Selasa, 06 Februari 2018 00:46

Tidak Lama Setelah Terpilih, DPM 2018 Langsung Mengikuti Pelatihan Legislatif Di Bogor

Written by  Tika Ayati Mahasiswi STT-NF
Rate this item
(0 votes)

Minggu 13 Januari 2018, Anggota DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) 2018 STT Terpadu Nurul Fikri langsung mengikuti dan melakukan pelatihan legislatif di Universitas Pakuan Bogor tidak lama setelah beberapa hari mereka lulus dari seleksi penerimaan anggota baru DPM. Acara tersebut dilaksanakan pada pukul 10.00-13.00 dengan tema “Membangun Legislator Kampus Kekinian Di Era Milenial Saat Ini”.

Legislatif adalah badan yang bertugas untuk menyusun kebijakan yang akan diterapkan di Kampus. Legislatif pada dunia kampus atau perguruan tinggi nantinya akan menjadi perwakilan dari aspirasi mahasiswa-mahasiwa yang ada. Artinya, badan legislatif sebagai badan pengemban kedaulatan atau badan yang menjalankan kedaulatan yang bertugas untuk membentuk kebijakan dari aspirasi-aspirasi mahasiswa.

Syafrudin Syaputra salah satu Koordinator Pengurus Pusat Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia 2017 merupakan salah satu pembicara yang mengisi kegiatan tersebut dan Fikar Robbani sebagai tamu pembicara kedua yang merupakan Ketua Komisi 2 Bidang Pembinaan Pengurus Pusat Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia 2017. Dengan waktu yang singkat kedua pembicara tersebut memberikan pemaparan yang sangat jelas dan singkat tentang Pelatihan Legislatif dengan praktek sidang pengambilan keputusan mahasiswa pada tiap-tiap perguruan tinggi.

Pada acara tersebut disampaikan bahwa kepemimpinan merupakan seni dalam mempengaruhi orang lain untuk dapat ikut dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan program yang kita rencang dan laksanakan. Dipaparkan juga pembahasan mengenai bagaimana membuat sebuah peraturan pada perguruan tinggi. Proses pembentukan peraturan terdiri dari tahapan:

  1. Perencanaan
  2. Penyusunan
  3. Pengesahan
  4. Penetapan

Selain itu seorang yang ditunjuk untuk menjadi pemimpin harus mempunyai nilai-nilai seperti intelektual, konseptual, loyal, berpengaruh. Dengan memiliki hal tersebut setidaknya pemimpin akan siap menghadapi dan menyelesaikan permasalahan yang akan dihadapinya dalam menjalankan fungsi sebagai lembaga legislatif di kampus. Pada acara tersebut, Legislator DPM dari IPB menjadi panutan yang dapat ditiru dan dicontoh oleh legislator kampus lain karena memiliki standar legislatif yang hampir mendekati dengan peraturan legislatif yang ada pada tatanan di Indonesia secara praktiknya.

Terakhir, acara tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama antara pembicara dan perwakilan legislatif dari setiap kampus.

Read 1076 times Last modified on Senin, 12 Februari 2018 00:00