Upaya Meningkatkan Pemahaman Literasi Digital Mahasiswa

STT Terpadu Nurul Fikri (STT-NF) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyelenggarakan kegiatan pelatihan literasi digital bertema “Jangan Asal Percaya, Kenali Modusnya” pada 9 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Kampus B STT-NF dan diikuti oleh lebih dari kurang lebih 100 mahasiswa dari berbagai program studi. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai modus-modus kejahatan digital yang semakin marak terjadi seiring perkembangan teknologi.
Pelatihan ini menghadirkan pemateri utama, yaitu Dedih Sofian, Pandu Literasi Digital Komdigi, serta Reza Maulana, S.Kom., M.Kom., Kepala Kerja Sama dan Kemitraan Internasional STT Terpadu Nurul Fikri untuk memberikan sambutan. Kehadiran narasumber tersebut memberikan wawasan komprehensif mengenai keamanan digital, kewaspadaan informasi, serta kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi potensi penipuan berbasis teknologi.
Penguatan Literasi Digital dengan Konsep CABE

Tujuan utama pelatihan ini adalah memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa mengenai bahaya kejahatan digital, mulai dari phishing, penipuan daring, manipulasi informasi, hingga penyalahgunaan data pribadi. Sejalan dengan meningkatnya kasus penipuan siber di masyarakat, STT Terpadu Nurul Fikri berkomitmen membekali mahasiswanya dengan kemampuan literasi digital yang memadai agar mampu bersikap cerdas dan kritis dalam beraktivitas di ruang digital.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pre-test, penyampaian materi, dan post-test guna mengukur tingkat pemahaman mahasiswa. Menurut Diah Aliefya, Ketua Tim Literasi Digital Segmen Pendidikan BPSDM Komdigi, ” Masyarakat perlu memahami konsep CABE (Cakap, Aman, Budaya, Etika) sebagai pilar utama dalam bersosial media “. Ia juga menegaskan bahwa ” Mahasiswa, khususnya di bidang teknologi, perlu memiliki kemampuan berpikir kritis serta menyebarkan informasi yang valid untuk mencegah terjadinya misinformasi di masyarakat. “