STT Terpadu Nurul Fikri Gelar Seminar Pendidikan Bahas Tantangan Perguruan Tinggi di Era Artificial Intelligence

Membangun Kesadaran Akademik terhadap Transformasi Pendidikan Digital

Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF) menyelenggarakan Seminar Pendidikan bertajuk “Tantangan Pendidikan Perguruan Tinggi di Era Artificial Intelligence (A.I)” pada Sabtu, 27 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kampus B STT Terpadu Nurul Fikri, tepatnya di Ruang Auditorium Kampus B, dan dihadiri oleh kurang lebih 150 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum.

Seminar ini menghadirkan Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si., Wakil Ketua Komisi X DPR RI, yang memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada peserta mengenai pentingnya kesiapan dunia pendidikan tinggi dalam menghadapi transformasi teknologi. Kehadiran beliau menegaskan komitmen kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemangku kebijakan dalam menjawab tantangan pendidikan nasional di era digital.

Dokumentasi Ketua Yayasan Profesi Terpadu Nurul Fikri dengan Wakil Ketua Komisi X DPR RI

Peran Strategis Artificial Intelligence dalam Pendidikan Tinggi

Sesi materi pertama disampaikan oleh Dr. Abdul Rohman, M.M., MBA, Akademisi dari Binus Business School, yang membahas dinamika perubahan pendidikan tinggi akibat pesatnya perkembangan Artificial Intelligence. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pemanfaatan A.I harus disertai dengan pemahaman etika, literasi digital, serta kesadaran terhadap keamanan data agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dan bertanggung jawab.

Penyampaian Materi Oleh Dr. Abdul Rohman, M.M., MBA
Foto Bersama Peserta dan Pemateri Seminar Pendidikan

Selanjutnya, Dr. Lukman Rosyidi, S.T., M.T., M.M., Ketua STT Terpadu Nurul Fikri, menyampaikan materi sekaligus bekal strategis kepada peserta mengenai pentingnya kesiapan institusi pendidikan dalam mengintegrasikan A.I ke dalam proses pembelajaran, riset, dan pengembangan inovasi. Beliau menegaskan bahwa A.I bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai alat pendukung untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan.

Seminar berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak peserta mengajukan pertanyaan terkait keamanan data dan etika penggunaan A.I. Menanggapi hal tersebut, Dr. Abdul Rohman menegaskan bahwa keamanan data dapat terjaga selama pengguna memahami batasan, kebijakan privasi, serta menggunakan A.I secara bijak dan beretika. Melalui kegiatan ini, STT Terpadu Nurul Fikri berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.