


Wisuda Hafidz ini di peruntukkan mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri yang sudah memiliki hafalan Quran 1 juz. Teknisnya Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri diberikan waktu satu bulan sebelum Wisuda Hafidz untuk menyetorkan hafalan 1 juz nya atau yang dikenal dengan “tasmi” kepada Penguji. Mahasiswa dibebaskan untuk memilih 1 juz yang ingin disetorkan. Banyak mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri yang antusias untuk mengikuti Wisuda Hafidz ini dilihat dari banyaknya mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri yang mendaftarkan dirinya ke Wisuda Hafidz ini.


Dengan adanya Wisuda Hafidz ini akan membuat mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri yang sudah memilki hafalan merasa terapresiasi dan semakin bersemangat lagi untuk menambah hafalannya dan menjaga hafalannya. Dan membuat mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri yang belum memiliki hafalan semakin terdorong untuk menghafal Al-Quran.

Published in Kegiatan Kampus
Rabu, 04 Januari 2017 02:10

Hafidzoh Kembar di Kampus Nurul Fikri

Afifa Diniputri dan Latifa Diniputri, putri ke- 4 dari pasangan Bapak Sutadi dan Ibu Tri Wahyuni ini sudah menjadi bagian STT Terpadu Nurul Fikri sejak tahun 2016. Jurusan Sistem Informasi menjadi pilihan hafidzoh kembar ini.

Jauh sebelum memiliki status sebagai mahasiswi, Afi dan Tifa, begitu akrab mereka disapa, sudah memulai menghafal Al-Qur’an. Sejak TK sudah mulai menghafal surat-surat pendek, seperti Surat An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan sebagainya. Terus tumbuh dan memasuki tingkat SD, si kembar ini melanjutkan hafalannya hingga berhasil menghafal hampir satu juz (juz 3)0 sampai lulus dari SDIT Baiturrahman Jakarta

Melanjutkan hafalan dari Juz terakhir hingga berhasil menghafal 5 Juz (Juz 26 – juz 30) semasa di SMPIT YAPIDH. Tak puas dengan hafalan yang sudah dimilikinya, Afi dan Tifa melanjutkannya dengan menghafal dari Juz awal sampai berhasil menuntaskan targetnya di SMAIT YAPIDH, yaitu 5 juz pertama (Juz 1 – Juz 5).

Untuk sampai pada titik ini tentu ada perjuangan yang harus di bayarnya, Afi dan Tifa harus menyisihkan waktunya untuk menghafal dan murajaah (mengulang), guna menjaga hafalan sebelumnya. Biasanya setelah maghrib, mereka murajaah hafalan masing-masing, lalu membaca ayat yang akan dihafalnya untuk di setorkan keesokannya. Di sepertiga malam, waktu yang dipilih mereka untuk menghafal. Setiap harinya Afi dan Tifa di targetkan menghafal 3 baris, dan disetorkan setiap sore kepada ustadzah-nya. Begitu terus hingga setiap semester diadakan ujian. Uniknya, ketentuan disana mengharuskan orangtua hadir, duduk disamping putra/i-nya yang akan ujian, begitupun Afi dan Tifa tentunya. Walaupun hadir rasa “dag dig dug” tapi inilah salah satu bukti dukungan moral dari orangtua peserta didik.

Dilanjutkan kuliah di STT NF, Afi dan Tifa berharap dapat menuntaskan hafalannya, yaitu 30 Juz sebelum lulus dengan mengikuti program tahsin dan tahfidz.

Published in Pojok Mahasiswa